BANDAR LAMPUNG – Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., atau yang akrab disapa Dang Ike, seorang tokoh adat Lampung sekaligus mantan Kapolda Lampung, menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Lampung, komunikasi tatap muka dikenal dengan istilah Anjau Silau, Nemunyimah, dan Nengah Nyampor, yang menjadi bagian dari tradisi mempererat hubungan antar sesama. Senin, (13/1/25)
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Senin, 13 Januari 2025
Tokoh Adat Lampung Drs. H. Ike Edwin Lakukan Anjau Silau Bangun Komunikasi bersama Pedagang
BANDAR LAMPUNG – Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., atau yang akrab disapa Dang Ike, seorang tokoh adat Lampung sekaligus mantan Kapolda Lampung, menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Lampung, komunikasi tatap muka dikenal dengan istilah Anjau Silau, Nemunyimah, dan Nengah Nyampor, yang menjadi bagian dari tradisi mempererat hubungan antar sesama. Senin, (13/1/25)
Sabtu, 04 Januari 2025
Warga Desa Way Huwi Sambangi Tokoh Lampung, Meminta Dukungan Terkait Sengketa Tanah Fasum dan Fasos
Lampung Selatan – Puluhan warga dari Desa Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mendatangi tokoh Lampung, Irjen Pol (Purn) Drs. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., di Lamban Gedung Kuning (LGK), Sukarame, Bandar Lampung, pada Jumat malam (3/1/2025). Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta bantuan dan dukungan terkait sengketa tanah yang menjadi fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) berupa tanah kuburan dan lapangan sepak bola yang kini dikuasai oleh PT. Budi Tata Semesta (PT. BTS), anak perusahaan dari CV. Bumi Waras.
Menurut warga, tanah tersebut telah digunakan oleh masyarakat Desa Way Huwi sejak tahun 1968 tanpa gangguan apapun, hingga beberapa bulan terakhir ketika PT. BTS mulai memagar lahan tersebut. Mereka menjelaskan bahwa tanah kuburan dan lapangan bola merupakan fasum dan fasos yang tidak seharusnya dikuasai oleh pihak swasta.
Kronologi Sengketa Tanah
Warga mengungkapkan bahwa awalnya, tanah tersebut tercatat dalam peta situasi yang diterbitkan oleh BPN Lampung Selatan pada 10 April 1996, dengan SK nomor: 400/KPLS.72/IL/96. Lalu, pada 3 Mei 1996, BPN Lampung Selatan mengeluarkan peta petunjuk lokasi untuk PT. BTS dalam rangka pengajuan izin lokasi. Namun, lokasi fasum dan fasos yang dimaksudkan tidak termasuk dalam peta petunjuk tersebut.
Pada bulan Agustus 1996, PT. BTS malah menerima sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) untuk tanah yang sudah jelas sebelumnya tercatat sebagai fasos dan fasum. Warga pun mempertanyakan keputusan tersebut, mengingat tanah yang dikuasai PT. BTS seharusnya tetap digunakan untuk kepentingan umum. Bahkan, tanah seluas 350 hektar yang diklaim PT. BTS seharusnya diperuntukkan untuk pembangunan perumahan (Real Estate), tetapi hingga hampir 30 tahun sejak penerbitan HGB pada 1996, belum ada pembangunan yang terealisasi.
Yang lebih memprihatinkan lagi, beberapa bulan lalu pihak PT. BTS mulai memagar lapangan olahraga yang telah digunakan oleh warga desa untuk kegiatan bersama. Warga mengungkapkan, bahkan Kepala Desa Way Huwi, Muhammad Yani, juga dilaporkan oleh PT. BTS ke Polda Lampung dengan tuduhan penyerobotan tanah. Padahal, pembangunan sarana olahraga tersebut sudah melalui musyawarah dengan masyarakat dan menggunakan dana desa.
Harapan Warga kepada Dang Ike
Warga berharap, melalui pertemuan ini, Irjen Pol (Purn) Ike Edwin atau biasa disapa Dang Ike bisa memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah sengketa tanah ini, agar fasilitas umum dan sosial yang sudah ada sejak lama tersebut bisa tetap dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Way Huwi.
“Kami berharap Dang Ike sebagai tokoh dan mantan Kapolda Lampung bisa membantu kami. Kami sudah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan melapor ke berbagai instansi, mulai dari DPD RI, Gubernur Lampung, DPRD Kabupaten, hingga ke Wakil Presiden. Kami hanya ingin tanah ini tetap bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar salah satu warga.
Tanggapan Dang Ike
Mendapatkan keluhan tersebut, Dang Ike menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi warga. Namun, ia menekankan perlunya mempelajari data dan keterangan yang telah disampaikan oleh warga.
"Saya akan mempelajari masalah ini dengan seksama berdasarkan data dan informasi yang diberikan. Terima kasih kepada warga Desa Way Huwi yang telah datang dan mempercayakan masalah ini kepada saya," kata Dang Ike.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya keberpihakan negara kepada kepentingan rakyat. Menurutnya, sesuai dengan amanat UUD 1945, tanah, air, dan seisinya dikuasai negara dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Jika tanah itu untuk kepentingan masyarakat, maka negara harus hadir untuk melindungi hak-hak rakyat, di atas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para penyelenggara negara untuk selalu berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pada kelompok atau individu tertentu.
"Sebagai tokoh Lampung, saya mengingatkan penyelenggara negara untuk benar-benar berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan pribadi atau kelompok." Tutup Dang Ike. [*]
Senin, 20 Maret 2023
Dua Tokoh Adat Hadiri Acara Pengukuhan Penyimbang Adat Saibatin Di Pesawaran
GK, PESAWARAN - Dua Tokoh Adat Lampung Irjen Pol (Purn) DR. H. Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., gelar Gusti Batin Mangku Negara, dan Yanuar Firmansyah gelar Suttan Junjungan Sakti ke-27 Paksi Pak Skala Bekhak, Kepaksian Buay Belunguh, menghadiri acara pengukuhan Penyimbang Adat Saibatin di Gedung Handak Lioh Bekhak Kebumian Sukamakhga, Kebandakhan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Senin (20/03/2023).
Senin, 13 Februari 2023
Ketua Tim, PH dan Tokoh Adat Marga Buay Belunguh Tanggapi Pernyataan Bupati Dan BPN Tanggamus
GK, Tanggamus - Ketua Tim penyelesaian sengketa tanah Ulayat Marga Buay Belunguh Tanggamus mengadakan rapat dengan Penasehat Hukum (PH) dan beberapa Tokoh Adat Marga Buay Belunguh Tanggamus, Senin (13/2/2023).
Sabtu, 11 Februari 2023
Ike Edwin Menghadiri Acara Sujud Balak Buay Unyai Gunung Sugih Baru Tegineneng Pesawaran
GK, PESAWARAN - Mantan Kapolda Lampung 2016 Irjen Pol (Purn) DR Ike Edwin S.IK., S.H., M.H., M.M., menghadiri acara Adat masyarakat Adat Buay Unyai Gunung Sugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dalam acara "Sujud Balak Netakh Dau Bekhadu Dau Sapi Titikel" Sabtu (11/2/2023).
Selasa, 07 Februari 2023
Dipimpin Dang Ike, Tokoh Adat Buay Belunguh Adakan Pertemuan dengan Forkompinda Kabupaten Tanggamus
GK, TANGGAMUS - Bupati Kabupaten Tanggamus mengundang tokoh adat dan Tim penyelesaian sengketa tanah dan Penasehat Hukum (PH) marga Buay Belunguh Tanggamus, Senin (6/2/2023).
Rabu, 26 Oktober 2022
Tokoh Adat : Jabung Kondusif Dengan Adanya Bintara Khusus
GK, LAMPUNG - Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto kunjungi Polres Lampung Timur dalam rangka supervisi pengecekan Kompi Pengendali (Dalmas), Sarana prasarana (Sarpras) dan kendaraan dinas (randis) Polres Lampung Timur, Selasa (25/10/22) pagi.
Dalam sela-sela supervisi tersebut, Wakapolda melaksanakan tatap muka dengan Bintara khusus Jabung dan Labuhan Maringgai serta tokoh adat.
Dalam arahannya Subiyanto mengatakan, ini adalah kebijakan dari Polda Lampung untuk memberikan kuota khusus untuk wilayah kecamatan Jabung dan Labuhan Maringgai.
"Saya disini ingin mengecek bagaimana perkembangan dari Bintara Remaja khusus" ucap Wakapolda
"Alhamdulillah dari adanya Bintara khusus dari Kecamatan Jabung dan Labuhan Maringgai, situasi Kamtibmas di wilayah Jabung dan Labuhan maringgai saat sudah kondusif" ucap tokoh adat Jabung
"Tidak ada lagi jarak antara masyarakat dengan Polisi, karena adanya putra daerah yang menjadi anggota Polri, untuk informasi dari masyarakat langsung bisa tersampaikan kepada anggota Polri" tambahnya
"Alhamdulillah jika adanya Bintara khusus ini berdampak positif terhadap masyarakat, kebijakan Bintara Khusus ini adalah salah satu ujicoba dalam hal memberantas kejahatan disuatu wilayah" tambah Subiyanto.
"Jika hasilnya positif Polda Lampung bisa melanjutkan kebijakan ini untuk wilayah-wilayah yang tingkat kejahatannya masih tinggi" tutup Subiyanto.[Melati]
Jumat, 19 Agustus 2022
Kunjungi Polres Lampung Tengah, Kapolda: Berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat
GK,Lampung- POLDA LAMPUNG Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus didampingi Karo Ops, Dir Intelkam, Dansat Brimob, Kabid Propam Kabid Humas, dan Dir Reskrimum Polda Lampung berkunjung ke Mapolres Lampung Tengah, Kamis (18/8/2022).
Setibanya di Mapolres Lampung Tengah, Rombongan Kapolda di sambut langsung oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya bersama Pejabat Utama dan seluruh personil Polres Lampung Tengah.
Kapolda Lampung Irjend Pol. Akhmad Wiyagus, dalam arahannya mengatakan,tugas kita selaku anggota Polri adalah sebagai pelindung, pengayom dan pelayan bagi masyarakat,jadi laksanakanlah apapun tugas yang di berikan dengan baik sebagai fungsi pembinaan maupun operasional.
Kapolda menjelaskan bahwa forkopinda Lampung Tengah memberikan pujian kepada Polres Lampung Tengah atas capaian kinerja sejalan dengan paparan laporan satuan, apa yang sudah di capai oleh Polres Lampung Tengah baik di bidang pembinaan maupun di bidang operasional agar di pertahankan.
Kemudian Kapolda menyampaikan, untuk membuat komitmen diri sendiri berbuatlah yang terbaik karena kita memulai dari mengawasi diri kita. Dalam melayani masyarakat harus respon cepat serta laporkan secara terus menerus karna keinginan dari masyarakat sekarang seperti itu.
Jaga kekompakan di lingkungan kerja dan dukung Kapolres dalam menciptakan situasi kamtibmas agar apa yg di harapkan masyarakat selama ini dapat terwujud, imbuhnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut disambut juga oleh Bupati Lampung Tengah H. Musa Ahmad, jajaran forkopimda, Mewakili Dandim 0411
Jumat, 05 Agustus 2022
Kunjungi Polres Lamsel, Kapolda Lampung: Respon cepat setiap masalah yang terjadi pada masyarakat
GK, Lampung - Kapolda Lampung didampingi Karo Ops, Dir Intelkam,Dir Lantas, Dansat Brimob, Dir Pol Airud,Kabid Propam Dan Kabid Humas Polda Lampung yang diwakili oleh Kasubbid Penmas AKBP. Rahmad Hidayat, berkunjung ke Mapolres Lampung Selatan, Jumat (5/8/2022).
Setibanya di Mapolres Lamsel, Rombongan Kapolda di sambut disambut langsung oleh Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin, Asisten III Kabupten Lampung Selatan Badruszaman, jajaran Forkopimda kabupaten Lampung Selatan, Ketua MUI, KH.Hamim Fadhil, Ketua FKUB, Ustad K.H.Rafiqudin Ketua PCNU Ustad Nur Mahfud,
Ketua Muhamadiyah Muklisin Ilyas, dan Tokoh adat Pangeran 4 Marga Sai Batin Lampung Selatan.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, dalam arahannya mengatakan, saya Apresiasi pada Polres Lampung selatan yang telah mencerminkan Kemajuan, dengan paparan yang secara modern dipaparkan.
Bangun istitusi ini agar semakin maju lagi dengan ikhlas, demi kemajuan istitusi Polri yang kita cintai, silahkan berkreasi yang sifatnya legal yaitu Interprenership yang maju dan sosialisasikan pada rekan kita ilmu Interprenersip demi kemajuan perekonomian hidup kita.
Bangun koordinasi atau lakukan sharing dengan seluruh Personil, demi kemajuan istitusi kita, silahkan tiru bagi personil dari Polda mana saja yang sifatnya baik, dan jangan meniru kelakuan personil yang tidak baik, ujar Kapolda.
Tugas Kepolisian sekarang semakin Komplek, antisipasi terhadap informasi yang menyesatkan. Respon cepat apa yang terjadi di masyarakat, tegasnya.
"Laksanakan tugas dengan baik dan ikhlas, jaga kesehatan kita, karena kehadiran kita sangat di butuhkan masyarakat, tetap antisipasi terhadap Covid - 19, Karena keberhasil dari negara kita tidak terlepas dari peran serta kita selaku anggota Polri," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Lampung beserta rombongan, melaksanakan audensi sekaligus silahturahmi memperkenalkan diri selaku pimpinan Polda Lampung yang baru, pada Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. (dn/penmas).[Melati]
Sabtu, 23 April 2022
Inginkan Perubahan, Cuap-cuap Masyarakat Berharap Ike Edwin Maju Pada Pilgub Lampung 2024
Sabtu, 22 Januari 2022
Sejumlah Tokoh Adat Lampung, Nyeruit Barsama Ganjar dan Diberi Lencana Kepaksian
GARIS KOMANDO, Lampung - Suasana sakral bernuansa adat terlihat kental saat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bertemu sejumlah adat Lampung, yang salah satunya merupakan Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong, Paduka Yang Mulia (PYM) Sai Batin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong, SH MH., Gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 di Villa Batu Putu Bandar Lampung, Sabtu (22/1). Sejumlah prosesi adat dilakukan, untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah itu.
Ganjar yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB langsung disambut oleh jajaran Panglima dan Hulubalang kerajaan. Setelah itu, Ganjar diarak menuju lokasi pertemuan oleh para penari pencak silat khakot.
Di sana Ganjar sudah disambut Pun Edward Syahpernong, sejumlah saibatin pangeran dan tokoh-tokoh adat. Dalam pertemuan itu, Ganjar kemudian diberi kopiah Lampung bertanduk atau Hanuang Bani dan disematkan pin emas kerajaan sebagai simbol diterimanya Ganjar menjadi keluarga kerajaan.
"Ya ini lencana kepaksian, sebuah lencana yang menandakan kekerabatan. Mudah-mudahan ini bisa semakin melekatkan hati pak Ganjar dengan masyarakat Lampung khususnya Kepaksian Sekala Brak Lampung," kata Pun Edward.
Usai ramah tamah, Ganjar dan Pun Edward kemudian makan siang bersama. Keduanya Nyeruit bareng, yakni makan makanan khas Lampung. Menu yang terdiri dari pindang ikan baung, pepes ikan Belida,sambal terasi dicampur nanas, sambal durian atau tempoyak serta lalapan itu disantap keduanya sambil ngobrol bersama dengan akrab.
"Wah ini luar biasa, Nyeruit dengan pak Edward satu meja penuh makanan. Ada berbagai macam ikan, ada yang besar, kecil. Sambal, nah ini cocok ada lalapannya. Saya suka lalapan," ucap Ganjar saat makan bersama.
Pun Edward mengatakan, Kepaksian Sekala Brak menyambut dengan gembira dan bangga atas kunjungan Ganjar. Ganjar yang banyak kegiatan di Lampung masih menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Kepaksian Pernong dan tokoh adat Lampung lainya.
"Saya sangat bangga dan terharu, pak Ganjar mau menyempatkan diri bertemu saya dan keluarga saya dari Kepaksian Pernong Sekala Brak. Mudah-mudahan silaturahmi ini tidak akan putus demi kebaikan bersama," ucap Pun Edward.
Sementara itu, Ganjar begitu terpukau dengan penyambutan Edward Syah pernong dan keluarganya. Ia yang awalnya berpikir hanya bertemu dengan beberapa keluarga Pun Edward, ternyata yang hadir cukup banyak dan semuanya adalah kerabat kerajaan.
"Sambutannya sangat hebat menurut saya, saya saja kaget dan terkejut. Ini luar biasa, di luar dugaan. Saya merasa tersanjung dan berterimakasih," katanya.
Ganjar juga berterimakasih karena telah dianggap kerabat kerajaan setelah diberi Hanuang Bani dan pin emas. Ia berharap, pertemuan itu akan menjadi bagian dari simbol bagaimana membangun kekeluargaan, menyatukan denga keberanian.
"Apalagi tadi kita Nyeruit bareng, itu makanannya top, sambelnya pedas, enak banget," jelasnya.
Ganjar mengatakan, selama dua hari di Lampung dirinya merasakan seperti berada di daerah sendiri. Apalagi, di Lampung ada saudara yang tinggal di Pringsewu dan di Sukabumi.
"Jadi ada anaknya pakdhe saya yang merawat saya sejak kecil, dua orang ternyata tinggal di Lampung. Selain itu kemarin saya bertemu dengan para transmigran itu aslinya dari Purworejo, Kutoharjo, Bagelen dan lainnya. Itu kan daerah saya, makanya saya seperti bertemu dengan saudara-saudara sendiri," pungkasnya.
Dalam pertemuan itu Pun Edward juga menerangkan sejumlah silsilah keberadaan Lampung baik kerajaan yg dulu ada hingga kesultanannya,para saibatin hingga tokoh adat yang hingga kini masih kental terasa. [Red]
Sabtu, 15 Januari 2022
Panglima Alif Jaya Angkat Bicara Soal Unjuk Rasa Di Gedung KPK
GARISKOMANDO.com,LAMSEL - Terkait aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Samsuri gelar Panglima Alif Jaya, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong Lampung, angkat bicara.
Panglima Alif Jaya menegaskan, kehadiranya dirinya di Gedung KPK sudah mendapatkan restu dan tidak nama perwakilan marga adat yang ada di Lamsel, tetapi membawa diri sendiri selaku tokoh adat dengan gelar Panglima Alif Jaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.
Menyikapi itu, maka pihaknya menyatakan sikap dan memohon maaf kepada para pamangku adat khususnya di Lampung Selatan.
Berikut pernyataanya : Mohon maaf sebelumnya, terlebihnya dahulu izin saya menerangkan identitas diri saya untuk mengklarifikasi untuk menegaskan terkait keikutsertakan saya dalam suatu kegiatan unjuk rasa kemarin (Kamis 13/1/2022) di Gedung KPK di Jakarta.
Klarifikasi ini saya lakukan karena untuk mencegah kalau ada dampak yang kurang baik bagi saudara-saudara saya para tokoh adat yang di Lampung Selatan. Saya tidak ingin apa yang saya lakukan berdampak tidak baik terhadap saudara-saudara saya sesama tokoh adat, karena saya sangat menghargai, menghormati bahkan memuliakan saudara-saudara saya para tokoh adat.
Keikutsertanya saya dalam aksi digedung KPK kemarin seolah-olah ada yang merasa galau atau kurang nyaman, maka dari itu saya ambil langkah untuk menegaskannya.
Pertama : nama saya Samsuri Bin Sulaiman, saya ini terah lurus keturunan ke-14 dari Buyut Ratu Menangsi yang ada di Marga Ratu boleh kita cek disilsilah keturunannya. Dan di Marga Ratu Keratuan Menangsi saya adalah salah satu paksinya, jadi tidak salah dan tidak ada yang bisa menyangkal bahwa saya adalah salah satu tokoh adat di Lampung Selatan ini. Dalam orasi saya di gedung KPK kemarin tidak ada saya menyebutkam bahwa saya mewakili para tokoh adat.
Kedua : Saya juga menyebut identitas Saya sebagai salah satu Panglima dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung itu sudah seizin Paduka Yang Mulia SPDB Sultan Sekala Brak Yang di-Pertuan ke 23 Kepaksian Pernong Lampung Karena Beliaulah yang menobatkan saya sebagai Panglima Kerjaan Adat.
“Tetapi disini juga saya tidak menyebutkan bahwa saya mewakili Kepaksian Pernong Lampung. Saya menyebutkan salah satu Panglima Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Lampung (Panglima Alif Jaya). Karena memang inilah identitas Saya yang diakui di sepanjang tanah pesisir Lampung bahkan Di Kerajaan-Kerajaan Adat Se-Nusantara,” tegas Panglima Alif Jaya, kepada media, Jum’at (14/1/2022) malam.
Dia menambahkan, jadi Gelar Saya sebagai Panglima Alif Jaya bukan hanya mengaku-ngaku tetapi memang di akui. Oleh karena itu, harapan Saya mudah-mudahan dengan penegasan Saya ini sudah tidak ada lagi yang membuat ketidaknyamanan saudara-saudara Saya sesama Tokoh Adat di Marga-Marga yang ada di Lampung Selatan ini.
Untuk itu, Izinkan saya menyampaikan sedikit pesan marilah kita menjadi Tokoh Adat yan punya Harkat dan Martabat yang tidak mudah di ukur apalagi dibeli oleh orang-orang yang tidak suka dengan Adat bahkan mau merusak tatanan Adat, Kalau kita betul-betul merasa sebagai Tokoh Adat, mari kita sama-sama mengamalkan apa yang terkandung/isi dan pengerti dalam Adat, yaitu:
1. Kita harus saling Seangkonan(saling mengakui)
2. Sehagguman (kita saling mengangkat)
3. Setawitan (kita saling bergandengan tangan dalam hal kebaikan)
4. Kita harus saling Membesarkan (Sebalakan)
5. Kita tidak saling menyakiti (Mak saciwitan)
Inilah Sejatinya orang Adat, jangan sampai kita orang-orang Adat kehilangan Harkat, kalau orang Adat kehilangan Harkat dan Martabat maka hancurlah norma-norma Adat.
“Saya tegaskan lagi disini keikutsertaan Saya dalam aksi di Gedung KPK RI kemarin adalah murni keinginan Saya pribadi untuk menyampaikan aspirasi/kritikan terhadap kondisi di Kabupaten Lampung Selatan ini. Tidak ada yang bisa mencegah apalagi melarang karena ini adalah Hak Asasi Saya sebagai warga Negara Republik Indonesia. Saya tegaskan juga disini walaupun kita sesama Tokoh Adat kepala kita berbeda, jadi sudah pasti pola pikir kitapun tidak sama,” tutupnya seraya memcetuskan mari kita sama-sama menjaga kekeluargaan kita, jangan mudah dihasut, dipecah belah oleh orang-orang yang tidak suka kalau kita Masyarakat Adat ini Bersatu.
Dilain sisi kata Panglima Alif Jaya, adanya aksi yang dilakukan AMHLS bukan tanpa alasan, sebab kasus fee proyek di Lampung Selatan sampai saat ini belum tuntas, sesuai fakta-fakta dalam persidangan bahwa Bupati Lamsel saat ini Nanang Ermanto telah mengakui bahkan telah memulangkan dana ratusan juta ke KPK.
“Adanya aksi digedung KPK di Jakarta itu menandakan bahwa ada suatu hal yang tidak beres di Kabupaten Lampung Selatan, makanya harapan kita aparat penegak hukum yang terkait harus mengambil langkah dan permasalahan itu harus segera diselesaikan, supaya tidak melebar atau terjadinya peta-peta konflik kedepannya,” pungkasnya. [Red]



















