Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Bumi Waras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi Waras. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2022

PR Pemkot Bandar Lampung Mengatasi Banjir Belum Terselesaikan




GK, Bandar Lampung - Hujan Deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama kurang lebih 2 jam, mulai pukul 18,30 hingga 20,30, WIB, membuat sebagian wilayah Kota Bandar Lampung dilanda banjir, Jum'at (15/04/2021).

Seperti yang terjadi di RT.003, Lingkungan 01, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, air terlihat mencapai lutut orang dewasa, dan masuk ke rumah warga.

Dalam pantauan kontributor media ini, warga berjibaku menguras air yang masuk ke rumah, dan air tersebut terlihat disertai lumpur dan sampah.

Menurut salah satu warga masyarakat Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Syarifuddin, bahwa banjir semacam ini sudah menjadi langganan setiap hujan deras dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama.

"Banjir semacam ini sudah menjadi langganan, setiap hujan deras dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama, daerah bumi waras ini pasti banjir," ujar Syarifuddin. 

Masih menurut Syarifuddin, "Apalagi jika air laut dalam keadaan pasang, sehingga air hujan tidak bisa mengalir ke laut," kata Syarif.

Ditempat yang sama, salah seorang warga masyarakat kota Bandar Lampung yang tidak ingin nama nya dipublikasikan, 
"Ini adalah salah satu janji Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana saat mencalonkan diri sebagai Walikota, yaitu untuk mengatasi banjir di kota Bandar Lampung," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengharapkan agar Pemkot Bandar Lampung, untuk dapat mencari solusi untuk mengatasi masalah banjir setiap datangnya hujan dengan intensitas tinggi.

"Saya berharap agar Walikota Bandar Lampung dapat mencari solusi untuk mengatasi masalah banjir yang dialami oleh warga disebagian wilayah kota Bandar Lampung, sesuai dengan janji kampanyenya saat akan mencalonkan diri menjadi Walikota," pungkasnya. (Red)

Selasa, 15 Februari 2022

Wakili Danramil 410-02/TBS, Serka Wardiono Ikuti Kegiatan Musrenbang Kecamatan Bumi Waras



GK, Bandar Lampung — Babinsa Koramil 410-02/TBS Kodim 0410/KBL Serka Wardiono menghadiri kegiatan Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Tahun 2023 di kantor kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Selasa (15/2/2022)

Hadir dalam kegiatan diantaranya yakni Kepala Bappeda kota Bandar Lampung, Kepala KUA kecamatan Bumi Waras, Ketua Lpm Bumi Waras. TKPK kecamatan Bumi Waras, Lurah Sekecamatan Bumi Waras, Kadis pertanian Kota Bandar Lampung, Kadis Perikanan Kota Bandar Lampung dan Kapolsek TBS diwakili Kanit Aiptu Yayat.

Serka Wardiono mengatakan sengaja mengikuti kegiatan tersebut dalam rangka mewakili Danramil 410-02/TBS.

Menurutnya, kegiatan Musrenbang tersebut berjalan dengan aman, tertib serta mematuhi disiplin protokol kesehatan. [Sur]

Senin, 03 Januari 2022

Diduga Cabuli Anak Usia Dini, Seorang Kakek Diamankan Polisi



BANDAR LAMPUNG - Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, seorang pria inisial HN (50), warga RT 005 Lingkungan 01, Kelurahan Bumi Waras, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung, diamankan unit Reskrim Polsek Teluk Betung Selatan, Senin (03/01/2022).

Polisi mengamankan terduga HN setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, bahwa diduga telah terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur SF (6) tahun.

Adapun modus yang dilakukan oleh terduga dalam melakukan aksinya adalah, dengan menyuruh anak tersebut membeli rokok dan dikasih sejumlah uang.

"Jadi awalnya HN sering minta tolong dibelikan rokok kepada anak tersebut, dan yang terakhir kali, HN minta dibelikan rokok dan dikasih sejumlah uang, setelah anak itu kembali dari beli rokok, lantas HN membawa anak tersebut ke ruang tengah, setelah itu HN membuka celana anak tersebut, lalu terduga pelaku ini menempelkan alat kelaminnya ke alat kelamin anak tersebut hingga terduga mengeluarkan sperma," jelas salah satu pamong setempat kepada awak media melalui sambungan selulernya.

Lebih lanjut pamong tersebut mengatakan, "Setelah itu, anak tersebut pulang ke rumahnya sambil nangis, lalu mengadu kepada nenek dan ibunya," lanjut pamong.

Setelah menerima pengaduan dari anaknya, saat itu juga ibu dan nenek dari korban mendatangi rumah kediaman HN.

"Setelah menerima pengaduan dari anaknya, saat itu juga nenek dan ibunya mendatangi rumah terduga pelaku, dan menanyakan perbuatan yang telah dilakukan oleh terduga HN terhadap anaknya," imbuh pamong tersebut.

Dan pada saat nenek dan ibu korban menanyakan perbuatan terduga HN terhadap anaknya, terduga tidak mengakui perbuatannya.

"Awalnya saat ditanya oleh nenek dan ibu korban, terduga pelaku tidak mengakui perbuatannya, namun setelah saya dipanggil dan menanyakan kepada terduga pelaku, baru dia mengakui perbuatannya, dan mengatakan bahwa baru sekali itu melakukan perbuatan pencabulan tersebut," sambung pamong tersebut.

Dilain pihak, ketika awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Teluk Betung Selatan terkait kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur ini.

"Memang benar kita menerima laporan dari salah satu Ketua RT dan keluarga korban, dan terduga pelaku diantarkan sendiri oleh ketua RT bersama warga," jelas Kanit Reskrim mewakili Kapolsek TBS Kompol Hari Budianto.

Selanjutnya Kanit Reskrim mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam tahap melengkapi berkas laporan.

"Untuk sementara ini belum bisa diberikan keterangan lebih lanjut, karena masih melengkapi berkas laporan, seperti bukti visum dan lain-lain, nanti akan kita sampaikan perkembangan kasusnya apabila sudah dilakukan penyelidikan dan penyidikan," pungkasnya. [Sur]

Rabu, 17 November 2021

Polda Lampung Selidiki Kecelakaan Kerja di Bangunan Apartemen Maybay



BANDAR LAMPUNG - Telah terjadi kecelakaan kerja terjatuhnya mesin alimak dari lantai 21 bangunan gedung apartemen Maybay di jalan Yos Sudarso Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung yang mengakibatkan 9 orang pekerja jadi korban. 

Diketahui, terjadi insiden jatuhnya mesin alimak dari lantai 21 bangunan gedung apartemen Maybay Lampung di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung terjadi pada hari Selasa (16/11/2021) sekira pukul 08.15 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menjelaskan, sejumlah pekerja mengalami luka akibat kecelakaan kerja setelah mesin alimak mengalami kerusakan hingga akhirnya jatuh ke lantai dasar.

"Ini adalah kecelakaan kerja dan tidak ada korban jiwa, saat ini 9 orang pekerja proyek yang mengalami luka-luka sedang mendapatkan perawatan intensif dari pihak perusahaan di rumah sakit Budi Medika Bandar Lampung", kata Pandra, Rabu (17/11/2021).

Lanjut Pandra, pihak kontraktor yang diberi tanggungjawab adalah PT. NRC (Nusa Raya Cipta) akan menjamin perawatan kesehatan pada 9 orang korban kecelakaan kerja tersebut hingga pulih. 

"Pihak perusahaan akan menjamin perawatan kesehatan 9 orang korban kecelakaan kerja tersebut hingga pulih", imbuhnya.

Masih kata Pandra, Mesin alimak tersebut sesuai beban batas maksimal untuk 15 orang dan saat kejadian diisi 9 orang pekerja dan insiden kecelakaan kerja ini masih ditangani oleh Penyidik Satuan Reserse Krimimal (Sat Reskrim) Polresta Bandar Lampung.

"Tim Inafis dari Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih olah TKP, nanti setelah selesai baru dapat disimpulkan apakah ada unsur kelalaian hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja tersebut",tutup Pandra. [Nnd]