Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dokter. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2022

Tim Dokkes Polri Dikerahkan Bantu Korban Gempa di Cianjur, Ada Dokter hingga Ambulan


GK, Cianjur - Tim dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri ikut diturunkan dalam penanganan bencana alam gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Total sebanyak 54 personel Pusdokkes Polri berangkat ke lokasi gempa di Cianjur.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, tim Pusdokkes Polri diterjunkan untuk membantu korban gempa di Cianjur.

"Tim Kesehatan dari Pusdokkes Polri dan Rumah Sakit Bhayangkara serta Dokkes Polda Jawa Barat pada hari Selasa, 22 November 2022 pukul 07.00 WIB berangkat tempat bencana gempa bumi di Cianjur," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/11/2022).

Dedi pun merinci 54 personel Tim Pusdokkes yang diterjunkan terdiri dari 14 personel berasal dari Pusdokkes Polri. Mereka yakni 7 dokter, 5 perawat dan petugas non medis sebanyak 2 personel.

Dari Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak 10 personel yang diturunkan terdiri dari 4 dokter spesialis, 4 perawat dan 2 orang non medis.

"Dari Biddokkes Jawa Barat ada 21 personel yang terdiri dari 3 Dokter spesialis forensik, satu Dokter spesialis radiologi kedokteran gigi, 3 dokter umum, 3 perawat, 1 apoteker dan 9 orang non medis," katanya.

Sedangkan dari RS Bhayangkara Setukpa diterjunkan 6 dokter umum, 8 perawat dan 4 tenaga non medis.

Selain personel, ada 10 ambulans yang dikerahkan untuk membantu penanganan korban serta 2 mobil double cabin dari Biddokes Polda Jawa Barat.

"Adapun nantinya akan dibangun posko kesehatan di Pendopo Kabupaten Cianjur sebagai pusat krisis, lalu di RS Bhayangkara Cianjur, RSUD Sayang Cianjur, RSUD Cimacan Cipanas dan beberapa titik lainnya berdasar kebutuhan pelayanan kesehatan," ujarnya.

Dedi menuturkan, tim Dokkes juga akan mengoptimalkan kamar operasi, memperbanyak daya tampung pasien dengan menambah tenda, menambah dokter spesialis orthopedi dan anak.

"Lalu melaksanakan kegiatan ke kantong-kantong pengungsian dan kunjungan layanan kesehatan, melakukan evakuasi pasien, melakukan koordinasi lanjutan ke BPBD dan Dinkes serta instansi terkait dan menginventarisasi kebutuhan Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur dalam rangka penanganan korban," katanya. [Icha]

Kamis, 12 Mei 2022

Dokter Buka Suara soal Bayi Lahir Putus Leher di Bulukamba Sulsel


GarisKomando -
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Daeng Raja Bulukumba, Sulawesi Selatan, beri penjelasan terkait bayi yang dilahirkan dengan kondisi terputus di bagian leher dan lengan. Dokter mengatakan bayi tersebut telah meninggal dunia sejak berada di kandungan ibunya selama lebih 48 jam hingga membuat tulangnya lemah dan busuk.

"Jadi bayi ini sudah meninggal lebih dari 48 jam sehingga otomatis terjadi pembusukan. Makanya saat kepalanya lahir, tim dokter coba menarik lalu putus. Karena memang itu jaringannya sudah lunak," kata Direktur RSUD Sultan Dg Raja Bulukumba, Risal, Kamis (12/5).

Pasien ibu hamil ini, kata Rizal, merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Bontobangun. Dia dirujuk karena pihak puskesmas tidak mampu menangani proses kelahiran ibu hamil tersebut.

Setelah dirujuk, pasien ditangani dan saat dilakukan pengecekan kondisi dianggap normal, termasuk tekanan darah maupun kondisi kandungannya. Akan tetapi, saat dilakukan pemeriksaan USG ditemukan janin bayinya sudah meninggal.

"Kami menduga detak jantung janin, tapi salah, setelah dicek di laboratorium," katanya.

Meski dianggap seluruh kondisi pasien masih normal, kata Rizal, pihaknya tidak langsung melakukan proses persalinan. Karena pasien saat itu bukan pasien emergency, walaupun janinnya sudah tidak bernyawa. Dokter pun hanya memberikan obat dan menunggu persalinan normal. Menurut dokter persalinan normal lebih aman daripada operasi sesar bagi kondisi pasien.

"Tekanan darahnya saat itu 159/100 saat di puskesmas. Pasien dirujuk ke RSUD Sultan Daeng Radja, dokter periksa dan tensi di bawah 140/80. Semua itu normal, bukan emergency," sebutnya.

Rizal mengatakan diduga janin tersebut telah meninggal sekitar 48 jam lebih. Kondisi tubuh bayi itu sudah membusuk. Diduga bayi itu meninggal sepulang dari Kabupaten Sinjai atau saat masuk ke puskesmas.

"Ibunya sempat diperiksa di Sinjai. Tapi, pulangnya naik motor. Diduga di situlah terjadi kecelakaan pada janin dalam perut," imbuhnya.

[sumber]

Senin, 28 Februari 2022

Awas! Ibu Hamil Jangan Coba-coba Makan Buah Pepaya yang Kurang Matang, Dokter Peringatkan Satu Bahaya Ini


GARIS KOMANDO – Untuk memastikan kehamilan tetap aman, maka mengonsumsi makanan sehat adalah hal penting.

Ini berarti bumil juga perlu memperhatikan apa yang boleh atau tidak boleh dimakan.

Jika bertanya-tanya apakah makan pepaya selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan, maka ada satu fakta penting yang perlu diketahui.

Dr Sushma Tomar, spesialis infertilitas dan ahli bedah endoskopi, Rumah Sakit Fortis, Kalyan, menjelaskan tentang asupan buah pepaya bagi ibu hamil.

Dirangkum dari The India Express, Minggu (27/2/2022), sebenarnya tidak ada yang salah dengan makan pepaya, khususnya papaya yang sudah matang.

Akan tetapi, pepaya setengah matang atau mentah harus dihindari selama kehamilan.

Ini karena kandungan lateks, enzim atau cairan putih seperti susu yang keluar dari pepaya.

Itu bisa menyebabkan kontraksi di rahim dengan sekresi postraglandin, kelompok senyawa dengan berbagai efek mirip hormon, terutama mendorong kontraksi rahim.

Sehingga bisa meningkatkan kemungkinan keguguran.

Mengenai gejalanya, adakah tanda bahaya yang akan dialami?

Bumil mungkin mengalami sakit perut bagian bawah karena kontraksi rahim.

Lantas, bisakah bumil makan pepaya selama kehamilan?

Pepaya matang tidak mengandung lateks dan dapat dikonsumsi sepanjang trimester kehamilan.

Trimester pertama sangat berisiko dan makan pepaya mentah atau setengah matang dapat menyebabkan nyeri prematur di rahim.

Jadi yang terbaik adalah tidak memakan pepaya mentah selama kehamilan.

Mengenai jumlahnya, berapa banyak pepaya yang bisa dikonsumsi selama kehamilan?

Satu mangkuk pepaya matang sudah cukup.

Mengonsumsi apapun selama kehamilan, hanya boleh sebanyak yang bisa dicerna tubuh.

Sebab kalau berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan, lalu menyebabkan masalah seperti muntah. (*)

Sumber

Senin, 29 November 2021

Terbangun dengan Alat Vital yang Sudah Putus, Pria ini Memohon Pada Dokter



GARIS KOMANDO - Seorang pria ini merasakan sakit luar biasa saat terbangun di pagi hari.

Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya setelah membuka mata.

Pemandangan mengerikan tubuhnya telah mengeluarkan darah dari alat vitalnya yang terputus.

Anehnya pada malam hari, ia sama sekali tidak menyadari peristiwa mengerikan itu.

MelansirDaily Metro pada Minggu (28/11/2021), pria bernama Tan Nan (44) ini awalnya mabuk setelah minum banyak alkohol bersama teman-temannya. 

Akhirnya dia tertidur karena terlalu mabuk, higga dia terbangun pada pagi harinya.

Anehnya saat terbangun dia mendapati kenyataan bahwa alat vitalnya telah terpotong dan digantung di atasnya.

Dengan rasa sakit dia melihat alat vitalnya yang dipotong, juga terlihat darah mengucur deras. 

Kemudian, dia segera bergegas mencari bantuan medis, namun dia ditolak oleh beberapa rumah sakit.

Mereka menjelaskan bahwa belum pernah melakukan operasi semacam itu.

Rumah sakit tempat Nan dioperasi.


Akhirnya setelah mencari bantuan, Rumah Sakit Changsha membawanya ke ahli bedah mikro. 

Setelah itu, alat vital Tan Nan berhasil disambungkan kembali setelah 7 jam operasi intensif.

Menurut penjelasan medis kini aliran darah di sekitar alat kelaminnya mulai membaik.

Namun tidak jelas apakah fungsi kemih dan fungsi seksualnya bisa digunakan dengan baik.

Nan ketika sedang dirawat di rumah sakit.


Meski demikian, Nan tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas serangan yang menimpa dirinya.

Polisi kini sedang dalam penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai insiden tersebut. 

Dalam keterangan polisi, korban disebut belum cukup pulih untuk menjawab apa yang terjadi pasca insiden tersebut.

Kini insiden tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Senin, 15 November 2021

IDI Cabang Lampung Selatan Melakukan Bakti Sosial Peduli Korban Banjir Sragi


LAMPUNG SELATAN --
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Selatan melakukan Bakti Sosial kepada warga masyarakat terdampak akibat banjir yang melanda Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (14/11/2021).

Kegiatan Bakti Sosial itu sendiri melibatkan 20 orang Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia Cabang Lampung Selatan.

Menurut keterangan Dokter Wahyu Wibisana Selaku Ketua IDI Cabang Lampung Selatan kepada GarisKomando.com melalui pesan singkat WhatsAppnya, "Bakti Sosial yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan warga masyarakat yang terdampak akibat banjir yang terjadi di kecamatan Sragi," katanya.


Masih menurut Dokter Wahyu, "Selain memeriksa kesehatan masyarakat, IDI juga memberikan bantuan obat-obatan, serta memberikan bantuan Vitamin untuk Balita," ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Wahyu mengatakan, "Untuk kegiatan bakti sosial kali ini, IDI telah melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan obat-obatan kepada 200 orang warga, yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak" jelasnya.

Adapun Penyakit yang diderita oleh masyarakat yang terdampak akibat banjir yang melanda Kecamatan Sragi tersebut menurutnya, "Gatal-gatal, panas dingin, batuk pilek serta darah tinggi" papar Dr. Wahyu.

Dilain pihak, warga masyarakat kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IDI Cabang Lampung Selatan yang telah peduli terhadap warga masyarakat yang terdampak banjir.

"Kami warga masyarakat yang terdampak akibat banjir ini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada IDI Cabang Lampung Selatan, yang telah peduli terhadap kami," tutur Rohman, salah satu warga yang terdampak banjir.

Menurut Rohman, "Daerah kami ini masih terisolir akibat genangan air yang belum surut, sehingga dengan adanya bakti sosial dari IDI Cabang Lampung Selatan ini, kami merasa terbantu sekali," pungkasnya. [Sur]

Jumat, 12 November 2021

Penanggung Jawab Klinik Graha Puri Husada Angkat Bicara Terkait Rapid Test Antigen Palsu


LAMPUNG SELATAN -
Pemalsuan Surat Keterangan Rapid Test Antigen Kian Marak, seperti yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap Klinik Puri Husada yang beralamat di jalan Raya Natar, Desa Bumi Sari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Penanggung jawab Klinik Puri Husada Dokter Johansyah melalui pesan WhatsAppnya, Jum'at (12/11/2021).

Dari Surat Keterangan Rapid Test Antigen Palsu yang dikirimkan oleh Dokter Johan panggilan akrab Dokter Johansyah kepada Lampung7com, terlihat jelas dari Alamat Klinik Graha Puri Husada tersebut tidak sesuai dengan Alamat yang sebenarnya. 

Disamping itu menurut Dokter Johan, dia tidak pernah mengeluarkan dan menandatangani surat keterangan Rapid Test Antigen tersebut.

"Saya tidak pernah mengeluarkan dan menandatangani surat keterangan hasil Rapid Test Antigen tersebut, apalagi Alamat yang tertera dalam surat keterangan palsu tersebut di Tangerang" jelas Dokter Johan.


Dokter Johan menambahkan, " Klinik Graha Puri Husada hingga saat ini belum pernah membuka cabang di tempat lain" ujar Dokter Johan.

Adapun awal diketahuinya pemalsuan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen yang mengatasnamakan Klinik Graha Puri Husada tersebut, menurut Dokter Johan.

"Kata admin klinik tadi ada perusahaan yg nanyakan tentang karyawannya itu...benar ndak dia positif covid-19...setelah disearching di google ternyata klinik kita nggak ada cabang di tempat lain...makanya humas perusahaan tsb. langsung konfirmasi by phone ke klinik...untuk memastikan itu" terangnya.

Ketika Garis Komando menanyakan tanggapan dan langkah yang akan dilakukan oleh pihak Klinik Graha Puri Husada terkait Pemalsuan Surat Keterangan tersebut, Dokter Johan mengatakan, 

"Jika melihat kasus ini, jelas kami yang dirugikan, tapi mengingat Alamat yang tertera dalam surat keterangan tersebut di luar Provinsi Lampung yakni di Tangerang, sehingga terlalu jauh bagi kami untuk melaporkan kasus ini ke Aparat Penegak Hukum, karena pasti akan bolak-balik ke Tangerang jika Membuat BAP nantinya" kata dokter Johan.

Selanjutnya Dokter Johan menghimbau kepada masyarakat, "Jika ada oknum yang menawarkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen agar lebih berhati-hati, sebaiknya untuk melakukan kroscek terlebih dahulu" tutup Dokter Johan. [Sur]

Jumat, 08 Oktober 2021

Dokter Peringatkan Posisi Seks Paling Berbahaya

Ilustrasi.

GarisKomando.com -
Baru-baru ini video seorang dokter viral di TikTok. Ia memperingatkan untuk sebaikanya menghindari posisi _reverse cowgirl_ .
Berhubungan seks dengan posisi dan gaya yang sama bagi sebagian pasangan mungkin membosankan. Tidak jarang dari mereka yang kemudian mengksplor posisi baru.

Tapi ada satu posisi seks yang mungkin ingin dihindari laki-laki , mengingat seorang dokter menjadi viral karena mengklaim itu bertanggung jawab atas 50 persen patah tulang penis.

“Ini Adalah posisi seks paling berbahaya di dunia karena penis pria dapat terlepas dan dihancurkan oleh tulang kemaluan pasangannya selama tidak menentu pada saat dorongan,” kata Dr. Karan Raj – yang memiliki 4,3 juta pengikut di TikTok

Dalam video viral yang telah ditonton lebih dari 2,1 juta kali, Raj menjelaskan bahwa penis secara teknis tidak bertulang.


Tetapi kata “fraktur” digunakan untuk menggambarkan robekan pada tunika albuginea – sepotong jaringan yang memungkinkan penis untuk menjadi membesar dan tegak.

Lelaki yang merobek tunica albuginea mereka biasanya harus menjalani operasi untuk menjahit robekan tersebut.

Mereka yang gagal melakukannya biasanya mengalami disfungsi ereksi dan kelengkungan permanen bagian pribadi mereka.

Raj, yang sebelumnya viral dengan tips pencegahan COVID-19, bahkan mengklaim penis patah dapat menyebabkan alat vital itu membengkak dan terlihat sedikit seperti terong.

Ilustrasi.

Penggemar TikTok sang dokter kecewa dengan berita itu, dengan beberapa komentator seksi mengungkapkan bahwa cowgirl terbalik adalah “favorit” mereka.

Dituding Gangguan Mental Namun, yang lain begitu terluka oleh video pendidikan itu sehingga mereka bersumpah untuk tidak lagi berhubungan seks dalam posisi tersebut.

“Suami saya sekarang takut mendekati saya karena itu!” tulis seorang penonton dengan bercanda.

Fraktur penis biasanya merobek tunica albuginea secara horizontal, tetapi pada bulan Juli, British Medical Journal mengungkapkan kasus pertama yang didokumentasikan dari fraktur penis vertikal, yang ditopang oleh seorang laki-laki berusia 40 tahun selama hubungan seksual.

Studi tersebut tidak menyatakan posisi laki-laki itu, tetapi dilaporkan bahwa “penisnya tertekuk di perineum pasangannya” – wilayah antara anus dan alat kelamin – karena dorongan yang tidak tepat waktu.

Pemindaian MRI selanjutnya menunjukkan bahwa penis pria itu memiliki robekan vertikal 1 inci (3 sentimeter) – daripada variasi horizontal yang lebih umum.

Terlepas dari sifat fraktur yang tidak konvensional, ahli bedah terpaksa merawat kejantanan pasien dalam waktu 24 jam untuk mencegah komplikasi.

Sementara itu, pada tahun 2019, seorang pria randy membentak anggotanya menjadi dua saat bermesraan dengan pacarnya.

“Itu naik ke ukuran sebotol anggur. Itu di luar kendali saya dan membuat saya takut setengah mati, ”kata pria itu tentang anggotanya yang bengkak.

Syukurlah, dia juga menjalani operasi yang sukses dan pulih sepenuhnya tanpa insiden. [Sur]