Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri internasional. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri internasional. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2026

Unila Lantik Pejabat Strategis, Perkuat Tata Kelola Menuju World Class University


Lampung
– Universitas Lampung (Unila) menggelar pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama serta pejabat fungsional di lingkungan kampus setempat, Jumat, 20 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang pelantikan lantai empat Rektorat tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola dan struktur organisasi universitas.


Pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, dan dihadiri para Wakil Rektor, dekan, kepala biro, kepala UPA, kepala bagian dan subbagian, serta rohaniwan.


Adapun pejabat yang dilantik yakni Indrayati Putri Idrus, S.H., M.H., sebagai Kepala Biro Keuangan, Kepegawaian, dan Umum; Puspa Widya Kencana, S.I.P., sebagai Perencana Ahli Muda; serta Agus Effendi, S.Kom., sebagai Perencana Ahli Pertama.


Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat kinerja organisasi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.


“Saya berharap Bapak dan Ibu dapat segera melakukan adaptasi dan akselerasi kerja. Tidak ada waktu untuk bersantai, karena tuntutan publik dan persaingan antarperguruan tinggi menuntut kita untuk bergerak lebih cepat,” ujarnya.


Rektor juga menekankan bahwa jabatan Kepala Biro Keuangan, Kepegawaian, dan Umum memiliki peran strategis sebagai jantung operasional universitas. Melalui biro tersebut, pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, serta urusan administrasi umum diharapkan berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.


Sementara itu, kepada pejabat fungsional perencana, Rektor berpesan agar mampu menjalankan tugas secara profesional, adaptif, dan berbasis data. Perencanaan yang matang dan terukur dinilai menjadi kunci dalam merumuskan program dan kebijakan yang berdampak nyata bagi pengembangan institusi.


Pelantikan ini sekaligus menjadi langkah konkret Unila dalam memperkuat tata kelola administrasi dan mendukung terwujudnya visi sebagai perguruan tinggi berkelas dunia (world class university) yang unggul, akuntabel, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. 

Jumat, 20 Februari 2026

Semarak Festival Kuliner “Jelajah Rasa” Warnai Ramadan di Unila


Lampung
– Suasana hari pertama Ramadan 1447 Hijriah di Universitas Lampung (Unila) berlangsung meriah dengan digelarnya Festival Kuliner “Jelajah Rasa” di area Shuttle Bus Unila, Kamis (19/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB ini menjadi pembuka rangkaian agenda Ramadan di lingkungan kampus dan akan berlangsung sepanjang bulan suci.

Sejak sore hari, ratusan pengunjung memadati lokasi festival untuk berburu menu berbuka puasa. Sebanyak 80 stan kuliner berjajar menawarkan beragam hidangan, mulai dari takjil manis, minuman segar, hingga aneka gorengan dan makanan berat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa menjelang azan Magrib.

Festival “Jelajah Rasa” merupakan program Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Danantara. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menghadirkan alternatif kuliner Ramadan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Tak hanya pelaku UMKM, mahasiswa Unila juga diberi kesempatan untuk ambil bagian sebagai tenant. Dengan melampirkan surat izin dari fakultas masing-masing, mahasiswa dapat membuka stan dan menjajakan produk mereka. Langkah ini menjadi bentuk dukungan kampus terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Antusiasme pengunjung terlihat jelas pada hari pertama pelaksanaan. Mika, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2025, mengaku sengaja datang untuk merasakan pengalaman berbuka puasa yang berbeda.
“Ini hari pertama puasa, jadi ingin berbuka dengan sesuatu yang baru. Kebetulan di Shuttle Unila ada bazar, jadi sekalian datang ke sini,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran festival tersebut sangat membantu mahasiswa karena menyediakan banyak pilihan menu dalam satu lokasi yang mudah dijangkau.

Hal serupa dirasakan para pedagang. Samsudin, salah satu pelaku UMKM peserta festival, menyampaikan bahwa stan miliknya ramai diserbu pembeli sejak awal pembukaan.

“Pengunjung hari ini ramai, baru pertama buka sudah banyak yang beli. Kami sebagai UMKM merasa sangat terbantu dan senang dengan program yang dikelola Unila ini,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar UMKM memiliki ruang berjualan yang stabil di lingkungan kampus.

Melalui Festival Kuliner “Jelajah Rasa”, Unila menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang inklusif dan produktif bagi sivitas akademika, masyarakat, serta pelaku UMKM. Selain menyemarakkan suasana Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi dan penguatan kebersamaan di lingkungan kampus.

Kamis, 19 Februari 2026

Hari Pertama Ramadan, Festival “Jelajah Rasa” Unila Diserbu Pengunjung dan Angkat UMKM


Lampung
– Suasana hari pertama Ramadan 1447 Hijriah di Universitas Lampung (Unila) berlangsung meriah dengan digelarnya Festival Kuliner “Jelajah Rasa” di area Shuttle Bus Unila, Kamis (19/2/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 WIB ini menjadi pembuka rangkaian agenda Ramadan di lingkungan kampus dan akan berlangsung sepanjang bulan suci.

Sejak sore hari, ratusan pengunjung memadati lokasi festival untuk berburu menu berbuka puasa. Sebanyak 80 stan kuliner berjajar menawarkan beragam hidangan, mulai dari takjil manis, minuman segar, hingga aneka gorengan dan makanan berat. Suasana hangat dan penuh kebersamaan pun terasa menjelang azan Magrib.

Festival “Jelajah Rasa” merupakan program Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Danantara. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menghadirkan alternatif kuliner Ramadan bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Tak hanya pelaku UMKM, mahasiswa Unila juga diberi kesempatan untuk ambil bagian sebagai tenant. Dengan melampirkan surat izin dari fakultas masing-masing, mahasiswa dapat membuka stan dan menjajakan produk mereka. Langkah ini menjadi bentuk dukungan kampus terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa.

Antusiasme pengunjung terlihat jelas pada hari pertama pelaksanaan. Mika, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2025, mengaku sengaja datang untuk merasakan pengalaman berbuka puasa yang berbeda.
“Ini hari pertama puasa, jadi ingin berbuka dengan sesuatu yang baru. Kebetulan di Shuttle Unila ada bazar, jadi sekalian datang ke sini,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran festival tersebut sangat membantu mahasiswa karena menyediakan banyak pilihan menu dalam satu lokasi yang mudah dijangkau.

Hal serupa dirasakan para pedagang. Samsudin, salah satu pelaku UMKM peserta festival, menyampaikan bahwa stan miliknya ramai diserbu pembeli sejak awal pembukaan.

“Pengunjung hari ini ramai, baru pertama buka sudah banyak yang beli. Kami sebagai UMKM merasa sangat terbantu dan senang dengan program yang dikelola Unila ini,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar UMKM memiliki ruang berjualan yang stabil di lingkungan kampus.

Melalui Festival Kuliner “Jelajah Rasa”, Unila menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang inklusif dan produktif bagi sivitas akademika, masyarakat, serta pelaku UMKM. Selain menyemarakkan suasana Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi dan penguatan kebersamaan di lingkungan kampus.

Rabu, 18 Februari 2026

Pegadaian Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat Dukungan Fatwa Usaha Bulion DSN-MUI


JAKARTA
– PT Pegadaian menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional dengan mendukung penuh penerbitan Fatwa Nomor 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah oleh DSN-MUI. Fatwa tersebut diluncurkan secara resmi di Ballroom Pegadaian Tower, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Fatwa ini menjadi tonggak penting bagi industri keuangan syariah Indonesia karena memberikan kepastian hukum dan pedoman operasional dalam pelaksanaan usaha bulion, khususnya yang berbasis emas. Kehadirannya merupakan respons atas dinamika pasar emas modern serta mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), serta POJK Nomor 17 Tahun 2024.

Sebagai lembaga jasa keuangan pertama yang mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan, Pegadaian dinilai siap menjadi pionir dalam implementasi fatwa tersebut melalui Layanan Bank Emas.
Ketua Badan Pengurus Harian DSN-MUI, KH. M. Cholil Nafis, menyatakan bahwa fatwa ini bertujuan mendorong emas tidak hanya sebagai instrumen simpanan, tetapi juga sebagai investasi strategis yang mampu menjaga nilai aset masyarakat. Ia menilai potensi emas nasional yang mencapai sekitar 1.800 ton dapat menjadi kekuatan ekonomi besar jika dikelola sesuai prinsip syariah.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, menegaskan bahwa fatwa ini memberikan landasan hukum yang kuat bagi Pegadaian dalam menjalankan bisnis bulion secara aman, transparan, dan akuntabel.

“Setiap gram emas yang ditransaksikan nasabah, baik melalui Tabungan Emas maupun Cicil Emas, memiliki underlying emas fisik yang nyata dan tersimpan di tempat penyimpanan berstandar internasional dengan rasio satu banding satu,” ujarnya.

Dalam fatwa tersebut, kegiatan usaha bulion syariah mencakup empat pilar utama, yakni simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas dengan beragam akad syariah seperti qardh, mudharabah, musyarakah, murabahah, hingga ijarah dan wadi’ah.

Salah satu konsep penting yang diatur adalah emas musya’, yaitu kepemilikan emas secara kolektif yang menjamin kejelasan aset dan menghindari unsur ketidakpastian (gharar), khususnya pada produk emas digital.

Dengan hadirnya fatwa ini, Pegadaian optimistis literasi dan inklusi keuangan syariah akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas yang aman, produktif, dan sesuai prinsip syariah. Fatwa ini diharapkan menjadi fondasi strategis bagi terciptanya ekosistem keuangan syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Minggu, 15 Februari 2026

Semangat Juang di Atas Ring, Ketua DPRD Lampung Tutup Kejuaraan Tinju Amatir 2026



Bandar Lampung
 — Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua PERBATI Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara penutupan Kejuaraan Tinju Amatir Polresta Bandar Lampung Boxing Championship Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Minggu (15/2/2026).

Dalam sambutannya, A. Giri Akbar menyampaikan apresiasi kepada Polresta Bandar Lampung selaku penyelenggara yang telah sukses melaksanakan kejuaraan sebagai wadah pembinaan dan pencarian bibit atlet tinju berprestasi di Provinsi Lampung. 

Ia menilai kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif serta upaya meningkatkan prestasi olahraga tinju di daerah.

Selama beberapa hari pelaksanaan kejuaraan, masyarakat telah disuguhkan pertandingan-pertandingan sengit yang penuh teknik, strategi, dan semangat juang tinggi. Setiap atlet yang naik ke atas ring menunjukkan keberanian luar biasa, tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama sasana, daerah, bahkan harapan keluarga dan masyarakat.

Kepada para atlet yang berhasil meraih juara, ia menyampaikan selamat serta berpesan agar mempertahankan prestasi, tidak cepat puas, dan terus berlatih dengan rendah hati. Kemenangan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, baik di level provinsi, nasional, maupun internasional. Sementara kepada atlet yang belum meraih kemenangan, ia berpesan agar tidak pernah menyerah karena kekalahan merupakan bagian dari proses menuju kematangan dan kesuksesan.

Lebih lanjut, A. Giri Akbar berharap setelah kejuaraan ini selesai, semangat pembinaan tidak ikut berakhir. Latihan harus terus berjalan, pembinaan semakin diperkuat, serta evaluasi dilakukan guna menyelenggarakan kejuaraan yang lebih besar, lebih baik, dan lebih berkualitas di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para atlet Lampung yang sebelumnya berlaga pada Kejuaraan Nasional PERBATI di Jakarta dan berhasil membawa pulang enam medali, terdiri dari tiga medali emas yang diraih Nabila, Dira, dan Rico, dua medali perak oleh Nadine dan Rasya, serta satu medali perunggu oleh Erfandi.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus mengharumkan nama Lampung di kancah nasional maupun internasional.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut Wakil Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal Polisi Drs. Sumanto, M.Si., beserta Pejabat Utama Polda Lampung; perwakilan Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, S.E., M.M.; Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Polisi Alfret Jacob Tilukay, S.I.K., M.Si.; unsur Forkopimda Kota Bandar Lampung; Ketua KONI Provinsi Lampung atau yang mewakili; Ketua PERTINA atau yang mewakili; serta para pengurus PERBATI Provinsi Lampung.

Acara penutupan ditandai dengan penyerahan piala, medali, dan penghargaan kepada para pemenang di setiap kelas pertandingan serta sesi foto bersama panitia, atlet, dan tamu undangan.

Kejuaraan tinju amatir ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung.

Sabtu, 14 Februari 2026

A. Giri Akbar Hadiri Pembukaan Polresta Bandar Lampung Boxing Championship 2026, Dorong Lahirnya Petinju Berprestasi


Bandar Lampung
— Ketua DPRD Provinsi Lampung yang juga Ketua PERBATI Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri pembukaan Kejuaraan Tinju Amatir Polresta Bandar Lampung Boxing Championship Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, Jumat (13/2/2026).

Kejuaraan bertajuk Polresta Bandar Lampung Boxing Championship 2026 “Rise Of The Champions” ini berlangsung pada 12–15 Februari 2026 sebagai ajang pembinaan sekaligus kompetisi bagi atlet tinju amatir di Provinsi Lampung.

Kehadiran A. Giri Akbar menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan olahraga, khususnya cabang tinju, serta komitmen dalam mendorong peningkatan prestasi atlet daerah.

Rangkaian pembukaan diawali dengan registrasi dan kedatangan tamu undangan, pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan doa, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Patriot Olahraga. Selanjutnya, Ketua Panitia Pelaksana AKP Joni Maputra, S.H., menyampaikan laporan kegiatan.

Dalam laporannya, AKP Joni Maputra menjelaskan bahwa kejuaraan ini diselenggarakan sebagai upaya pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet tinju berprestasi di Provinsi Lampung. Para atlet dari berbagai sasana dan daerah bertanding dalam sejumlah kelas sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kejuaraan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional,” ujarnya.

Selain sebagai wadah kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat hubungan antar atlet serta meningkatkan kualitas olahraga tinju. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polresta Bandar Lampung dalam mendukung aktivitas positif generasi muda guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, A. Giri Akbar menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan, melainkan bagian dari strategi pembinaan olahraga tinju di Provinsi Lampung melalui pencarian bakat, pengembangan potensi, serta pemberian ruang bagi generasi muda untuk berprestasi.
Ia menekankan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses latihan disiplin, pembinaan terarah, kompetisi berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak.

Ia juga mencontohkan capaian atlet Lampung yang berhasil meraih medali pada ajang internasional di Thailand sebagai bukti bahwa atlet daerah mampu bersaing di tingkat dunia.

Kepada para atlet, ia berpesan agar menunjukkan semangat juang tinggi dengan tetap menjunjung sportivitas, menghormati lawan dan wasit, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman berharga.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memajukan tinju di Provinsi Lampung.

Dengan pembinaan yang konsisten dan kompetisi yang rutin serta berkualitas, diharapkan lahir petinju-petinju berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Acara pembukaan turut dihadiri Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, M.Si., yang secara resmi membuka kejuaraan dengan pemukulan lonceng sebagai simbol dimulainya pertandingan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Kejuaraan tinju amatir ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi olahraga dalam meningkatkan prestasi olahraga sekaligus pembinaan generasi muda di Provinsi Lampung.

Kamis, 12 Februari 2026

Unila Gelar Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan PDLN Secara Hybrid


Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop Kerja Sama Berdampak dan Pengurusan Izin Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) secara hybrid, yakni luring di ruang sidang utama lantai dua Unila serta daring melalui Zoom Meeting, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., bersama jajaran pimpinan universitas, di antaranya Ketua Senat, para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, serta para Ketua Lembaga di lingkungan Unila.

Dalam sambutannya, Prof. Ayi Ahadiat menegaskan bahwa workshop tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman teknis, serta memperkuat tata kelola pengurusan izin perjalanan dinas luar negeri di lingkungan kampus.

“Melalui tata kelola yang baik, kerja sama internasional yang dijalin tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan empat narasumber dari kementerian dan lembaga terkait, yakni Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kementerian Sekretariat Negara RI, Novianti; perwakilan Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Suryo Boediono, S.T., M.B.A.; Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendiktisaintek, Firman Hidayat, S.S., M.Si.; serta Kepala Subbidang Paspor Diplomatik dan Dinas Direktorat Konsuler, Oky Yanuar.

Materi yang disampaikan mencakup konsep kerja sama berdampak yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) 5 dan IKU 8, prosedur pengurusan PDLN bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, hingga mekanisme pengurusan paspor dinas dan exit permit.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai prosedur administratif dan regulasi dalam pelaksanaan kerja sama internasional serta perjalanan dinas luar negeri. Hal tersebut diharapkan mampu meminimalkan kendala administratif di masa mendatang.

Workshop ini juga diharapkan mendorong para pengelola kerja sama di Unila untuk menyusun dan menjalankan program kolaborasi yang selaras dengan kebijakan kampus berdampak, sekaligus mendukung agenda internasionalisasi universitas secara tertib, sistematis, dan berkelanjutan.

Unila Resmi Lantik 34 Organisasi Kemahasiswaan 2026, Dorong Prestasi Menuju Top Ten University


Bandar Lampung
– Universitas Lampung (Unila) resmi melantik 34 Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Tahun 2026 dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Unila, Kamis (12/2/2026).

Pelantikan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., yang juga menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh pengurus ormawa yang baru dilantik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, di antaranya Rektor Senior Prof. Suqena P. Harianto, M.S., para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Bagian Akademik, Ketua Tim Kemahasiswaan, pembina organisasi kemahasiswaan, serta para pengurus ormawa.

Dalam sambutannya, Prof. Sunyono menegaskan bahwa pelantikan 34 organisasi kemahasiswaan bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan besarnya potensi mahasiswa Unila sebagai agen perubahan.

“Angka 34 ini mencerminkan kekuatan, energi, dan potensi besar mahasiswa Unila dalam menggerakkan perubahan, inovasi, dan prestasi. Organisasi kemahasiswaan adalah ruang pembelajaran berharga, tempat integritas diuji, komitmen dibangun, dan kapasitas kepemimpinan ditempa,” ujarnya.

Ia menekankan, peran ormawa sangat strategis dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 3 yang berkaitan dengan prestasi mahasiswa. Menurutnya, capaian prestasi mahasiswa menjadi faktor penting dalam meningkatkan reputasi Unila di tingkat nasional.

“Jika kita memiliki target besar membawa Unila masuk jajaran Top Ten University, maka prestasi mahasiswa bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Prestasi nasional dan internasional harus menjadi budaya. Setiap program kerja ormawa harus berorientasi pada luaran yang jelas, terukur, dan berdampak pada capaian IKU 3,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas program, seluruh ormawa pada tahun 2026 diwajibkan mengajukan subproposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Tahun ini, pendanaan maksimal yang dapat diajukan mencapai Rp30 juta per subproposal.

Program tersebut diharapkan dimanfaatkan untuk merancang kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang inovatif, berkelanjutan, serta kompetitif di tingkat nasional. Direktorat Kemahasiswaan Unila juga akan memberikan pendampingan agar proposal yang diajukan memenuhi standar dan mampu bersaing.

Selain itu, ormawa didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas organisasi dan lintas fakultas, mengembangkan inovasi serta kewirausahaan mahasiswa, dan mengelola organisasi secara profesional, akuntabel, serta berdampak nyata.
Menutup sambutannya, Prof. Sunyono menegaskan bahwa kampus unggul lahir dari sinergi kolektif.

“Kampus unggul tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, pembina, dan mahasiswa dalam satu visi yang sama. Dengan kolaborasi, disiplin, dan mental juara, Unila akan semakin diperhitungkan di tingkat nasional,” katanya.

Pelantikan ditandai dengan pernyataan resmi pelantikan pengurus Organisasi Kemahasiswaan Universitas Lampung Tahun 2026. Para pengurus yang telah menerima amanah diharapkan menjalankan tugas dengan tanggung jawab, integritas, dan dedikasi demi kemajuan almamater.

Bukan Sekadar Ajang Kecantikan, Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 Kampanyekan Perawatan Kulit Sehat


BANDAR LAMPUNG
– Sebanyak 14 finalis resmi mengikuti penyematan selempang Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 yang digelar di Els Coffee Roastery Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (12/2/2026). Ajang ini tak hanya menjadi wadah pencarian bakat dan kecantikan, tetapi juga sarana edukasi perawatan kulit yang aman bagi generasi muda.
‎Dokter kecantikan dr. Mira Aprilika, M.Biomed (AAM), menegaskan ajang Miss Aesthetic Beauty Lampung membawa dampak positif, khususnya dalam mengedukasi remaja tentang pentingnya merawat kulit secara sehat, baik dari luar maupun dalam.
‎“Anak-anak muda sekarang sangat aktif di media sosial. Kita harus ambil sisi positifnya, misalnya menggunakan skincare dengan benar. penggunaan skincare bisa dimulai sejak usia 15 tahun, dengan catatan sesuai takaran dan kebutuhan kulit masing-masing," ujar dr. Mira.
‎Ia mengingatkan agar masyarakat memilih produk yang telah terdaftar BPOM, berizin resmi, halal, serta tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri maupun hidrokuinon. Selain perawatan dari luar, dr. Mira juga menekankan pentingnya perawatan dari dalam seperti rutin minum air putih, konsumsi buah dan sayur, olahraga, serta istirahat cukup.
‎Menurutnya, peran dokter aesthetic dalam ajang ini sangat penting untuk memberikan edukasi mengenai produk dan treatment yang boleh maupun tidak boleh digunakan, terlebih di tengah maraknya tren skincare dan fenomena FOMO (fear of missing out) di kalangan remaja.
‎“Banyak tren skincare yang bermunculan. Dokter aesthetic di Lampung siap mengedukasi adik-adik agar tahu cara menggunakan skincare dengan baik dan tetap dalam batas normal pemakaian,” katanya.
‎Sementara itu, Miss Aesthetic Beauty Lampung 2025 kategori A, Feren Vexia, berharap para finalis 2026 mampu menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang masih awam terhadap produk skincare yang belum terdaftar BPOM.
‎“Semoga mereka bisa membawa Miss Aesthetic sebagai tameng untuk orang-orang yang masih awam terhadap skincare yang belum BPOM, sekaligus membawa nama Lampung ke tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
‎Hal senada disampaikan Miss Aesthetic Beauty Lampung 2025 kategori B, Salwa Aulia. Ia berharap ajang ini menjadi wadah bagi remaja putri di Lampung untuk lebih sadar dalam memilih produk skincare dan makeup yang tepat serta sesuai anjuran.
‎“Semoga ajang ini bisa menjadi wadah sosialisasi penggunaan skincare dan makeup yang aman dan benar,” kata Salwa.
‎Dalam kesempatan yang sama, Angela Clarista Surya yang meraih vote tertinggi kategori A Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 mengaku bangga bisa terpilih sebagai finalis. Ia ingin membanggakan orang tua sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perawatan kulit.
‎“Skincare bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam. Bagi saya, aesthetic beauty adalah keindahan dan kecantikan dari dalam diri seseorang,” tuturnya.
‎Sementara itu, Aliya Benazir Zafira, peraih vote tertinggi kategori B Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026, menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya. Ia mengaku tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara sekolah dan kegiatan ajang kecantikan tersebut.
‎“Saya ingin mengajak teman-teman untuk lebih peduli merawat kulit sejak usia muda,” pungkasnya. 
‎Ajang Miss Aesthetic Beauty Lampung 2026 diharapkan tak hanya melahirkan figur inspiratif, tetapi juga menjadi gerakan edukatif dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya perawatan kulit yang aman, sehat, dan bertanggung jawab. (*) 

Wabup Pesisir Barat Hadiri Pelantikan Pengurus PSOI 2026–2030, Dorong Pembinaan Atlet Selancar


PESISIR BARAT
– Wakil Bupati Pesisir Barat, Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kabupaten Pesisir Barat periode 2026–2030. Kegiatan tersebut digelar di Aula Jimbaran Resto, Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Kamis (12/2/2026).

Turut hadir Ketua PSOI Provinsi Lampung Khoirul Muhtar, S.E., M.M., perwakilan KONI Pesisir Barat Putrawan Jaya Ningrat, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pesisir Barat Rena Novasari, S.H., M.M., perwakilan Polres Pesisir Barat, serta para atlet dan peserta PSOI yang dilantik.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta menegaskan pentingnya peran organisasi dalam memajukan olahraga selancar di daerah tersebut.

Ia menyampaikan bahwa Pesisir Barat memiliki potensi ombak yang luar biasa dan telah dikenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Karena itu, keberadaan PSOI dinilai sangat strategis dalam melakukan pembinaan atlet, meningkatkan prestasi, sekaligus mempromosikan Pesisir Barat sebagai destinasi wisata olahraga selancar yang unggul dan berdaya saing.

Wabup berharap kepengurusan baru mampu memperkuat pembinaan atlet usia dini, meningkatkan kualitas pelatih dan manajemen organisasi, serta membangun sinergi yang baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Adapun susunan pengurus PSOI Kabupaten Pesisir Barat periode 2026–2030 yang dilantik yakni Ketua Umum Surya Azka, Wakil Ketua Miza Riadi, Sekretaris Ilham Akbar, S.H., Wakil Sekretaris Yuza Amar Romadhon, Bendahara Mewa Nirwana, dan Wakil Bendahara Syafira Teressa.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat eksistensi olahraga selancar di Pesisir Barat sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Selasa, 03 Februari 2026

Unila Sosialisasikan dan Luncurkan SNPMB 2026, Tegaskan Seleksi PROAKTIF


Bandar Lampung
– Universitas Lampung (Unila) menggelar Sosialisasi dan Launching Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng.

Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., para kepala SMA se-Provinsi Lampung, jajaran wakil rektor, dekan, wakil dekan, kepala biro, Direktur Pascasarjana, serta para kepala lembaga di lingkungan Unila.


Sosialisasi dan launching SNPMB 2026 bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri sekaligus memperkenalkan Unila kepada calon mahasiswa serta pemangku kepentingan pendidikan.

Dalam sambutannya, Rektor Unila menegaskan tahun 2026 menjadi gerbang penting bagi siswa untuk melangkah ke pendidikan tinggi. Unila, kata dia, berkomitmen menyelenggarakan proses seleksi mahasiswa baru yang PROAKTIF (Profesional, Akuntabel, Transparan, dan Informatif).

“Launching SNPMB ini menjadi upaya kami memberikan informasi selengkap mungkin terkait proses penerimaan mahasiswa baru 2026 sekaligus mengenalkan lingkungan kampus Unila, sehingga para siswa tidak ragu menentukan pilihan masa depan,” ujar Rektor.

Ia juga mengingatkan siswa agar memandang Unila bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang membangun karakter, inovasi, jejaring, serta mencetak pemimpin masa depan dan wirausahawan yang berdaya saing.

Kepada para guru dan Dinas Pendidikan, Rektor menitipkan pesan agar pendampingan siswa dalam pendaftaran dan registrasi SNBP yang dimulai hari itu dilakukan secara teliti. Menurutnya, keberhasilan siswa merupakan keberhasilan bersama dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Lampung.

Rektor menambahkan, Unila terus berbenah melalui peningkatan fasilitas serta penguatan akreditasi internasional sebagai bentuk kesiapan menyambut talenta terbaik dari berbagai sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico berharap semakin banyak putra-putri Lampung diterima di Unila melalui jalur prestasi. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan strategi pendampingan siswa dengan pemetaan potensi dan kompetensi berdasarkan standar nilai masing-masing.

“Dengan pemetaan tersebut, siswa dapat memahami peluang kelulusan secara realistis dan tidak memaksakan pilihan yang tidak sesuai dengan kemampuan akademiknya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peningkatan mutu guru melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Pihaknya telah memohon kepada Rektor Unila agar mahasiswa yang menjalani PKL dapat membantu proses pembelajaran di 35 sekolah unggulan, khususnya dalam memperbaiki desain pembelajaran agar kualitas pendidikan di Lampung semakin meningkat.

Menanggapi hal itu, Rektor Unila menjelaskan selain sosialisasi langsung, Unila menyiapkan berbagai dukungan untuk calon mahasiswa baru. Tim sosialisasi yang terdiri atas wakil rektor, dekan, dan jajaran terkait akan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Lampung, bahkan hingga Sumatra Selatan, Sumatra Barat, dan Jawa Barat.

Dalam kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Unila juga melibatkan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa FKIP akan disebar ke berbagai sekolah untuk membantu siswa belajar lebih aktif melalui kegiatan PKL, bukan menggantikan peran guru, melainkan memperkuat proses pembelajaran dan pendampingan akademik.

Melalui sosialisasi dan launching SNPMB ini, Unila berharap siswa, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan memperoleh pemahaman komprehensif mengenai jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri serta semakin yakin menjadikan Unila sebagai pilihan utama melanjutkan pendidikan tinggi.

Senin, 02 Februari 2026

Unila Laksanakan Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi MPWK Pascasarjana


Bandar Lampung
– Universitas Lampung (Unila) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Reakreditasi Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (MPWK) Program Pascasarjana, Senin (2/2/2026), di Ruang Sidang Gedung Pascasarjana Unila.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Asesmen dilakukan oleh dua asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yakni Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada sebagai Asesor 1, serta Dr. Ir. Vg. Sri Rejeki, M.T. dari Universitas Katolik Soegijapranata sebagai Asesor 2.

Dalam sambutannya, Rektor Unila menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam upaya penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menilai kelayakan program studi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, proses akademik, sumber daya, serta capaian kinerja program studi dalam mendukung visi universitas.

Rektor juga menegaskan komitmen Unila dalam menjalankan delapan Program Strategis Unggulan yang dikenal dengan “BE STRONG”, meliputi Business Sector, Empowerment of Human Resources, Services for Community, Teaching, Research, Organizational Partnership, Network Infrastructure, dan Good University Governance. Program tersebut menjadi fondasi penguatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta daya saing Unila di tingkat nasional dan internasional.

Pada kesempatan itu disampaikan pula berbagai capaian akreditasi Unila. Hingga 21 Desember 2026, Unila telah meraih akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT. Dari total 128 program studi, sebanyak 48 program studi terakreditasi Unggul, delapan program studi terakreditasi A, 44 program studi terakreditasi Baik Sekali, 12 program studi terakreditasi B, dan 16 program studi terakreditasi Baik. Selain itu, 30 program studi juga telah memperoleh akreditasi internasional dari lembaga bereputasi seperti RSC, ASIIN, dan FIBAA.

Komitmen penjaminan mutu di Unila diwujudkan melalui keterlibatan aktif pimpinan universitas, fakultas, hingga program pascasarjana sejak tahap persiapan, penyusunan dokumen, hingga pelaksanaan asesmen. Dukungan juga diberikan melalui sistem penghargaan atas capaian akreditasi nasional maupun internasional.

Penjaminan mutu dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh elemen perguruan tinggi, serta diperkuat melalui konsultasi dan pendampingan bersama kementerian, BAN-PT, LAM, dan lembaga akreditasi internasional. Sinergi juga terus dibangun dengan Belmawa, Forum Penjaminan Mutu BKS-PTN Barat, serta jejaring PTN dan PTS.

Upaya peningkatan mutu turut didukung melalui workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Audit Mutu Internal (AMI), pemanfaatan sistem informasi penjaminan mutu, benchmarking pengelolaan akreditasi internasional, serta pelibatan dosen dalam pelatihan dan sertifikasi asesor akreditasi internasional. Revitalisasi sarana dan prasarana juga terus dilakukan guna menunjang proses pembelajaran dan tata kelola akademik.

Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Unila berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kinerja institusi dan program studi.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Lampung dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, baik pada level program studi maupun institusi secara keseluruhan.

78,59 Persen Ekspor Lampung 2025 Lewat Pelabuhan Lokal, Nilai Tembus 5,22 Miliar Dolar AS


Lampung
– Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang menggembirakan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebagian besar aktivitas ekspor Lampung kini sudah memanfaatkan pelabuhan yang berada di wilayah sendiri.

Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, M. Sabiel, mengungkapkan bahwa optimalisasi pelabuhan lokal berdampak signifikan terhadap arus keluar komoditas dari Bumi Ruwa Jurai.

“Dari total ekspor Lampung selama tahun 2025, sebanyak 78,59 persen atau senilai 5,22 miliar dolar AS dilakukan melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung,” ujar Sabiel dalam pemaparan perkembangan ekspor-impor melalui kanal YouTube BPS Lampung, Senin (2/2/2026).

Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran infrastruktur pelabuhan daerah dalam mendukung distribusi komoditas unggulan Lampung ke pasar internasional.

Selain meningkatkan efisiensi logistik, kondisi ini juga memperkuat posisi Lampung sebagai daerah penopang perdagangan luar negeri di wilayah Sumatera bagian selatan.

Pelabuhan Lokal Andalan Ekspor
Sejumlah pelabuhan di Lampung tercatat menjadi pintu utama ekspor, antara lain:

- KSOP Panjang

- KSOP Pelindo

- Labuhan Maringgai (Lampung Timur)
Kota Agung (Tanggamus)

- Kuala Teladas (Tulang Bawang)

- KSOP Bakauheni beserta sejumlah titik sandar lainnya

Pelabuhan-pelabuhan tersebut melayani pengiriman berbagai komoditas unggulan Lampung, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, hingga produk turunan industri.

Masih Ada Ekspor Lewat Luar Provinsi
Meski dominasi pelabuhan lokal semakin besar, sebagian ekspor Lampung masih dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi. Salah satu yang paling sering digunakan adalah Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, serta beberapa pelabuhan besar lainnya.

Namun, dengan tren saat ini, pemanfaatan pelabuhan dalam provinsi dinilai terus meningkat seiring perbaikan konektivitas, fasilitas pelabuhan, dan dukungan kebijakan logistik.

BPS menilai kondisi ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian daerah karena aktivitas ekspor yang terkonsentrasi di dalam wilayah akan memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari sektor transportasi, jasa kepelabuhanan, hingga tenaga kerja lokal.

Minggu, 01 Februari 2026

Sekdaprov Marindo Kurniawan Lakukan Kick Off untuk Acara Siaran Piala Dunia 2026 yang Diselenggarakan TVRI Lampung


BANDARLAMPUNG
----- Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan melakukan Kick Off Siaran Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan oleh TVRI Lampung di Tugu Adipura, BandarLampung, Minggu Pagi (1/2/2026).

Pada kesempatan itu, Marindo menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pengembangan dunia olahraga, khususnya sepak bola. 

Sekdaprov Marindo menyampaikan bahwa dukungan terhadap olahraga merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang sehat, berkarakter, dan memiliki semangat kebersamaan. 

Ia juga menyinggung peran historis TVRI sebagai media penyiaran nasional.

Marindo menyebut kembalinya TVRI menayangkan ajang sepak bola dunia sebagai sebuah nostalgia sekaligus kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“TVRI seperti kembali ke rumah. Kita semua tahu, dulu hanya TVRI yang bisa kita tonton. Sekarang, ketika TVRI kembali menyiarkan Piala Dunia, rasanya sepak bola benar-benar pulang ke kampung halaman,” ujarnya.

Sebagai tanda dimulainya rangkaian siaran Piala Dunia di TVRI Lampung, Sekdaprov Marindo secara simbolis melakukan kick off dengan menendang bola. 

Momen tersebut disambut antusias oleh para undangan, insan olahraga dan masyarakat yang hadir.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap semangat Piala Dunia 2026 dapat menginspirasi generasi muda Lampung untuk mencintai olahraga, menjunjung sportivitas, serta terus mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.

Selasa, 27 Januari 2026

Langkah Global Bupati Egi: Lampung Selatan Menuju Sistem Sampah Modern Berbasis Ekonomi Sirkular


LAMPUNG SELATAN
– Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengikuti workshop internasional pengelolaan sampah dan lingkungan yang diselenggarakan Pemerintah Jepang di Tokyo pada 25–31 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat kebijakan lingkungan berkelanjutan sekaligus mentransformasi sistem pengelolaan sampah daerah berbasis ekonomi sirkular dan teknologi modern.

Workshop yang berada di bawah koordinasi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang tersebut mempertemukan pejabat tinggi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mempelajari secara langsung sistem nasional Jepang dalam pengelolaan limbah, daur ulang terpadu, serta tata kelola lingkungan berbasis kebijakan publik.

Dalam forum ini, sampah tidak lagi dipandang sekadar limbah, melainkan sebagai sumber daya bernilai ekonomi yang dapat dikelola kembali secara berkelanjutan.
Bupati Egi menjadi satu dari enam kepala daerah Indonesia yang diundang secara resmi dalam program tersebut. Delegasi Indonesia lainnya terdiri dari Wali Kota Pekanbaru, Wali Kota Yogyakarta, Wali Kota Bogor, Wali Kota Mojokerto, serta Bupati Toba.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian agenda strategis, mulai dari diskusi kebijakan, pemaparan sistem pengelolaan sampah nasional Jepang, hingga kunjungan lapangan ke fasilitas pengolahan limbah dan pusat daur ulang berteknologi tinggi.

Dalam keterangannya, Bupati Egi menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam workshop tersebut merupakan kesempatan penting untuk memahami secara langsung sistem pengelolaan dan daur ulang sampah yang telah berjalan efektif dan terintegrasi di Jepang.

“Hari ini saya berada di Tokyo, Jepang, dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari langsung kondisi terkini pengelolaan dan daur ulang sampah di Jepang,” ujarnya melalui akun Instagram pribadinya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, pembelajaran tersebut menjadi modal strategis bagi daerah dalam membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Ini hari pertama saya mengikuti workshop terkait pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kita belajar banyak di Jepang, ternyata luar biasa. Jadi kalau Jepang saja bisa, Bismillah Indonesia juga bisa,” kata Bupati Egi.

Seluruh rangkaian kegiatan workshop difasilitasi oleh Pemerintah Jepang, mulai dari akomodasi, materi pembelajaran, hingga agenda kunjungan teknis ke fasilitas pengelolaan limbah. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan lingkungan yang terintegrasi, adaptif terhadap pertumbuhan penduduk, urbanisasi, serta tantangan perubahan iklim.

Keikutsertaan Bupati Lampung Selatan dalam forum internasional ini sekaligus menegaskan komitmen daerah tersebut dalam membangun kolaborasi global di bidang lingkungan. Langkah ini juga memperkuat arah kebijakan Lampung Selatan menuju sistem pengelolaan sampah modern yang berbasis keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Minggu, 18 Januari 2026

Guru Besar Unila Tegaskan Pentingnya Implementasi Regulasi Karbon di Kawasan Konservasi Lampung


BANDAR LAMPUNG
— Guru Besar Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., menegaskan bahwa keterlambatan Indonesia dalam memanfaatkan instrumen jasa lingkungan karbon, khususnya pada kawasan konservasi, bukan disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan oleh belum optimalnya implementasi regulasi di tingkat tapak dan kelembagaan pengelola kawasan.

Ia menjelaskan bahwa kerangka hukum nasional saat ini telah secara eksplisit membuka peluang pemanfaatan jasa lingkungan karbon, termasuk pada kawasan pelestarian alam seperti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sepanjang dilakukan sesuai dengan sistem zonasi dan prinsip konservasi.

Prof. Sugeng merujuk Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang menegaskan bahwa perdagangan karbon merupakan mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui jual beli unit karbon. Ketentuan ini menjadi dasar hukum utama bagi penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen pendanaan alternatif yang sah, termasuk bagi kawasan konservasi.

“Dengan regulasi ini, kawasan konservasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Karbon diposisikan sebagai jasa lingkungan yang memiliki nilai ekonomi legal dan diakui negara, sehingga taman nasional berpeluang menjadi bagian dari sistem pendanaan iklim nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut selaras dengan RPJMN 2025–2029, yang menargetkan 2,5 juta hektare kawasan hutan konservasi siap implementasi nilai ekonomi karbon pada tahun 2029. Hal ini dipertegas dalam Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2025–2029, yang menempatkan sekuestrasi karbon sebagai salah satu jasa ekosistem utama hutan, dengan nilai ekonomi rata-rata tertimbang sekitar USD 1.204 per hektare per tahun.

Dalam konteks regulasi teknis, Prof. Sugeng menekankan bahwa Permen LHK Nomor 21 Tahun 2022 dan Permen LHK Nomor 7 Tahun 2023 telah mengatur tata laksana penerapan NEK serta perdagangan karbon sektor kehutanan, sementara Permenhut Nomor 27 Tahun 2025 secara khusus memberikan landasan hukum pemanfaatan jasa lingkungan karbon pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, termasuk taman nasional, melalui zona atau blok pemanfaatan.

“Ini penting untuk diluruskan. Perdagangan karbon tidak dapat dilakukan pada zona inti taman nasional, melainkan pada zona pemanfaatan jasa lingkungan, dengan tetap menjaga fungsi pokok konservasi,” tegasnya. 
Oleh sebab itu perlu dilakukan penyesuaian zonasi agar dapat berjalan secara operasional dan bukan merupakan pelepasan kawasan. Melalui proses evaluasi yang melibatkan akademisi (Universitas Lampung dan Institut Teknologi Sumatera), penyesuaian zona inti dilakukan dalam rangka memperbaiki fungsinya yang telah jauh berkurang karena adanya degradasi hutan terutama akibat kebakaran hutan dan aktivitas ilegal yang terjadi setiap tahun. Pada penyesuaian ini, zona pemanfaatan jasa lingkungan karbon Tipe II (skema perlindungan) yang berasal dari zona inti, dijaga lebih ketat dibandingkan zona inti dengan fokus perlindungan habitat satwa kunci, pengendalian kebakaran, dan pencegahan aktivitas illegal. Zona Pemanfaatan jasa lingkungan karbon Tipe I (skema ARR) yang berasal dari zona inti, ditanami pohon secara intensif untuk memperbaiki kondisi yang rusak akibat kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun. Penyesuaian zonasi ini bersifat dinamis dan dapat dikaji ulang. Area yang berhasil dipulihkan secara ekologis akan dikembalikan ke zona semula atau zona dengan perlindungan yang lebih tinggi. Pemanfaatan jasa lingkungan karbon harus digunakan terutama sebagai alat perbaikan hutan konservasi (taman nasional) dan ekonomi bukan untuk tujuan utama. Harus ditegaskan juga bahwa pemanfaatan jasa lingkungan karbon bukan sebagai eksploitasi sumberdaya hutan, tidak mengalihkan kepemilikan lahan negara, dan tidak menjual kawasan ke pihak swasta apalagi pihak asing.       

Secara spasial, Prof. Sugeng menilai potensi karbon di kedua taman nasional tersebut sangat signifikan. TN Way Kambas memiliki luas sekitar 125.631 hektare, sementara TNBBS mencakup sekitar 356.800 hektare yang membentang di Provinsi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Dengan tingkat keutuhan ekosistem yang relatif baik, kedua kawasan ini memiliki cadangan dan potensi serapan karbon yang strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

Dari sisi aktor dan tata kelola, ia menyoroti bahwa regulasi terbaru membuka ruang pelibatan multipihak, termasuk pengelola kawasan, pemegang perizinan pemanfaatan jasa lingkungan karbon, serta masyarakat di sekitar kawasan melalui skema kemitraan konservasi dan pembagian manfaat yang adil.

“Bagi masyarakat sekitar TN Way Kambas yang selama ini berhadapan dengan konflik gajah-manusia, maupun masyarakat di sekitar TNBBS yang menghadapi tekanan perambahan dan kemiskinan struktural, skema karbon dapat menjadi insentif ekonomi nyata untuk menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Dari perspektif pasar, Prof. Sugeng menjelaskan bahwa perdagangan karbon kehutanan dapat dilakukan melalui mekanisme domestik maupun internasional, termasuk pasar karbon sukarela, sepanjang terintegrasi dengan sistem nasional dan mendukung komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia sesuai Persetujuan Paris.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh peluang tersebut tidak akan efektif tanpa penguatan tata kelola. Kejelasan status kawasan dan zonasi, akurasi penghitungan karbon, sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) yang kredibel, serta mekanisme pembagian manfaat yang transparan dan berkeadilan merupakan prasyarat mutlak.

“Regulasi sebenarnya sudah membuka jalan. Tantangan terbesarnya sekarang adalah konsistensi dan keberanian dalam implementasi. Jika tidak segera dilakukan, potensi jasa lingkungan karbon Lampung akan kembali terlewat, dan masyarakat sekitar kawasan tetap berada pada posisi paling rentan,” pungkas Prof. Sugeng.(*)

Kamis, 08 Januari 2026

Resmi Dilantik, Budi Dharmawan Ketuai Pengprov ORADO Lampung


Jakarta
- Budi Dharmawan resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Lampung dalam acara pelantikan yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Oleh Ketua Umum DPP ORADO Yooky Tjahrial, Rabu (7/1/2025).

Pelantikan ini merupakan bagian dari agenda besar Dewan Pengurus Pusat (DPP) ORADO yang tidak hanya melantik Pengprov ORADO Lampung, tetapi juga seluruh Pengprov ORADO se-Indonesia. Acara tersebut sekaligus menyelenggarakan Deklarasi Nasional, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, serta Training Nasional I Wasit ORADO.

Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Beberapa tokoh Lampung turut bergabung dalam kepengurusan ORADO Lampung, di antaranya Descatama Paksi Moeda, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Lampung. Ada pula Iqbal Ardiansyah, Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung yang juga mantan Ketua Esport Provinsi Lampung.

Kita ketahui bahwa, Budi Dharmawan bukanlah sosok baru dalam dunia olahraga Lampung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Lampung.

Dalam sambutannya, Budi Dharmawan menyatakan optimisme untuk membawa ORADO Lampung menghadirkan warna baru dalam dunia olahraga dan mencetak atlet-atlet domino yang berbakat dan berkelas.

"Bismillah, dengan semangat juang, sportivitas, dan kebersamaan kita kibarkan ORADO di Lampung," ujar Budi Dharmawan.

Sementara itu, Iqbal Ardiansyah yang juga turut dilantik menegaskan komitmennya bersama Ketua Budi Dharmawan dan jajaran pengurus ORADO Lampung untuk membawa nama besar Lampung di kancah nasional bahkan internasional melalui cabang olahraga domino.

"Dengan semangat besar, tentunya kita yakin mampu menjadi bagian yang membanggakan untuk Provinsi Lampung ke depan melalui cabang olahraga domino ini," tegasnya.

Resmi Dilantik, Budi Dharmawan Ketuai Pengprov ORADO Lampung


Jakarta
- Budi Dharmawan resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Lampung dalam acara pelantikan yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Oleh Ketua Umum DPP ORADO Yooky Tjahrial, Rabu (7/1/2025).

Pelantikan ini merupakan bagian dari agenda besar Dewan Pengurus Pusat (DPP) ORADO yang tidak hanya melantik Pengprov ORADO Lampung, tetapi juga seluruh Pengprov ORADO se-Indonesia. Acara tersebut sekaligus menyelenggarakan Deklarasi Nasional, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, serta Training Nasional I Wasit ORADO.

Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Beberapa tokoh Lampung turut bergabung dalam kepengurusan ORADO Lampung, di antaranya Descatama Paksi Moeda, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Lampung. Ada pula Iqbal Ardiansyah, Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung yang juga mantan Ketua Esport Provinsi Lampung.

Kita ketahui bahwa, Budi Dharmawan bukanlah sosok baru dalam dunia olahraga Lampung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Lampung.

Dalam sambutannya, Budi Dharmawan menyatakan optimisme untuk membawa ORADO Lampung menghadirkan warna baru dalam dunia olahraga dan mencetak atlet-atlet domino yang berbakat dan berkelas.

"Bismillah, dengan semangat juang, sportivitas, dan kebersamaan kita kibarkan ORADO di Lampung," ujar Budi Dharmawan.

Sementara itu, Iqbal Ardiansyah yang juga turut dilantik menegaskan komitmennya bersama Ketua Budi Dharmawan dan jajaran pengurus ORADO Lampung untuk membawa nama besar Lampung di kancah nasional bahkan internasional melalui cabang olahraga domino.

"Dengan semangat besar, tentunya kita yakin mampu menjadi bagian yang membanggakan untuk Provinsi Lampung ke depan melalui cabang olahraga domino ini," tegasnya.

Selasa, 30 Desember 2025

PORKOT Bandar Lampung 2025, FPTI Berhasil Menjaring 38 Atlet Muda Baru


Bandar Lampung
- Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandar Lampung sukses menggelar cabang olahraga Panjat Tebing dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 pada 27–28 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Venue Panjat Tebing PKOR Way Halim, Bandar Lampung, dan berhasil menjaring 38 atlet muda baru.

Ketua FPTI Kota Bandar Lampung, Aep Saripudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajang PORKOT ini menjadi bagian dari persiapan sekaligus pencarian atlet-atlet berbakat panjat tebing yang ke depan akan diproyeksikan mewakili Kota Bandar Lampung pada berbagai event besar. Beberapa agenda yang telah menanti antara lain PORPROV pada November 2026, Piala Gubernur Lampung yang akan digelar FPTI Provinsi Lampung pada Juli 2026, PRAPON pada 2027, hingga PON 2028. Aep juga menegaskan bahwa Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah PON 2032, sehingga pembinaan atlet sejak dini menjadi sangat penting.

Aep mengajak para atlet dan pelatih untuk terus mengembangkan kemampuan serta meningkatkan intensitas latihan agar mampu berprestasi pada event-event mendatang, sehingga Bandar Lampung dapat melahirkan atlet panjat tebing berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Aep mengungkapkan bahwa hingga saat ini FPTI Kota Bandar Lampung masih belum memiliki fasilitas papan panjat tebing sendiri. Ia berharap Ketua KONI Kota Bandar Lampung yang juga Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dapat memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi atlet panjat tebing. Menurutnya, dukungan fasilitas yang layak menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Di akhir sambutannya, Aep menyampaikan terima kasih kepada KONI Kota Bandar Lampung, FPTI Provinsi Lampung, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar.

Sementara itu, Ketua FPTI Provinsi Lampung, Andi Antoni, menjelaskan bahwa olahraga panjat tebing merupakan cabang olahraga yang sangat aman selama dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi standar internasional UIAA, yakni organisasi internasional yang memberikan rekomendasi keamanan peralatan panjat tebing, baik untuk panjat tebing buatan maupun alam.

Andi juga mengapresiasi kepengurusan FPTI Kota Bandar Lampung yang dinilainya telah bekerja secara konkret. Meskipun kepengurusan baru berjalan sekitar tiga bulan, FPTI Bandar Lampung telah mampu menggelar event yang memfasilitasi atlet untuk berkompetisi dan berprestasi. Ia berharap hal ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga panjat tebing di Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Andi menekankan pentingnya pembinaan prestasi dengan menghimpun seluruh potensi atlet yang ada di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan sebuah kepengurusan cabang olahraga adalah prestasi berupa raihan medali dalam setiap ajang. Atlet Bandar Lampung diharapkan mampu menyumbangkan prestasi di level yang lebih tinggi sebagai wakil Provinsi Lampung, serta tidak cepat puas dengan capaian di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dalam kegiatan ini FPTI Bandar Lampung menggelar delapan nomor perlombaan yang terdiri dari, Lead Umum Putra, Lead Umum Putri, Lead U 20 Putra, Lead U 20 Putri, Lead Spider Kid Putra, Lead Spider Kid Putri, Boulder Spider Kid Putra dan Boulder Spider Kid Putri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibnu Ramadhan Ketua Bina Prestasi FPTI Provinsi Lampung, Maulvie Tamizudin Yunus Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Bandar Lampung, Toni Afrido Ketua FPTI Kota Bandar Lampung periode sebelumnya dan para atlet senior panjat tebing.

Rabu, 24 Desember 2025

Kodim 0410/KBL Kawal Pelantikan Pengurus KONI Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2025–2029


Bandar Lampung
– Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL di bawah kepemimpinan Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut mengawal dan menyukseskan pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandar Lampung masa bakti 2025–2029.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Semergou, Teluk Betung Utara, Rabu (24/12/2025).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memajukan dunia keolahragaan di Kota Bandar Lampung.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Ketua KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran Dandim 0410/KBL bersama unsur Polresta dan Denpom menunjukkan dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Kolonel Arm Roni Hermawan menyaksikan langsung penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Kota Bandar Lampung dari Ketua KONI Provinsi Lampung kepada pengurus yang baru dilantik. Hj. Eva Dwiana juga secara resmi ditetapkan sebagai Ketua KONI Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan prestasi olahraga di daerah.


“Olahraga merupakan sarana pemersatu sekaligus wadah pembinaan generasi muda. Dengan sinergi bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Bandar Lampung mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.


Sementara itu, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kodim 0410/KBL siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pemuda dan olahraga.


“Nilai-nilai olahraga seperti disiplin, sportivitas, dan pantang menyerah sangat sejalan dengan jati diri prajurit TNI. Kami berharap kepengurusan KONI yang baru dapat bekerja maksimal dan mencetak prestasi terbaik bagi Kota Bandar Lampung,” ungkapnya.


Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini berlangsung tertib, aman, dan khidmat. Acara diawali dengan pembukaan serta persembahan Tari Siger Pangunten sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal Lampung. Monitoring keamanan juga dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Sumur Batu, Pelda Enang Kamaludin dari Koramil 410-03/TBU, sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial.


Pelantikan pengurus KONI Kota Bandar Lampung ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Kapolresta Bandar Lampung yang diwakili, Dandenpom, serta seluruh camat se-Kota Bandar Lampung.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol komitmen bersama dalam menjunjung sportivitas dan prestasi olahraga di Kota Tapis Berseri.