Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Paksi Pak Skala Brak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paksi Pak Skala Brak. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2022

Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak Anjau Silau Ke Kabupaten Tanggamus



GK, TANGGAMUS - Saibatin Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak, Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti Yang Ke-27, adakan anjau silau ke marga Belunguh Kagungan di Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Senin (24/10/2022).

Dalam anjau silau tersebut, Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah didampingi oleh tokoh adat Lampung Irjen Pol (Purn) DR. H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2016 yang lalu.

Kedatangan dua tokoh adat Lampung tersebut disambut secara adat oleh para pemangku adat dari marga Belunguh, yang ada di Pekon Umbul Buah, Kagungan, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, dengan diarak menuju rumah salah satu pemangku adat Kagungan marga Belunguh, yang berasal dari Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak Lampung Barat.

Hadir dalam acara tersebut, selain para pemangku adat, masyarakat adat, juga dihadiri oleh Forkompinda Kabupaten Tanggamus, diantaranya, Bupati Tanggamus yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Perwakilan Kapolres Tanggamus, perwakilan Dandim Tanggamus, Camat Kota Agung Timur, dan para Kepala Pekon se-Kecamatan Kota Agung Timur.

Dalam sambutannya para pemangku adat marga Belunguh yang ada di Kagungan Tanggamus yang diwakili oleh Zul Kurnian S.I.P., gelar Khaja Pemangku Marga, yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, mengucapkan rasa hanggum, bangga dan terima kasih atas kedatangan kedua tokoh adat Lampung tersebut.

"Kami hari ini merasa bangga, hanggum, dan bahagia atas kunjungan Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti Yang Ke-27 dari Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak, bersama tokoh adat Lampung, Dang Ike Edwin, yang telah sudi meluangkan waktu untuk melakukan anjau silau, dengan kami marga Belunguh Kagungan yang berasal dari Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak ini," ucapnya.

Masih menurut Zul Kurnian, "Merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami marga Belunguh Kagungan yang telah ditengok oleh Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah, yang merupakan pimpinan Adat tertinggi di Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak," Ungkapnya.

Lanjut Zul Kurnian, "Mudah-mudahan dengan adanya acara anjau silau ini tali silaturahmi dan rasa persaudaraan akan semakin erat, demi terjaga dan lestarinya adat dan budaya khususnya di marga Belunguh Kagungan Tanggamus ini." Ucapnya.

Ditempat yang sama Bupati Tanggamus dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati mengatakan bahwa,
"Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus senantiasa akan mendukung dan membantu menjaga dan melestarikan adat dan budaya Lampung khususnya di Kabupaten Tanggamus ini," ujarnya.

Dalam sambutan dan petuahnya, Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah Gelar Suttan Junjungan Sakti Yang Ke-27 yang diwakili oleh Dang Ike Edwin menyampaikan, "Kita harus bangga menjadi orang Lampung, dan mari kita pererat silaturahmi, persaudaraan, dan kekeluargaan, karena pada dasarnya kita adalah satu keluarga, bersaudara, walaupun saudaraku semua yang ada di Marga Belunguh Kagungan ini tinggal di Tanggamus, namun kalian adalah merupakan keluarga besar dari Kepaksian Buay Belunguh Paksi Pak Skala Brak," ujar Dang Ike.

Untuk itu lanjut Dang Ike, " Mari kita bersatu padu untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya kita yang diwariskan oleh nenek moyang kita dahulu, agar budaya-budaya Lampung itu tidak punah ditelan kemajuan zaman," kata Dang Ike.

Masih menurut Dang Ike, "Saya mewakili Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah, dan secara pribadi selaku salah satu tokoh adat Lampung, sekali lagi berpesan agar kiranya marga Belunguh Kagungan yang ada di Tanggamus ini untuk selalu menjaga dan melestarikan adat dan budaya Lampung, karena orang yang beradat insya Allah Beradab, yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda,"ungkapnya.

Selanjutnya Dang Ike dalam sambutannya mewakili Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah menyampaikan permohonan maaf jika selama ini Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah jarang berkunjung ke marga Belunguh yang ada di Tanggamus.
"Mewakili Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah saya menyampaikan permohonan maaf, jika selama ini jarang berkunjung melihat dan menengok warganya dimarga Belunguh Kagungan Tanggamus ini," imbuhnya.

Dang Ike juga menyampaikan penghargaan dan penghormatan serta ucapan terima kasih atas sambutan dari masyarakat dan para pemangku adat, serta berbagai pihak yang telah mensukseskan acara anjau silau tersebut.
"Kami juga mengucapkan penghargaan dan penghormatan serta terimakasih yang tak terhingga atas sambutan yang diberikan kepada kami dalam acara anjau silau ini, dan kepada ibu Bupati, bapak Kapolres Tanggamus, Dandim Tanggamus, Camat Kota Agung Timur, para Kepala Pekon se-Kecamatan Kota Agung Timur, juga kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas dukungan dan bantuannya sehingga acara anjau silau ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses." Pungkas Dang Ike.

Dalam acara anjau silau tersebut juga dilakukan penyematan PIN oleh Puniakan Beliau Yanuar Firmansyah dan Dang Ike Edwin secara simbolis kepada beberapa pemangku adat yang ada di Marga Belunguh Kagungan Tanggamus. (red)

Sabtu, 22 Januari 2022

Sejumlah Tokoh Adat Lampung, Nyeruit Barsama Ganjar dan Diberi Lencana Kepaksian


GARIS KOMANDO, Lampung - Suasana sakral bernuansa adat terlihat kental saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertemu sejumlah adat Lampung, yang salah satunya merupakan Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong, Paduka Yang Mulia (PYM) Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, SH MH., Gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 di Villa Batu Putu Bandar Lampung, Sabtu (22/1). Sejumlah prosesi adat dilakukan, untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu.

Ganjar yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB langsung disambut oleh jajaran Panglima dan Hulubalang kerajaan. Setelah itu, Ganjar diarak menuju lokasi pertemuan oleh para penari pencak silat khakot.

Di sana Ganjar sudah disambut Pun Edward Syahpernong, sejumlah saibatin pangeran dan tokoh-tokoh adat. Dalam pertemuan itu, Ganjar kemudian diberi kopiah Lampung bertanduk atau Hanuang Bani dan disematkan pin emas kerajaan sebagai simbol diterimanya Ganjar menjadi keluarga kerajaan.

"Ya ini lencana kepaksian, sebuah lencana yang menandakan kekerabatan. Mudah-mudahan ini bisa semakin melekatkan hati pak Ganjar dengan masyarakat Lampung khususnya Kepaksian Sekala Brak Lampung," kata Pun Edward.


Usai ramah tamah, Ganjar dan Pun Edward kemudian makan siang bersama. Keduanya Nyeruit bareng, yakni makan makanan khas Lampung. Menu yang terdiri dari pindang ikan baung, pepes ikan Belida,sambal terasi dicampur nanas, sambal durian atau tempoyak serta lalapan itu disantap keduanya sambil ngobrol bersama dengan akrab.

"Wah ini luar biasa, Nyeruit dengan pak Edward satu meja penuh makanan. Ada berbagai macam ikan, ada yang besar, kecil. Sambal, nah ini cocok ada lalapannya. Saya suka lalapan," ucap Ganjar saat makan bersama.

Pun Edward mengatakan, Kepaksian Sekala Brak menyambut dengan gembira dan bangga atas kunjungan Ganjar. Ganjar yang banyak kegiatan di Lampung masih menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Kepaksian Pernong dan tokoh adat Lampung lainya.

"Saya sangat bangga dan terharu, pak Ganjar mau menyempatkan diri bertemu saya dan keluarga saya dari Kepaksian Pernong Sekala Brak. Mudah-mudahan silaturahmi ini tidak akan putus demi kebaikan bersama," ucap Pun Edward.


Sementara itu, Ganjar begitu terpukau dengan penyambutan Edward Syah pernong dan keluarganya. Ia yang awalnya berpikir hanya bertemu dengan beberapa keluarga Pun Edward, ternyata yang hadir cukup banyak dan semuanya adalah kerabat kerajaan.

"Sambutannya sangat hebat menurut saya, saya saja kaget dan terkejut. Ini luar biasa, di luar dugaan. Saya merasa tersanjung dan berterimakasih," katanya.

Ganjar juga berterimakasih karena telah dianggap kerabat kerajaan setelah diberi Hanuang Bani dan pin emas. Ia berharap, pertemuan itu akan menjadi bagian dari simbol bagaimana membangun kekeluargaan, menyatukan denga keberanian.

"Apalagi tadi kita Nyeruit bareng, itu makanannya top, sambelnya pedas, enak banget," jelasnya.


Ganjar mengatakan, selama dua hari di Lampung dirinya merasakan seperti berada di daerah sendiri. Apalagi, di Lampung ada saudara yang tinggal di Pringsewu dan di Sukabumi.

"Jadi ada anaknya pakdhe saya yang merawat saya sejak kecil, dua orang ternyata tinggal di Lampung. Selain itu kemarin saya bertemu dengan para transmigran itu aslinya dari Purworejo, Kutoharjo, Bagelen dan lainnya. Itu kan daerah saya, makanya saya seperti bertemu dengan saudara-saudara sendiri," pungkasnya.

Dalam pertemuan itu Pun Edward juga menerangkan sejumlah silsilah keberadaan Lampung baik kerajaan yg dulu ada hingga kesultanannya,para saibatin hingga tokoh adat yang hingga kini masih kental terasa. [Red]

Sabtu, 15 Januari 2022

Panglima Alif Jaya Angkat Bicara Soal Unjuk Rasa Di Gedung KPK



GARISKOMANDO.com,LAMSEL - Terkait aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Samsuri gelar Panglima Alif Jaya, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung, angkat bicara.

Panglima Alif Jaya menegaskan, kehadiranya dirinya di Gedung KPK sudah mendapatkan restu dan tidak nama perwakilan marga adat yang ada di Lamsel, tetapi membawa diri sendiri selaku tokoh adat dengan gelar Panglima Alif Jaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.

Menyikapi itu, maka pihaknya menyatakan sikap dan memohon maaf kepada para pamangku adat khususnya di Lampung Selatan.

Berikut pernyataanya : Mohon maaf sebelumnya, terlebihnya dahulu izin saya menerangkan identitas diri saya untuk mengklarifikasi untuk menegaskan terkait keikutsertakan saya dalam suatu kegiatan unjuk rasa kemarin (Kamis 13/1/2022) di Gedung KPK di Jakarta.

Klarifikasi ini saya lakukan karena untuk mencegah kalau ada dampak yang kurang baik bagi saudara-saudara saya para tokoh adat yang di Lampung Selatan. Saya tidak ingin apa yang saya lakukan berdampak tidak baik terhadap saudara-saudara saya sesama tokoh adat, karena saya sangat menghargai, menghormati bahkan memuliakan saudara-saudara saya para tokoh adat.

Keikutsertanya saya dalam aksi digedung KPK kemarin seolah-olah ada yang merasa galau atau kurang nyaman, maka dari itu saya ambil langkah untuk menegaskannya.

Pertama : nama saya Samsuri Bin Sulaiman, saya ini terah lurus keturunan ke-14 dari Buyut Ratu Menangsi yang ada di Marga Ratu boleh kita cek disilsilah keturunannya. Dan di Marga Ratu Keratuan Menangsi saya adalah salah satu paksinya, jadi tidak salah dan tidak ada yang bisa menyangkal bahwa saya adalah salah satu tokoh adat di Lampung Selatan ini. Dalam orasi saya di gedung KPK kemarin tidak ada saya menyebutkam bahwa saya mewakili para tokoh adat.

Kedua : Saya juga menyebut identitas Saya sebagai salah satu Panglima dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung itu sudah seizin Paduka Yang Mulia SPDB Sultan Sekala Brak Yang di-Pertuan ke 23 Kepaksian Pernong Lampung Karena Beliaulah yang menobatkan saya sebagai Panglima Kerjaan Adat.

“Tetapi disini juga saya tidak menyebutkan bahwa saya mewakili Kepaksian Pernong Lampung. Saya menyebutkan salah satu Panglima Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Lampung (Panglima Alif Jaya). Karena memang inilah identitas Saya yang diakui di sepanjang tanah pesisir Lampung bahkan Di Kerajaan-Kerajaan Adat Se-Nusantara,” tegas Panglima Alif Jaya, kepada media, Jum’at (14/1/2022) malam.

Dia menambahkan, jadi Gelar Saya sebagai Panglima Alif Jaya bukan hanya mengaku-ngaku tetapi memang di akui. Oleh karena itu, harapan Saya mudah-mudahan dengan penegasan Saya ini sudah tidak ada lagi yang membuat ketidaknyamanan saudara-saudara Saya sesama Tokoh Adat di Marga-Marga yang ada di Lampung Selatan ini.

Untuk itu, Izinkan saya menyampaikan sedikit pesan marilah kita menjadi Tokoh Adat yan punya Harkat dan Martabat yang tidak mudah di ukur apalagi dibeli oleh orang-orang yang tidak suka dengan Adat bahkan mau merusak tatanan Adat, Kalau kita betul-betul merasa sebagai Tokoh Adat, mari kita sama-sama mengamalkan apa yang terkandung/isi dan pengerti dalam Adat, yaitu:

1. Kita harus saling Seangkonan(saling mengakui)

2. Sehagguman (kita saling mengangkat)

3. Setawitan (kita saling bergandengan tangan dalam hal kebaikan)

4. Kita harus saling Membesarkan (Sebalakan)

5. Kita tidak saling menyakiti (Mak saciwitan)

Inilah Sejatinya orang Adat, jangan sampai kita orang-orang Adat kehilangan Harkat, kalau orang Adat kehilangan Harkat dan Martabat maka hancurlah norma-norma Adat.

“Saya tegaskan lagi disini keikutsertaan Saya dalam aksi di Gedung KPK RI kemarin adalah murni keinginan Saya pribadi untuk menyampaikan aspirasi/kritikan terhadap kondisi di Kabupaten Lampung Selatan ini. Tidak ada yang bisa mencegah apalagi melarang karena ini adalah Hak Asasi Saya sebagai warga Negara Republik Indonesia. Saya tegaskan juga disini walaupun kita sesama Tokoh Adat kepala kita berbeda, jadi sudah pasti pola pikir kitapun tidak sama,” tutupnya seraya memcetuskan mari kita sama-sama menjaga kekeluargaan kita, jangan mudah dihasut, dipecah belah oleh orang-orang yang tidak suka kalau kita Masyarakat Adat ini Bersatu.

Dilain sisi kata Panglima Alif Jaya, adanya aksi yang dilakukan AMHLS bukan tanpa alasan, sebab kasus fee proyek di Lampung Selatan sampai saat ini belum tuntas, sesuai fakta-fakta dalam persidangan bahwa Bupati Lamsel saat ini Nanang Ermanto telah mengakui bahkan telah memulangkan dana ratusan juta ke KPK.

“Adanya aksi digedung KPK di Jakarta itu menandakan bahwa ada suatu hal yang tidak beres di Kabupaten Lampung Selatan, makanya harapan kita aparat penegak hukum yang terkait harus mengambil langkah dan permasalahan itu harus segera diselesaikan, supaya tidak melebar atau terjadinya peta-peta konflik kedepannya,” pungkasnya. [Red]