Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label nataru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nataru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2024

Pengamanan Natal di Lampung Berlangsung Kondusif, TNI-Polri Siaga di Lokasi Strategis


GK, LAMPUNG
– Prosesi ibadah Natal untuk umat Kristiani di Lampung berlangsung aman dan khidmat, Rabu (25/12/2024). Pengamanan diperketat oleh ratusan personel gabungan TNI-Polri yang disiagakan di sejumlah gereja dan lokasi strategis di wilayah Lampung.


Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mempersiapkan langkah-langkah pengamanan yang matang untuk memastikan perayaan Natal berjalan kondusif. 


“Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh umat Kristiani yang sedang melaksanakan ibadah Natal. Setiap gereja kami kawal dengan personel gabungan yang siaga penuh,” ungkapnya.


Selain menjaga keamanan di tempat ibadah, Polda Lampung juga mendirikan pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis di Provinsi Lampung. 


Kombes Umi menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. 


“Pos pengamanan didirikan di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, hingga tempat wisata. Kami ingin memastikan setiap warga yang beraktivitas di masa libur Natal dan Tahun Baru merasa terlindungi,” ujarnya.


Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban selama periode Nataru. 


“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memicu gangguan. Dukungan dari semua pihak sangat penting untuk menciptakan suasana kondusif,” tegas Kombes Umi.


Kombes Umi juga mengapresiasi kerjasama semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketertiban. 


“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung penuh upaya kami. Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, perayaan Natal dapat berlangsung damai,” tutupnya.


Peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian khusus aparat. Polisi terus melakukan patroli dan penjagaan intensif demi memberikan rasa aman bagi seluruh warga Lampung.(*)

Polda Lampung dan Jajaran Tutup Sementara Pelayanan SIM Selama Nataru, Catat Detailnya!



GK, Bandar Lampung - Polda Lampung dan Polres jajaran menutup sementara pelayanan pembuatan maupun perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) pada 25-26 Desember 2024 dan 1 Januari 2025 mendatang. 

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, penutupan tersebut berkaitan hari libur pada perayaan Natal dan tahun baru pada 2024/2025.

"Libur Natal dan tahun baru pelayanan SIM Satpas 2526 dan pelayanan perpanjangan SIM keliling di Polda Lampung dan jajaran sementara tidak beroperasi," ujarnya, Rabu (25/12/2024). 

Seiring dengan kebijakan ini, Umi melanjutkan, masyarakat di Provinsi Lampung diharapkan dapat memahami pengumuman tersebut. 

Kemudian bagi pemohon SIM yang masa berlakunya habis pada 25-26 Desember 2024 dan 1 Januari 2025, dapat diperpanjang pada 27 Desember 2024 sampai dengan 3 Januari 2025.

"Bagi pemohon yang tidak melaksanakan perpanjangan SIM pada waktu tersebut, maka akan diberlakukan proses penerbitan SIM baru," tegas Umi. 

Mewakili Polda Lampung dan jajaran, Umi menambahkan, kepolisian daerah turut mengucapkan selamat Hari Raya Natal kepada seluruh umat Kristiani di Provinsi Lampung. 

"Semoga Natal di tahun ini selalu diperingati dengan penuh sukacita, kebahagiaan, dan kedamaian bagi segenap masyarakat di Provinsi Lampung," tandas mantan Kapolres Metro tersebut. (**)

Kamis, 28 Desember 2023

Pj. Bupati Lambar Tinjau Posko Pengamanan Nataru



GK, Lampung Barat - Guna memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan aman dan kondusif, Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat Drs. Nukman M.M didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah meninjau lansung posko pengamanan Natal dan Tahun Baru 2024, Kamis (28/12/2023).

Pos Pengaman Arus Mudik (Pospam) Nataru yang ditinjau antara lain Posko Polres Lampung Barat, posko kesehatan dan posko Bantuan Komunikasi (Bankom), masing-masing bertempat di area bundaran tugu pasar liwa Kecamatan Balik Bukit.

Saat meninjau tiga posko tersebut Nukman berdialog langsung dengan petugas, menanyakan kondisi dan situasi mulai dari perayaan Natal hingga menjelang Tahun Baru.

Tak terkecuali, Pj. Bupati Lampung Barat dalam kesempatan tersebut meminta petugas agar menjaga kesehatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan selama libur Nataru.

Sebab, menurutnya, adanya Pospam tersebut bertujuan memberikan pelayanan dan rasa aman baik bagi para pengguna jalan raya. 

Ia juga meminta selain fokus memberikan pelayanan di Pospam, para petugas juga bisa memantau situasi kamtibmas di wilayah sekitar, baik terkait keamanan maupun kemungkinan terjadinya bencana atau musibah lainnya.

Dirinya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personil yang selalu siap siaga dalam melakukan pengamanan.

"Kami sangat mengapresiasi dan ucapan terima kasih kepada para petugas yang telah siaga, sehingga masyarakat yang akan melakukan ibadah maupun liburan bisa merasakan nyaman dan aman," kata Nukman

Selanjutnya, terkait kelancaran arus lalu lintas berkaitan Natal dan tahun baru, orang nomor satu di Negeri atas awan itu mengimbau kepada pengguna lalu lintas untuk berhati-hati di jalan dan memastikan rumah yang ditinggalkan sudah aman. (Red/rls)

Selasa, 26 Desember 2023

Tinjau Lokasi Wisata Lumbok Seminung, Kapolres Lampung Barat Titip Pesan ke Camat



GK, Lampung Barat — Kapolres Lampung Barat, AKBP Ryky W. Muharam, S.H.,S.IK. bersama dengan para Pejabat Utama Polres Lampung Barat meninjau lokasi wisata Lumbok Seminung Lampung Barat. Senin, 25 Desember 2023.


Rombongan bertolak dari mako Polres Lampung Barat sekitar pukul 09.00 Wib menuju ke Pos Pelayanan di Tugu Liwa Kapolres mengecek personel dan kelengkapan yang tersedia kemudian menyerahkan bingkisan kepada personel yang berjaga di pos pam tersebut.


Kemudian pada pukul 09.30 Wib rombongan menuju pos pengamanan di Sukau. Di pos pam tersebut Kapolres memberikan arahan kepada personel yang berjaga. Kapolres juga memberikan bingkisan kepada personel dan memberikan semangat.

Rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi wisata Lumbok Seminung. Sesampainya di lokasi Kapolres disambut oleh Camat Lumbok Seminung Erwin Ardiansya S.Pd.I. dan menjelaskan kekurangan dan kelebihan lokasi wisata yang ada di Lumbok Seminung.

“Wisata di lumbok seminung ini dulu kendalanya adalah akses jalan yang rusak dan sulit untuk di lalui, sehingga menyebabkan sepinya pengunjung di sini. Namun sekarang kondisi jalan sudah bagus harapan kita pengunjung kelokasi wisata di Lumbok Seminung dapat meningkat di tahun ini,” tutur Camat Erwin.

Kapolres mengarahkan dan menghimbau kepada pak camat agar tetap menjaga situasi kamtibmas di lokasi wisata terutama di lokasi yang biasa wisatawan mandi di danau dikhawatirkan ada korban tenggelam.

“Pak camat, kami berharap bapak dapat menggerakkan seluruh kekuatan untuk mengamankan lokasi wisata Lumbok seminung ini, karena potensi wisata disini sangat bagus, jadi kemungkinan tahun baru ini akan ramai pengunjung. kerawanan disini sepertinya korban tenggelam, jadi mohon untuk dijaga betul di sekitar tempat wisatawan mandi.” tutup Kapolres. (Red/rls)

Minggu, 25 Desember 2022

Tak Hanya Cek Pospam Nataru, Kapolres Serang Pantau Poskamling di Wilayah Cikeusal


GK, Serang - Kapolres Serang bersama para PJU Polres Serang melaksanakan kegiatan patroli malam dengan melaksanakan pengecekan Pospam Nataru serta Poskamling di wilayah Kampung Gosali, Desa Cimaung, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang Sabtu (24/12) malam. 

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan, pengecekan Poskamling di wilayah Cikeusal yang dilakukannya guna menjalin Sinergitas terhadap masyarakat. 

Menurut, AKBP Yudha Satria, dengan adanya Pos Kamling tentunya hal ini sangat membatu tugas Kepolisian yang ikut serta mengamankann lingkungan. 

"Tujuan kami datang kesini ingin meminta masukan tentang apa saja yang menjadi kerkurangan dari pihak kepolisian dalam menjalankan tugas sehari-hari," kata Yudha. 

Yudha juga menyampaikan, apabila ada Polisi yang tidak baik jangan menganggap bahwa semua polisi itu tidak baik itu hanya beberapa oknum polisi saja. 

Kapolres Serang juga berpesan kepada masyarakat, dimana akhir-akhir ini banyak terjadi aksi geng motor dan tauran pelajar, pihaknya meminta agar para orang tua untuk intensif dalam memantau aktifitas anak-anaknya. 

Di tempat yang sama, Tokoh masyarakat Kampung Gosali mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Serang beserta rombongan atas kedatangannya ke Kampung Gosali Pasir ini. 

Dirinya berharap kedatangan Bapak Kapolres Serang tidak hanya saat ini saja kedepannya apabila masyarakat membutuhkan kehadiran Anggota Kepolisian bisa merespon dengan cepat. "Alhamdulilah, untuk saat ini kehadiran Anggota Polisi ditengah-tengah masyarakat sudah kami rasakan," ucapnya. 

Ditambahkan salah satu perwakilan masyarakat Kampung Gosali, bahwa keberadaan Pos Kamling ini belum lama dibangun, dikarenakan  adanya kejadian pembegalan, geng motor dan perampokan yang pernah terjadi. "Alhamdulillah setelah berdirinya Pos Kamling ini sampai saat ini belum pernah terjadi kejadian-kejadian kriminalitas. Kami mohon di bantu untuk patroli dari anggota kepolisian, karena jam rawan dikampung kita ini sekitar pukul 02.00 Wib sampai 04.00 Wib," tutupnya. [Rls]

Tinjau Gereja di Malam Natal, Kapolri Pastikan TNI-Polri Beri Rasa Aman Sepanjang Nataru


GK, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meninjau Gereja GPIB Immanuel dan Katedral, Jakarta di malam Natal. Hal itu dilakukan demi memastikan pengamanan dan penjagaan demi menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. 

Sigit mengungkapkan, Presiden Indonesia Joko Widodo telah menginstruksikan kepada TNI-Polri untuk bekerja secara maksimal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sepanjang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

"Sesuai arahan Pak Presiden bahwa pelaksanaan Nataru harus berjalan aman dan lancar," kata Sigit di Gereja GPIB Immanuel, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Desember 2022, malam. 

TNI-Polri, dikatakan Sigit, terus menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi terkait pengamanan Nataru. Menurut Sigit, sejak jauh hari, sinergisitas dua lembaga dan stakeholder terkait sudah melakukan upaya maksimal dalam rangka mengamankan tempat ibadah maupun pemantauan arus mudik. 

Bahkan, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya sudah melaksanakan apel gelar pasukan demi  memantapkan seluruh rangkaian pengamanan Nataru berjalan damai tanpa adanya gangguan. 

"Mulai tadi sore, saya kira seluruh jajaran bersama-sama antara TNI-Polri telah gelar pasukan untuk memastikan seluruh kegiatan ibadah telah dilaksanakan dan dapat berjalan dengan aman dan lancar," ujar Sigit. 

Terkait pengamanan di gereja, Sigit menyatakan bahwa, TNI dan Polri juga bersinergi dengan organisasi masyarakat lainnya seperti Banser NU dan Kokam Muhammadiyah serta ormas lainnya yang ikut membantu.

Sigit pun mengapresiasi sinergisitas elemen masyarakat tersebut. Menurutnya, hal itu mencerminkan tingginya nilai toleransi dan saling menghargai antar umat beragama di Indonesia.  

"Disisi lain, ini menunjukkan nilai toleransi beragama yang tentunya harus selalu kita jaga. Semangat persatuan dan kesatuan tentunya harus kita jaga. Untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih baik," 

Dengan adanya komitmen bersama antara, Pemerintah, TNI, Polri dan elemen masyarakat, Sigit meyakini bahwa, seluruh rangkaian Nataru akan berjalan aman, nyaman dan damai bagi seluruh warga. 

"Saya mengucapkan selamat Natal 2022 dan selamat Tahun Baru 2023, bagi seluruh umat Kristiani. Dan kami TNI-Polri siap mengawal dan mengamankan agar situasi Nataru dapat berjalan aman dan lancar sesuai arahan Bapak Presiden," ucap Sigit. 

Disisi lain, Sigit menyebut bahwa, perayaan Natal di tengah Pandemi Covid-19 ini mengalami perbaikan serta peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan ibadah di Gereja tahun ini bisa diikuti sebanyak 100 persen kapasitas. 

"Jadi harapan kita tentunya kedepan, kita sedang menunggu. Bapak Menkes sedang melaksanakan penelitian kembali. Mudah-mudahan kita berdoa tahun depan kita bisa tinggalkan semua aturan terkait dengan PPKM dan kembali ke kehidupan normal. Jadi tentunya dengan demikian aktivitas masyarakat juga akan lebih baik, perekonomian akan lebih baik, dan tentunya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat," tutup Sigit. [Rls]

Jumat, 02 Desember 2022

Kapolres Cilegon Cek Kesiapan Jalur dalam Rangka Pengamanan Nataru 2022/2023


GK, Cilegon - Kapolres Cilegon Polda Banten bersama para PJU Polres Cilegon melakasanakan kegiatan pengecekan kesiapan jalur dimana yang nanti nya akan dijadikan sasaran perayaan Natal dan tahun baru 2023 di daerah hukum Polres Cilegon Polda Banten.Kamis,(01/12)

Cilegon - Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro membenarkan bahwa hari ini kami bersama para PJU melaksanakan kegiatan mengecek kesiapan Operasi Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. 

Pengecekan dilakukan di jalur lingkar selatan,di lanjutkan di depan pabrik semen jakarta, selanjutnya depan PT Cemindo Gemilang Grinding Plant Ciwandan, lalu PT Pelindo Ciwandan,  kemudian masuk jalur wisata pengecekan jalur Depan Polsek Anyar dan berakhir pengecekan jalur wisata di Persimpangan Teneng Cinangka Kab serang

Kami berupaya jalur dan tempat wisata yang nantinya dijadikan sasaran meningkatnya volume kendaraan selama Nataru minimal tidak terjadi antrian dan lonjakan volume kendaraan saat perayaan natal 2022 dan tahun baru 2023 Kesiapan pengamanan tersebut meliputi infrastruktur, sarana prasarana, personel, maupun materiil untuk pelaksanaan operasi Nataru.

"Hasil survei tadi kami harus mempersiapkan, baik personel, materiil, kemudian rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan pada saat-saat tertentu. Hal ini harus  disiapkan untuk kelancaran dan pengamanan jalur tol, jalur arteri, jalur wisata, Persiapan yang lebih awal ini diharapkan bisa menuai hasil maksimal."ujarnya.

Menurut Eko"persiapan masih ada waktu sampai pada hari terakhir. Jadi, kita akan terus melakukan persiapan sampai hari H nanti. kegiatan monitoring dan pengecekan ini bertujuan memastikan para personel dapat melaksanakan tugasnya dengan pelayanan prima guna suksesnya Operasi Lilin 2022. 

berharap masyarakat bisa merasa aman dan nyaman saat libur Nataru."tutup Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro. [Rls/Icha]

Selasa, 04 Januari 2022

Inflasi IHK 2021 Mencapai Target Sasaran, HBKN Nataru dan Faktor Cuaca Picu Peningkatan Tekanan Inflasi



LAMPUNG - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada 2021 tercatat berada pada kisaran sasaran 3,0±1%. Capaian inflasi IHK tahun 2021 tercatat sebesar 2,19% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2020, yakni 2,00% (yoy).

Peningkatan tekanan inflasi tersebut didorong oleh adanya peningkatan harga komoditas dunia, faktor cuaca dan penyesuaian tarif cukai rokok ditengah terbatasnya permintaan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Peningkatan tekanan inflasi di tahun 2021 terjadi pada kelompok inflasi kelompok bahan pangan bergejolak (VF) dan harga yang diatur pemerintah (AP). Inflasi kelompok VF terpantau meningkat sebesar 5,50% (yoy) dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 4,19%(yoy).

Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya peningkatan harga komoditas global yang berdampak langsung terhadap harga pada komoditas VF, serta faktor cuaca tahun 2021 yang cenderung kemarau basah sehingga mempengaruhi produksi komoditas pangan.

Sementara itu, kelompok AP terpantau mengalami peningkatan sebesar 2,40% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yakni 1,35% (yoy). Meningkatnya inflasi komoditas AP didorong oleh adanya peningkatan tarif cukai rokok yang ditransmisikan sepanjang tahun 2021.

Sementara itu, tekanan inflasi pada kelompok inti lebih terkendali dibandingkan tahun lalu, seiring dengan permintaan masyarakat yang belum sepenuhnya pulih akibat adanya pembatasan mobilitas di tahun 2021 yang disebabkan oleh merebaknya Covid-19.

Tekanan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung pada Desember 2021 meningkat yaitu sebesar 0,99% (mtm), lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,53% (mtm), dan rata-rata inflasi Desember dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,68% (mtm).

Pencapaian tersebut juga lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yang masing-masing tercatat sebesar 0,57% (mtm) dan 0,51% (mtm). Selain itu, secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,19% (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan inflasi Nasional dan Sumatera yaitu sebesar 1,87% (yoy) dan 1,91% (yoy).

Secara spasial, dibandingkan 24 kota perhitungan inflasi se Sumatera, inflasi Kota Bandar Lampung dan Kota Metro pada bulan Desember 2021 tergolong tinggi dan masing-masing menempati urutan ke-3 dan ke-4.

Dilihat dari sumbernya, tekanan inflasi pada bulan Desember 2021 didorong oleh peningkatan tekanan harga pada sub kelompok makanan dengan andil 0,85% (mtm).

Adapun beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras dan minyak goreng dengan andil masing-masing sebesar 0,20%, 0,13%, 0,12%, 0,11% dan 0,08%. Kenaikan harga aneka cabai didorong oleh terbatasnya pasokan akibat terganggunya produksi yang disebabkan oleh tinggi nya curah hujan pada periode berjalan.

Selain itu, kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh adanya peningkatan permintaan seiring dengan masuknya periode HBKN Nataru, pembatasan Nataru yang lebih permisif (pembatalan PPKM level 3) serta adanya event muktamar NU pada akhir tahun 2021 di Provinsi Lampung.

Sementara itu, kenaikan harga beras didorong oleh belum masuknya masa panen dan peningkatan permintaan pada Nataru. Selanjutnya, kenaikan harga minyak goreng masih disebabkan oleh berlanjutnya peningkatan harga komoditas CPO dunia sebagai bahan baku utama.

Meski demikian, inflasi yang lebih tinggi pada periode Desember 2021 tertahan oleh deflasi yang terjadi pada sebagian komoditas di antaranya air kemasan, biaya administrasi transfer uang, tomat, bawang merah, dan jeruk dengan andil masing-masing sebesar -0,02%, -0,006%, -0,006%, -0,004% dan -0,004%. Penurunan harga yang terjadi pada komoditas air kemasan didorong oleh strategi pemasaran dari pedagang untuk meningkatkan penjualan akhir tahun.

Sementara itu, biaya administrasi transfer uang mengalami deflasi seiring dengan diberlakukannya BI-FAST yang mendorong penurunan biaya transfer uang menjadi Rp2.500 per transaksi. Di sisi lain, masuknya masa panen pada sentra produksi untuk komoditas tomat, bawang merah dan jeruk turut mendorong penurunan harga. 

Sementara itu, NTP Provinsi Lampung tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan NTP ini terjadi pada subsektor tanaman hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan tangkap. Kenaikan NTP tersebut didorong oleh adanya peningkatan harga pada komoditas cabai merah, kelapa sawit, kopi, sapi potong, ayam ras dan ikan teri. Di sisi lain, tekanan inflasi pedesaan yang tergambar dari Indeks Konsumsi Rumah Tangga Petani tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,02% (mtm) didorong oleh peningkatan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau.

Dengan demikian, NTP Desember 2021 tercatat meningkat sebesar 0,99% (mtm) dari 105,25 di bulan November 2021 menjadi 106,29 pada bulan Desember 2021. Meskipun secara umum tercatat di atas 100, NTP subsektor Tanaman Pangan tercatat masih berada di bawah 100 yang tercatat sebesar 94,23.

Kedepan, menghadapi awal tahun 2022, KPw BI Provinsi Lampung memandang bahwa inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1%. Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi, antara lain: dari inflasi risiko kelompok inti, adanya risiko ketidakpastian global yang cukup tinggi, kenaikan harga komoditas global impor, kenaikan harga akibat second round impact VF dan AP serta peningkatan ekspektasi inflasi. 

Risiko kelompok Volatile Food (VF), risiko terbatasnya ketersediaan pasokan pangan dalam merespon recovery permintaan domestik, kendala cuaca yang menyebabkan gangguan produksi pertanian (beras dan aneka cabai) dan perikanan, problem struktural pola tanam dan manajemen impor serta inefisiensi tata niaga pangan.

Risiko kelompok Administered Price (AP), risiko kenaikan harga minyak dan gas global serta kenaikan inflasi tarif angkutan seiring peningkatan mobilitas masyarakat.

Dalam rangka mengantisipasi beberapa risiko tersebut, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil, yakni:

Pertama, memastikan keterjangkauan harga, dengan cara menjaga daya beli masyarakat (Bansos, Subsidi, BLT, dll), penguatan penyaluran Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras medium, stabilisasi nilai tukar Rupiah, percepatan realisasi dan refocusing APBN dan APBD.

Kedua, memastikan ketersediaan pasokan dengan menjaga cadangan pangan nasional (terutama beras sebagai komoditas utama), penguatan Kerjasama antardaerah (KAD), korporatisasi pertanian, mendorong peningkatan produktivitas via Pembangunan lumbung pangan Food Estate melalui peningkatan produksi pangan hortikultura dan perluasan adopsi tekonologi (IoT) dalam budidaya pertanian serta implementasi Program Kartu Petani Berjaya (KPB).

Ketiga, memastikan kelancaran distribusi melalui perluasan pemasaran melalui platform digital melalui penguatan implementasi digitalisasi UMKM pangan sisi hilir yakni fasilitasi UMKM pangan binaan dengan e-commerce, melakukan inovasi sistem logistik, pembangunan sistem logistik daerah (Tugas TPID sesuai Keppres 23/2017) serta mendorong kemitraan industri dengan petani. 

Keempat, meningkatkan komunikasi efektif dengan terus meningkatkan koordinasi TPIP-TPID, melakukan perluasan pemanfaatan PIHPS dan sistem harga lainnya sebagai landasan kebijakan TPID, serta melakukan peningkatan validitas dan kesinambungan data pangan dan pemantauan indikator terkini ekonomi daerah (Early Warning System) yang akurat dan terkini untuk memantau perkembangan perekonomian daerah. [Red]

Sabtu, 25 Desember 2021

Komandan Kodim 0422/LB Tinjau Ketersediaan Bahan Bakar Minyak Stok Nataru



LIWA - Mengingat Perayaannya Ibadan Natal Dan Tahun Baru Komandan Kodim 0422/LB Letnan Kolonel Czi Anthon Wibowo aturun langsung Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Di salah satu SPBU yang ada di Kab. Lampung Barat, Sabtu(25/12)

Adapun ketersediaan BBM Sebagai Berikut, untuk Bahan Bakar Minyak Solar Sebanyak 8000 Liter, Bahan Bakar Minyak Pertamax 8000 Liter, Bahan Bakar Minyak Pertamina Dex 8000 Liter, Bahan Bakar Pertamax Turbo 8000 Liter, Dan Bahan Bakar Dexlite Sebanyak 8000 Liter.

Komandan Kodim 0422/LB Menyampaikan, "Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) sangatlah penting bagi semua masyarakat, terlebih lagi untuk saudara kita yang melaksanakan ibadah Natal dan tahun baru," ucap Dandim. [Gun]

Jumat, 24 Desember 2021

Danyon B Pelopor Siagakan Team Patroli dan Pasukan PHH pada Giat Muktamar dan Malam Natal di Lampung Tengah



LAMPUNG - Pada hari ini Jum'at, 24 Desember 2021 Jajaran Batalyon B Pelopor dan Batalyon C Pelopor melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam Menghadapi Hari Terakhir Giat Muktamar NU ke-34 dan Malam Menjelang Hari Raya Natal 2021 di Wilayah Hukum Polres Lampung Tengah.

Dipimpin Danyon B Pelopor Kompol Saifullah, S.E., M.M., M.H., jajaran Batalyon B dan Batalyon C Pelopor melaksanakan Apel Gelar Pasukan di Mako Batalyon B Pelopor.

Dimana Pelaksanaan Apel Gelar ini merupakan Implementasi Perintah dari Bapak Kapolda Lampung melalui Dansat Brimob KBP Wahyu Widiarso Suprapto, S.IK., M.Si., tentang antisipasi Sitkamtibmas pada Pelaksanaan Event Muktamar dan Event Natal 2021 di Wilayah Hukum Polres Lampung Tengah.

Sejumlah 1 SST Team Patroli dan 2 SST Pasukan PHH disiagakan dalam menghadapi event di atas. Kali ini Team Patroli sebagai Pasukan awal yang bergerak menuju Lokasi Event Muktamar, ini dilaksanakan untuk memantau Sitkamtibmas dan menciptakan Kondisi aman Pasca pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Lampung Tengah.

Selain Cipta Kondisi aman, Team Patroli juga berkoordinasi dengan Kewilayahan dalam Hal ini Polsek Terbanggi Besar dengan maksud ingin menyambangi Tempat Ibadah Gereja yang berada di Wilayah Hukum Rest Lampung Tengah untuk memantau Sitkamtibmas Gereja dan Seputaran Gereja dalam menyiapkan Malam Misa Natal 2021 Kabupaten Lampung Tengah.

Sementara di sisi lain Pasukan PHH melaksanakan Stand By di Mako Batalyon B Pelopor dan siap digerakkan apabila terjadi kontijensi.

Dengan Kegiatan ini diharapkan Kabupaten Lampung Tengah dapat terkondisikan dalam Keadaan aman dan Kondusif selama Pelaksanaan Muktamar dan Hari Raya Natal 2021 hingga Tahun Baru 2022. [Nnd]

Tinjau Bandara Soetta H-1 Natal, Kapolri Minta Pengawasan Ketat Masa Karantina PPI



BANTEN - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, meninjau langsung proses penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) yang masuk melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (24/12/2021).

Dalam tinjauannya di H-1 perayaan Natal, Sigit menyatakan ada 14 tahapan yang akan dilewati oleh para pelaku perjalanan internasional ketika masuk ke Negara Indonesia melalui Bandara Soetta. Proses itu dimulai dari pemeriksaan hingga melakukan masa karantina wajib selama 10 hari. 

"Baru saja kami melaksanakan pengecekan secara langsung untuk mengetahui proses pemeriksaan terkait dengan kedatangan saudara-saudara kita pelaku perjalanan internasional. Secara umum kita lihat ada 14 tahapan yang harus dilalui. Mulai saat masuk kemudian dilaksanakan pemeriksaan awal sampai dengan tahap terakhir diarahkan menuju hotel atau wisma untuk melaksanakan karantina," kata Sigit usai mengecek langsung di Bandara Soetta.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, kepada seluruh petugas atau pihak terkait, untuk benar-benar memastikan bahwa masyarakat yang menjadi pelaku perjalanan internasional harus diwajibkan menjalani karantina selama 10 hari. 

Demi memastikan PPI tak meninggalkan tempat karantina, Menurut Sigit, selain pengawasan secara manual, harus ada pemanfaatan aplikasi teknologi informasi terkait dengan hal tersebut.

"Kemudian memastikan selama 10 hari masa karantina. Maka masyarakat atau pelaku perjalanan harus betul-betul berada di tempat. Oleh karena itu penggunaan aplikasi dan teknologi informasi ditambah pengecekan manual akan diberlakukan. Sehingga kita yakin masyarakat atau pelaku perjalanan internasional tetap berada di tempat," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit menegaskan, penegakan secara kuat soal proses karantina terhadap PPI sangat penting, lantaran sebagai upaya atau antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19 serta masuknya varian baru Covid-19, yakni Omicron di Indonesia. Hal ini juga mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif virus corona di dalam negeri pasca-perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Ini penting. Karena saat ini sedang berkembang varian baru Omicron dan dari info Kemenkes sudah ada delapan kasus yang rata-rata datang dari luar negeri. Dari kondisi ini kita pertahankan agar tertangani dengan baik di masa karantina," ucap Sigit.

Oleh karena itu, Sigit meminta kepada personel TNI-Polri, Satgas Covid-19, petugas bandara dan pihak lainnya yang terlibat, untuk bekerja secara maksimal dan profesional dalam melakukan pemantauan dan pengawasan proses karantina terhadap PPI berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sigit memastikan, siapapun pihak yang melakukan pelanggaran terkait dengan aturan masa karantina ini, akan diberikan sanksi tegas. Menurut Sigit, semua hal itu dilakukan demi kepentingan keselamatan masyarakat Indonesia dari virus Covid-19.

"Terhadap pelanggaran yang ada silahkan diproses. Sehingga kita yakin seluruh proses berjalan tanpa ada yang dilanggar. Karena ini untuk kepentingan kesehatan yang lain. Varian baru Omicron berkembang dengan kecepatan lima kali dan bisa bertransmisi pada orang yang pernah divaksin. Ini tentunya menjadi langkah-langkah yang harus kita lakukan dengan baik. Ini membuat masyarakat tak nyaman tapi harus kita lakukan karena keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," papar Sigit.

Dalam kesempatan itu, Sigit beserta rombongan juga menyempatkan memantau penegakan prokes di bandara dan pelabuhan lainnya secara virtual. 

Selain Bandara Soetta, adapula Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, dam PLBN Entikong.

Dalam pengarahannya, Sigit meminta kepada pihak bandara maupun pelabuhan untuk menyiapkan strategi dan solusi untuk menghindari terjadinya kontak erat antar sesama pelaku perjalanan internasional ketika melewati proses sebelum memasuki karantina.

"Ini mohon dicarikan solusi utama, terkait dengan masalah waktu tadi sudah bagus ada kemajuan. Namun disisi lain memisahkan antara risiko agar tak terjadi kontak erat. Tolong dipikirkan. Ada beberapa masukan langsung dibawa ke wisma. Di wisma sambil menunggu ada ruang khusus kemudian dipisahkan terkonfirmasi atau tidak," tutur Sigit.

Sigit berharap, dalam hal tersebut harus ada tahapan evaluasi yang rutin dilakukan. Sehingga, tidak ada kontak erat antar masyarakat yang setelah dilakukan pengecekan ternyata ada yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ada kecenderungan untuk kontak erat dengan yang lain. Termasuk keluhan adanya antrean yang agak panjang dan kemudian waktunya agak lama yang memang harus dipikirkan. Bisa dipersingkat namun penegakan aturan terkait dengan SOP prokes tetap terlaksana dengan optimal," tutup Sigit. [Red]

Rabu, 22 Desember 2021

Tinjau Pos Terpadu Cikopo, Kapolri Paparkan Dua Hal yang Harus Diantisipasi Hadapi Libur Nataru



JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melanjutkan tinjauannya dalam rangka memastikan kesiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kali ini, mereka mengecek Pos Terpadu Cikopo yang berlokasi di Ruas Tol Cipularang.

Dalam tinjauannya kali ini, Sigit mengungkapkan bahwa ada perbedaan yang akan dihadapi dalam periode Nataru di tengah Pandemi Covid-19 saat ini dibandingkan sebelumnya.

Untuk tahun ini, kata Sigit, masyarakat diberikan kelonggaran dalam beraktivitas yang dimana berpotensi menyebabkan kemacetan di beberapa titik. Sementara, disisi lain, laju pertumbuhan Covid-19 diharapkan tidak mengalami peningkatan ketika Nataru maupun setelah periode tersebut. 

"Disisi lain Covid-19 itu masih ada. Rekan-rekan mau tidak mau harus menghadapi dua masalah tersebut. Disatu sisi diberikan kelonggaran, disisi lain tempat atau area tertentu, kita harus betul-betul mampu melaksanakan penegakan protokol kesehatan secara kuat. Dua hal itu harus dilaksanakan. Sehingga disatu sisi ekonomi bisa tumbuh namun disisi lain, laju pengendalian Covid-19, betul-betul bisa kita pertahankan sampai dengan pasca - Nataru nanti angkanya tetap stabil," kata Sigit dalam pengarahannya, Rabu (22/12). 

Belajar dari pengalaman, Sigit menekankan, untuk periode libur Nataru tahun ini sangat diharapkan untuk tidak terjadi lonjakan angka Covid-19 yang signifikan.

Oleh karenanya, Sigit meminta kepada TNI-Polri, Pemda, dan seluruh elemen masyarakat, untuk tidak abai maupun lengah dalam hal penanganan dan pengendalian Covid-19.

"Pengalaman setelah Nataru ada kenaikan dua setengah kali lipat. Harapan kita jangan sampai pasca-Nataru, angka tersebut mengalami kejadian yang sama seperti tahun yang lalu. Ini tentunya harus kita hadapi. Tentunya kalau kita lengah, kalau kita anggap ini seperti hal yang biasa maka yang tadinya stabil selama 150 hari ini, akan ada risiko," ujar mantan Kapolda Banten ini.

Oleh karena itu, Sigit sangat mewanti-wanti seluruh jajarannya untuk benar-benar menguatkan pos pengamanan dan pelayanan yang disiapkan selama pelaksanaan Operasi Lilin dalam menghadapi Nataru berlangsung.

"Sehingga tentunya dalam kesempatan ini, saya betul-betul wanti-wanti, bahwa seluruh jajaran rekan-rekan kapolres yabg telah menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan. Ada area-area yang bisa digunakan melaksanakan vaksinasi, pemeriksaan terhadap masyarakat yang perlu dilaksanakan Swab Antigen. Kemudian, memasifkan aplikasi PeduliLindungi. Saya kira tadi sudah dilaporkan dan tentunya terkait dengan penegakan aturan prokes memang betul-betul kita harapkan untuk dilaksanakan dengan baik," ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Semua upaya itu, kata Sigit harus dimasifkan di wilayah yang berpotensi tinggi terjadinya interaksi ataupun aktivitas dari masyarakat. Khususnya Jawa Barat yang terkenal dengan lokasi wisata, Sigit menyebut, harus dipastikan penegakan protokol kesehatan berjalan dengan sangat ketat. 

Lebih dalam, dari hasil pemantauannya, Sigit memaparkan, masih ada potensi kurangnya pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi di beberapa tempat.

Menurutnya, barcode aplikasi itu memang sudah terpasang, namun kepastian pengecekan terhadap masyarakat yang mengakses yang dianggap masih lemah.

"Karena itu di setiap tempat dipasang aplikasi PeduliLindungi betul-betul ada petugasnya. Sehingga pada saat termonitor warnanya merah atau hitam artinya perlu ada langkah-langkah lanjutan. Vaksin yang kurang dicek. Lalu petugas menanyakan kenapa belum di vaksin kedua atau mungkin belum vaksin sama sekali, dan kemudian langsung diarahkan ke gerai vaksin. Bagi berwarna hitam, yang ada kontak erat atau terkonfirmasi positif tentunya bagaimana kemudian didorong ke isolasi karantina sementara sebelum di geser ke rumah sakit rujukan," papar Sigit.

Masih dalam hasil pantauannya, Sigit masih menemukan lokasi isolasi sementara yang berdekatan dengan dengan pos pengamanan dan pos pelayanan. Yang dimana, itu menyebabkan adanya potensi terjadinya penularan Covid-19 di masyarakat.

"Ini tolong diatur dan diperbaiki. Sehingga kemudian yang diisolasi tentunya harus lebih aman dan tertutup. Sehingga tidak ada potensi terjadi kontak erat atau menular yang lain," tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit menyampaikan dengan dibangunnya pos pengamanan dan pos pelayanan ini, semua pihak terkait harus bisa memanfaatkan momentum tersebut sebagai ajang untuk melakukan akselerasi percepatan vaksinasi. 

Karena didalamnya ada gerai vaksin yang disediakan bagi warga yang belum mendapatkan dosis pertama maupun kedua.

"Ini saatnya untuk rekan-rekan memanfaatkan itu, jadi aturan yang masuk hotel, aturan masuk Rest Area, kemudian masuk tempat yang memang diwajibkan melaksanakan prokes. Saran saya sebaiknya ada aturan untuk vaksin dua kali. Sehingga, begitu ketahuan mereka belum vaksin dua kali bisa langsung didorong ke gerai vaksin yang sudah ada di area-area yang sudah didirikan. Karena ini bagian dari strategi dalam situasi yang sulit. Namun rekan-rekan kemudian bisa manfaatkan peluang yang ada untuk bisa melaksanakan akselerasi vaksinasi," kata Sigit. 

Menurut Sigit, akselerasi percepatan vaksinasi juga untuk mencapai target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebesar 70 persen di akhir tahun ini. Hal itu juga sebagai antisipasi menghadapi masuknya varian baru Covid-19 yakni, Omicron.

Tak hanya itu, vaksinasi demi mewujudkan kekebalan komunal tersebut juga upaya untuk mencegah terjadinya lonjakan Covid-19 pasca-Nataru.

"Bapak Presiden tentunya mengharapkan bahwa kita semua bisa menjaga dan mengawal akhir tahun dam memasuki tahun baru dalam kondisi angka Covid-19 yang ada saat ini betul-betul bisa stabil," ujar Sigit.

Oleh karenanya, Sigit menegaskan, TNI, Polri, Pemda, dan elemen masyarakat lainnya untuk terus bersinergi dan bergandengan tangan dalam mempertahankan laju Covid-19 yang sudah baik saat ini.

"Mohon terus kompak sinergi TNI- Polri, Pemda serta rekan-rekan yang laksanakan tugas di pos pengamanan dan pos pelayanan. Sehingga apa yang menjadi harapan Lak Presiden bisa kita laksanakan secara optimal," tutup Sigit. [Red]

Tinjau Pelabuhan Merak, Kapolri Pastikan Prokes Agar Tak Ada Lonjakan Pasca-Nataru



BANTEN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (22/12/2021).

Mereka mengecek kesiapan Operasi Lilin jelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dalam kesempatan itu, Kapolri Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa, peninjauan langsung ini untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi pergerakan masyarakat di periode Nataru.

Oleh karenanya, Ia memastikan soal penerapan protokol kesehatan (prokes) agar tidak terjadi lonjakan laju pertumbuhan Covid-19 pasca-Nataru. 

"Tentunya ini harus kita persiapkan dengan baik. Kita antisipasi karena saat ini angka laju Covid-19 sudah bisa kita kendalikan dengan positivity ratenya di bawah 1. Pengalaman tahun lalu pasca-Nataru terjadi peningkatan dua kali lipat. Dan ini tentunya harus kita jaga, agar aktivitas mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan. Namun disisi lain prokesnya harus kita pastikan dilaksanakan dengan baik," kata Sigit usai melakukan pengecekan.

Saat mengecek Pelabuhan Merak dan Bakauheni, Sigit juga memantau pos pengamanan dan pos pelayanan bagi masyarakat yang hendak beraktivitas saat Nataru.

Kedua pos itu, kata Sigit, harus bekerja secara maksimal dalam memastikan pelayanan dan pengecekan terkait protokol kesehatan. Tak hanya itu, harus disiapkan antisipasi apabila terjadi kemacetan atau antrian panjang.

Dalam perjalanan Nataru, Sigit menyebut, masyarakat harus mengikuti persyaratan yang ditentukan, mulai dari sudah vaksin dosis kedua dan menyertakan hasil negatif dari Swab Antigen ataupun RT-PCR.

Apabila, masyarakat tidak dapat menyertakan hal itu, maka pos pelayanan yang ada, telah menyiapkan gerai vaksin dan gerai Swab Antigen. 

Bahkan, disediakan pula tempat isolasi sementara apabila didapatkan hasilnya positif. Yang nantinya, setelah ditempatkan di isolasi sementara, warga akan diteruskan ke Rumah Sakit (RS) rujukan atau yang sudah disiapkan.

"Jadi kita ingin memastikan bahwa seluruh persiapan dari pos pelayanan khususnya wilayah penyeberangan Bakauheni dan Merak dalam keadaan siap dalam hal menghadapi meningkatnya mobilitas penumpang. Namun disisi lain kita juga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan terhadap prokes," ujar Sigit.

Eks Kapolda Banten itu berharap, dengan segala upaya keras dari seluruh pihak, maka lonjakan laju pertumbuhan Covid-19 setelah masa Nataru tidak mengalami peningkatan.

Mengingat penanganan dan pengendalian yang baik, kata Sigit, akan memengaruhi pertumbuhan perekonimian di Indonesia.

Apalagi, Sigit menyebut, kedepannya, Indonesia akan menyelenggarakan event nasional dan internasional. Dimana, hal itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

"Harapan kita di tahun depan, kita juga ada beberapa peristiwa kegiatan besar nasional maupun internasional, rangkaian Presidensi. Kita harapkan juga pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Namun, disisi lain kita lihat ada varian baru dan kita harus waspada. Sehingga tentunya dua hal tersebut, bagaimana kita tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan. Namun disisi lain aktivitas masyarakat bisa kita berikan. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa berjalan, ini tetap kita bisa jaga dalam kondisi terkendali," ucap Sigit.

Selain meninjau, rombongan Menteri dan Kapolri juga memberikan pengarahan terhadap pejabat daerah setempat. Mereka menekankan untuk bekerja semaksimal mungkin agar tidak terjadi lonjakan pertumbuhan Covid-19 usai Nataru. 

"Tahun ini kita harus betul-betul waspadai. Sehingga angka Covid-19 bisa kita pertahankan. Dan pasca-Nataru jangan sampai naik lagi. Pelonggaran sudah diberikan. Sehingga aktivitas masyarakat khususnya pergerakan di masa Nataru diprediksi Pak Menhub kurang lebih ada 11 juta. Ini tentunya harus jadi perhatian kita bersama," tutur eks Kabareskrim Polri itu.

Pada kesempatan itu, Sigit meminta agar pos pelayanan tidak hanya tersedia di atas kapal. Namun, juga disiapkan di titik-titik terjadinya antrian masyarakat. Sigit juga menekankan untuk mewaspadai lonjakan penumpang di malam hari. 

"Tidak hanya di atas kapal, tapi juga di lokasi pada saat masyarakat antre khususnya malam hari. Karena akan terjadi antrean panjang. Disitulah kesempatan rekan-rekan sambil menunggu antrian, rekan-rekan tanyakan sudah vaksin belum. Demikian juga persyaratan antigen ditanyakan betul," tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, kepada seluruh pejabat daerah, untuk betul-betul melakukan akselerasi vaksinasi Covid-19. Lantaran, dari laporan yang diterimanya, masih ada beberapa kabupaten yang belum mencapai angka vaksinasi 70 persen.

Sigit juga menyampaikan, seluruh pihak harus bersinergi dalam melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan. Kemudian, juga aturan dari tempat makan, tempat istirahat dan lokasi lainnya yang berpotensi jadi berkumpulnya masyarakat.

"Oleh karena itu cek sekali lagi aplikasi PeduliLindungi. Semua sudah terpasang apa belum dan kalau sudah terpasang pastikan aplikasi tersebut berjalan. Petugasnya paham, bagaimana cara untuk memanfaatkan aplikasi. Jangan hanya sekedar alat ada, aplikasi ada tapi kemudian tidak digunakan. Ini tolong cek satu-satu. Saya minta laksanakan cek and ricek. Sehingga kita yakin bahwa dalam beberapa hari mendatang yang kurang-kurang segera dilengkapi," tutup Sigit. [Nnd]

Minggu, 12 Desember 2021

Jelang Nataru, Pemerintah Perketat Akses Penyeberangan Merak-Bakauheni



JAKARTA - Seluruh pemangku kepentingan di sektor angkutan penyeberangan di Merak dan Bakauheni diminta melakukan pengetatan protokol kesehatan (prokes) di masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Ini dilakukan demi mencegah gelombang covid-19.

"Dengan adanya kebijakan pengetatan prokes, maka harus dipastikan penumpang yang akan menyeberang sudah melakukan vaksin dosis lengkap dan tes antigen dengan hasil negatif," kata Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangannya, Sabtu, 11 Desember 2021.

Pihak pelabuhan juga diminta menyediakan tempat untuk vaksinasi covid-19. Gerai vaksinasi untuk memfasilitasi warga yang belum menerima vaksin dosis lengkap.

Muhadjir juga mengingatkan kepada para penumpang angkutan penyeberangan mengisi data penumpang dan kendaraan dengan benar. Terpenting, sesuai kartu identitas dan STNK saat melakukan pemesanan tiket.

"Saya mohon para penumpang dan supir angkutan mematuhi ketentuan ini," kata dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan penyediaan fasilitas vaksinasi dan penyediaan pengetesan antigen gratis secara acak sangat penting.

Ini untuk menangani para penumpang yang belum melakukan vaksinasi dosis lengkap dan belum melakukan tes antigen.

"Operator PT ASDP Indonesia Ferry dapat bekerjasama dengan TNI/Polri dan unsur terkait lainnya untuk menyediakan fasilitas vaksinasi dan tes antigen di area pelabuhan penyeberangan," kata dia.

Budi meminta kepada seluruh pemangku kepentingan angkutan penyeberangan mengomunikasikan kebijakan pengetatan protokol kesehatan secara masif.

Kamis, 09 Desember 2021

Hadiri Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pam Nataru 2021, Ini Kata Kapolda Lampung



BANDAR LAMPUNG - Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 bertempat di ballroom hotel Novotel Bandar Lampung, Rabu (8/12) siang.

Hendro menjelaskan, rakor lintas sektoral pada hari ini dihadiri oleh semua Kabupaten/Kota.

"Tadi kita sudah melakukan rapat bersama untuk melakukan langkah-langkah kita dalam mengatasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang menyebabkan kerumunan dan keramaian pada Nataru," kata Hendro.

Polda Lampung sudah memiliki konsep yang terperinci dan terukur untuk dilaksanakan, dimana pada saat bersamaan, secara virtual Mendagri juga memberikan pengarahan kepada seluruh daerah tentang upaya pengetatan dan upaya menjaga agar jangan ada kerumunan.

"Jangan sampai nanti kondisi sekarang sudah cukup bagus, kalau kita lengah di Nataru itu akan menimbulkan suatu lonjakan lagi, itu yang harus kita jaga," imbuhnya.

Secara operasional dilapangan, Polda Lampung akan tetap melakukan pengetatan dan pengendalian. "Jangan sampai ini kebablasan, terutama ke jalur jalur tempat wisata dan jalur lintas kota", katanya.

Polda Lampung sendiri pada Operasi Lilin Krakatau 2021 menggelar 67 Pos Pam, 13 Pos Yan dan 1 Pos Terpadu di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan personel yang dilibatkan pada operasi ini sebanyak 2.900 orang, terdiri dari Polri 1.883 orang, TNI 202 orang dan stakeholder lainnya sebanyak 815 orang.

"Jadi untuk Pos Pam itu ada 67 kita gelar, untuk Pos Pelayanan ada 13 dan 1 Pos Terpadu di Bakauheni, dengan perkuatan sebanyak 2.900 personel dari TNI-Polri dan stakeholder lainya. Konsepnya sama dengan Hari Raya Idul Fitri kemarin, jadi kita random kita tidak ada mandatory tapi random check," jelas Hendro.

Kapolda juga menghimbau masyarakat yang ingin berpergian, harus dilengkapi dengan surat keterangan jalan dari RW atau RT dan hasil rapid test antigen sesuai instruksi Mendagri.

"Kita akan adakan vaksinasi terutama untuk pos-pos pengamanan Natal, itu kita upayakan ada tenaga vaksinator disitu, jadi ketika ada jamaat yang belum vaksin akan kita vaksin dan di pos- pos yang lain juga nanti kita lihat tensinya, mana yang perlu belum, paling tidak di pos-pos pengamanan Natal kita siapkan," kata Hendro.

Hendro juga menegaskan untuk pergantian tahun tidak diperbolehkan ada perayaan tahun baru.

"Tolong beri tahu masyarakat, ini masih pandemi covid, jangan sampai ada gelombang ketiga muncul, kita saling menyadari bersama-sama, kita jaga kesehatan dulu", tutup Hendro. [Nnd]

Sabtu, 13 November 2021

Tingkatkan Keamanan Wilayah Jelang Nataru 2022, Dandim 0410/KBL Bentuk 1 Peleton Tim Patroli SS-SB


BANDAR LAMPUNG —
Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Bandar Lampung. Komando Distrik Militer 0410/KBL membentuk 1 peleton tim patroli Setiap Saat Siap Bergerak (SS-SB).

Pasiops Kodim 0410/KBL, Mayor Inf Dja'far mengatakan Patroli SS-SB merupakan inisiasi Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, yang tujuannya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat Bandar Lampung.

"Tim patroli SS-SB ini di bentuk dalam rangka menjaga stabilitas keamanan khususnya di wilayah kota Bandar Lampung," kata Mayor Dja'far. 

Sementara itu, Dandim 0410/KBL menerangkan bahwa dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat pihaknya sengaja membentuk tim Patroli SS-SB.

"Jadi, satu peleton tim patroli SS-SB Kodim 0410/KBL di bentuknya sejak kemarin tanggal 12 nopember 2021," kata Kolonel Romas, di Bandar Lampung, Sabtu (13/11).

Lebih lanjut Dandim mengatakan, dalam 1 peleton tersebut terdiri dari 2 tim patroli yang akan terus bergerak 1 X 24 jam, guna meningkatkan stabilitas keamanan di wilayah kota Bandar Lampung.

"Tim patroli tersebut akan terus bergerak setiap harinya sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan khususnya di wilayah kota Bandar Lampung menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022," pungkasnya. [Sur]

Rabu, 10 November 2021

Lantik Kabaintelkam hingga Kapolda, Kapolri: Jangan Padamkan Api Pada saat Api Besar


JAKARTA -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi (pati) Polri, yang diantaranya adalah, Kabaintelkam, Aslog Kapolri, Kakorlantas, Kadiv Humas Polri hingga enam Kapolda di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Rabu (10/11/2021).

Dalam amanatnya, Sigit meminta kepada seluruh perwira yang dilantik untuk lebih peka dan mampu melaksanakan mapping di lapangan dengan baik untuk menentukan langkah mulai dari preemtif hingga represif, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) tetap berjalan aman, damai dan kondusif.

Terkait hal itu, Sigit menyampaikan ungkapan bahwa jangan padamkan api pada saat api besar. Melainkan, padamkan api ketika masih kecil. Dengan kata lain, Sigit berharap, jajarannya bisa bergerak cepat untuk segera meminimalisir hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Jangan padamkan api, pada saat api besar. Padamkan api saat masih kecil. Ini bisa dilakukan kalau kita jeli dan bisa melihat di lapangan. Kita mampu melaksanakan monitoring, langkah dan evaluasi yang benar serta tentunya ini menjadi tugas bagi kita semua," kata Sigit dalam amanatnya.  
Ungkapan itu, kata Sigit juga terkait dengan munculnya fenomena pelanggaran oknum anggota kepolisian khususnya di media sosial (medsos) dan viral di masyarakat. Perbuatan segelintir oknum itu, menurut Sigit, berpengaruh pada personel lainnya yang sudah bekerja keras dan baik dalam menjalankan tugasnya. Seperti menjadi garda terdepan penanganan dan pengendalian Covid-19 hingga menjaga Sitkamtibmas tetap kondusif. 

"Disini saya ingatkan bahwa akhir-akhir ini kita menghadapi fenomena dan menjadi keprihatinan kita, muncul banyak viral penyimpangan anggota. Tentunya ini berdampak pada rekan-rekan yang sudah bekerja keras sehingga hasilnya dirasakan masyarakat," ujar Sigit.

Dihadapan perwira yang dilantik, mantan Kapolda Banten ini menegaskan, kedepannya tidak ada lagi perbuatan oknum-oknum yang melakukan pelanggaran. Oleh sebab itu, Ia menekankan, perwira Polri harus menjadi pimpinan yang menjadi contoh agar tak ragu memberikan hukuman dan tindakan tegas kepada oknum yang melanggar.

"Ini harus ditanamkan di diri kita. Kita bisa tegas kalau kita menjadi teladan yang baik. Kita ragu apabila tidak menjadi teladan. Potensi penyimpangan harus diperbaiki, apakah pemahamannya yang keliru sehingga harus rubah mindsetnya. Jangan memberikan beban yang berpotensi menjadi penyimpangan," ucap eks Kabareskrim Polri ini.

Tak hanya itu, Sigit juga menyadari dan menyerap aspirasi masyarakat soal adanya anggapan kepolisian baru bergerak cepat jika diviralkan di media sosial. Karenanya, Sigit menekankan, stigma masyarakat tersebut harus dihapuskan. Karena, sesuai dengan konsep Presisi, seluruh jajaran polri harus prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

"Jadi tolong ini diperbaiki. Tak harus viral tapi masalah bisa cepat diselesaikan. Terjadi kebuntuan komunikasi sehingga masyarakat menyampaikan keluhan dengan menggunakan medsos," tutur Sigit. 

Masih terkait soal keluhan masyarakat, Sigit berharap, jajarannya benar-benar memanfaatkan sejumlah aplikasi yang telah diluncurkan. Seperti layanan Hotline 110, Propam presisi, Dumas Presisi, Binmas Online Sistem (BOS), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, dan masih banyak lainnya.

Sigit berpandangan, banyaknya aplikasi tersebut akan tidak dirasakan oleh masyarakat apabila tidak mendapatkan respon dari aparat kepolisian. Apalagi, Sigit mengaku, masih banyak yang menyampaikan keluhannya secara langsung terhadap dirinya melalui aplikasi pesan tertulis. 

"Sampai saat ini masih banyak yang WhatsApp saya melaporkan masalah. Pada saat saya tanya kenapa tidak dilaporkan ke wilayah karena tidak bisa nomor diblokir. Kalau memang ada masalah dan kemudian masyarakat perlu ada penjelasan, tolong jelaskan khususnya masalah di kepolisian. Sehingga masyarakat mengerti posisi hukumnya, apakah kasusnya bisa ditindaklanjuti atau tidak bisa, karena ada batasan kewenangan yang dimiliki. Namun kita berusaha menyelesaikan semuanya sehingga rasa keadilan buat masyarakat dapat dirasakan," papar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan adanya persepsi tentang polisi antikritik. Ia mengakui bahwa, persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa polisi tidak antikritik karena selalu menyerap aspirasi, untuk menjadikan Polri yang lebih diharapkan oleh masyarakat.

"Polisi tidak anti kritik. Ini jadi tantangan saya karena kritik penting dan dimanfaatkan. Ada persepsi di masyarakat tentang kita dan kita harus perbaiki. Persepsi yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak program kita yang dilaksanakan namun memang perlu waktu," kata Sigit.

Sigit meyakini bahwa tantangan itu bisa diselesaikan dengan bekerja secara tulus, kerja keras dan ikhlas. Sigit optimis, tingkat kepercayaan publik akan terus meningkat dari yang sudah ada saat ini.

"Namun saya yakin kita semua dengan ketulusan, keikhlasan dan kerja keras. Kita bisa memperbaiki. Bangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kita demi institusi. Rekan-rekan telah berjuang namun kalau kita tidak bisa menerima perbaikan tentunya ada gap dan gap ini jadi masalah. Maka dari itu selalu turun ke lapangan bertemu masyarakat dan anggota, untuk mengetahui masalah untuk kita selesaikan. Saya yakin rekan-rekan mampu," ujar Sigit.

Demi bisa meningkatkan kepercayaan publik, Sigit mengatakan, jajarannya harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Tunjukan bahwa, Polri saat ini jauh lebih baik sebagaimana dengan semangat konsep Presisi.

"Perkembangan teknologi kita manfaatkan. Sehingga profesionalisme dari kepolisian bisa terlihat. Bagaimana kita membangkitkan semangat anggota, manfaatkan teknologi biar semakin baik dan profesional. Saya yakin institusi Polri adalah institusi yang disayang masyarakat dan bagaimana kita meyakinkan agar tetap berada di performa itu," ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga kembali mengingatkan soal peran Polri menjadi salah satu institusi yang menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ia berpesan, jajarannya harus mampu mempertahankan tren positif yang sudah ada saat ini.

Dimana, Indonesia menjadi peringkat pertama se-Asia Tenggara dalam hal penanganan serta pengendalian Covid-19. Semua itu, kata Sigit merupakan berkat sinergitas, soliditas dan kerja keras seluruh stakeholders dan elemen masyarakat.  
"Kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi terjadi mobilitas masyarakat yang tinggi tentunya harus kita antisipasi dengan langkah-langkah untuk memperkuat protokol kesehatan. Khususnya rekan-rekan Kapolda yang menjadi penanggung jawab mengendalikan Covid-19," kata Sigit.

Kesiapan dan antisipasi mencegah laju pertumbuhan Covid-19, menurut Sigit juga sebagai bukti di dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan nasional maupun internasional di tengah Pandemi, dengan aman dan memperhatikan faktor kesehatan. Mengingat, kedepan Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaran acara tingkat dunia.

"Di satu sisi kegiatan besar akan kita laksanakan dan di satu sisi kita harus waspada angka Covid-19 tak meningkat. Kalau kita mampu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Ini diharapkan seluruh masyarakat, ini harus kita kembalikan. Ini semua terjadi berkat kontribusi rekan-rekan dan dipertahankan menjadi tugas ke depan. Kewajiban kita menjaga situasi Kamtibmas kondusif sehingga semuanya berjalan baik," tutup Sigit. [Nnd]

Kolonel Inf Romas Herlandes Ikuti Rapat Kesiapan Menjelang Perayaan Nataru


Bandar Lampung —
Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, bersama Forkopimda Kota Bandar Lampung mengikuti kegiatan rapat kesiapan menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), bertempat di ruang rapat Wali Kota Bandar Lampung Jln. Dr Susilo, pada Selasa (9/11).

Tampak hadir dalam kegiatan antara lain Wali Kota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana, Kapolresta Bandar Lampung, Kajari Kota Bandar Lampung, Ketua Pengadilan Agama Bandar Lampung, Plh Sekda Kota Bandar Lampung, para Asisten Pemerintah Kota Bandar Lampung dan para Tim Satgas Covid-19 Kota Bandar Lampung.

Mengawali sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat.

Lebih lanjut, Eva Dwiana mengatakan bahwa sebentar lagi akan memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

"Oleh karenanya, ia berharap kepada Forkopimda Kota Bandar Lampung untuk bersama-sama turun ke lapangan pada operasi lilin nanti, terutama Pak Kapolres dan Pak Dandim yang nanti memang benar-benar melakukan kesiapan. Mudah-mudahan perayaan Natal dan tahun baru nanti bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Kombes Pol Ino Harianto mengatakan bahwa Perayaan natal dan tahun baru, akan terjadi lonjakan Covid-19 kalau kita tidak bisa tangani dengan baik.

"Tentunya perayaan natal tahun ini tidak sama dengan tahun sebelumnya. Karena sebelumnya perayaan tahun lalu libur di tiadakan karena pada saat itu wabah sangat luar biasa. Natal kali ini tentunya kita lihat penyebaran Covid di Indonesia, hampir rata-rata memasuki level 2 dan ada juga yang level 1," kata Kombes pol Ino.

Menurutnya, Di provinsi Lampung banyak sekali tempat tempat wisata yang selama ini sebelum pandemi selalui di kunjungi orang dari Lampung sendiri maupun dari luar Lampung karena tempat wisata yang cukup bagus.

"Oleh sebab itu, dimanapun tempat wisatanya pasti nginapnya di Bandar Lampung, sehingga perlu diantisipasi meskipun situasinya sudah landai namun Prokes tetap harus dilaksanakan," pungkasnya.

Kemudian malam pergantian tahun baru, disini harus kita putuskan apakah perayaan tahun baru boleh dilaksanakan apa tidak.

 "Kalau boleh, mari kita sepakati bersama dimana akan di pusatkan supaya perhatian kita tidak terpecah. Sehingga pada pelaksanaan malam pergantian tahun kita tidak bingung harus berbuat apa kemudian hal-hal apa saja yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita antisipasi," ujarnya

Dan selanjutnya, Dandim 0410/KBL, Kolonel Inf Romas Herlandes menyarankan bahwa alangkah baiknya nanti segera dibentuk tim ataupun Satgas yang ada untuk di perbesar kembali. 

"Diperbesarnya Satgas tersebut dalam rangka untuk mengisi pos perbatasan, penyekatan, Mall, Gereja, perhotelan dan tempat-tempat wisata," ujarnya.

Dandim menambahkan, yang terpenting adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mencegah ataupun ada regulasi yang kuat sehingga masyarakat yang akan masuk ke Lampung harus memenuhi syarat sebagaimana yang telah di interuksikan.

"Dari hasil koordinasi dengan Provinsi itu maka baru bisa kita buatkan regulasi maupun interuksi dari Ibu Walikota tentang syarat-syarat orang yang bisa masuk di Kota Bandar Lampung terhitung mulai awal Desember. Pada dasarnya kami siap mendukung program maupun kegiatan yang nanti direncanakan pemerintah kota maupun rekan-rekan dari Polresta Bandar Lampung," pungkasnya. [Sur]