Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Orang Tua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orang Tua. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2022

Isak Tangis Pecah Saat 7 Remaja di Pertemukan Kepada Orang Tua


GK, Cilegon - Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan Press Conference keberhasilan mengamankan Remaja yang diduga akan melakukan tawuran dari 17 Remaja 7 diantaranya dipulangkan ke Orang Tua dan Wali disaksikan Oleh Wakapolres Cilegon Kompol Andie Firmansyah, Kasat Reskrim AKP Mochamad Nandar, Kasihumas Polres Cilegon IPTU Sigit Dermawan dan Perwakilan Sekolah, bertempat diaula Serbaguna Polres Cilegon pada Senin (21/11).

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro diwakili Wakapolres Cilegon Kompol Andie Firmansyah mengatakan, "7 dari 17 Remaja yang diduga akan melakukan tawuran kami kembalikan ke Orang Tua dikarenakan tidak terbukti membawa senjata tajam dan hanya terhasut atau ikut ajakan teman temannya saja untuk melaksanakan tawuran antar pelajar Atau Kelompok," ucap Andie.

Andie mengatakan sebelum diserahkan pihaknya memberikan nasihat kepada remaja tersebut, "Sebelum diserahkan kepada Orang Tua, kami memberikan nasihat kepada 7 Remaja tersebut, 
jika kalian tidak tertangkap kemungkinan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masa depan adik-adik ini masih panjang dan kalian harus meminta maaf kepada Orang Tua kalian," Tambah Andie.

Andie juga memerintahkan kepada para remaja untuk mencuci kaki orang tua dan meminta maaf sesampainya di rumah, "

Terlihat Isak tangis mereka pecah saat bersujud didepan Orang Tuanya, karena kita ketahui dan setelah kita dalami mereka hanya ikut ikutan saja, sehingga ketika tadi saya perintahkan meminta maaf kepada Orang Tua, mereka menangis sampai meraung-raung, saya pun ajak mereka agar nanti sepulang dari Polres Cilegon Polda Banten agar mencuci kaki Orang Tua mereka dan berjanji tidak akan mengulangi," tegas Andie.

Terakhir Andie mengatakan hal ini merupakan bentuk Implementasi Program Quick Wins Presisi Polri dan Commander Wish Kapolda Banten tentang Pengoptimalisasi Pemolisian Masyarakat.

"Upaya kami ini merupakan bentuk Implementasi Program Quick Wins Presisi Polri dan Commander Wish Kapolda Banten tentang pengoptimalisasi pemolisian M masyarakat, meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui media sosial sehingga nantinya Situasi Kamtibmas di Kota Cilegon berjalan aman dan nyaman, kami juga mensosialisasikan bahwa Polres Cilegon Polda Banten sudah meraih predikat WBK dan menuju Wbbm sehingga kami terus melaksanakan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutup Andie.

Sabtu, 06 November 2021

Mama Muda Bunuh 5 Anak Kandung gegara Lihat Foto Suami dengan Selingkuhan

Ilustrasi pembunuhan (foto: iNews)



Garis Komando - Seorang mama muda tega membuhunuh lima anak kandungnya. Aksi keji perempuan asal Jerman ini dipicu lantaran melihat foto suamianya dengan selingkuhan.

Christiane K (28) itu dilaporkan mencekik kelima anaknya hingga mati lemas di apartemennya di Solingen, Jerman, pada 3 September 2020.

Dikutip dari Mirror, Jumat (5/11/2021), dalam persidangan di Pengadilan distrik Wuppertal, Christiane membius Melina (1), Leonie (2), Sophie (3), Timo (6), dan Luca (8) tahun sebelum menenggelamkan atau mencekik mereka di bak mandi.

Setelah dia melakukan pembunuhan itu, dia membungkus jasad mereka dengan handuk dan meletakkannya di tempat tidur mereka.

Putra sulungnya, yang berusia 11 tahun saat itu, selamat karena dia berada jauh dari rumah pada kejadian.

Detektif mengklaim dia membunuh anak-anaknya setelah melihat foto suaminya dengan wanita selingkuhandi sisinya.

Dia mengirim pesan kepada suaminya untuk memberi tahu dia bahwa dia tidak akan melihat anak-anaknya lagi sebelum dia melakukan pembunuhan yang mengerikan itu.

Christiane K menabrakan dirinya ke depan kereta di Stasiun Pusat Dusseldorf untuk bunuh diri, tapi dia selamat. Pakar psikiatri dan psikologi yang ditunjuk oleh pengadilan tidak menemukan bukti bahwa dia mengalami gangguan mental yang serius pada saat melakukan pembunuhan itu.

Dalam sidang, Christiane mengklaim bahwa orang asing masuk ke rumahnya, memborgolnya, memaksanya untuk mengetik pesan kepada suaminya sebelum membunuh anak-anaknya. 

Pengadilan mendengarkan lebih dari 40 saksi selama 20 hari persidangan sebelum Christiane dinyatakan bersalah dan menjatuhkan hukuman seumur hidup.

Putranya yang masih hidup diyakini berada di bawah asuhan neneknya.


Senin, 01 November 2021

Anak Gadis Tewas Akibat Luka Bakar Serius, Handphone Meledak Saat Belajar Online di Rumah

Anak perempuan ini tewas akibat handphone yang meledak di tangannya. [ist/ChinaTimes]

Garis Komando - Seorang anak perempuan tewas dengan luka bakar serius akibat handphone yang meledak pada tangannya saat sedang belajar online di rumah.

Mengutip Bogordaily dari VN Express, peristiwa tragedi dimana seorang anak berusia 11 tahun di Provinsi Nghe An, Vietnam meninggal dunia saat belajar online di rumah menggunakan handphone. 

Seorang anak berusia 11 tahun dilaporkan meninggal dunia saat belajar online di rumah menggunakan handphone.

Si anak menggunakan ponsel sambil belajar dan dalam posisi sedang mengisi baterai lalu tiba-tiba meledak dan membuat si anak mengalami luka bakar serius.

Pihak keluarga dan tetangga sempat membawa anak tersebut ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, tetapi nyawa anak tersebut tidak bisa tertolong lagi.

Memang di daerah tempat tinggal anak tersebut baru saja menerapkan pembelajaran tatap muka. Tapi karena terbatas, masih ada beberapa sesi pembelajaran yang harus dilakukan secara online. 

Departemen Pendidikan Distrik Nam Dan menjelaskan lebih detail insiden tersebut, dimana ternyata anak itu sedang menggunakan earphone saat handphonenya dicas. Kemungkinan aliran listrik menjalar ke tubuh anak itu melalui earphone.

Sementara itu saat ini belum diketahui alasan pasti kenapa handphone tersebut bisa meledak. Namun melihat kasus yang pernah terjadi, penggunaan charger bajakan atau suhu handphone yang terlalu panas dan masih tetap digunakan.


Sumber

Kamis, 14 Oktober 2021

Ibu Menangis Saat Anak Bekerja di Pinjol Diangkut Polisi

Seorang ibu-ibu bernama Liswati cukup histeris melihat anaknya bernama Ade Afifah, 22 tahun, saat diamankan dan dibawa menuju mobil polisi ke Polda Metro Jaya

Jakarta - Seorang ibu bernama Liswati menangis histeris melihat anaknya bernama Ade Afifah, 22 tahun, diamankan dan dibawa menuju mobil polisi ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Afifah merupakan anak pertamanya yang baru satu bulan bekerja di PT Indo Tekno Nusantara, perusahaan yang digerebek polisi karena terlibat dalam praktik usaha pinjaman online atau pinjol ilegal.

Liswati merasa nelangsa dengan anaknya yang tiap hari melakoni pekerjaan tersebut sejak pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 19.00 WIB malam. Gaji yang didapatkan selama satu bulan tersebut sebesar Rp 1,4 juta.

Tiap hari kerja banting tulang, kini malah diangkut polisi gara-gara tempatnya bekerja bermasalah.

"Gaji yang diterima Rp1,4 juta," ujar Liswati sambil menangis di lokasi penggerebekan di Ruko Crown Blok C1-7, kawasan Grand Lake, Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/10).

Liswati bercerita Afifah yang merupakan anak pertamanya tersebut menjadi tulang punggung keluarga. Setiap hari Afifah bekerja meneleponi para nasabah pinjol.

Liswati biasa sehari-hari mengantarkan nasi untuk anak tersebut ketika jam istirahat. Tapi hari ini Afifah memberikan informasi kepada ibunya agar tidak mengirimkan nasi terlebih dahulu. Sebab aparat kepolisian sudah datang ke lokasi penggerebekan.

"Dikasih info anak saya jangan ke kantor dulu. Karena sudah banyak polisi. Saya khawatir makanya langsung datang ke sini," katanya.

Ayah Afifah bekerja sebagai ojek online. Sementara Liswati bekerja sebagai pedagang pete dan ikan asin di wilayah Pinang, Kota Tangerang. Mereka hidup mengontrak di wilayah Pinang. 

"Saya punya tiga anak. Dia (Ade) sebagai tulang punggung keluarga," ungkapnya. PT Indo Tekno Nusantara (ITN) adalah perusahaan penagih utang yang melayani jasa penagihan pinjaman nasabah dari 13 aplikasi pinjaman online (pinjol).

Kantor perusahaan penagih yang berlokasi di Perumahan Green Lake City digerebek oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tadi siang.

Dalam penggerebekan itu, polisi turut menangkap 32 karyawan perusahaan tersebut. Mereka terdiri dari tim analisis, marketing hingga kolektor. 

Puluhan orang itu selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik Ditreskrimsus.

Sumber

Bocah Iseng Pasang Gembok Sepeda ke Leher Ibu, Berujung Lupa Kodenya

“Saya tidak dapat membukanya dengan kode yang telah saya tetapkan dan saya tidak tahu berapa kali dia mengubahnya, jadi saya panik,” ungkapnya. 

Garis Komando - Memiliki anak yang sedang berada di fase aktif dan serba penasaran menjadi momen penting bagi orang tua. Tak hanya perlu mengawasinya, ayah dan ibu pun juga harus memberikan banyak penjelasan detail sebagai salah satu bentuk didikan. Tantangan ini memang tak mudah, namun bukan berarti mustahil untuk dilakukan. Sebab, dengan begitu orang tua dapat terhindar dari segala resiko yang akan diterima. 

Bukan sekadar ungkapan, perhatian dan pemberian pemahaman anak sangat penting untuk dilakukan. Jangan sampai kamu berujung pada kecelakaan yang bisa membahayakan dirimu maupun si kecil. Seperti pengalaman yang dirasakan seorang ibu di Provinsi Jiangsu, China. Leher wanita itu sempat terjebak dengan gembok sepeda. Benda yang dikunci menggunakan kode sandi itu tak bisa terlepas, akibat sang putra mengganti kode tersebut tanpa sepengetahuannya.

foto: OddityCentral

Dilansir brilio.net dari OddityCentral pada Kamis (14/10), kejadian ini bermula saat sang ibu sedang membersihkan toilet rumahnya. Tiba-tiba sang putra yang berusia 4 tahun, mengalungkan gembok sepeda ke lehernya. Pada awalnya ia menanggapi kejadian tersebut dengan santai, lantaran mengetahui kode dari gembok tersebut. Tanpa diduga, rupanya sang anak telah mengutak-atik benda tersebut dan berujung pada kode yang tak diketahui siapapun.

"Saya sedang membersihkan toilet, dan anak saya sedang bermain dengan kunci sepeda di sebelah saya. Dia tiba-tiba mengalungkannya di leherku dan menguncinya. Saya tidak dapat membukanya dengan kode yang telah saya tetapkan dan saya tidak tahu berapa kali dia mengubahnya, jadi saya panik," begitu cerita sang ibu.

foto: OddityCentral

Menghadapi situasi sulit, wanita itu akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor polisi. Sayangnya, polisi pun kesulitan untuk membantu membuka gembok tersebut. Akhirnya, pihak pemadam kebakaran dilibatkan untuk membongkar gembok yang ada di lehernya. Para petugas memutuskan untuk memotong gembok itu dan meletakkan handuk di antara leher sang ibu dengan benda tersebut.

Beruntungnya, ibu yang enggan disebutkan identitasnya itu bisa terlepas dari jebakan gembok. Namun petugas berharap sang ibu bisa memberikan pemahaman mengenai batasan kepada sang putra. Dengan begitu diharapkan kejadian tersebut tidak akan terulang. Bahkan sejak video pembongkaran gemboknya tersebar di media sosial, banyak pula warganet yang memberikan pandangan sama. Akan tetapi wanita itu menjelaskan bahwa ia sudah memberi hukuman kepada anaknya.