GK, Cilegon - Satuan Reskrim Polres Cilegon Polda Banten mengamankan pasutri pelaku ganjel ATM yang terjadi Pada hari Kamis tanggal 24 November 2022, diketahui sekira pukul 13.30 WIB. Di Alfamart, Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Jumat, 25 November 2022
Pasutri Pelaku Ganjel ATM Ditangkap
GK, Cilegon - Satuan Reskrim Polres Cilegon Polda Banten mengamankan pasutri pelaku ganjel ATM yang terjadi Pada hari Kamis tanggal 24 November 2022, diketahui sekira pukul 13.30 WIB. Di Alfamart, Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.
Selasa, 08 Maret 2022
Akibat Ban Mobil Pecah, Misi Gerebek Dugaan Perselingkuhan Gagal
Menurut informasi yang didapatkan oleh media, diduga kuat seseorang yang berinisial DS, merupakan adik mantan Bupati Lampung T****h, dan menurut informasinya DS ini sangat berpengaruh di Pemerintah Kabupaten, yang bisa mengendalikan Proyek Di Lampung Tengah.
Jumat, 14 Januari 2022
Ahok Ditangkap Polisi, Kombes Pol Hadi Wahyudi: Ya, Benar, Sudah Diamankan
GARISKOMANDO - Seorang pria di Sumatera Utara (Sumut) berinisial R alias Ahok (46) ditangkap polisi gegara diduga melakukan penganiayaan terhadap pasangan suami istri (pasutri).
Dugaan penganiayaan terhadap pasutri itu terjadi di Komplek Ivory, Lingkungan III, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumut.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumut Komisaris Besar Hadi Wahyudi membenarkan informasi penangkapan R alias Ahok tersebut.
Perwira menengah Polri itu mengatakan pelaku ditangkap pada Jumat (14/1). “Ya, benar, sudah diamankan,” kata Hadi Wahyudi kepada wartawan, Jumat (14/1).
Mantan Kapolres Biak Papua itu mengatakan Ahok saat diinterogasi mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan terhadap Agustina dan Darwin.
Akibat perbuatannya itu, pasutri tersebut babak belur. Meski begitu, Hadi belum memerinci lebih lanjut terkait motif pelaku melakukan penganiayan tersebut.
"Pelaku dikenakan Pasal 351 KUHPidana," pungkas Hadi Wahyudi.
Sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap pasutri itu terekam video, dan viral di media sosial.
Dugaan penganiayaan itu dipicu karena masalah klakson kendaraan.
Dalam video yang diunggah akun @tkpmedan di Instagram, terlihat wajah salah seorang laki-laki di video itu berlumuran darah.
Dia terlihat diapit oleh seorang wanita dan laki-laki.
Kejadian itu juga disaksikan oleh sejumlah warga yang ikut menenangkan.
Selain itu, seorang pria yang berada agak jauh dari korban terlihat memang sebuah benda diduga besi di tangannya. Pengunggah menjelaskan pasutri itu bernama Darwin Tanadi dan Agustina.
Rabu, 29 Desember 2021
Pasutri Untung Rp100 Juta Tiap Bulan
Senin, 15 November 2021
Pasutri Ini Pertontonkan Aksi Hubungan Intim di Depan Anak-anak Sampai Meresahkan Warga, Psikolog: Bisa Dikategorikan Gangguan dan Kelainan Seksual dan Kejiwaan
GARIS KOMANDO - Perbuatan pasutri berinisial ES (24) dan LA (24) yang berasal dari kabupaten Tasikmalaya, meresahkan para warga sekitar tempat tinggalnya.
Pasalnya, pasutri ini mempertontonkan kegiatan mereka tengah melakukan hubungan seks di depan anak-anak.
Bahkan disebut-sebut, anaknya sendiri juga ikut menonton adegan tak senonoh tersebut.
Tidak gratis, anak-anak tersebut diminta uang tiket Rp 5000, rokok, mie instan, hingga kopi, untuk menonton adegan tersebut.
Akibat perbuatan tersebut, pasutri ini ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/11/2021), ketua MUI Desa Kadipaten Tasikmalaya setempat, Kholis, juga menyayangkan peristiwa itu terjadi di wilayahnya sendiri.
Kholis prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
Dirinya berharap agar anak-anak yang menjadi korban bisa mendapatkan pendampingan trauma healing.
"Psikis anak-anak harus dipulihkan agar akhlak mereka tidak ikut-ikutan rusak," katanya.
Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (13/11/2021), Psikolog Endra Nawawi memandang, ada kecenderungan penyimpangan orientasi seksual pada pasangan suami istri itu.
"Apalagi kalau dilakukan sering untuk menemukan kepuasan atas perilakunya itu bisa disebut menyimpang secara seksual," jelas Endra Nawawi melalui sambungan telepon, Jumat (21/6/2019).
Kegiatan suami istri normalnya sesuatu hal yang bersifat privasi dan tidak ingin didengar atau bahkan dilihat, apalagi dalam kasus ini sengaja dipertontonkan pada anak-anak, disebut Endra bahwa kejiwaan keduanya perlu diperiksa.
"Hubungan suami istri jika tidak menyimpang secara orientasi seks, maka dilakukan secara tertutup. Bisa dikategorikan gangguan dan kelainan seksual dan kejiwaan," tuturnya.
Terlepas dari kecenderungan itu, dampak yang sangat dikhawatirkan ialah dampak secara langsung pada anak-anak yang menonton kelakuan tak pantas pasutri tersebut.
Menurutnya, anak-anak kemungkinan akan menyimpan memori yang tidak mesti ada di masa kecil mereka.
Anak-anak yang menonton, kata Endra, perlu mendapat pendampingan serius untuk pemulihan psikis, terutama moral.
"Perlu ada trauma healing, anak-anak perlu diberikan pemahaman dan persepsi yang diluruskan, terlebih setelah apa yang mereka alami tersebut," katanya.
Minggu, 03 Oktober 2021
Kisah Pasutri Menang Lotre Rp. 32 Miliar, Tetap Hidup Sederhana!
Inggris - Seorang pasangan suami-istri pemenang lotre membagikan kisahnya tetap hidup sederhana meskipun memiliki puluhan miliar di kantongnya.
Tris Emson (51) dan suaminya Graham Norton (51) mendapatkan cek senilai GBP 1,7 juta atau setara Rp32 miliar di National Lottery pada Oktober 2003 silam.
Alih-alih menghabiskan uangnya untuk membeli mobil baru dan rumah besar, mereka menolak hal itu. Delapan belas tahun berlalu, keduanya masih tetap sama seperti dahulu, bekerja di sebuah sekolah dekat tempat tinggalnya di Rotherham, South Yorkshire, Inggris.
"Menjadi kaya tidak harus membuat Anda menjadi glamor. Saya tak suka pamer dan kaget soal uang, bahkan saya saja tidak mau hidup mewah," katanya, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (3/10/2021).
Tris mengaku menggunakan uangnya untuk membahagiakan keluarga dan para kerabatnya.
"Kalau melihat saya mungkin Anda berpikir saya bukan orang kaya, memang jika saya berias mungkin terlihat palsu, saya lebih suka pakai celana jeans ini," ucapnya.
Sejak momen keberuntungannya tiba hingga saat ini Tris masih mengatur uang tersebut dan menggunakannya untuk keperluan semata.
"Kami sangat berhati-hati. Saya tidak mau beli mobil sport, saya masih punya mobil, dan saya juga masih belanja di warung. Hal terbaik yang kami beli saat itu adalah karavan untuk piknik," tukasnya.
Dirinya mengaku mengajak teman-temanya liburan dan sempat membawa ibunya merasakan naiknya kapal pesiar. Tetapi aktivitas itu hanyalah sekali saja. Sementara yang lain, sepenuhnya ia gunakan untuk keperluan keluarga.












