Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label festival. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2023

Festival Seni Kreasi Millenia Kota lBandar Lampung


GK, Bandar Lampung - Pemerintah Kota Bandar Lampung Mengadakan Pestival Seni Kreasi Millenial di lapangan Kalpataru Tanggal 28/10/2023. (Feby)

Kamis, 31 Agustus 2023

Hadiri Festival Perahu Demokrasi Pemilu 2024, Dandim 0410/KBL dan Walikota Susuri Pesisir Lampung


GK, BANDAR LAMPUNG — Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Tri Arto Subagio M.Int.Rel.,MMDS, bersama Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana ikut menyusuri pesisir Lampung dalam rangka kirab festival Perahu Demokrasi Pemilu 2024, Kamis (31/8)

Kurang lebih 20 perahu dengan 15 Partai Politik (Parpol) bersama forkopimda ikut serta dalam melakukan kirab susur pesisir Lampung tersebut mulai dari PPI Lempasing hingga pantai Tiska Panjang. 

Festival demokrasi ini merupakan kolaborasi KPU Kota Bandar Lampung bersama seluruh partai politik dan Pemerintahan Kota Bandar Lampung sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu 2024 mendatang.

Ketua KPU Kota Bandar lampung, Dedy Triyadi mengatakan, kirab susur pesisir Lampung ini merupakan rangkaian kegiatan Kirab Pemilu 2024 yang dimulai sejak 28 Agustus lalu.

Menurutnya, kirab di pesisir ini pertama kalinya, karena selama ini fokus di daerah perkotaan atau daratan, dan sekarang menjangkau daerah pesisir atau masyarakat nelayan.

"Kita mensosialisasikan tahapan Pemilu, dengan harapan masyarakat bisa berpartisipasi menggunakan hak suara masing-masing," ujarnya 

Sementara itu Wali Kota Bandar lampung Eva Dwiana mengatakan, kirab ke perahu ini satu-satunya Indonesia, dengan harapan dan dengan bantuan seluruh parpol pada disaat pemungutan suara masyarakat antusias mengikuti Pemilu 2024.

"Sukses selalu, semoga KPU dapat mencetak orang-orang atau pemimpin yang luar biasa. Tetapi yang terpenting adalah gotong royong, apapun parpolnya kita harus bersama jaga daerah Kita, Bandarlampung atau Provinsi Lampung," tandasnya.[Feby]

Selasa, 09 Mei 2023

Kasilog Kasrem 043/Gatam Hadiri Awarding Night HIPMI Lampung Tourism Festival, Ini Pertanda Bangkitnya Ekonomi Lampung


GK, Lampung (9/5/2023), Kasilog Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Edwin Dwiguspana, M.Tr. (Han), menghadiri Gala Dinner Awarding Night HIPMI Lampung Tourism Festival 2023, senin (8/5) pkl. 20.00 WIB, yang dibuka Gubernur Lampung, bertempat di Ballroom Hotel Novotel Jl. Gatot Subroto Bandar Lampung. 


Mewakil Komandan Korem 043/Gatam, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E, Kasilog Kasrem 043/Gatam menyampaikan Kegiatan Awarding Night Hipmi Lampung Tourism Festival merupakan bagian dari upaya pemerintah Provinsi Lampung, secara bersama sama Dinas terkait untuk menumbuh kembangkan kembali ekonomi kerakyatan melalui sektor pariwisata. 


“ Ini pertanda bangkitnya nasional terutama ekonomi yang ada di Provinsi Lampung, dimana Lampung memiliki peran dan kontribusi strategis Khususnya di wilayah regional Sumatera, ini dapat kita lihat dari pertumbuhan perekonomian Lampung yang menunjukan trend positif, “


“ Tahapan yang strategis telah kita sama sama lihat dan rasakan, pasca pandemi covid-19,   Lampung mampu membangun basis pondasi ekonomi dari sektor pertanian, demikian juga  sektor pariwisata merupakan Prioritas berikutnya yang diharapkan mampu mendorong tumbuhnya ekonomi di Provinsi Lampung kearah yang Positif, “ terangnya.


Tampak hadir pada kegiatan tersebut Kabidhumas Polda Lampung, Anggota DPR RI, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Lampung, Bupati/Walikota se-Provinsi Lampung, Ketua Umum BPP HIPMI, Ketua umum BPD HIPMI Lampung, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Ketua Yayasan Puteri Indonesia,  Dinas Pariwisata, dan para pelaku Usaha Provinsi Lampung, berserta tamu undangan lainnya.(Feby)

Minggu, 03 Juli 2022

Betik Youth Singers dan Betik Children's Choir Kebanggaan Lampung Siap Berkompetisi di 11th BIC Festival 2022

BETIK MUSIC STUDIO


GK, Lampung - Betik Music Studio merupakan cabang program kegiatan Yayasan Betik Sasana Budaya Indonesia (BSBI) telah berlangsung 2 tahun 3 bulan. Pembinaan dan pelatihan saat ini berada di Gedung Dewan Kesenian Lampung-PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Rayza Aldira, pendiri Yayasan BSBI dan juga selaku Music Director dari Betik Music Studio mempunyai harapan dan keinginan atas keberlangsungan program tersebut dengan tujuan sebagai wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi, minat dan bakat dalam mengasah kemampuan bermusik sehingga dapat memunculkan potensi sebagai calon penerus seniman untuk bakti budaya–bakti negeri di tanah Lampung.

“Hadirnya Betik Music Studio yaitu memperkenalkan program bermusik yang dapat diikuti dari tingkat usia dini, remaja dan dewasa demi mendekatkan, menyokong dan meramaikan semarak kegiatan masyarakat secara positif. Oleh sebab itu kami memohon doa restu dan dukungan kepada seluruh masyarakat, stakeholder, pemerintah Provinsi Lampung beserta OPD terkait untuk bersama-sama mengapresiasi kegiatan tersebut demi melestarikan kegiatan seni-budaya dan mengembangkan potensi industri pertunjukan untuk mengharumkan serta mengangkat martabat Lampung di dunia internasional yang berpengaruh pada sektor promosi pariwisata, pendidikan serta investasi. Selain daripada itu misi terpenting dari BSBI adalah menghadirkan peranan aktif melalui program-program unggulan untuk menekan angka kenakalan di kalangan usia dini hingga remaja yang hingga sampai saat ini masih menjadi perhatian kita bersama," pungkas Rayza Aldira.


Sri Maryani, selaku ketua Pengurus Program Kegiatan BSBI di Provinsi Lampung, mengutarakan tanggapannya terhadap aktivitas kegiatan pengembangan, pembinaan dan pelatihan yang cocok untuk masyarakat Lampung.

“Saya mengapresiasi animo dan antusiasme masyarakat untuk mengembangkan hobi dan kreatifitas dengan tujuan melestarikan kesenian dan budaya melalui program bermusik, maka saya pun ikut mendukung program-program inisiasi BSBI dan harapan selanjutnya masyarakat mendapatkan pengalaman yang bermanfaat demi keberlangsungan, semoga makin banyak yang berpartisipasi,” pungkas Ibu Sri Maryani.

Shanty Intana selaku koordinator Betik Children's Choir menambahkan, "Banyak hal positif yang di dapat ketika para peserta didik dalam mengikuti paduan suara tentunya selain mereka banyak teman baru juga akan dapat mengukir prestasi baik tingkat nasional maupun internasional yang bermanfaat bagi jenjang pendidikan dan karir kedepan. Tetapi untuk mencapai sesuatu harapan tersebut salah satunya membutuhkan kerjasama tim dan saling menghargai, peserta juga tentunya dituntut untuk membudayakan komitmen serta disiplin yang tinggi untuk mencapai harapan yang sesuai sebagai paduan suara yang berkelas dan prestige," imbuhnya.

Betik Music Studio secara aktif menghimpun para calon penyanyi sebanyak-banyaknya dari 15 kabupaten dan kota melalui audisi setiap pekan untuk dibina dan diarahkan pada kegiatan seni pertunjukan dan kompetisi

Pada kesempatan istimewa di ajang Bali International Choir Festival ke-11 pada bulan Juli tahun 2022 mendatang, Betik Music Studio mengirimkan 2 (dua) kontingan Paduan Suara yaitu Betik Youth Singers dan Betik Children's Choir berlaga di panggung kompetisi tersebut dan bersaing untuk meraih target hasil yang membanggakan, pada program di tahun sebelumnya Betik Youth Singers telah meraih 2 (dua) Medali Emas di tingkat penyelenggara yang sama. Kompetisi ini merupakan keikutsertaan ke-3 (tiga) kalinya bagi Betik Youth Singers dan kompetisi perdana bagi Betik Children's Choir

Betik Music Studio juga menggandeng komunitas film "Kecelup Santen" yang dipimpin oleh Alan Krismadi dalam upaya menghadirkan visualisasi terbaik untuk karya yang akan di perlombakan secara virtual

Alan mengungkapkan, "Tentunya ini kegiatan yang sangat positif, jadi tidak ada salahnya saya ikut terjun membantu dan berkolaborasi. Hal ini tentunya sangat menarik, karena dalam wadah ini terkumpul anak- anak yang mempunyai kemauan dan keinginan untuk berkembang, mulai dari langkah-langkah kecil saya juga dapat berlajar. Tentunya dengan kegiatan seperti ini kita dapat memberitahu bahwa Lampung mempunyai aset cukup baik dari sisi potensi bakat yang dimiliki untuk dapat mendunia. Semoga selalu semangat dan terus membangun kekompakan."

Selain itu, Yayasan Betik Sasana Budaya Indonesia mengucapkan kasih kepada:

  1. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO - H. E. Desra Percaya, Ph.D.
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
  3. Masyarakat Lampung
  4. Pemerintah Provinsi Lampung - Ir. H. Arinal Djunaidi, Gubernur Lampung
  5. Pemerintah Kota Bandar Lampung - Hj. Eva Dwiana, S.E.., Walikota Bandar Lampung
  6. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung
  7. Dewan Kesenian Lampung
  8. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung
  9. PERPROMI (Perkumpulan Profesi Musik Indonesia)
  10. PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia)
  11. Rekan-rekan Media Cetak dan Online Lampung
    - Novi Balga
    - Bery
    - Jeffry Noviansyah - JN Intermedia
  12. Drs. H. Azwar Yacub, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung
  13. Drs. H. Mukhlis Basri (Anggota Komisi 1 DPR RI) dan Helwiati Komala Dewi
  14. Zefan Susanto, Producer Music Lab Production, United Kingdom
  15. Para rekan-rekan Musisi – Seniman dan Budayawan Lampung
  16. Sheraton Lampung Hotel

 [Melati]

Sabtu, 12 Februari 2022

Babinsa Koramil 410-03/TBU Turut Monitoring Open Turnamen & Festival Karate Shokaido Singer CUP I 2002


GK, Bandar Lampung — Babinsa Koramil 410-03/Teluk Betung Utara Kodim 0410/KBL Serma Sarpudin bersama Satgas Covid 19 Kelurahan monitoring Open Turnamen & Festival Karate Shokaido Singer Cup I 2022 yang bertempat di Lapangan Tenis Puri Gading Jalan Raya Puri Gading RT 04 LK II Kelurahan Sukamaju Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung. Sabtu (12/02/2022).

Serma Sarpudin mengatakan, dalam pelaksanaan pembukaan perlombaan ini saya selaku Babinsa turut hadir dan memantau jalannya pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan tertib dan lancar.

"Bagi para peserta saya mengingatkan untuk jaga faktor keamanan saat bertanding dan selalu menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya.

"Semoga dalam pelaksanaannya kegiatan berjalan dengan lancar dan bagi para peserta agar selalu menjunjung sportifitas dan jadikan olahraga ini sebagai sarana untuk bersilaturahmi juga sesama organisasi karate," tutupnya. [Red]

Kamis, 04 November 2021

Keren! Rumah Budaya LGK Dijadikan Tujuan Wisata Festival Krakatau 2021


Bandar Lampung - Rumah Budaya dan Rumah Kegiatan Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu Tujuan dalam rangka kegiatan 5 Trip 2021, dalam mensukseskan dan memeriahkan Festival Krakatau, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan tersebut adalah Agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung, dimana untuk kegiatan tahun 2021, salah satu pendukungnya adalah Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning (LGK).

Dalam Rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini, Dinas Parekraf Provinsi Lampung mengundang beberapa Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media dari Jakarta dan Lampung yang terpilih.

Lamban Gedung Kuning (LGK) menjadi salah satu tempat kunjungan para undangan tersebut, sebagai tujuan wisata budaya karena LGK adalah salah satu rumah budaya dan rumah kegiatan budaya yang ada di provinsi Lampung.

Dalam kunjungan ke LGK, para tamu disambut dengan arak-arakan dan disambut dengan tari sembah sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dan sebagai pengenalan dan edukasi tentang budaya Lampung. 


Selain disambut dengan arak-arakan dan tari sembah, para tamu juga disuguhkan tarian khas Lampung yaitu Tari Nyambai yang dibawakan oleh ibu-ibu Anggota Bebay Lampung (Baylam) dibawah pimpinan ketua Baylam Dora Yasmin dan pembina Dang Ike bersama dr.Hj Aida Sofina atau yang sering disapa Gusti Aida.

Dang Ike Edwin, sapaan akrab Irjen Pol (Purn) Dr.H Ike Edwin SH MH MM dalam acara tersebut juga mengalungkan selempang LGK kepada para tamu undangan, dan memberikan penjelasan terkait budaya Lampung maupun benda-benda sejarah serta asal usul suku Lampung kepada para Travelbloger Influencer video dan konten kreator serta para media yang hadir.

Dalam sambutannya, Dang Ike mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pemerintah provinsi Lampung khususnya Dinas Parekraf Provinsi Lampung dan para Travelbloger, Influencer video, konten kreator, dan para media yang telah hadir di Lamban Gedung Kuning (LGK). 

"Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan nya di Lamban Gedung Kuning (LGK), dalam rangka wisata budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Festival Krakatau tahun 2021" ucap Dang Ike.

Selanjutnya Dang Ike sedikit menjelaskan tentang asal usul orang Lampung , dan tentang budaya Lampung sekaligus sejarah dan Adat istiadat orang Lampung kepada para tamu yang terdiri dari Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media.

Dilain pihak perwakilan dari para tamu yang disampaikan oleh Indah.N Safitri mengucapkan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK yang telah berkenan menerima kunjungan mereka di LGK dalam rangka kunjungan wisata budaya.

"Saya mewakili teman-teman semua mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas sambutan yang luar biasa ini, dan kami semua merasa bangga dan bahagia serta merasa tersanjung atas Kehormatan dengan penyambutan yang luar biasa ini" ucap Indah.

Selain daripada itu menurut indah, dia akan mempromosikan wisata Lampung bersama teman-teman para Travelbloger, Influencer video, konten kreator dan para media semuanya.

"Selama saya bekerja, seringkali mempromosikan wisata dari daerah lain, seperti pulau Dewata Bali, Raja Ampat dan sebagainya, dan kali ini saya terima kasih diberikan kesempatan bersama teman-teman untuk mengunjungi objek-objek wisata di Lampung termasuk wisata budaya di LGK ini, dan saya berjanji untuk mempromosikan obyek wisata yang ada di Lampung ini termasuk LGK sebagai salah satu wisata budaya" tutur Indah. 

Disisi lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Lampung Dr.Edarwan SE. MSi, dalam sambutannya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesediaan dan keikhlasan Dang Ike beserta keluarga besar LGK untuk menerima kunjungan wisata ini.

"Saya atas nama Pemprov Lampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dang Ike dan keluarga besar LGK atas kesediaan dan keikhlasannya menerima kunjungan para tamu dalam kegiatan wisata budaya yang merupakan bagian dari kegiatan Festival Krakatau tahun 2021 ini" ucap Edarwan. [Nnd]

Sabtu, 30 Oktober 2021

Gelar Festival Mural, Kapolri: Jaga Kami Jadi Polri Yang Lebih Baik


Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Prabowo menghadiri kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10).

Dalam kegiatan ini, Kapolri menyerahkan piala sekaligus sertifikat penghargaan kepada 10 pemenang Bhayangkara Mural Festival 2021. 10 orang pemenang tersebut dipilih oleh para dewan juri.

"Baru saja kita menyerahkan piala sekaligus sertifikat penghargaan terhadap 10 pemenang lomba mural dimana ada 7 orang atau tim menjadi juara harapan dan 3 orang menjadi juara 1, 2 dan 3. Alhamdulilah bagaimana hasil penilaian dewan juri, saya kira juri-jurinya terpilih independen dan memiliki kemampuan yang tak diragukan lagi," kata Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Listyo menyampaikan bahwa juara pertama Bhayangkara Mural Festival ini adalah mural yang berani mengkritik Polri. Kritik dalam mural tersebut, kata Listyo akan diterima guna memperbaiki Polri ke depan.

"Sekali lagi terima kasih peran serta seluruh rekan-rekan dan jaga kami untuk bisa jadi Polri yang lebih baik, Polri yang dekat dengan masyarakat dan Polri yang dicintai masyarakat," katanya. [Sur]

Kadiv Humas: Karya Pemenang Mural akan Dilukis di Tiang Jalan Layang Bus Trasnjakarta Depan Mabes Polri


Jakarta - Bhayakara Mural Festival 2021 resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10). Sebanyak 80 tim muralis yang telah melalui hasil kurasi atau seleksi dari tingkat Polda jajaran menuangkan karyanya untuk memperebutkan piala Kapolri.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono yang juga ketua panitia Bhayakara Mural Festival 2021 menyampaikan, awalnya peserta lomba mural pada dua minggu pertama pembukaan hanya 18 orang. Namun setelah Kapolri menyampaikan bahwa festival mural ini diberbolehkan untuk menuangkan karya baik yang positif maupun negatif, pendaftar kemudian melonjak naik hingga mencapai 803 orang.

Dari 803 pendaftar, kemudian disaring di tingkat Polda menjadi 154 lalu kemudian disaring menjadi 80 tim mural yang akhirnya diberi kesempatan melukis di Lapangan Bhayangkara. Argo mengatakan, Bhayangkara Mural Festival ini juga dilaksanakan serentak di 34 Polda.

“Jadi pendaftar ini kemudian mengirim desainnya ke panitia, kemudian panitia dari Polda menyeleksi dan kemudian mengirim 5 pemenang ke Jakarta,” kata Argo dalam sambutannya.

Dia menyampaikan, festival mural ini dinilai oleh dewan juri yang didalamnya sama sekali tidak terdapat unsur anggota polisi. Adapun dewan juri, kata Argo merupakan orang-orang yang ahli, berpengalaman dan memang bekecimpung dalam dunia seni.

“Dari juri itu tidak ada polisinya, juri dari luar. Juri ini sudah kompeten sudah memahami mural, kita fasilitasi semunya dewan juri yang profesional yang memilihnya,” tandas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Argo mengatakan, seni mural memberikan kebebasan bagi pembuatanya untuk mengekplorasi kreativitas yang dimiliki, juga untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis lalu dicurahkan pada media yang permanen. Menurut Argo, meskipun beriringan dengan perkembangan zaman yang beralih pada media digital, memontum pergerakan yang terjadi dikomunitas mural indonesia terus memberikan peluang bagi para pengiatnya.

Oleh karena itu, Polri menilai kreatifitas muralis patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural.

Bahkan nantinya karya para pemenang festival mural akan dilukis di tiang Jalan Layang Non Tol Bus Transjakarta yang ada di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Terkait untuk memajang karya pemenang mural Bhayangkara Mural Festival ini, Polri mengakui telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

“10 pemenang akan menggambar mural lagi di tiang Mabes Polri, ada lima tiang kami sudah izin pemerintah DKI, tiang ini karena tinggi, akan dibuat 2 mural atas bawah, setelah kegiatan akan gambar di tiang, kita berikan ruang bagintempat mereka yang juara disini,” pungkas Argo. [Sur]

Kapolda Lampung Buka Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri di PKOR


Bandar Lampung -- Mabes Polri menggelar Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 secara serentak di seluruh Indonesia sekaligus Perayaan HUT ke-70 Humas Polri. Polda Lampung memusatkan festival ini di PKOR Wayhalim, Sabtu (30/10/2021).

Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno pada saat membuka Festival Mural di PKOR Way Halim mengatakan, festival mural ini kita buka hingga sore hari nanti, diikuti sebanyak 20 tim. Satu tim juga kita kirim ke Jakarta untuk mengikuti festival secara nasional.

"Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mendukung kegiatan seni anak muda di Lampung", kata Hendro.

Dengan adanya festival tersebut, diharapkan juga bakat yang ada pada anak muda khususnya bidang seni dapat tersalurkan.

"Dengan adanya festival ini diharapkan dapat menyalurkan bakat bidan seni anak muda," kata dia.

Kapolda menambahkan festival yang diadakan tersebut rencana ke depan berlanjut dalam rangka menggali bakat-bakat anak muda di Lampung.

"Ini bukan yang terakhir, mudah-mudahan ke depan akan berlanjut lagi," kata dia lagi.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, ada 27 tim seniman atau pelukis yang mendaftar ke Polda Lampung guna mengikuti lomba mural, namun tim kurator menyaring hingga terpilih 21 tim yang lolos seleksi. 

Dari 21 tim peserta itu, katanya, lalu diseleksi lagi guna mengikuti lomba mural tingkat pusat di Mabes Polri. Hasil seleksi tersebut, kata Pandra, Polda Lampung mengirimkan lima desain hasil lukisan terbaik yang mengikuti lomba di Mabes Polri.

"Setelah dikurasi, ada satu tim terbaik yang mengikuti lomba mewakili Lampung," ungkap Pandra di PKOR Wayhalim, Bandarlampung.

Pandra menjelaskan, lomba mural ini merupakan salah satu upaya Polri dalam menyalurkan kreatifitas anak-anak muda melalui seni lukis yang terkadang mengandung unsur kritik sosial. 

Sebagaimana amanah Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Pandra, kritik sosial melalui mural adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga dan dihargai.

"Kita hidup di negara yang demokrasi, jadi kritik sosial melalui mural adalah sesuatu yang harus kita terima," ungkap Pandra, mengutip Presiden Jokowi. 

Dengan adanya lomba mural ini, kata Pandra, para seniman atau pelukis dapat menyalurkan aspirasinya yang dikemas dalam bentuk seni rupa. 

"Silakan mengkritik secara konstruktif sehingga yang dikritik dapat mengerti dan bisa mencari solusinya," pungkas Pandra.

Terkait dengan HUT Ke-70 Humas Polri, Pandra mengatakan, Humas Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari institusi Polri.

Humas merupakan ujung tombak terhadap pelayanan kepada masyarakat serta menjalin kemitraan secara harmonis.

Keberadaan Humas juga sekaligus memberikan penerangan kepada masyarakat tentang peran Polri yang melayani dan melindungi masyarakat.

"Jadi dengan adanya Humas, apa pun bisa dijelaskan kepada masyarakat sehingga peran Polri benar-benar dapat dirasakan masyarakat," pungkasnya. [Sur]

Buka Festival Mural Bhayangkara, Kapolri: Bukti Polri Menghormati Kebebasan Berekspresi


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10).

Di awal sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 ini menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda, sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-70.

“Tadi Kadiv Humas sampaikan bagaimana start awal bahwa pada saat dibuka yang mendaftar hanya 18. Karena ada isu bahwa nanti kalau peserta kemudian ikut, ini cara polisi untuk tahu identitas peserta, dan nanti mereka berpikiran bisa terkuak dan pasti ditangkap. Awalnya muncul pemikiran peserta begitu,” kata Kapolri.

Setelah disampaikan bahwa para peserta diberikan kebebasan untuk menuangkan karyanya baik yang bersifat positif maupun negatif, akhirnya para pendaftar melonjak hingga 803 orang. Setelah disaring di tingkat Polda jajaran maka sebanyak 80 tim mural diberi kesempatan untuk memamerkan karyanya di Lapangan Bhayangkara.

Dalam kesempatan ini, Kapolri menekankan bahwa konteks kebebasan berekspresi sudah diatur di dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 dan juga ditegaskan dalam UU 9/1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Aturan inilah, dikatakan Kapolri yang menjadi pembeda pada saat era sebelum reformasi dan pasca reformasi yang memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menyampaikan ekspresi dan aspirasinya.

Lebih lanjut, Kapolri mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis dan sangat menghargai kebebasan berekspresi maka Polri memegang teguh apa yang diarahkan oleh Presiden.

“Sehingga tentunya Bhayangkara Mural Festival 2021 ini adalah bukti bahwa kami menghormati kebebasan berekspresi,” tekan Kapolri.

Bahkan, Kapolri menyampaikan, sub tema dalam festival mural yang diadakan ini dikhususkan untuk memberikan ruang kritik bagi institusi Polri. Menurut mantan Kapolda Banten ini, hal itu digunakan Polri untuk melihat feedback dari persepsi masyarakat tentang Polri. Masukan yang positif menjadi motivasi, sementara yang negatif menjadi bahan refleksi, instrospeksi untuk merubah menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, Kapolri menantang, para peserta untuk tidak segan-segan menuangkan karyanya untuk melakukan kritik bagi Polri. Hal ini, ditegaskan Kapolri untuk menepis isu kalau Polri melakukan pemetaan terhadap muralis jika nantinya melukis mural di lapangan yang bernada kritik.

“Jadi di kesempatan ini kita sampaikan kepada rekan-rekan muralis, nanti yang gambarnya bagus, tentunya akan ada dewan juri khususnya tentang kritik Polri, kalau itu gambarnya paling pedas itu akan juga akan kami terima, dan saya jamin, yang berani menggambar itu akan jadi sahabatnya Kapolri jadi temannya Kapolri,” tekan Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Kapolri, dengan adanya mural kritik, hal itu merupakan bentuk aspirasi dari masyarakat tentang memberikan gambaran tentang institusi Polri saat ini. Sehingga, nantinya akan dilakukan evaluasi dan pembenahan internal, guna menjadi lebih baik dan diharapkan masyarakat lagi.

"Kami institusi Polri menginginkan bahwa masyarakat bisa memberikan gambaran kepada kami tentang bagaimana persepsi masyarakat tentang Polri. Sehingga kami tiap hari bisa membenahi institusi, sehingga kita bisa siapkan institusi ini, personel-personel kami jadi lebih baik. Jadi Polri yang dipercayai publik, Polri yang dicintai masyarakat," tutur Kapolri.

Lebih jauh, Kapolri mengungkapkan bahwa, diselenggarakannya festival mural ini muncul setelah adanya peristiwa '404 Presiden Jokowi Not Found'. Kemudian hal itu menjadi polemik karena ada oknum yang menghapus mural, tapi ada juga yang membiarkan. Sebab itu, dengan adanya festival mural dengan peserta diizinkan berekspresi sebebas mungkin hingga kritik pedas, Kapolri menegaskan, ini adalah wujud dari Pemerintah dan Polri tidak anti-kritik yang membangun dari masyarakat.

Meski begitu, untuk memberikan kebebasan berekspresi di ruang terbuka harus tetap menjaga norma dan aturan serta nilai yang ada. Misalnya dengan menyalurkan di ruang-ruang telah disediakan seperti yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan menyiapkan ruang mural.

"Ide ini muncul dari diskusi, karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi Not Found. Kemudian ada aksi di lapangan yang menjadi polemik, ada yang menghapus, ada juga yang membiarkan. Jadi kali ini kita sampaikan bahwa Pemerintah, Polisi tidak anti-kritik," tegas Kapolri. 

Kapolri pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang menyambut baik kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada peserta telah menyampaikan kritikan yang membangun untuk Polri.

"Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dan berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silahkan. Kami akan menghargai betul. Sekali lagi, kritik, memberi masukan, positif, negatif juga boleh, akan jadi teman pak Kapolri," tutur Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga menyempatkan secara langsung menyapa secara virtual dengan Polda Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Mahasiswa IPB, Polda Jawa Tengah, perwakilan dari Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Kapolri telah menyelenggarakan festival mural untuk menyatakan pendapat. Bahkan, masyarakat pun menyambut sangat antusias acara ini. [Sur]

Senin, 18 Oktober 2021

Beri Wadah Kebebasan Berekspresi, Polri Gelar Festival Mural Piala Kapolri 2021


JAKARTA -
Polri menggelar festival atau lomba seni mural Piala Kapolri 2021, yang rencananya bakal diselenggarakan pada 30 Oktober 2021 di Lapangan Bhayangkara. Acara itu mengusung tema 'Peran Generasi Muda untuk Berkreasi dalam Menyampaikan Informasi yang Positif di Masa Pandemi Covid-19'. 

Adapun, pendaftaran lomba yang merebutkan Piala Kapolri tersebut telah dibuka pada 27 September hingga 17 Oktober di tingkat Polda dan 20 Oktober 2021 di Mabes Polri.

"Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk pertama kalinya akan menyelenggarakan Festival/Lomba Mural yang bertajuk Bhayangkara Mural Festival Piala Kapolri 2021," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Jakarta, Senin (18/10).

Argo memaparkan, maksud dan tujuan kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum ini adalah, sebagai wadah bagi warga luas untuk berkarya dan berkreasi pada masa pandemi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mengobarkan semangat kemerdekaan, nasionalisme, dan optimisme di kala Pandemi dengan melakukan kegiatan positif. 

"Menjadi wadah kebebasan berekspresi dan untuk menyalurkan ide melalui karya seni (mural) serta aspirasi dari masyarakat dalam menghadapi permasalahan masyarakat dalam berbagai sektor. Menjadi ajang apresiasi untuk para seniman mural di Indonesia untuk tetap berkarya pada masa pandemi," ujar Argo.

Terkait Bhayangkara mural festival piala Kapolri 2021 ini, kata Argo, tahapan kurasi pertama akan dilaksanakan pada 18-20 Oktober 2021 untuk memilih lima peserta terbaik di setiap Polda. Kemudian satu peserta terpilih akan berpartisipasi pada tingkat nasional atau Mabes Polri di Jakarta. 

Sementara bagi para peserta yang tidak terpilih di tingkat Polda akan diikutkan pada Festival Mural di Polda masing-masing. Selain itu kurasi tahap pertama juga akan dilangsungkan pada 22-23 Oktober 2021untuk memilih peserta terbaik di sekitar Mabes Polri atau Jabodetabek. 

Namun bagi peserta yang tidak terpilih maka masih memiliki kesempatan untuk berpartisipasi di Festival Mural Polda masing-masing sesuai domisili. Selanjutnya, sebanyak 70 peserta terpilih mewakili pada tiap Provinsi dan Jabodetabek akan menggambar langsung secara serentak tingkat nasional pada tanggal 30 Oktober 2021 yang akan dibuka secara resmi oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Adapun sub-tema yang menjadi panduan bagi para peserta untuk berkarya, peduli sesama di masa Pandemi Covid-19, bersama menjalankan protokol kesehatan, Indonesia sehat dan kuat, bebas dari Covid-19, bersama menjaga Indonesia.

Menurut Argo, bagi masyarakat yang akan mendaftar sebagai peserta wajib memenuhi beberapa persyaratan, yaitu memiliki karya yang sesuai dengan sub-tema, mengirimkan konsep mural dalam format PDF serta dimuat dalam satu ukuran maksimal 2500 pixel, rasio media adalah 2.44m x 3.66m, karya harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan. 

Bagi pendaftar kelompok mencantumkan nama ketua dan anggota, dan mengumpulkan sebelum batas waktu yang ditentukan pada website www.tribratanews.polri.go.id. Pemenang dari perlombaan tersebut akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta untuk juara 1, Rp15 juta juara 2, dan Rp10 juta bagi juara 3 serta masing-masing Rp5 juta untuk tujuh peserta favorit.

"Ayo kreasikan ide positifmu di masa Pandemi dengan mengobarkan semangat kemerdekaan, nasionalisme, dan optimisme lewat seni mural pada Bhayangkara Mural Festival Piala Kapolri 2021!," tutup Argo. [Sur]