Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label adat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2022

Salah Satu Raja Paksi Pak Skala Brak Halal Bil Halal ke Rumah Budaya LGK


GK, Adat dan Budaya - Momentum Hari Raya Idul Fitri adalah saat yang selalu dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk berkumpul bersama keluarga, untuk saling mengunjungi kepada kerabat, sahabat, teman dan juga tetangga, guna saling memaafkan.

Dalam merayakan hari kemenangan bagi ummat muslim tersebut, setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, biasanya dimanfaatkan untuk ajang silaturahmi untuk saling maaf memaafkan dan saling melepas rindu, apalagi sudah dua tahun yang lalu momentum merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga dibatasi dengan adanya kebijakan Pemerintah melarang masyarakat untuk mudik, akibat adanya Pandemi covid-19.

Hal itu juga dilakukan oleh salah satu Tokoh Adat Kerajaan Paksi Pak Skala Brak dari Paksi Buay Nyerupa, Drs. H. Salman Paksi SE., MM., Gelar Suntan Pikoelun Jayadiningrat, yang bersilaturahmi ke rumah kediaman salah satu tokoh adat Lampung yang juga mantan Kapolda Lampung tahun 2016, Irjen Pol (Purn) Dr., H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., di Lamban Gedung Kuning (LGK), Jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Jumat (6/4/2022).

Dalam kunjungan halal bil halal tersebut Pun Salman panggilan yang biasa digunakan pada Suntan Pikoelun Jayadiningrat bersama keluarga di LGK, disambut langsung oleh Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr., H. Ike Edwin S.H., M.H., M.M., yang didampingi oleh istrinya dr. Hj. Aida Sofina.

Ucapkan terima kasih Dang Ike

Dalam keterangannya kepada media, Dang Ike mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pun Salman atas kunjungannya di LGK dalam rangka halal bil halal dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443 H, tahun 2022.

"Saya atas nama keluarga besar Lamban Gedung Kuning mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pun Salman yang telah datang ke LGK untuk bersilaturahmi dalam rangka halal bil halal dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1443. H, ini." Ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike mengungkapkan bahwa dalam rangka halal bil halal tersebut, disamping untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi dan saling maaf memaafkan, juga diisi dengan diskusi santai tentang berbagai hal termasuk tentang adat dan budaya Lampung.

"Jadi momentum halal bil halal ini, disamping untuk mempererat tali persaudaraan, memupuk silaturahmi, dan saling maaf memaafkan, juga diisi dengan diskusi tentang adat dan budaya Lampung sambil ngobrol santai" ungkap Dang Ike.

Ditempat yang sama Suntan Pikoelun Jayadiningrat juga mengatakan silaturahmi ini adalah merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan dengan menjaga silaturahmi yang baik.

"Kunjungan ini adalah merupakan ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan, serta kekompakan, dengan cara senantiasa menjaga silaturahmi yang baik dan menjalin komunikasi yang baik juga" ujarnya.

Dalam kunjungan silaturahmi dan halal bil halal tersebut Suntan Pikoelun Jayadiningrat didampingi putra mahkota kerajaan adat Paksi Pak Skala Brak Kepaksian Buay Nyerupa. | red

Jumat, 28 Januari 2022

Jaga Kekayaan Desa Adat di Bali, Kapolri Kukuhkan Bankamda dan Sipandu Beradat


GARIS KOMANDO, Bali - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengukuhkan Bantuan Keamanan Desa Adat (Bankamda) dan forum Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat), di Bali, Jumat (28/1/2022).

Sigit mengungkapkan, Provinisi Bali merupakan salah satu wilayah yang masih sangat mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai luhur adat. Sehingga, hal itu yang menjadi salah satu daya tarik atau kekuatan Pulau Dewata bagi wisatawan luar negeri maupun dalam negeri.

"Baru saja saya mengukuhkan rekan-rekan Bankamda dan Sipandu Beradat yang diikuti oleh seribu lebih desa adat di wilayah Bali. Dan memiliki jenjang mulai dari desa adat kemudian diatasnya ada kelurahan, kecamatan, kabupaten sampai dengan provinsi," kata Sigit kepada wartawan usai pengukuhan itu.

Dalam hal ini, Bankamda dan forum Sipandu Beradat merupakan bentuk kemitraan Polisi dengan masyarakat berbasis community policing, yang memiliki komponen antara lain Bankamda, pecalang, linmas, satpam dan komponen keamanan lainnya. Yang dimana hal itu termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa sebagai Pembina di tingkat Desa Adat. Selain di Desa Adat, forum Sipandu Beradat ini juga memiliki komponen di tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Disisi lain, Sigit menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Bali yang telah menjaga dan mempertahankan kekayaan desa adat di Bali. Menurut Sigit, hal itu juga bisa dijadikan sebagai kekuatan baru dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Ini jadi kekuatan baru untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Khususnya menjaga kekayaan desa adat yang didalamnya ada berbagai macam kegiatan adat, seni, budaya," ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menegaskan bahwa, personel kepolisian tidak seharusnya terpisah dari masyarakat. Melainkan, bergabung sebagai mitra dengan mendorong masyarakat untuk ikut bertanggung jawab terhadap keamanan lingkungannya, menjadikan masyarakat 'polisi bagi dirinya sendiri'.

Mantan Kapolda Banten tersebut menuturkan, desa adat juga menjadi leading sector terkait dengan proses pertumbuhan perekonomian di tingkat hulu. Demi menciptakan hal itu, kata Sigit, diperlukan adanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Dan kita semua tahu bahwa desa adat merupakan basis ekonomi ditingkat hulu yang tentunya ini semua harus bisa berjalan dengan lancar. Itu semua bisa terjadi apabila stabilitas kamtibmas di desa adat dapat berjalan dengan baik," ucap eks Kabareskrim Polri itu.

Sigit juga menyampaikan, dengan adanya Bankamda dan Sipandu Beradat ini, bisa dijadikan percontohan di wilayah-wilayah lainnya yang juga memiliki kekayaan adat istiadat serta kearifan lokal.

"Yang tentunya ini menjadi kekuatan baru untuk kita kembangkan dalam rangka jaga stabilitas kamtibmas," tutur Sigit.

Dengan menjaga kekayaan adat, Sigit menekankan hal itu sebagai modal untuk semakin menumbuhkan perekonomian Indonesia dan bersatu padu dalam rangka penanganan serta pengendalian Pandemi Covid-19.

"Jadi itu semua merupakan satu rangkaian, sistem dan satu kesatuan yang tentunya harus kita jaga bersama dan harus berjalan dengan baik. Sehingga apa yang diharapkan khususnya di wilayah Bali, mengembalikan pertumbuhan ekonomi, mengembalikan wisata internasional dengan berbagai macam budaya, adat dan seni yang ada didalamnya. Yang tentunya ini menjadi kekuatan utama wilayah Bali kedepan," papar Sigit.

Apalagi, lanjut Sigit, Bali kedepannya akan menjadi tuan rumah perhelatan event nasional maupun internasional, salah satunya adalah Presidensi G-20. Sebab itu, diharapkan khususnya di Bali, tidak ada gangguan ataupun masalah sekecil apapun kedepannya.

"Oleh karena itu bagaimana kemudian sinergitas antara kekuatan keamanan adat bergabung dengan kekuatan keamanan nasional untuk menjaga dan mengamankan agar stabilitas kamtibmas terjaga. Dan rangkaian kegiatan event-event internasional serta G-20 berjalan dengan baik," tutup Sigit. [Rls]

Sabtu, 15 Januari 2022

Panglima Alif Jaya Angkat Bicara Soal Unjuk Rasa Di Gedung KPK



GARISKOMANDO.com,LAMSEL - Terkait aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Samsuri gelar Panglima Alif Jaya, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung, angkat bicara.

Panglima Alif Jaya menegaskan, kehadiranya dirinya di Gedung KPK sudah mendapatkan restu dan tidak nama perwakilan marga adat yang ada di Lamsel, tetapi membawa diri sendiri selaku tokoh adat dengan gelar Panglima Alif Jaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.

Menyikapi itu, maka pihaknya menyatakan sikap dan memohon maaf kepada para pamangku adat khususnya di Lampung Selatan.

Berikut pernyataanya : Mohon maaf sebelumnya, terlebihnya dahulu izin saya menerangkan identitas diri saya untuk mengklarifikasi untuk menegaskan terkait keikutsertakan saya dalam suatu kegiatan unjuk rasa kemarin (Kamis 13/1/2022) di Gedung KPK di Jakarta.

Klarifikasi ini saya lakukan karena untuk mencegah kalau ada dampak yang kurang baik bagi saudara-saudara saya para tokoh adat yang di Lampung Selatan. Saya tidak ingin apa yang saya lakukan berdampak tidak baik terhadap saudara-saudara saya sesama tokoh adat, karena saya sangat menghargai, menghormati bahkan memuliakan saudara-saudara saya para tokoh adat.

Keikutsertanya saya dalam aksi digedung KPK kemarin seolah-olah ada yang merasa galau atau kurang nyaman, maka dari itu saya ambil langkah untuk menegaskannya.

Pertama : nama saya Samsuri Bin Sulaiman, saya ini terah lurus keturunan ke-14 dari Buyut Ratu Menangsi yang ada di Marga Ratu boleh kita cek disilsilah keturunannya. Dan di Marga Ratu Keratuan Menangsi saya adalah salah satu paksinya, jadi tidak salah dan tidak ada yang bisa menyangkal bahwa saya adalah salah satu tokoh adat di Lampung Selatan ini. Dalam orasi saya di gedung KPK kemarin tidak ada saya menyebutkam bahwa saya mewakili para tokoh adat.

Kedua : Saya juga menyebut identitas Saya sebagai salah satu Panglima dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung itu sudah seizin Paduka Yang Mulia SPDB Sultan Sekala Brak Yang di-Pertuan ke 23 Kepaksian Pernong Lampung Karena Beliaulah yang menobatkan saya sebagai Panglima Kerjaan Adat.

“Tetapi disini juga saya tidak menyebutkan bahwa saya mewakili Kepaksian Pernong Lampung. Saya menyebutkan salah satu Panglima Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Lampung (Panglima Alif Jaya). Karena memang inilah identitas Saya yang diakui di sepanjang tanah pesisir Lampung bahkan Di Kerajaan-Kerajaan Adat Se-Nusantara,” tegas Panglima Alif Jaya, kepada media, Jum’at (14/1/2022) malam.

Dia menambahkan, jadi Gelar Saya sebagai Panglima Alif Jaya bukan hanya mengaku-ngaku tetapi memang di akui. Oleh karena itu, harapan Saya mudah-mudahan dengan penegasan Saya ini sudah tidak ada lagi yang membuat ketidaknyamanan saudara-saudara Saya sesama Tokoh Adat di Marga-Marga yang ada di Lampung Selatan ini.

Untuk itu, Izinkan saya menyampaikan sedikit pesan marilah kita menjadi Tokoh Adat yan punya Harkat dan Martabat yang tidak mudah di ukur apalagi dibeli oleh orang-orang yang tidak suka dengan Adat bahkan mau merusak tatanan Adat, Kalau kita betul-betul merasa sebagai Tokoh Adat, mari kita sama-sama mengamalkan apa yang terkandung/isi dan pengerti dalam Adat, yaitu:

1. Kita harus saling Seangkonan(saling mengakui)

2. Sehagguman (kita saling mengangkat)

3. Setawitan (kita saling bergandengan tangan dalam hal kebaikan)

4. Kita harus saling Membesarkan (Sebalakan)

5. Kita tidak saling menyakiti (Mak saciwitan)

Inilah Sejatinya orang Adat, jangan sampai kita orang-orang Adat kehilangan Harkat, kalau orang Adat kehilangan Harkat dan Martabat maka hancurlah norma-norma Adat.

“Saya tegaskan lagi disini keikutsertaan Saya dalam aksi di Gedung KPK RI kemarin adalah murni keinginan Saya pribadi untuk menyampaikan aspirasi/kritikan terhadap kondisi di Kabupaten Lampung Selatan ini. Tidak ada yang bisa mencegah apalagi melarang karena ini adalah Hak Asasi Saya sebagai warga Negara Republik Indonesia. Saya tegaskan juga disini walaupun kita sesama Tokoh Adat kepala kita berbeda, jadi sudah pasti pola pikir kitapun tidak sama,” tutupnya seraya memcetuskan mari kita sama-sama menjaga kekeluargaan kita, jangan mudah dihasut, dipecah belah oleh orang-orang yang tidak suka kalau kita Masyarakat Adat ini Bersatu.

Dilain sisi kata Panglima Alif Jaya, adanya aksi yang dilakukan AMHLS bukan tanpa alasan, sebab kasus fee proyek di Lampung Selatan sampai saat ini belum tuntas, sesuai fakta-fakta dalam persidangan bahwa Bupati Lamsel saat ini Nanang Ermanto telah mengakui bahkan telah memulangkan dana ratusan juta ke KPK.

“Adanya aksi digedung KPK di Jakarta itu menandakan bahwa ada suatu hal yang tidak beres di Kabupaten Lampung Selatan, makanya harapan kita aparat penegak hukum yang terkait harus mengambil langkah dan permasalahan itu harus segera diselesaikan, supaya tidak melebar atau terjadinya peta-peta konflik kedepannya,” pungkasnya. [Red]

Minggu, 05 Desember 2021

Ketua PWI Lampung Terpilih Silaturahmi Ke Lamban Gedung Kuning Sukarame 



BANDAR LAMPUNG - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Terpilih periode 2021-2026 Wirahadikusumah, berkunjung dan bersilaturahmi ke Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Minggu (5/12/2021).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWI Lampung Terpilih Wirahadikusumah di dampingi oleh Istri dan juga calon Sekretaris PWI Lampung Andi Panjaitan beserta istrinya.

Dalam sambutannya, Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) DR.Hi.Ike Edwin SH MH MM, mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Ketua PWI Lampung terpilih periode 2021-2026 beserta istri dan juga calon Sekretaris PWI Lampung di LGK.

"Saya atas nama keluarga besar LGK mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Ketua PWI terpilih beserta calon sekretaris PWI Lampung beserta istri di Lamban Gedung Kuning" ucap Dang Ike.

Selanjutnya, Dang Ike mengucapkan selamat atas terpilihnya Wirahadikusumah sebagai Ketua PWI Lampung periode 2021-2026.

"Saya juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Wirahadikusumah sebagai Ketua PWI Lampung periode mendatang, dengan harapan dapat membawa PWI Lampung menjadi wadah para Wartawan yang profesional dan menjadikan wartawan sebagai insan pencerdasan bangsa" tutur Dang Ike.

Dilain pihak, Ketua PWI Lampung Terpilih Wirahadikusumah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Dang Ike bersama keluarga besar LGK.

"Saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga atas sambutan yang luar biasa ini, jujur saya terharu dan tidak menyangka kalau saya dan sekretaris beserta istri disambut dengan sangat luar biasa dan penuh dengan kekeluargaan seperti ini" ucap Wira. 

Selain itu, Wira juga banyak bercerita tentang kekaguman dan rasa bangganya terhadap sosok Dang Ike Edwin, atas kinerja serta Dedikasi Dang Ike selama Aktif di korps Bhayangkara maupun kecintaannya pada tanah kelahiran serta Adat dan Budaya Lampung.

"Saya mengenal Sosok Dang Ike ini bukan baru sekarang tapi sudah lama, apalagi saat beliau menjabat sebagai Kapolda Lampung, dimana saat itu banyak sekali prestasi dan terobosan yang dilakukan oleh Dang Ike untuk Polda dan masyarakat Lampung" ungkap Wira.

Lanjut Wira, "Bagi saya sosok Dang Ike sudah layak untuk mendapatkan penghargaan dari PWI atas Dedikasi serta kecintaan terhadap budaya Lampung, sehingga pada saat dia menjabat Kapolda Lampung, ornamen- ornamen yang menggambarkan budaya Lampung menjadi perhatiannya mulai dari Polda hingga ke Polsek di seluruh Lampung" imbuh Wira.

Masih menurut Wira, "Saya diberikan Amanah dan mandat untuk memimpin PWI Lampung kedepan tidak akan berhasil tanpa dukungan dan Doa dari keluarga besar LGK, untuk itu saya mohon Doa serta Dukungan dari Dang Ike beserta keluarga besar LGK, dan jika dalam memimpin PWI Lampung kedepan saya keluar dari rel organisasi, saya mohon untuk di tegur dan diingatkan terutama oleh Dang Ike," pungkasnya.

Dalam acara silaturahmi tersebut dilakukan juga pengalungan selempang dan penyematan PIN LGK oleh Dang Ike Edwin kepada Wirahadikusumah dan Andi Panjaitan, sebagai tanda keduanya telah menjadi keluarga besar LGK.

Pada puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Dang Ike Edwin dan Gusti Aida bersama Ketua Baylam Dora Yasmin, yang diberikan kepada Ketua PWI Lampung Terpilih, sekretaris PWI beserta istri, dilanjutkan dengan makan malam bersama. [Red]

Jumat, 05 November 2021

Disparekraf Provinsi Lampung Melalui Familiriazation Trip 2021, Ekspos Wisata Lampung




Bandar Lampung -
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, bekerja maksimal untuk mengekpos keindahan alam dan kekayaan budaya yang ada di sang bumi ruwa jurai.

Hal itu dibuktikan pada giat tahunan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, yakni Festival Krakatau dengan tema Familiriazation Trip 2021 yang berlangsung pada tanggal 4 sampai 6 November 2021.

Pada Familiriazation Trip 2021 itu, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengusung wisatawan Travelbloger, Influencer Video, Konten Kreator dan Media dari Lampung serta luar Lampung sejumlah 30 orang terpilih hasil dari seleksi ketat, tentunya yang paling banyak viewers nya untuk bisa memperkenalkan akan keindahan wisata yang ada di Lampung.

Rangkaian acara yang begitu padat telah dikemas oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung, namun yang menjadi agenda utama dalam Familiriazation Trip 2021 itu yakni mengenalkan peserta travelbloger, influencer video, konten kreator dan Media pada Rumah Budaya yang ada di Lampung yakni Lamban Gedung Kuning (LGK).

Di Rumah Budaya atau LGK, peserta Familiriazation Trip 2021 disambut oleh Irjen Pol (Purn) Dr. H Ike Edwin, SH. MH. MM, Selaku tuan rumah di LGK, ditemani oleh Bebay Lampung (Baylam) dan juga Ok Oce Qalam Provinsi Lampung.

Saat tiba di LGK, peserta disuguhkan dengan prosesi adat seperti arak-arakan dan tari-tarian, selanjutnya peserta juga diperkenalkan selayang pandang tentang adat Lampung dan sejarahnya oleh Dang Ike, sapaan akrab mantan Kapolda Lampung itu.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike membawa peserta Familiriazation Trip 2021, berkeliling dan memperkenalkan yang ada di Rumah Budaya LGK. 

Dilain pihak perwakilan dari para peserta Familiriazation Trip yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Hal senada juga disampaikan oleh @travelbydeddy yang dengan takjub dan gembiranya atas penyambutan di LGK

"Di LGK terasa kental akan adat dan budayanya, saya sangat senang dan akan kita promosikan keluar Lampung, bahwa disini bukan hanya indah dari segi pariwisatanya saja tapi adat dan budayanya juga sangat luar biasa," kata @travelbydeddy.

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para peserta Familiriazation Trip 2021, dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini," kata Edarwan. [Sur]

Kamis, 04 November 2021

Keren! Rumah Budaya LGK Dijadikan Tujuan Wisata Festival Krakatau 2021


Bandar Lampung - Rumah Budaya dan Rumah Kegiatan Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu Tujuan dalam rangka kegiatan 5 Trip 2021, dalam mensukseskan dan memeriahkan Festival Krakatau, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan tersebut adalah Agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, dimana untuk kegiatan tahun 2021, salah satu pendukungnya adalah Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK).

Dalam Rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengundang beberapa Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media dari Jakarta dan Lampung yang terpilih.

Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu tempat kunjungan para undangan tersebut, sebagai tujuan wisata budaya karena LGK adalah salah satu rumah budaya dan rumah kegiatan budaya yang ada di provinsi Lampung.

Dalam kunjungan ke LGK, para tamu disambut dengan arak-arakan dan disambut dengan tari sembah sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan sebagai pengenalan dan edukasi tentang budaya Lampung. 


Selain disambut dengan arak-arakan dan tari sembah, para tamu juga disuguhkan tarian khas Lampung yaitu Tari Nyambai yang dibawakan oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) dibawah pimpinan ketua Baylam Dora Yasmin dan pembina Dang Ike bersama dr.Hj Aida Sofina atau yang sering disapa Gusti Aida.

Dang Ike Edwin, sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr.H Ike Edwin SH MH MM dalam acara tersebut juga mengalungkan selempang LGK kepada para tamu undangan, dan memberikan penjelasan terkait budaya Lampung maupun benda-benda sejarah serta asal usul suku Lampung kepada para Travelbloger Influencer video dan konten kreator serta para media yang hadir.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike sedikit menjelaskan tentang asal usul orang Lampung , dan tentang budaya Lampung sekaligus sejarah dan Adat istiadat orang Lampung kepada para tamu yang terdiri dari Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media.

Dilain pihak perwakilan dari para tamu yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Selain daripada itu menurut indah, dia akan mempromosikan wisata Lampung bersama teman-teman para Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media semuanya.

"Selama saya bekerja, seringkali mempromosikan wisata dari daerah lain, seperti pulau Dewata Bali, Raja Ampat dan sebagainya, dan kali ini saya terima kasih diberikan kesempatan bersama teman-teman untuk mengunjungi objek-objek wisata di Lampung termasuk wisata budaya di LGK ini, dan saya berjanji untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Lampung ini termasuk LGK sebagai salah satu wisata budaya" tutur Indah. 

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para tamu dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini" ucap Edarwan. [Nnd]

Sabtu, 30 Oktober 2021

Ditlantas Polda Lampung dan Polres Jajaran, Bagikan Paket Sembako Dengan Mengenakan Pakaian Adat Nusantara Dalam Peringati Hari Sumpah Pemuda


BANDAR LAMPUNG, Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-93, dengan mengenakan pakaian adat Nusantara petugas Ditlantas Polda Lampung dan Polres jajaran membagikan 1000 paket sembako dibeberapa lokasi di Provinsi Lampung, pada Jum'at (29/10/2021).

"Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021, sebanyak 1000 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan dan akan dilaksanakan secara bertahap sejak Kamis 28 sampai dengan 29 Oktober 2021 diseluruh wilayah secara serentak," kata Direktur Lalulintas Polda Lampung, Kombes Pol. Raden Romdhon Natakusuma.


Adapun beberapa lokasi yang menjadi sasaran dalam kegiatan kali ini antara lain Kelurahan bilabong Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kelurahan Labuhan Ratu Raya Kecamatan Labuhan Ratu, Kelurahan Rajabasa Pemuka, Pekon Kusa Kota Agung Tanggamus, Kelurahan Purwo Sari Kecamatan Metro Utara.


Menurutnya, saat membagikan sembako, Ditlantas Polda Lampung dan jajaran bersama dengan kaum pemuda, mengenakan pakaian adat Nusantara diantaranya pakaian adat Lampung, Bali, dan Papua.

"Bersama kaum muda kita tingkatkan semangat persatuan dan rasa kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan khususnya di masa Pandemi Covid-19 saat ini," ungkapnya. [Sur]

Sabtu, 23 Oktober 2021

Kunjungan Pengurus Pusat Dan Pengurus Daerah Srikandi TP Sriwijaya ke LGK


Bandar Lampung - Ketua Pengurus Pusat (PP) Srikandi TP Sriwijaya Hj. Nyimas Aliah SE, SI.kom dan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Srikandi TP Sriwijaya Lampung Bersilaturahmi ke Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (23/10/2021). 

Rombongan ketua pengurus pusat dan pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya tiba di LGK sekitar pukul 21.00 WIB, dan disambut oleh Irjen Pol. (Purn) Dr. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., dan istri dr. Hj. Aida Sofina beserta ketua serta anggota Bebai Lampung (Bailam) dan segenap kerabat LGK. 

Dalam kunjungan tersebut, ketua pengurus pusat dan ketua pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya didampingi oleh beberapa pengurus pusat maupun pengurus daerah Lampung.

Pada sambutannya, Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol. (Purn) Dr. Ike Edwin, SH., MH., MM., mengucapkan selamat datang kepada seluruh rombongan dan berterima kasih atas waktunya untuk berkunjung dan bersilaturahmi di LGK. 

Selanjutnya dalam sambutan Dang Ike sedikit menyampaikan riwayat atau sejarah mengapa rumah kediamannya tersebut dinamakan Lamban Gedung Kuning, dan sekarang dijadikan sebagai Lamban (Rumah) Budaya dan Rumah kegiatan Adat.

Dilain Pihak KRT Oking Ganda Miharja, SH., MH., dalam sambutannya mewakili Pengurus Daerah Lampung Srikandi TP Sriwijaya, mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike beserta keluarga besar LGK yang telah menerima kunjungan ketua pengurus pusat dan ketua pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya beserta rombongan di LGK. 

Masih menurut Oking, baik secara pribadi maupun secara organisasi, Srikandi TP Sriwijaya sangat mendukung dan mensupport Lamban Gedung Kuning (LGK) untuk dijadikan Rumah Budaya dan Rumah kegiatan Adat.

Dilain pihak Ketua Pengurus Pusat Srikandi TP Sriwijaya Hj. Nyimas Aliah, SE., MI.Kom., dalam sambutannya juga mengucap8kan ribuan terima kasih kepada Dang Ike beserta keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan Silaturahmi Pengurus Pusat dan pengurus daerah Srikandi TP Sriwijaya di LGK.

Selain itu Hj. Nyimas Aliah juga dalam sambutannya menyampaikan sedikit tentang Srikandi TP Sriwijaya dan memperkenalkan beberapa pengurus baik pengurus pusat maupun pengurus daerah yang ikut dalam kunjungan Silaturahmi tersebut.

Dan pada intinya pengurus maupun anggota Srikandi TP Sriwijaya meminta dukungan dan juga support dari Dang Ike atas keberadaan organisasi Srikandi TP Sriwijaya di Bumi Lampung, dan begitu juga sebaliknya Srikandi TP Sriwijaya mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh Dang Ike dan LGK dalam hal pelestarian budaya dan kegiatan sosial lainnya. 

Pada akhir Acara dilakukan Penyematan PIN LGK kepada ketua pengurus pusat dan pengurus daerah serta pengurus Forwala yang disematkan langsung oleh Dang Ike Edwin yang didampingi oleh istrinya dr. Hj. Aida Sofina atau yang biasa disapa Gusti Aida. Acara silaturahmi itu sendiri berjalan dengan penuh keakraban dan kekeluargaan, namun tetap memberlakukan Protokol Kesehatan (Prokes). [Sur]

Senin, 18 Oktober 2021

Untuk Familirization Trip 2021, Dinas Parekraf Provinsi Lampung Berkunjung ke Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning


Bandar Lampung -
Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., menerima kunjungan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung di Lamban Gedung Kuning (LGK) jalan Pangeran Suhaimi Sukarame Bandar Lampung, Senin (18/10/2021).

Dalam penyambutan tersebut Dang Ike sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr. H. Ike Edwin SH. MH. MM., di dampingi oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) di bawah pimpinan dr. Hj. Aida Sofina beserta kerabat LGK lainnya.

Adapun Kadis Parekraf Provinsi Lampung Dr. Edarwan SE. M.Si, yang diwakili oleh Kabid Pemasaran Melly Ayunda dan beberapa Kasi di lingkungan Dinas Parekraf Provinsi Lampung, diantaranya Indra, Rika Kemala dan Rita. 

Kunjungan Dinas Parekraf Provinsi Lampung ke LGK dalam rangka untuk meminta dukungan dan support dari Lamban Gedung Kuning (LGK) guna mensukseskan acara kegiatan Familiarization Trip 2021 dan Festival Krakatau yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 November 2021. 

Saat media mewawancarai Kabid Pemasaran Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Melly Ayunda mengatakan bahwa dalam rangkaian acara Festival Krakatau nanti, Dinas Parekraf Provinsi Lampung akan mengundang berbagai pihak.

"Dalam rangkaian kegiatan Familiarization Trip 2021 dan Festival Krakatau tahun ini, kita akan memperkenalkan berbagai macam wisata yang ada di Lampung, salah satunya yaitu wisata budaya. Dan kami menganggap LGK adalah tempat yang pas untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada tamu undangan nantinya," ucap Melly.

Masih kata Melly, "Dinas Parekraf Provinsi Lampung akan mengundang lebih kurang 30 orang, yang terdiri dari para media nasional, baik media cetak, elektronik dan online, para YouTubers, blogger, dan Influencer dari Jakarta," ujar Melly. 

Dilain pihak, Dang Ike selaku pembina Lamban Gedung Kuning mengatakan, bahwa LGK siap untuk mendukung dan mensukseskan acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung.

"Pada prinsipnya, saya selaku pembina Lamban Gedung Kuning, sangat mendukung dan mensupport acara Festival Krakatau yang akan diselenggarakan oleh Dinas Parekraf Provinsi Lampung, khusus dari segi wisata budayanya," tutur Dang Ike

Demi memeriahkan acara Festival Krakatau tahun ini, Dang Ike juga menjelaskan,

"Kita akan perkenalkan sejarah-sejarah masyarakat Lampung, seni dan budaya Lampung, seperti seni tari, pencak silat, nyambai dan lain sebagainya, termasuk sejarah asal-usul orang Lampung," jelas Dang Ike.

Diakhir Pertemuan tersebut, baik Dang Ike maupun Kabid Pemasaran Dinas Parekraf Provinsi Lampung, Melly Ayunda mengajak masyarakat untuk mensukseskan acara Familiarization Trip 2021 dan Festival Krakatau dengan berwisata di Lampung aja. [Sur]