Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pasutri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasutri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 November 2022

Pasutri Pelaku Ganjel ATM Ditangkap


GK, Cilegon - Satuan Reskrim  Polres Cilegon Polda Banten mengamankan pasutri pelaku ganjel ATM yang terjadi Pada hari Kamis  tanggal 24 November 2022, diketahui sekira pukul 13.30 WIB. Di Alfamart, Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Cilegon - Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro melalui Kasat Reserse  Polres Cilegon Polda Banten AKP   Mochmad Nandar Saat di konfirmasi awak media, membenarkan bahwa satuan Reskrim  Polres Cilegon Polda Banten telah mengamankan pasutri pelaku ganjel ATM yang terjadi Pada hari Kamis  tanggal 24 November 2022, diketahui sekira pukul 13.30 WIB. Di Alfamart, Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Korban Jamjuri (39)  warga Lingkungan Kotak malang Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulo merak kota Cilegon 

Mochmad Nandar "menjelaskan awal mula kejadian Pada hari kamis tanggal 24 November 2022, sekira pukul 13.12 WIB, pelapor atau korban datang ke ATM BRI yang ada alfamart di Lingkungan Kubang kepuh Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulo merak kota Cilegon dengan maksud mengambil uang di ATM BRI tersebut. 

setelah korban memasukkan kartu ATM BRI milik korban kartu tidak bisa keluar dan ketelan tiba-tiba datang pelaku AB (45) warga Wonorejo Muara sabak Timur Jabung lampung
langsung menepuk pundak sebelah kiri korban Saudara Jamjuri (39) dan langsung disuruh memasukan PIN kartu ATM Bank BRI milik korban jamjuri (39) sebanyak 2 kali. kemudian kartu tersebut juga tidak bisa keluar selanjutnya korban saudara Jamjuri (39) disuruh oleh pelaku AB (45) untuk datang ke Bank BRI. 

kemudian korban Saudara Jamjuri (38) langsung keluar dan tidak lama kemudian pelaku AB (45) diamankan oleh Saudara Juni berikut barang bukti kartu ATM Bank BRI milik korban Jamjuri (39) sudah ada di tangan pelaku AB (45),Saudara Juni merasa curiga dengan pelaku AB (45) yang kemudian diamankan olehnya.

AB (45) bersama dengan 1 (satu) orang perempuan atas nama NP (18) yang bersama  pelaku AB (45) menunggu di dalam kendaraan Toyota Rush warna Hitam nopol BH 1111 LA. Kemudian pelaku dan barang bukti langsung diamankan oleh satuan Reskrim Polres Cilegon Polda Banten.Ini Merupakan Bentuk Implementasi Program Quick Wins Presisi Polri. Ujar AKP Mochamad Nandar.

Atas kejadian tersebut 2 ( dua) orang   pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 363 KUHPidana pelaku AB (45) dan saudari NP (18) dapat di pidana dengan ancaman hukuman Paling lama 5 (lima) tahun"tutup AKP     Mochmad Nandar selaku kasat Reskrim  Polres Cilegon Polda Banten. [Icha]

Selasa, 08 Maret 2022

Akibat Ban Mobil Pecah, Misi Gerebek Dugaan Perselingkuhan Gagal



GK, Lamtim - Seorang suami dari seorang wanita yang berinisial DS, hendak gerebek istrinya sendiri, dan seorang istri dari seorang pria yang berinisial RO, juga hendak grebek suaminya sendiri, dibeberapa hotel di metro dan Lampung Timur karena diduga kuat ada perselingkuhan, Senin (7/03/2022).

Gagalnya penggerebekan, dikarenakan mobil yang dikendarai DS dan RO, pecah ban disalah satu Pom bensin di Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur.

Ketika hendak di gerebek, DS dan RO tidak ada didalam mobil, menurut informasi dari istri RO, DS dan RO ngontrak di dekat Dharmawacana.

"Ketika hendak di gerebek istrinya RO, namun tidak diperbolehkan sama iparnya, dikarenakan mereka sudah mendukung dengan diiming-imingi nanti DS akan memberi proyek tanpa ada setoran," ujar istri RO.


Menurut informasi yang didapatkan oleh media, diduga kuat seseorang yang berinisial DS, merupakan adik mantan Bupati Lampung T****h, dan menurut informasinya DS ini sangat berpengaruh di Pemerintah Kabupaten, yang bisa mengendalikan Proyek Di Lampung Tengah.

Begitu pula dengan RO, juga diduga merupakan orang dekat dengan Bupati Lampung T***r.

Menurut keterangan Suami DS, belum lama ini pernah ketahuan juga dirumahnya di Bandar Jaya, DS bersama RO berduaan.

"Beberapa waktu yang lalu, mereka berdua pernah ketahuan berduaan dirumah," ucap Suami DS.

Hingga berita ini diterbitkan baik DS maupun RO belum bisa dikonfirmasi. [Tim]

Jumat, 14 Januari 2022

Ahok Ditangkap Polisi, Kombes Pol Hadi Wahyudi: Ya, Benar, Sudah Diamankan


GARISKOMANDO - Seorang pria di Sumatera Utara (Sumut) berinisial R alias Ahok (46) ditangkap polisi gegara diduga melakukan penganiayaan terhadap pasangan suami istri (pasutri).

Dugaan penganiayaan terhadap pasutri itu terjadi di Komplek Ivory, Lingkungan III, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumut Komisaris Besar Hadi Wahyudi membenarkan informasi penangkapan R alias Ahok tersebut.

Perwira menengah Polri itu mengatakan pelaku ditangkap pada Jumat (14/1). “Ya, benar, sudah diamankan,” kata Hadi Wahyudi kepada wartawan, Jumat (14/1).

Mantan Kapolres Biak Papua itu mengatakan Ahok saat diinterogasi mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap Agustina dan Darwin.

Akibat perbuatannya itu, pasutri tersebut babak belur. Meski begitu, Hadi belum memerinci lebih lanjut terkait motif pelaku melakukan penganiayan tersebut.

"Pelaku dikenakan Pasal 351 KUHPidana," pungkas Hadi Wahyudi.

Sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap pasutri itu terekam video, dan viral di media sosial.

Dugaan penganiayaan itu dipicu karena masalah klakson kendaraan.

Dalam video yang diunggah akun @tkpmedan di Instagram, terlihat wajah salah seorang laki-laki di video itu berlumuran darah.

Dia terlihat diapit oleh seorang wanita dan laki-laki.

Kejadian itu juga disaksikan oleh sejumlah warga yang ikut menenangkan.

Selain itu, seorang pria yang berada agak jauh dari korban terlihat memang sebuah benda diduga besi di tangannya. Pengunggah menjelaskan pasutri itu bernama Darwin Tanadi dan Agustina.

Sumber

Rabu, 29 Desember 2021

Pasutri Untung Rp100 Juta Tiap Bulan



TANGERANG - TS, 37 dan istrinya M, 34, warga Perumahan Suvarna Sutra, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, diringkus. Keduanya ditangkap diduga melakukan tindak pidana pemalsuan merek kasur ternama. 

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, mengatakan peristiwa bermula saat sales marketing perusahaan kasur Inoac menemui salah seorang pelanggan yang memberi informasi bahwa telah membeli kasur.

"Saat sales memeriksa kasur itu, diketahui jika kasur bermerek Inoac itu bukanlah produk asli Inoac," ujarnya, Selasa, 28 Desember 2021.

Wahyu menjelaskansales itu pun segera melaporkan peristiwa itu ke bagian legal perusahaan dan kemudian langsung membuat laporan ke polisi.

"Dari laporan itu, tim mengetahui lokasi toko dan gudang penjualan kasur dengan merek diduga palsu itu berada di Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang," katanya.

Wahyu menjelaskan berdasarkan penyelidikan dan barang bukti yang diamankan, penyidik kemudian meminta keterangan ahli dari Dirjen HAKI Kemenkumham. Keterangan ahli menyebutkan, barang bukti yang diamankan patut diduga merupakan produk dengan merek palsu.

"Kami juga melakukan penggeledahan di toko dan di gudang tersangka. Kami menemukan barang bukti puluhan kasur berbagai ukuran dan jenis yang bermerek Inoac diduga palsu," jelasnya. 

Wahyu menambahkan berdasarkan keterangan tersangka, kasur itu dibeli dari wilayah Bogor. Kemudian setelah tiba di gudang, kasur ditempeli stiker atau merek Inoac.

"Tersangka sudah menjalani aksinya itu sejak 2016. Dalam sebulan, penjualan kasur di toko bisa mencapai 30 sampai 50 kasur. Sedangkan penjualan di gudang mencapai 1.000 kasur. Sehingga dalam sebulan, keuntungan tersangka mencapai Rp100 juta lebih," katanya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 100 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 102 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Kedua tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara. 

"Kasusnya masih terus dikembangkan, guna mengungkap kemungkinan adanya tersangka lain atau jaringan yang lebih besar," ucap Wahyu.

Senin, 15 November 2021

Pasutri Ini Pertontonkan Aksi Hubungan Intim di Depan Anak-anak Sampai Meresahkan Warga, Psikolog: Bisa Dikategorikan Gangguan dan Kelainan Seksual dan Kejiwaan


GARIS KOMANDO - Perbuatan pasutri berinisial ES (24) dan LA (24) yang berasal dari kabupaten Tasikmalaya, meresahkan para warga sekitar tempat tinggalnya.

Pasalnya, pasutri ini mempertontonkan kegiatan mereka tengah melakukan hubungan seks di depan anak-anak.

Bahkan disebut-sebut, anaknya sendiri juga ikut menonton adegan tak senonoh tersebut.

Tidak gratis, anak-anak tersebut diminta uang tiket Rp 5000, rokok, mie instan, hingga kopi, untuk menonton adegan tersebut.

Akibat perbuatan tersebut, pasutri ini ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/11/2021), ketua MUI Desa Kadipaten Tasikmalaya setempat, Kholis, juga menyayangkan peristiwa itu terjadi di wilayahnya sendiri.

Kholis prihatin dengan adanya kejadian tersebut. 

Dirinya berharap agar anak-anak yang menjadi korban bisa mendapatkan pendampingan trauma healing.

"Psikis anak-anak harus dipulihkan agar akhlak mereka tidak ikut-ikutan rusak," katanya. 

Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/11/2021), Psikolog Endra Nawawi memandang, ada kecenderungan penyimpangan orientasi seksual pada pasangan suami istri itu.

"Apalagi kalau dilakukan sering untuk menemukan kepuasan atas perilakunya itu bisa disebut menyimpang secara seksual," jelas Endra Nawawi melalui sambungan telepon, Jumat (21/6/2019). 

Kegiatan suami istri normalnya sesuatu hal yang bersifat privasi dan tidak ingin didengar atau bahkan dilihat, apalagi dalam kasus ini sengaja dipertontonkan pada anak-anak, disebut Endra bahwa kejiwaan keduanya perlu diperiksa. 

"Hubungan suami istri jika tidak menyimpang secara orientasi seks, maka dilakukan secara tertutup. Bisa dikategorikan gangguan dan kelainan seksual dan kejiwaan," tuturnya. 

Terlepas dari kecenderungan itu, dampak yang sangat dikhawatirkan ialah dampak secara langsung pada anak-anak yang menonton kelakuan tak pantas pasutri tersebut.

Menurutnya, anak-anak kemungkinan akan menyimpan memori yang tidak mesti ada di masa kecil mereka.

Anak-anak yang menonton, kata Endra, perlu mendapat pendampingan serius untuk pemulihan psikis, terutama moral.

"Perlu ada trauma healing, anak-anak perlu diberikan pemahaman dan persepsi yang diluruskan, terlebih setelah apa yang mereka alami tersebut," katanya.


Sumber

Minggu, 03 Oktober 2021

Kisah Pasutri Menang Lotre Rp. 32 Miliar, Tetap Hidup Sederhana!


Inggris -
Seorang pasangan suami-istri pemenang lotre membagikan kisahnya tetap hidup sederhana meskipun memiliki puluhan miliar di kantongnya.

Tris Emson (51) dan suaminya Graham Norton (51) mendapatkan cek senilai GBP 1,7 juta atau setara Rp32 miliar di National Lottery pada Oktober 2003 silam.

Alih-alih menghabiskan uangnya untuk membeli mobil baru dan rumah besar, mereka menolak hal itu. Delapan belas tahun berlalu, keduanya masih tetap sama seperti dahulu, bekerja di sebuah sekolah dekat tempat tinggalnya di Rotherham, South Yorkshire, Inggris.

"Menjadi kaya tidak harus membuat Anda menjadi glamor. Saya tak suka pamer dan kaget soal uang, bahkan saya saja tidak mau hidup mewah," katanya, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (3/10/2021).

Tris mengaku menggunakan uangnya untuk membahagiakan keluarga dan para kerabatnya.

"Kalau melihat saya mungkin Anda berpikir saya bukan orang kaya, memang jika saya berias mungkin terlihat palsu, saya lebih suka pakai celana jeans ini," ucapnya.

Sejak momen keberuntungannya tiba hingga saat ini Tris masih mengatur uang tersebut dan menggunakannya untuk keperluan semata.

"Kami sangat berhati-hati. Saya tidak mau beli mobil sport, saya masih punya mobil, dan saya juga masih belanja di warung. Hal terbaik yang kami beli saat itu adalah karavan untuk piknik," tukasnya.

Dirinya mengaku mengajak teman-temanya liburan dan sempat membawa ibunya merasakan naiknya kapal pesiar. Tetapi aktivitas itu hanyalah sekali saja. Sementara yang lain, sepenuhnya ia gunakan untuk keperluan keluarga. 

Sumber Artikel