Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Aksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2022

Aksi Alumni Akpol 1990 Bantu Korban Gempa Cianjur


GK, Cianjur - Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada Senin, 21 November lalu mengakibatkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi saat ini. Selain itu, gempa berkekuatan magnitudo 5.6 ini merenggut ratusan orang meninggal dunia.

Kejadian ini turut menjadi keprihatinan Keluarga besar alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 Batalyon Dhira Brata. Melalui program Alumni Akpol 1990 Bakti Polri Untuk Negeri, mereka bergotong royong untuk memberikan bantuan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk berbagai barang kebutuhan pokok baik untuk anak-anak hingga orang dewasa seperti paket sembako, vitamin dan obat-obatan, dan air mineral.

"Alumni Akpol 1990 Batalyon Dhira Brata ingin turut serta meringankan beban warga Cianjur yang menjadi korban gempa bumi beberapa waktu lalu," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/12/2022).

Selain bantuan sembako, alat kebersihan dan makanan, alumni Akpol 1990 juga memberikan donasi berupa uang tunai. "Uang ini nantinya bisa digunakan untuk warga Cianjur membangun kembali rumahnya yang hancur karena gempa," ujarnya.

Dedi menambahkan, semua bantuan ini telah dikirim ke Cianjur dengan menggunakan empat truk dan diserahkan kepada korban gempa di Cianjur melalui Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suntana.

"Bantuan sudah diberikan oleh Ketua Harian Angkatan alumni Akademi Kepolisian 1990 Irjen Pol Eddy Hartono dan diserahkan kepada korban gempa Cianjur melalui Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Sutana," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, atas nama keluarga besar alumni Akpol 1990, Dedi menyampaikan keprihatinannya atas musibah gempa yang terjadi di Cianjur.

"Kami berharap situasi segera pulih dan evakuasi korban serta relokasi pengungsi berjalan lancar," katanya. [Rls/Icha]

Rabu, 13 April 2022

Ketua DPRD Provinsi Lampung Temui Massa Aksi di Pintu Masuk Lapangan Kantor Pemprov



GK, Bandar Lampung - Ketua DPRD Provinsi Lampung temui massa aksi dari element mahasiswa di pintu masuk lapangan kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Rabu (13/04) 
Saat berada di tengah mahasiswa, Mingrum Gumay memberikan apresiasi kepada mahasiswa telah bersama menjaga ketertiban, keharmonisan dan kesejukan dalam menyampaikan aspirasi. 

"Saya bersyukur dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang tergabung dalam aliansi lampung memanggil telah duduk sama rendah berdiri sama tinggi demi terwujudnya kondusifitas dan kesejukan di Provinsi Lampung," ujar Mingrum

Ia juga menjelaskan untuk bersedia menyerap aspirasi mahasiswa sebagaimana merupakan perpanjangan tangan dari masyarakat. 

"Sebagai wakil rakyat sudah menjadi kewajiban dan keharusan untuk berdiri bersama rakyat menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat karena lembaga ini merupakan interpretasi dari rakyat," pungkas Mingrum.


Ditempat yang sama, Koordinator Aksi Aliansi Lampung yang merupakan Mahasiswa Universitas Bandar Lampung, Tomi Pasha mengatakan, bahwa aksi yang dilakukan pada hari ini, akhir menemui titik terang dan disambut oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Gubenur.

"Hasil aksi hari ini adalah, kami bersama Ketua DPRD dan Gubernur Lampung sudah melaksanakan penandatanganan kesepakatan," ujarnya.

Lebih lantut, Tomi menegaskan, apabila kesepakatan yang sudah dilakukan pihaknya bersama Ketua DPRD dan Gubernur Lampung tidak ada tindak lanjut dalam waktu 3x24 jam, maka pihaknya akan kembali menggelar aksi lebih besar.

"Kami mendesak keras DPRD dan Gubernur untuk meninjaklanjuti tuntutan yang diminta oleh Aliansi Lampung Memanggil," pungkasnya.

Terlihat, Ketua DPRD Provinsi Lampung Mingrum Gumay menerima secara simbolis sejumlah tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. 

Berikut adalah tuntutan dari Aliansi Lampung Memanggil :
1. Tolak kenaikan harga BBM, Indonesia krisis energi.
2. Menjamin stabilitas harga kebutuhan pokok.
3. Wujudkan Reforma agraria sejati 
4. Cabut UU Cipta Kerja.
5. Mempermudah Akses Kesehatan Untuk seluruh rakyat Indonesia. 
6. Wujudkan pendidikan gratis ilmiah dan demokratis.
7. Hentikan kriminalisasi dan Represifitas terhadap gerakan rakyat. (Red)

Ribuan Pendemo Tertahan oleh Kawat Berduri Didepan Kantor Gubernur Provinsi Lampung



GK, Bandar Lampung - Demo yang sedang berlangsung siang ini hampir 5.000-an mahasiswa tertahan di depan pintu gerbang masuk kawasan Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Lampung. Mereka berusaha menjebol kawat berduri dan water road barier dengan mobil komando aksi.

Seorang koordinator aksi lewat pengeras suara mengatakan: Di depan kita, pertama kali dalam sejarah, mahasiswa turun dihadapkan bukan dengan manusia, tapi dengan kawat berduri kawan-kawan.

Dikutip dari PosKota Lampung, hingga pukul 12.00 WIB, mahasiswa terus berusaha menjebol kawat berduri pintu gerbang komplek perkantoran Pemprov Lampung agar bisa melakukan aksi dan orasi di halaman depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.


Di lokasi, semua akses jalan masuk halaman Kantor Gubernur dan DPRD Lampung, di pintu gerbangnya, dari arah Jl. Wolter Mongonsidi maupun dari arah Jl. Jaksa Agung Suprapto dipasang kawat berduri dan water road barier.
Para petugas kepolisian serta Pol PP Provinsi Lampung berjaga-jaga di sepanjang jalan menuju Kantor Gubernur dan DPRD Lampung. Sejumlah petugas PMI juga sudah siaga di lokasi.

Panasnya terik matahari, sekitar 6 mahasiswi tumbang akibat kelelahan.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Lampung (AML) sejak sepekan lalu menyiapkan aksi yang rencana hingga pukul 16.00 WIB. Mereka bahkan ada yang datang dari luar Kota Bandarlampung.


Dalam pernyataan AML, DPRD dan Gubernur Arinal Djunaidi tidak hadir, mereka sepakat mengultimatum dalam tiga hari akan ada masa aksi yang lebih besar.

Data yang dilansir dari Lampung.poskota.co.id, bahwa akan ada 4.852 Mahasiswa yang turun ke jalan, seperti: UIN 300 mahasiswa, Polinela 300, Elemende 25, Pelita 30, Ikabb SMI 50, Dn 35, Malahayati 350, BEM FH Unila 150, BEM FK Unila 10, BEM FMIPA Unila 100, Poltekkes Tjk 50, BEM UBL 150, FEB Unila 150, Umitra 100, STKIP PGRI : 250, BEM FT Unila 101, BEM FKIP Unila : 51, BEM Darmajaya 100, HMI MPO Cab. BDL 50, TB Lampung 100, ABP Pringsewu 100, UML 150, KM Itera 500, KMMI 50, GMNI 150, ADI 100, KM Teknokrat 200, MPU Tulang Bawang 50, IMM 50, PMII 300, PM OKUS 10 mahasiswa. Total ada sekitar 4.852 mahasiswa dan ditambah dari ketergabungan ratusan ojek online (Ojol) Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, keadaan terlihat kondusif, mahasiswa masih berusaha negosiasi membuka kawat berduri. (Red)

Sabtu, 15 Januari 2022

Panglima Alif Jaya Angkat Bicara Soal Unjuk Rasa Di Gedung KPK



GARISKOMANDO.com,LAMSEL - Terkait aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Samsuri gelar Panglima Alif Jaya, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung, angkat bicara.

Panglima Alif Jaya menegaskan, kehadiranya dirinya di Gedung KPK sudah mendapatkan restu dan tidak nama perwakilan marga adat yang ada di Lamsel, tetapi membawa diri sendiri selaku tokoh adat dengan gelar Panglima Alif Jaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.

Menyikapi itu, maka pihaknya menyatakan sikap dan memohon maaf kepada para pamangku adat khususnya di Lampung Selatan.

Berikut pernyataanya : Mohon maaf sebelumnya, terlebihnya dahulu izin saya menerangkan identitas diri saya untuk mengklarifikasi untuk menegaskan terkait keikutsertakan saya dalam suatu kegiatan unjuk rasa kemarin (Kamis 13/1/2022) di Gedung KPK di Jakarta.

Klarifikasi ini saya lakukan karena untuk mencegah kalau ada dampak yang kurang baik bagi saudara-saudara saya para tokoh adat yang di Lampung Selatan. Saya tidak ingin apa yang saya lakukan berdampak tidak baik terhadap saudara-saudara saya sesama tokoh adat, karena saya sangat menghargai, menghormati bahkan memuliakan saudara-saudara saya para tokoh adat.

Keikutsertanya saya dalam aksi digedung KPK kemarin seolah-olah ada yang merasa galau atau kurang nyaman, maka dari itu saya ambil langkah untuk menegaskannya.

Pertama : nama saya Samsuri Bin Sulaiman, saya ini terah lurus keturunan ke-14 dari Buyut Ratu Menangsi yang ada di Marga Ratu boleh kita cek disilsilah keturunannya. Dan di Marga Ratu Keratuan Menangsi saya adalah salah satu paksinya, jadi tidak salah dan tidak ada yang bisa menyangkal bahwa saya adalah salah satu tokoh adat di Lampung Selatan ini. Dalam orasi saya di gedung KPK kemarin tidak ada saya menyebutkam bahwa saya mewakili para tokoh adat.

Kedua : Saya juga menyebut identitas Saya sebagai salah satu Panglima dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung itu sudah seizin Paduka Yang Mulia SPDB Sultan Sekala Brak Yang di-Pertuan ke 23 Kepaksian Pernong Lampung Karena Beliaulah yang menobatkan saya sebagai Panglima Kerjaan Adat.

“Tetapi disini juga saya tidak menyebutkan bahwa saya mewakili Kepaksian Pernong Lampung. Saya menyebutkan salah satu Panglima Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Lampung (Panglima Alif Jaya). Karena memang inilah identitas Saya yang diakui di sepanjang tanah pesisir Lampung bahkan Di Kerajaan-Kerajaan Adat Se-Nusantara,” tegas Panglima Alif Jaya, kepada media, Jum’at (14/1/2022) malam.

Dia menambahkan, jadi Gelar Saya sebagai Panglima Alif Jaya bukan hanya mengaku-ngaku tetapi memang di akui. Oleh karena itu, harapan Saya mudah-mudahan dengan penegasan Saya ini sudah tidak ada lagi yang membuat ketidaknyamanan saudara-saudara Saya sesama Tokoh Adat di Marga-Marga yang ada di Lampung Selatan ini.

Untuk itu, Izinkan saya menyampaikan sedikit pesan marilah kita menjadi Tokoh Adat yan punya Harkat dan Martabat yang tidak mudah di ukur apalagi dibeli oleh orang-orang yang tidak suka dengan Adat bahkan mau merusak tatanan Adat, Kalau kita betul-betul merasa sebagai Tokoh Adat, mari kita sama-sama mengamalkan apa yang terkandung/isi dan pengerti dalam Adat, yaitu:

1. Kita harus saling Seangkonan(saling mengakui)

2. Sehagguman (kita saling mengangkat)

3. Setawitan (kita saling bergandengan tangan dalam hal kebaikan)

4. Kita harus saling Membesarkan (Sebalakan)

5. Kita tidak saling menyakiti (Mak saciwitan)

Inilah Sejatinya orang Adat, jangan sampai kita orang-orang Adat kehilangan Harkat, kalau orang Adat kehilangan Harkat dan Martabat maka hancurlah norma-norma Adat.

“Saya tegaskan lagi disini keikutsertaan Saya dalam aksi di Gedung KPK RI kemarin adalah murni keinginan Saya pribadi untuk menyampaikan aspirasi/kritikan terhadap kondisi di Kabupaten Lampung Selatan ini. Tidak ada yang bisa mencegah apalagi melarang karena ini adalah Hak Asasi Saya sebagai warga Negara Republik Indonesia. Saya tegaskan juga disini walaupun kita sesama Tokoh Adat kepala kita berbeda, jadi sudah pasti pola pikir kitapun tidak sama,” tutupnya seraya memcetuskan mari kita sama-sama menjaga kekeluargaan kita, jangan mudah dihasut, dipecah belah oleh orang-orang yang tidak suka kalau kita Masyarakat Adat ini Bersatu.

Dilain sisi kata Panglima Alif Jaya, adanya aksi yang dilakukan AMHLS bukan tanpa alasan, sebab kasus fee proyek di Lampung Selatan sampai saat ini belum tuntas, sesuai fakta-fakta dalam persidangan bahwa Bupati Lamsel saat ini Nanang Ermanto telah mengakui bahkan telah memulangkan dana ratusan juta ke KPK.

“Adanya aksi digedung KPK di Jakarta itu menandakan bahwa ada suatu hal yang tidak beres di Kabupaten Lampung Selatan, makanya harapan kita aparat penegak hukum yang terkait harus mengambil langkah dan permasalahan itu harus segera diselesaikan, supaya tidak melebar atau terjadinya peta-peta konflik kedepannya,” pungkasnya. [Red]

Rabu, 08 Desember 2021

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pantau Aksi Unras di DPRD Provinsi Lampung



BANDAR LAMPUNG — Babinsa Koramil 410-02/TBS Kodim 0410/KBL Serda Muhadiono bersama Bhabinkamtibmas monitoring dan pengamanan aksi unjuk rasa (Unras) yang di lakukan oleh Konsulat Cabang FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) di Jln Wolter Mongonsidi, Kota Bandar Lampung, Rabu (8/12).

Adapun tuntutan massa aksi antara lain meminta Provinsi Lampung melalui Gubernur Lampung untuk menjalankan putusan MK terkait uji formil UU No. 11 Tahun 2020 serta mencabut dan merevisi kenaikan UMP/UMK se-Lampung Tahun 2022 sebesar 5% - 10%.

Serda Muhadiono mengatakan monitoring dan pengamanan yang dilakukan sebagai wujud kepedulian Babinsa terhadap wilayah binaan guna mengetahui perkembangan situasi wilayah. 

"Alhamdulillah, sekitar pukul 13.45 WIB aksi Unras dilakukan dengan aman dan kemudian massa aksin meningalkan lokasi dengan tertib," pungkasnya. [Nnd]

Rabu, 24 November 2021

Polri Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Peringati Hari HAM


JAKARTA - Divisi Humas Polri bakal menggelar lomba orasi unjuk rasa Piala Kapolri 2021 yang bakal diselenggarakan pada 10 Desember mendatang. Kegiatan itu sekaligus dalam rangka momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, lomba orasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan ruang dan wadah kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya.

"Memberikan wadah atau ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan ekspresinya sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat cara menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jakarta, Rabu (24/11).

Adapun tema yang diusung adalah "Memperingati Hari Hak Asasi Manusia". Sementara, sub tema acara tersebut bersifat bebas. Atau dengan kata lain, peserta nantinya dibebaskan untuk menyampaikan orasi dalam bentuk kritik ataupun masukan yang membangun.

Dedi menambahkan, kegiatan ini merupakan komitmen dari Polri yang sangat menghargai aspirasi-aspirasi dari masyarakat yang merupakan salah satu dari hak asasi manusia.

Hal itu sebagaimana dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum.

"Polri selalu menghormati dan menghargai hak asasi manusia dalam bentuk mengawal demokrasi dengan melindungi warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum," ujar mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu.

Teknis lomba orasi itu nantinya akan melalui proses seleksi di tingkat Polda yang nantinya akan disaring untuk masuk ke tingkat Mabes Polri. 

Seluruh unsur elemen masyarakat pun boleh ikut dalam kegiatan ini. Mulai dari mahasiswa, buruh, tani dan elemen lainnya.

Lomba ini terdiri dari 1 tim yang bisa berisikan 5-15 orang. Pendaftaran lomba sendiri dimulai sejak tanggal 25 November 2021 sampai 30 November 2021.

Setelah melewati proses penyaringan di tingkat Polda, nantinya pada tanggal 10 Desember peserta yang juara 1 di daerah akan tampil di tingkat pusat atau Mabes Polri.

Polri menyiapkan hadiah senilai Rp50 juta untuk juara pertama. Kemudian, Rp30 juta untuk juara kedua dan Rp20 juta bagi peserta juara ketiga. 

Diketahui, Polri bukan yang pertama menggelar kegiatan terkait menyalurkan kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Pasalnya, Korps Bhayangkara telah sukses menyelenggarakan festival lomba mural pada 30 Oktober 2021 lalu. [Sur]

Sabtu, 30 Oktober 2021

Kapolda Lampung Buka Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri di PKOR


Bandar Lampung -- Mabes Polri menggelar Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 secara serentak di seluruh Indonesia sekaligus Perayaan HUT ke-70 Humas Polri. Polda Lampung memusatkan festival ini di PKOR Wayhalim, Sabtu (30/10/2021).

Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno pada saat membuka Festival Mural di PKOR Way Halim mengatakan, festival mural ini kita buka hingga sore hari nanti, diikuti sebanyak 20 tim. Satu tim juga kita kirim ke Jakarta untuk mengikuti festival secara nasional.

"Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mendukung kegiatan seni anak muda di Lampung", kata Hendro.

Dengan adanya festival tersebut, diharapkan juga bakat yang ada pada anak muda khususnya bidang seni dapat tersalurkan.

"Dengan adanya festival ini diharapkan dapat menyalurkan bakat bidan seni anak muda," kata dia.

Kapolda menambahkan festival yang diadakan tersebut rencana ke depan berlanjut dalam rangka menggali bakat-bakat anak muda di Lampung.

"Ini bukan yang terakhir, mudah-mudahan ke depan akan berlanjut lagi," kata dia lagi.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, ada 27 tim seniman atau pelukis yang mendaftar ke Polda Lampung guna mengikuti lomba mural, namun tim kurator menyaring hingga terpilih 21 tim yang lolos seleksi. 

Dari 21 tim peserta itu, katanya, lalu diseleksi lagi guna mengikuti lomba mural tingkat pusat di Mabes Polri. Hasil seleksi tersebut, kata Pandra, Polda Lampung mengirimkan lima desain hasil lukisan terbaik yang mengikuti lomba di Mabes Polri.

"Setelah dikurasi, ada satu tim terbaik yang mengikuti lomba mewakili Lampung," ungkap Pandra di PKOR Wayhalim, Bandarlampung.

Pandra menjelaskan, lomba mural ini merupakan salah satu upaya Polri dalam menyalurkan kreatifitas anak-anak muda melalui seni lukis yang terkadang mengandung unsur kritik sosial. 

Sebagaimana amanah Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Pandra, kritik sosial melalui mural adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga dan dihargai.

"Kita hidup di negara yang demokrasi, jadi kritik sosial melalui mural adalah sesuatu yang harus kita terima," ungkap Pandra, mengutip Presiden Jokowi. 

Dengan adanya lomba mural ini, kata Pandra, para seniman atau pelukis dapat menyalurkan aspirasinya yang dikemas dalam bentuk seni rupa. 

"Silakan mengkritik secara konstruktif sehingga yang dikritik dapat mengerti dan bisa mencari solusinya," pungkas Pandra.

Terkait dengan HUT Ke-70 Humas Polri, Pandra mengatakan, Humas Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari institusi Polri.

Humas merupakan ujung tombak terhadap pelayanan kepada masyarakat serta menjalin kemitraan secara harmonis.

Keberadaan Humas juga sekaligus memberikan penerangan kepada masyarakat tentang peran Polri yang melayani dan melindungi masyarakat.

"Jadi dengan adanya Humas, apa pun bisa dijelaskan kepada masyarakat sehingga peran Polri benar-benar dapat dirasakan masyarakat," pungkasnya. [Sur]