This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sabtu, 05 Maret 2022
Aksi Heroik Tim Damai Cartenz Berhasil Evakuasi Karyawan PTT Di Distrik Beoga
Jumat, 19 November 2021
Awas! Beri Gaji di Bawah UMP Bisa Didenda hingga Rp400 Juta
Senin, 15 November 2021
Borok Mie Gacoan Dibongkar: Sungguh Suara Ojol, Suara Tuhan
GARIS KOMANDO -- Kalau Anda bertanya serikat buruh mana yang bisa menggugat korporat dalam satu malam, mungkin akan susah menemukan jawaban. Kalau Anda bertanya gerakan aktivis mana yang punya solidaritas kuat dan cepat tanggap, Anda tetap kesulitan menjawab.
Tapi kalau Anda bertanya kelompok masyarakat mana yang mampu melakukan hal di atas, driver ojek online (ojol) jawabannya.
Peristiwa pada 13 November 2021 di Jogja adalah buktinya. Bagaimana gerakan organik ojol mampu melakukan kerja serikat dan aktivis dalam satu malam. Dan menurut saya, inilah kekuatan ojol yang sebenarnya! Dan sudah selayaknya serikat pekerja dan aktivis belajar dari mereka.
Untuk yang belum paham konteks, ini kronologinya: pada pukul 9 pagi terjadi keributan di resto Mie Gacoan cabang Kotabaru Jogja. Alasannya adalah kekesalan salah satu driver ojol yang menunggu orderan terlalu lama di Mie Gacoan. Karena lebih dari setengah jam, orderan driver tadi di-cancel pelanggan.
Kekesalan driver ojol ini berbuah perkelahian dengan kru Mie Gacoan. Meskipun sudah dipisah, tapi api ini belum padam. Puncaknya, ba'da Isya ratusan driver ojol mendatangi Mie Gacoan. Bukan karena orderan, tapi karena tuntutan dan solidaritas.
Para driver menuntut agar kru Mie Gacoan yang menyerang driver ojol dipecat dan diperkarakan hukum. Kemudian mereka juga menuntut agar Mie Gacoan cabang Kotabaru berhenti operasi. Pihak Gacoan pun menyetujui setelah pengepungan sepanjang malam.
Sebenarnya, sudah lama Mie Gacoan bermasalah dengan ojol. Banyak yang mengungkapkan borok manajemen Mie Gacoan yang merugikan ojol. Dari kasir yang sedikit, prosedur panjang lebar, dan tentunya pelayanan kurang menyenangkan pada driver. Perkara sistem kerja karyawan yang penuh tekanan dan upah murah juga jadi pergunjingan. Namun, ungkapan miring ini baru menjadi aksi langsung dan geger gedhen pada 13 November kemarin.
Apalagi, para driver ojol baru saja melakukan mogok massal akibat penurunan tarif oleh pihak Gojek. Kemarahan ini ikut membakar para ojol yang ikut dalam pendudukan resto Mie Gacoan Kotabaru. Sudah pendapatan turun, Mie Gacoan malah menambah beban dengan pelayanan yang tidak maksimal. Lamanya penyiapan pesanan berarti membuat ojol harus menunggu. Pada akhirnya, para driver yang menanggung beban. Karena waktu terbuang yang seharusnya bisa mendapat pesanan lagi, serta potensi dibatalkan yang berpotensi menurunkan rating.
Kejadian ini sangat menarik bagi saya. Sampai saya ikut menduduki Mie Gacoan bersama para driver ojol. Bisa melihat langsung bagaimana perlawanan ojol yang lossdoll menghantam Mie Gacoan. Dan dengan melihat langsung aksi ini, saya melihat banyak hal yang bisa dipelajari serikat buruh dan aktivis.
Pertama, tentang solidaritas akar rumput. Berbeda dengan model serikat yang sarat birokrasi, para driver ojol bersolidaritas dalam kesadaran penuh. Solidaritas ini makin tertempa dengan lahirnya pos-pos ojol di mana mereka berbagi cerita dan masalah.
Para driver ojol ini membentuk sel kecil, dan dari sel ini para ojol terkoneksi. Jadi ketika info geger gedhen Kotabaru ini disebar, para ojol bisa menerima dengan cepat dari sel kecil masing-masing.
Kedua, adalah perkara aksi langsung yang serba cepat dan tanggap. Tidak ada waktu untuk tetek bengek membuat spanduk atau poster. Ketika mereka ingin menuntut, semua dikoordinir dan dilakukan bersama-sama. Tanpa harus menanti titah atasan atau menyiapkan aksi teatrikal. Yang mereka siapkan hanya tuntutan dan solusi.
Tidak perlu menyibukkan diri dengan mempersiapkan hal selain tuntutan dan mental baja. Tujuan para ojol sudah jelas, dan mereka menyuarakan tuntutan dengan aksi langsung ke jantung sumber masalah. Ini jelas harus dicontoh oleh para aktivis. Jadikan gerakan kalian satset seperti ojol ini.
Ketiga, semua dilakukan secara bersama sampai sulit dibredel. Berbeda dengan bentuk solidaritas lain, ojol membangun komunal atau sindikatnya dari akar rumput yang terkoneksi satu sama lain. Tidak ada tokoh populis yang berpotensi disetir, dan tidak ada ketua yang bertindak bagai diktator. Maka ketika ada upaya mengendalikan massa ojol, pasti mentah!
Terbentuknya solidaritasnya ojol ini organik, tanpa ada dogma ide besar, tanpa ada pemujaan pada sosok. Yang ada hanyalah kesamaan situasi yang terhimpit. Dan semua ini membuat nilai tawar ojol lebih kuat.
Mereka bisa menciptakan mogok massal. Mereka bisa melawan debt collector. Mereka bisa melawan rumah makan yang zalim. Semua terjadi bukan karena ideologi super hebat. Bukan pula karena pidato sosok yang penuh kharisma. Tapi karena mereka punya satu persatuan sebagai garda depan distribusi dan transportasi era digital. Inilah yang seharusnya membuat serikat dan aktivis iri dan pelajari.
Bahkan borok manajemen Mie Gacoan yang selama ini tertutupi dan jadi gosip dibongkar para ojol. Restoran yang mengeruk keuntungan besar, tapi merugikan ojol ini bisa disabotase. Bahkan pihak Mie Gacoan harus mengalah dan menghentikan operasional. Sungguh, ojol telah membongkar sistem yang keji. Dan sungguh, Vox Ojol Vox Dei! Suara Ojol adalah Suara Tuhan.
Jumat, 15 Oktober 2021
Lihat Kaki Karyawan Toko Emas Ini, Netizen Malah Ramai Berteori Gini
| Posisi kaki karyawan toko emas yang bikin netizen salfok. (TikTok) |
Garis Komando - Penampakan seorang karyawan toko emas mendadak jadi sorotan netizen. Terutama posisi kakinya ketika sedang melayani pelanggan membuat netizen salah fokus.
Momen karyawan toko emas ini terekam dalam video viral di media sosial yang ramai mendapatkan beragam komentar netizen.
Video tersebut diunggah oleh salah seorang pengguna TikTok belum lama ini. Sekilas biasa saja, namun jika diperhatikan posisi kakinya memicu banyak spekulasi.
"Ada yang aneh," tulis sang pemilik akun sebagai keterangan unggahan seperti dikutip oleh HiTkeno.com dari Suara.com.
Dalam video viral di media sosial itu, terlihat seorang pria berbaju hitam sedang melayani pembeli di toko emas. Ia berdiri tepat di depan lemari etalase yang berisi perhiasan.
| Layani Pembeli, Posisi Kaki Karyawan Toko Emas ini Jadi Sorotan (TikTok) |
Kemudian, ia mengambil perhiasan di lemari etalase tersebut untuk diperlihatkan kepada sang pembeli. Beberapa saat kemudian, ia bergeser ke arah kiri.
Terdapat tanda panah berwarna merah pada video viral tersebut. Sang pemilik akun menyoroti posisi kaki pria itu saat bergeser ke arah kiri.
Di bagian bawah lemari tersebut terdapat sebuah lemari brankas berwarna abu-abu. Kaki pria tersebut kemudian menempel ke arah brankas itu.
Melihat video viral di media sosial tersebut, para netizen mencoba menebak hal aneh yang ada pada posisi kaki karyawan toko emas ini.
Mereka berpendapat bahwa kaki dari pegawai toko emas itu bersiap untuk menekan alarm apabila pembeli membwa kabur perhiasan dari toko.
| Layani Pembeli, Posisi Kaki Karyawan Toko Emas ini Jadi Sorotan (TikTok) |
"Itu dia lagi siap-siap pencet alarm buat jaga-jaga kalau si konsumen kabur. Biasanya juga pintu kekunci otomatis kalau alarmnya dibunyikan," ujar netizen.
"Dia mau siap-siap pencet alarm kalau ada pembeli kabur," kata netizen.
"Oh gitu cara waspadanya," tutur netizen.
"Aku kerja di toko emas bertahun-tahun, please lah woooy itu bukan apa-apa, itu cuma brankas weh," komentar netizen.
"Bukan pencet alarm tapi siap-siap nendang brankas, jika brankas ditendang otomatis alarm berbunyi," tulis netizen berpendapat.
Itulah video viral di media sosial, posisi kaki karyawan toko emas yang memicu beragam teori dan spekulasi netizen.
Selasa, 05 Oktober 2021
Diduga RSIA Restu Bunda Intimidasi Karyawannya
Bandar Lampung - Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung lakukan pemanggilan para karyawan RSIA Restu Bunda, terkait persoalan Upah Minimum Pekerja (UMP) tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung, Selasa (05/10/2021).











