GK, Cianjur - Tim dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri ikut diturunkan dalam penanganan bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Total sebanyak 54 personel Pusdokkes Polri berangkat ke lokasi gempa di Cianjur.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 23 November 2022
Tim Dokkes Polri Dikerahkan Bantu Korban Gempa di Cianjur, Ada Dokter hingga Ambulan
GK, Cianjur - Tim dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri ikut diturunkan dalam penanganan bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Total sebanyak 54 personel Pusdokkes Polri berangkat ke lokasi gempa di Cianjur.
Kamis, 12 Mei 2022
Dokter Buka Suara soal Bayi Lahir Putus Leher di Bulukamba Sulsel
GarisKomando - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Raja Bulukumba, Sulawesi Selatan, beri penjelasan terkait bayi yang dilahirkan dengan kondisi terputus di bagian leher dan lengan. Dokter mengatakan bayi tersebut telah meninggal dunia sejak berada di kandungan ibunya selama lebih 48 jam hingga membuat tulangnya lemah dan busuk.
"Jadi bayi ini sudah meninggal lebih dari 48 jam sehingga otomatis terjadi pembusukan. Makanya saat kepalanya lahir, tim dokter coba menarik lalu putus. Karena memang itu jaringannya sudah lunak," kata Direktur RSUD Sultan Dg Raja Bulukumba, Risal, Kamis (12/5).
Pasien ibu hamil ini, kata Rizal, merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Bontobangun. Dia dirujuk karena pihak puskesmas tidak mampu menangani proses kelahiran ibu hamil tersebut.
Setelah dirujuk, pasien ditangani dan saat dilakukan pengecekan kondisi dianggap normal, termasuk tekanan darah maupun kondisi kandungannya. Akan tetapi, saat dilakukan pemeriksaan USG ditemukan janin bayinya sudah meninggal.
"Kami menduga detak jantung janin, tapi salah, setelah dicek di laboratorium," katanya.
Meski dianggap seluruh kondisi pasien masih normal, kata Rizal, pihaknya tidak langsung melakukan proses persalinan. Karena pasien saat itu bukan pasien emergency, walaupun janinnya sudah tidak bernyawa. Dokter pun hanya memberikan obat dan menunggu persalinan normal. Menurut dokter persalinan normal lebih aman daripada operasi sesar bagi kondisi pasien.
"Tekanan darahnya saat itu 159/100 saat di puskesmas. Pasien dirujuk ke RSUD Sultan Daeng Radja, dokter periksa dan tensi di bawah 140/80. Semua itu normal, bukan emergency," sebutnya.
Rizal mengatakan diduga janin tersebut telah meninggal sekitar 48 jam lebih. Kondisi tubuh bayi itu sudah membusuk. Diduga bayi itu meninggal sepulang dari Kabupaten Sinjai atau saat masuk ke puskesmas.
"Ibunya sempat diperiksa di Sinjai. Tapi, pulangnya naik motor. Diduga di situlah terjadi kecelakaan pada janin dalam perut," imbuhnya.
Senin, 28 Februari 2022
Awas! Ibu Hamil Jangan Coba-coba Makan Buah Pepaya yang Kurang Matang, Dokter Peringatkan Satu Bahaya Ini
GARIS KOMANDO – Untuk memastikan kehamilan tetap aman, maka mengonsumsi makanan sehat adalah hal penting.
Ini berarti bumil juga perlu memperhatikan apa yang boleh atau tidak boleh dimakan.
Jika bertanya-tanya apakah makan pepaya selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan, maka ada satu fakta penting yang perlu diketahui.
Dr Sushma Tomar, spesialis infertilitas dan ahli bedah endoskopi, Rumah Sakit Fortis, Kalyan, menjelaskan tentang asupan buah pepaya bagi ibu hamil.
Dirangkum dari The India Express, Minggu (27/2/2022), sebenarnya tidak ada yang salah dengan makan pepaya, khususnya papaya yang sudah matang.
Akan tetapi, pepaya setengah matang atau mentah harus dihindari selama kehamilan.
Ini karena kandungan lateks, enzim atau cairan putih seperti susu yang keluar dari pepaya.
Itu bisa menyebabkan kontraksi di rahim dengan sekresi postraglandin, kelompok senyawa dengan berbagai efek mirip hormon, terutama mendorong kontraksi rahim.
Sehingga bisa meningkatkan kemungkinan keguguran.
Mengenai gejalanya, adakah tanda bahaya yang akan dialami?
Bumil mungkin mengalami sakit perut bagian bawah karena kontraksi rahim.
Lantas, bisakah bumil makan pepaya selama kehamilan?
Pepaya matang tidak mengandung lateks dan dapat dikonsumsi sepanjang trimester kehamilan.
Trimester pertama sangat berisiko dan makan pepaya mentah atau setengah matang dapat menyebabkan nyeri prematur di rahim.
Jadi yang terbaik adalah tidak memakan pepaya mentah selama kehamilan.
Mengenai jumlahnya, berapa banyak pepaya yang bisa dikonsumsi selama kehamilan?
Satu mangkuk pepaya matang sudah cukup.
Mengonsumsi apapun selama kehamilan, hanya boleh sebanyak yang bisa dicerna tubuh.
Sebab kalau berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan, lalu menyebabkan masalah seperti muntah. (*)
Senin, 29 November 2021
Terbangun dengan Alat Vital yang Sudah Putus, Pria ini Memohon Pada Dokter
Senin, 15 November 2021
IDI Cabang Lampung Selatan Melakukan Bakti Sosial Peduli Korban Banjir Sragi
LAMPUNG SELATAN -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Selatan melakukan Bakti Sosial kepada warga masyarakat terdampak akibat banjir yang melanda Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (14/11/2021).
Masih menurut Dokter Wahyu, "Selain memeriksa kesehatan masyarakat, IDI juga memberikan bantuan obat-obatan, serta memberikan bantuan Vitamin untuk Balita," ujarnya.
Jumat, 12 November 2021
Penanggung Jawab Klinik Graha Puri Husada Angkat Bicara Terkait Rapid Test Antigen Palsu
LAMPUNG SELATAN - Pemalsuan Surat Keterangan Rapid Test Antigen Kian Marak, seperti yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap Klinik Puri Husada yang beralamat di jalan Raya Natar, Desa Bumi Sari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
Hal itu disampaikan oleh Penanggung jawab Klinik Puri Husada Dokter Johansyah melalui pesan WhatsAppnya, Jum'at (12/11/2021).
Dari Surat Keterangan Rapid Test Antigen Palsu yang dikirimkan oleh Dokter Johan panggilan akrab Dokter Johansyah kepada Lampung7com, terlihat jelas dari Alamat Klinik Graha Puri Husada tersebut tidak sesuai dengan Alamat yang sebenarnya.
Disamping itu menurut Dokter Johan, dia tidak pernah mengeluarkan dan menandatangani surat keterangan Rapid Test Antigen tersebut.
"Saya tidak pernah mengeluarkan dan menandatangani surat keterangan hasil Rapid Test Antigen tersebut, apalagi Alamat yang tertera dalam surat keterangan palsu tersebut di Tangerang" jelas Dokter Johan.
Dokter Johan menambahkan, " Klinik Graha Puri Husada hingga saat ini belum pernah membuka cabang di tempat lain" ujar Dokter Johan.
Adapun awal diketahuinya pemalsuan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen yang mengatasnamakan Klinik Graha Puri Husada tersebut, menurut Dokter Johan.
"Kata admin klinik tadi ada perusahaan yg nanyakan tentang karyawannya itu...benar ndak dia positif covid-19...setelah disearching di google ternyata klinik kita nggak ada cabang di tempat lain...makanya humas perusahaan tsb. langsung konfirmasi by phone ke klinik...untuk memastikan itu" terangnya.
Ketika Garis Komando menanyakan tanggapan dan langkah yang akan dilakukan oleh pihak Klinik Graha Puri Husada terkait Pemalsuan Surat Keterangan tersebut, Dokter Johan mengatakan,
"Jika melihat kasus ini, jelas kami yang dirugikan, tapi mengingat Alamat yang tertera dalam surat keterangan tersebut di luar Provinsi Lampung yakni di Tangerang, sehingga terlalu jauh bagi kami untuk melaporkan kasus ini ke Aparat Penegak Hukum, karena pasti akan bolak-balik ke Tangerang jika Membuat BAP nantinya" kata dokter Johan.
Selanjutnya Dokter Johan menghimbau kepada masyarakat, "Jika ada oknum yang menawarkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen agar lebih berhati-hati, sebaiknya untuk melakukan kroscek terlebih dahulu" tutup Dokter Johan. [Sur]
Jumat, 08 Oktober 2021
Dokter Peringatkan Posisi Seks Paling Berbahaya
| Ilustrasi. |
GarisKomando.com - Baru-baru ini video seorang dokter viral di TikTok. Ia memperingatkan untuk sebaikanya menghindari posisi _reverse cowgirl_ .
| Ilustrasi. |
Penggemar TikTok sang dokter kecewa dengan berita itu, dengan beberapa komentator seksi mengungkapkan bahwa cowgirl terbalik adalah “favorit” mereka.











