Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri mancanegara. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri mancanegara. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2026

Pemprov Lampung dan MPAL Lestarikan Tradisi Blangikhan sebagai Daya Tarik Wisata Budaya


Lampung
- Pemerintah Provinsi Lampung bersama DPP Lampung Sai dan Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) menggelar tradisi masyarakat Lampung Blangikhan, yang dilaksanakan di Sesat Agung Nuwo Balak, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (18/2/2026).

Tradisi Blangikhan merupakan adat budaya Lampung dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.


Kegiatan diawali dengan arak-arakan dari Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah menuju Sesat Agung Nuwo Balak untuk pelaksanaan seremoni, kemudian dilanjutkan arak-arakan menuju lokasi pelaksanaan tradisi Blangikhan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Ketua Umum DPP Lampung Sai Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, Ketua Umum MPAL Rycko Menoza SZP, serta unsur pemerintah, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa tradisi Blangikhan atau turun mandi menjadi momentum kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.


“Tradisi Blangikhan hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan disambut dengan kesiapan hati, kesadaran diri, dan kebersamaan. Tradisi ini hidup karena dijalankan, dirasakan, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Melalui Blangikhan, jelas Wagub Jihan, masyarakat diajak membersihkan diri, menata niat, serta meluruskan kembali hubungan dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam sekitar.

“Budaya yang dijaga dengan baik akan melahirkan identitas daerah yang kuat. Dari identitas itu tumbuh rasa percaya diri, persatuan, dan semangat membangun daerah dengan tetap berakar pada kearifan lokal,” ujarnya.


Wagub Jihan berharap momentum Blangikhan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memasuki Ramadan dengan perasaan lebih lapang dan semangat kebersamaan yang semakin erat.

Pada kesempatan itu, Wagub Jihan juga memaparkan capaian sektor pariwisata Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kunjungan wisatawan ke Lampung saat ini menempati peringkat 10 besar nasional.

Ia mendorong agar Blangikhan dapat masuk ke dalam kalender acara nasional Kharisma Event Nusantara guna memperkuat promosi pariwisata Lampung.


“Di Bali ada tradisi Melukat, mandi untuk membersihkan diri, dan itu sudah dikenal luas. Mengapa tidak kita angkat tradisi Blangikhan ini? Saya kira ini salah satu yang bisa dikenal secara nasional bahkan mancanegara,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Wagub Jihan mengucapkan selamat menyambut dan melaksanakan Ibadah Bulan Suci Ramadhan kepada seluruh masyarakat Lampung.

“Selamat menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga kita dapat mengoptimalkan kebaikan di bulan suci ini dengan penuh hikmat. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyampaikan apresiasi atas pelestarian budaya yang telah menjadi identitas masyarakat setempat secara turun-temurun.


Ia menjelaskan, Blangikhan merupakan tradisi masyarakat Lampung yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tradisi ini dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan sebagai simbol penyucian diri, baik lahir maupun batin, serta wujud persiapan spiritual dalam menyambut ibadah puasa,” ujarnya.


Menurutnya, tradisi Blangikhan memiliki makna mendalam karena tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga memperkuat hubungan antarsesama dalam masyarakat.

Ia menilai tradisi tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya. Dengan pengemasan yang tepat, Blangikhan dapat menjadi atraksi yang inklusif dan menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


“Kita perlu mengemas tradisi ini secara lebih optimal agar semakin dikenal luas dan mampu menarik wisatawan dari luar daerah. Tradisi ini sangat potensial menjadi bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Lampung,” ujarnya.

“Semoga tradisi ini terus terjaga dan menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.


Ketua Umum MPAL, Rycko Menoza SZP, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan berlangsung baik dan lancar berkat dukungan berbagai pihak.

“Acara ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan tradisi budaya adat yang berjalan beriringan dengan tradisi keagamaan. Semoga melalui kegiatan seperti ini, Lampung semakin maju, dikenal luas, dan semakin banyak dikunjungi masyarakat dari luar daerah,” ujar Rycko.


Selain menonjolkan nilai sakral penyucian diri menjelang Ramadan, kegiatan tersebut juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyajikan berbagai kuliner khas Lampung untuk memperkenalkan potensi lokal kepada tamu domestik maupun mancanegara.

Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, menyampaikan bahwa makna tradisi Blangikhan bukan sekadar seremoni, melainkan simbol pembersihan diri, doa keselamatan, dan harapan demi masa depan yang lebih baik selaras dengan nilai budaya adat Lampung.

“Tradisi Blangikhan merupakan warisan budaya yang mengatur nilai kearifan lokal, etika, serta filosofi kehidupan masyarakat Lampung. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melestarikan, menjaga, dan mewariskan adat istiadat ini kepada generasi muda,” ujarnya.


Acara ditutup dengan prosesi pemandian muli mekhanai yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung, Wakil Menteri Pariwisata, Ketua MPAL, dan Plt. Bupati Lampung Tengah. Prosesi tersebut ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya tradisi Blangikhan.

Minggu, 30 November 2025

Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru


Lampung Selatan
— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di kawasan Kota Baru tidak hanya menjadi agenda keagamaan berskala internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau kegiatan berskala internasional tersebut di Kota Baru, Minggu (30/11/2025) pagi.

Kegiatan akbar yang berlangsung mulai 28–30 November 2025 dipadati 575.000 lebih dari berbagai daerah di Indonesia serta 8.500 peserta internasional dari lebih dari 99 negara dikutip dari Bapak Firmansyah Humas Ijtima Ulama "Indonesia Berdoa".

Dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan salat Jum'at, dihadiri secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar sekaligus menyampaikan khotbah.

Hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Gubernur, sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 28–30 November 2025, perputaran ekonomi lokal meningkat signifikan.

Ribuan jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara mendorong pertumbuhan transaksi di sektor UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pasar rakyat, usaha transportasi, hingga jasa penyedia tenda dan logistik.

Berdasarkan data yang disampaikan saat meninjau pengamanan lokasi oleh Tim gabungan, kegiatan Ijtima dihadiri kurang lebih 575 ribu orang.

Gubernur menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ibadah dan silaturahmi, tetapi juga berkah ekonomi. Banyak masyarakat yang merasakan manfaat, terutama pedagang dan UMKM di wilayah Lampung Selatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan lapak kuliner, warung harian, penjual kebutuhan dasar, serta pedagang minuman dan makanan siap saji ramai oleh jamaah. Beberapa pedagang mengaku omset naik hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa.

Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial melalui akun jamaah menunjukkan aktivitas peserta Ijtima’ berbelanja di warung sekitar, membeli kebutuhan logistik, hingga berburu kuliner khas Lampung.

Dampak ekonomi yang luar biasa terjadi selama penyelenggaraan kegiatan, di asumsikan dari hal paling sederhana, jika masing - masing jamaah memenuhi kebutuhan makan saja dengan harga termurah Rp.10.000,- maka dalam satu hari akan membelanjakan uangnya sebanyak Rp.30.000,- jika dikalikan 575 ribu jamaah maka perputaran uang perhari mencapai 17 miliar rupiah lebih, dalam tiga hari penyelenggaraan kegiatan setidaknya ada perputaran uang sebanyak 51 miliar rupiah lebih hanya dari sisi konsumsi.

Selain pedagang, penyedia jasa transportasi lokal seperti ojol, angkutan desa, dan penyewa kendaraan juga mendapatkan dampak positif. Sektor akomodasi di wilayah sekitar seperti Natar, Jati Agung, hingga Kota Bandar Lampung dilaporkan mengalami peningkatan okupansi.

Jasa transportasi baik darat, laut dan udara juga mengalami kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dengan digelarnya Ijtima di Provinsi Lampung.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala besar sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian daerah berbasis event.

“Kita ingin Lampung menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan nasional dan internasional. Setiap event besar harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi sinergi TNI–Polri, pemerintah daerah, relawan, dan panitia sehingga kegiatan berjalan kondusif dan tertib. Ia menekankan bahwa pelayanan publik dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.

Dengan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, Pemprov Lampung berharap penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia menjadi momentum memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman, ramah, dan siap menjadi destinasi kegiatan berskala besar.

Jumat, 28 November 2025

Ijtima Ulama Dunia 2025 Dongkrak Ekonomi Warga Kota Baru


Jati Agung
- Kota Baru berubah menjadi lautan manusia ketika ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Ijtima Ulama Dunia 2025: Tabligh Akbar Indonesia Berdoa, Jumat (28/11/2025).

Di tengah suasana yang penuh kekhidmatan itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, hadir menyambut para ulama dan jemaah yang sejak pagi telah memadati lokasi.

Selama tiga hari, 28-30 November 2025, Kawasan Kota Baru di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi pusat perjumpaan, doa, dan tausiah bagi umat Islam.

Rangkaian acara pada hari pertama dimulai dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Tampak Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, berdiri di saf depan bersama Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar didaulat menjadi khatib salat Jumat. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan momen ini sebagai ruang memperkokoh persaudaraan dan doa bersama demi keselamatan bangsa.

“Kita berkumpul di sini bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi memohon keselamatan negeri, memperbaiki diri, dan mempererat ukhuwah,” ujarnya di hadapan jemaah yang memenuhi area salat.


Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan Tabligh Akbar sebagai momentum memperkuat nilai keislaman di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman.

Kota Baru Hidup Sampai Malam, Warga Rasakan Dampak Ekonomi

Tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, Ijtima Ulama Dunia 2025 juga memberi dampak nyata bagi perekonomian warga sekitar. Ribuan jemaah yang datang membuat kawasan Kota Baru kembali hidup hingga malam.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi menyambut positif gelaran internasional ini. Selain memperkuat persatuan umat melalui doa dan zikir, kegiatan berskala besar seperti Ijtima Ulama Dunia dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lampung Selatan.

Wanda (36), warga Kota Baru, mengaku perputaran ekonomi langsung terasa sejak hari pertama kegiatan berlangsung.

“Yang tadinya bukan pedagang jadi berdagang. Mau beli ini dan itu ada. Yang tadinya sepi, sekarang ramai sampai malam,” tuturnya.


Pemerintah daerah mencatat lonjakan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor UMKM, penyedia transportasi, hingga perhotelan. Ribuan jemaah yang berdatangan juga turut menggerakkan usaha kecil warga yang sebelumnya jarang tersentuh pengunjung.

Minggu, 03 Agustus 2025

Tari Ngigel Jadi Sorotan di Pawai Budaya Bandar Lampung 2025

Bandar Lampung— Suasana penuh semangat dan antusiasme menyelimuti kawasan Tugu Adipura, Jl. Jendral A. Yani, Kelurahan Gotong Royong, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, saat Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Karnaval Budaya Tari Ngigel Begawi Bandar Lampung 2025, Minggu (03/08/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-343 Kota Bandar Lampung, yang berlangsung meriah dan sarat nilai budaya.


Ribuan masyarakat tumpah ruah ke jalan, bergabung bersama aparatur sipil negara (ASN), pelajar, serta komunitas seni dan budaya untuk menyaksikan sekaligus berpartisipasi dalam gelaran budaya yang menjadi ikon kearifan lokal Lampung tersebut.


Turut hadir dalam acara ini, Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Dandim 0410/KBL Letkol Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol. Alfret Jacob Tilukay, S.I.K., M.Si., serta pejabat tinggi lainnya, termasuk perwakilan dari Gubernur Lampung, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, dan pimpinan berbagai instansi terkait.


Dalam sambutannya, Walikota Eva Dwiana menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini.


"Karnaval Tari Ngigel ini adalah bentuk kecintaan kita terhadap warisan budaya Lampung. Jika bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?" ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda serta wisatawan domestik dan mancanegara.


Karnaval dimulai dengan upacara pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, dan sambutan dari pejabat daerah. Puncak acara ditandai dengan penampilan Tari Ngigel secara massal, yang melibatkan Forkopimda, tamu undangan, dan masyarakat umum. Penampilan kolosal ini menciptakan nuansa kebersamaan dan kebanggaan yang mendalam terhadap warisan budaya Lampung.


Dukungan penuh juga datang dari TNI, yang ditunjukkan melalui kehadiran dan partisipasi langsung Dandim 0410/KBL.


 "Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mempererat persatuan bangsa," tegas Letkol Arm Roni Hermawan.


Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kegembiraan hingga ditutup pada pukul 09.15 WIB, diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. Momen ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam membangun kota yang berbudaya dan berdaya saing.


Karnaval ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Begawi Bandar Lampung 2025, yang bertujuan mengangkat nilai-nilai tradisi dan kekayaan budaya lokal agar semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.


Dengan suksesnya pelaksanaan karnaval budaya ini, Kota Bandar Lampung kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu pusat pelestarian budaya di Indonesia. Semangat gotong royong, kebhinekaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal menjadi kekuatan utama dalam menyongsong masa depan yang lebih gemilang.

Sabtu, 05 April 2025

Bupati Dedi Irawan Sampaikan Pidato Pertama Di Rapat Paripurna Dprd Pesibar


Pesibar
- Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan - Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan agenda mendengar pidato pertama Bupati Pesibar masa jabatan 2025-2030, di ruang rapat paripurna DPRD Pesibar, Selasa (4/3/2025).

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Mohammad Emir Lil Ardi, S.H., itu juga dihadiri Wakil Ketua II, M. Amin Basri dan para anggota DPRD. Selain itu Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forkopimda, Camat, dan para Peratin.

Bupati, Dedi Irawan mengawali sambutannya dengan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Pesibar yang telah memberikan
kepercayaan sebagai Bupati - Wakil Bupati Pesibar periode 2025-2030. Bupati, Dedi Irawan menjelaskan bahwa pada 20 Februari lalu dirinya bersama Irawan Topani, resmi dilantik Presiden Republik Indonesia menjadi Bupati - Wakil Bupati Pesibar periode 2025 - 2030 dan telah dilangsungkan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Jakarta. Karenanya, Bupati, Dedi Irawan berharap, agar semua pihak bersedia untuk bekerjasama, saling bahu membahu dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan dalam rangka memberikan pelayanan publik dan pembangunan Pesibar yang lebih baik sesuai dengan visi dan misi Bupati - Wakil Bupati.

"Ikatan yang kemarin sempat tercerai mari ikat kembali. Mari kita rajut kembali, mari kita kumpulkan energi yang terserang menjadi energi untuk membangun Pesibar bersama- sama. Sebagaimana sila ke lima pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita hendak membangun suatu bangsa untuk semua bukan untuk satu orang atau satu golongan, tetapi untuk kepentingan semua masyarakat. Bupati - Wakil Bupati menjadi pemimpin bagi semua dan harus menghadirkan keadilan. Tekad kita adalah mengutamakan pembelaan yang nyata kepada mereka yang selama ini tidak mampu membela dirinya sendiri, mengangkat mereka yang selama ini terhambat dalam perjuangan mengangkat dirinya sendiri," tegas Bupati, Dedi Irawan.

Dalam momen itu juga, Bupati, Dedi Irawan memaparkan visi dan misi Bupati - Wakil Bupati Pesibar Tahun 2025-2030 yaitu terwujudnya Pesibar yang sejahtera, maju, madani dan religius sebagai daerah tujuan wisata terdepan, dengan fokus padapembangunan berkesinambungan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi lokal. Yang dimaksud sejahtera adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melaluiprogram-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang berkelanjutan. Sedangkan maju adalah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata, perikanan dan pertanian.

"Madani adalah membangun masyarakat yang adil, berbudaya dan beradab dengan menekankan nilai-nilai kearifan lokal dan integritas. Religius adalah memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari- hari, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia. Kemudian mewujudkan daerah tujuan wisata terdepan adalah mengembangkan potensi wisata Pesibar dengan infrastruktur yang memadai, promosi yang efektif, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan," imbuh Bupati, Dedi Irawan.

Dengan visi tersebut, lanjut Bupati, Dedi Irawan, Pesibar diharapkan dapat menjadi daerah yang maju, sejahtera, beradab, dan religius, serta menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat sembilan misi yang akan dijalankan yakni membangun infrastruktur yang berkesinambungan dan tangguh, pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata, Sumber Daya Alam (SDA) dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Misi selanjutnya, pelestarian lingkungan hidup dan penataan ruang yang optimal, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing dan berkualitas. Pembangunan kehidupan masyarakat yang berbudaya, religius, dan harmonis
"Misi berikutnya yakni peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan profesional, peningkatan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pelayanan kesehatan, dan meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik. Visi dan Misi tersebut akan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pesibar Tahun 2025-2030, yang saat ini masih dalam proses penyusunan," jelas Bupati, Dedi Irawan.

Masih kata Bupati, Dedi Irawan, sebagai pemimpin masyarakat Pesibar, pihaknya memohon doa restu kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik. Amanah tersebut bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga sebuah panggilan jiwa untuk mengabdi kepada masyarakat, demi terwujudnya Pesibar yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat. "Karenanya kami mengajak seluruh elemen kepemimpinan di Pesibar, mulai dari jajaran pemerintah daerah, para wakil rakyat, hingga pemimpin lembaga pertahanan, keamanan dan penegakan hukum untuk bersatu dalam tekad yang sama. Mari kita hibahkan hidup kita kepada masyarakat, hadir dengan sepenuh hati untuk mengabdikan waktu, tenaga, pikiran, dan keringat demi kemajuan bersama. sebab, kepemimpinan sejati bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga soal pengabdian yang tulus," tutur Bupati, Dedi Irawan.

Lebih lanjut Bupati, Dedi Irawan mengungkapkan, pihaknya juga berkomitmen untuk memastikan efisiensi dalam setiap langkah pembangunan, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Efisiensi bukan sekadar penghematan anggaran, lebih dari itunmenjadi dorongan bagi semua pihak untuk bekerja lebih inovatif, lebih kreatif dan lebih cepat dalam menciptakan lompatan kemajuan. dengan inovasi dan kolaborasi, dapat menghadirkan perubahan yang nyata, berkelanjutan, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. "Mari bersama-sama menjaga amanah ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Setiap langkah yang diambil harus dilandasi oleh niat yang baik, kerja keras yang konsisten, serta doa yang tulus agar diberikan keberkahan dan kemudahan. Mari bersama kita wujudkan Pesibar yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih membanggakan," pungkas Bupati, Dedi Irawan.

Kamis, 20 Februari 2025

Parosil Mabsus Dilantik Sebagai Bupati Lampung Barat 2025-2030,


Lampung Barat
- Parosil Mabsus resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Barat periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/02/2025).

Prosesi pelantikan ini berlangsung khidmat, dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari daerah, usai dilantik, ia menegaskan komitmen membawa Lampung Barat ke arah yang lebih maju dan sejahtera.

Ia menyatakan bahwa masa kepemimpinannya akan fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian dan perkebunan, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di daerah.

"Pelantikan ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi merupakan amanah besar yang harus saya emban dengan penuh tanggung jawab," kata dia saat memberikan keterangan usai prosesi pelantikan.

"Kami siap bekerja keras, menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat, dan memastikan bahwa program yang telah kami rancang benar-benar berdampak positif bagi masyarakat Lampung Barat," sambungnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan infrastruktur, seperti perbaikan jalan desa, pembangunan irigasi untuk mendukung sektor pertanian, serta penguatan fasilitas layanan kesehatan di daerah terpencil, akan menjadi prioritas utama.

“Kami ingin memastikan setiap masyarakat Lampung Barat dapat merasakan manfaat pembangunan, baik di sektor pertanian, pendidikan, maupun kesehatan, kami akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan lainnya," tambahnya.

Selain fokus pada infrastruktur dan sektor pertanian, Parosil Mabsus juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi lokal dan sektor pariwisata di Lampung Barat. Menurutnya, daerah ini memiliki potensi wisata alam yang luar biasa.

"Seperti Danau Ranau dan Kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, kami ingin mengoptimalkan potensi wisata Lampung Barat," ujarnya.

"Dengan membangun fasilitas pendukung, memperbaiki aksesibilitas, serta menggandeng investor mengembangkan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Dengan begitu, kita tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” jelasnya.

Parosil juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam membangun Lampung Barat. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung setiap program yang dijalankan.

"Saya percaya bahwa dengan kebersamaan dan kerja keras, kita dapat membawa perubahan nyata bagi Lampung Barat. Mari kita bekerja bersama, saling mendukung, dan menjaga semangat gotong royong untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik," pungkasnya.

Setelah pelantikan, Parosil Mabsus diijadwalkan untuk mengikuti kegiatan retreat di Magelang, dengan kepemimpinan baru ini, masyarakat Lampung Barat menaruh harapan besar agar berbagai program yang telah dijanjikan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyaraka,(red)