Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri internasional. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri internasional. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Guru Besar Unila Tegaskan Pentingnya Implementasi Regulasi Karbon di Kawasan Konservasi Lampung


BANDAR LAMPUNG
— Guru Besar Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., menegaskan bahwa keterlambatan Indonesia dalam memanfaatkan instrumen jasa lingkungan karbon, khususnya pada kawasan konservasi, bukan disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan oleh belum optimalnya implementasi regulasi di tingkat tapak dan kelembagaan pengelola kawasan.

Ia menjelaskan bahwa kerangka hukum nasional saat ini telah secara eksplisit membuka peluang pemanfaatan jasa lingkungan karbon, termasuk pada kawasan pelestarian alam seperti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sepanjang dilakukan sesuai dengan sistem zonasi dan prinsip konservasi.

Prof. Sugeng merujuk Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang menegaskan bahwa perdagangan karbon merupakan mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui jual beli unit karbon. Ketentuan ini menjadi dasar hukum utama bagi penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen pendanaan alternatif yang sah, termasuk bagi kawasan konservasi.

“Dengan regulasi ini, kawasan konservasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Karbon diposisikan sebagai jasa lingkungan yang memiliki nilai ekonomi legal dan diakui negara, sehingga taman nasional berpeluang menjadi bagian dari sistem pendanaan iklim nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut selaras dengan RPJMN 2025–2029, yang menargetkan 2,5 juta hektare kawasan hutan konservasi siap implementasi nilai ekonomi karbon pada tahun 2029. Hal ini dipertegas dalam Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2025–2029, yang menempatkan sekuestrasi karbon sebagai salah satu jasa ekosistem utama hutan, dengan nilai ekonomi rata-rata tertimbang sekitar USD 1.204 per hektare per tahun.

Dalam konteks regulasi teknis, Prof. Sugeng menekankan bahwa Permen LHK Nomor 21 Tahun 2022 dan Permen LHK Nomor 7 Tahun 2023 telah mengatur tata laksana penerapan NEK serta perdagangan karbon sektor kehutanan, sementara Permenhut Nomor 27 Tahun 2025 secara khusus memberikan landasan hukum pemanfaatan jasa lingkungan karbon pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, termasuk taman nasional, melalui zona atau blok pemanfaatan.

“Ini penting untuk diluruskan. Perdagangan karbon tidak dapat dilakukan pada zona inti taman nasional, melainkan pada zona pemanfaatan jasa lingkungan, dengan tetap menjaga fungsi pokok konservasi,” tegasnya. 
Oleh sebab itu perlu dilakukan penyesuaian zonasi agar dapat berjalan secara operasional dan bukan merupakan pelepasan kawasan. Melalui proses evaluasi yang melibatkan akademisi (Universitas Lampung dan Institut Teknologi Sumatera), penyesuaian zona inti dilakukan dalam rangka memperbaiki fungsinya yang telah jauh berkurang karena adanya degradasi hutan terutama akibat kebakaran hutan dan aktivitas ilegal yang terjadi setiap tahun. Pada penyesuaian ini, zona pemanfaatan jasa lingkungan karbon Tipe II (skema perlindungan) yang berasal dari zona inti, dijaga lebih ketat dibandingkan zona inti dengan fokus perlindungan habitat satwa kunci, pengendalian kebakaran, dan pencegahan aktivitas illegal. Zona Pemanfaatan jasa lingkungan karbon Tipe I (skema ARR) yang berasal dari zona inti, ditanami pohon secara intensif untuk memperbaiki kondisi yang rusak akibat kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun. Penyesuaian zonasi ini bersifat dinamis dan dapat dikaji ulang. Area yang berhasil dipulihkan secara ekologis akan dikembalikan ke zona semula atau zona dengan perlindungan yang lebih tinggi. Pemanfaatan jasa lingkungan karbon harus digunakan terutama sebagai alat perbaikan hutan konservasi (taman nasional) dan ekonomi bukan untuk tujuan utama. Harus ditegaskan juga bahwa pemanfaatan jasa lingkungan karbon bukan sebagai eksploitasi sumberdaya hutan, tidak mengalihkan kepemilikan lahan negara, dan tidak menjual kawasan ke pihak swasta apalagi pihak asing.       

Secara spasial, Prof. Sugeng menilai potensi karbon di kedua taman nasional tersebut sangat signifikan. TN Way Kambas memiliki luas sekitar 125.631 hektare, sementara TNBBS mencakup sekitar 356.800 hektare yang membentang di Provinsi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Dengan tingkat keutuhan ekosistem yang relatif baik, kedua kawasan ini memiliki cadangan dan potensi serapan karbon yang strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

Dari sisi aktor dan tata kelola, ia menyoroti bahwa regulasi terbaru membuka ruang pelibatan multipihak, termasuk pengelola kawasan, pemegang perizinan pemanfaatan jasa lingkungan karbon, serta masyarakat di sekitar kawasan melalui skema kemitraan konservasi dan pembagian manfaat yang adil.

“Bagi masyarakat sekitar TN Way Kambas yang selama ini berhadapan dengan konflik gajah-manusia, maupun masyarakat di sekitar TNBBS yang menghadapi tekanan perambahan dan kemiskinan struktural, skema karbon dapat menjadi insentif ekonomi nyata untuk menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Dari perspektif pasar, Prof. Sugeng menjelaskan bahwa perdagangan karbon kehutanan dapat dilakukan melalui mekanisme domestik maupun internasional, termasuk pasar karbon sukarela, sepanjang terintegrasi dengan sistem nasional dan mendukung komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia sesuai Persetujuan Paris.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh peluang tersebut tidak akan efektif tanpa penguatan tata kelola. Kejelasan status kawasan dan zonasi, akurasi penghitungan karbon, sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) yang kredibel, serta mekanisme pembagian manfaat yang transparan dan berkeadilan merupakan prasyarat mutlak.

“Regulasi sebenarnya sudah membuka jalan. Tantangan terbesarnya sekarang adalah konsistensi dan keberanian dalam implementasi. Jika tidak segera dilakukan, potensi jasa lingkungan karbon Lampung akan kembali terlewat, dan masyarakat sekitar kawasan tetap berada pada posisi paling rentan,” pungkas Prof. Sugeng.(*)

Kamis, 08 Januari 2026

Resmi Dilantik, Budi Dharmawan Ketuai Pengprov ORADO Lampung


Jakarta
- Budi Dharmawan resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Lampung dalam acara pelantikan yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Oleh Ketua Umum DPP ORADO Yooky Tjahrial, Rabu (7/1/2025).

Pelantikan ini merupakan bagian dari agenda besar Dewan Pengurus Pusat (DPP) ORADO yang tidak hanya melantik Pengprov ORADO Lampung, tetapi juga seluruh Pengprov ORADO se-Indonesia. Acara tersebut sekaligus menyelenggarakan Deklarasi Nasional, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, serta Training Nasional I Wasit ORADO.

Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Beberapa tokoh Lampung turut bergabung dalam kepengurusan ORADO Lampung, di antaranya Descatama Paksi Moeda, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Lampung. Ada pula Iqbal Ardiansyah, Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung yang juga mantan Ketua Esport Provinsi Lampung.

Kita ketahui bahwa, Budi Dharmawan bukanlah sosok baru dalam dunia olahraga Lampung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Lampung.

Dalam sambutannya, Budi Dharmawan menyatakan optimisme untuk membawa ORADO Lampung menghadirkan warna baru dalam dunia olahraga dan mencetak atlet-atlet domino yang berbakat dan berkelas.

"Bismillah, dengan semangat juang, sportivitas, dan kebersamaan kita kibarkan ORADO di Lampung," ujar Budi Dharmawan.

Sementara itu, Iqbal Ardiansyah yang juga turut dilantik menegaskan komitmennya bersama Ketua Budi Dharmawan dan jajaran pengurus ORADO Lampung untuk membawa nama besar Lampung di kancah nasional bahkan internasional melalui cabang olahraga domino.

"Dengan semangat besar, tentunya kita yakin mampu menjadi bagian yang membanggakan untuk Provinsi Lampung ke depan melalui cabang olahraga domino ini," tegasnya.

Resmi Dilantik, Budi Dharmawan Ketuai Pengprov ORADO Lampung


Jakarta
- Budi Dharmawan resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Lampung dalam acara pelantikan yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Oleh Ketua Umum DPP ORADO Yooky Tjahrial, Rabu (7/1/2025).

Pelantikan ini merupakan bagian dari agenda besar Dewan Pengurus Pusat (DPP) ORADO yang tidak hanya melantik Pengprov ORADO Lampung, tetapi juga seluruh Pengprov ORADO se-Indonesia. Acara tersebut sekaligus menyelenggarakan Deklarasi Nasional, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, serta Training Nasional I Wasit ORADO.

Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Beberapa tokoh Lampung turut bergabung dalam kepengurusan ORADO Lampung, di antaranya Descatama Paksi Moeda, mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Lampung yang kini menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Lampung. Ada pula Iqbal Ardiansyah, Ketua DPD KNPI Provinsi Lampung yang juga mantan Ketua Esport Provinsi Lampung.

Kita ketahui bahwa, Budi Dharmawan bukanlah sosok baru dalam dunia olahraga Lampung. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Lampung.

Dalam sambutannya, Budi Dharmawan menyatakan optimisme untuk membawa ORADO Lampung menghadirkan warna baru dalam dunia olahraga dan mencetak atlet-atlet domino yang berbakat dan berkelas.

"Bismillah, dengan semangat juang, sportivitas, dan kebersamaan kita kibarkan ORADO di Lampung," ujar Budi Dharmawan.

Sementara itu, Iqbal Ardiansyah yang juga turut dilantik menegaskan komitmennya bersama Ketua Budi Dharmawan dan jajaran pengurus ORADO Lampung untuk membawa nama besar Lampung di kancah nasional bahkan internasional melalui cabang olahraga domino.

"Dengan semangat besar, tentunya kita yakin mampu menjadi bagian yang membanggakan untuk Provinsi Lampung ke depan melalui cabang olahraga domino ini," tegasnya.

Selasa, 30 Desember 2025

PORKOT Bandar Lampung 2025, FPTI Berhasil Menjaring 38 Atlet Muda Baru


Bandar Lampung
- Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Bandar Lampung sukses menggelar cabang olahraga Panjat Tebing dalam ajang Pekan Olahraga Kota (PORKOT) Bandar Lampung 2025 pada 27–28 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Venue Panjat Tebing PKOR Way Halim, Bandar Lampung, dan berhasil menjaring 38 atlet muda baru.

Ketua FPTI Kota Bandar Lampung, Aep Saripudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajang PORKOT ini menjadi bagian dari persiapan sekaligus pencarian atlet-atlet berbakat panjat tebing yang ke depan akan diproyeksikan mewakili Kota Bandar Lampung pada berbagai event besar. Beberapa agenda yang telah menanti antara lain PORPROV pada November 2026, Piala Gubernur Lampung yang akan digelar FPTI Provinsi Lampung pada Juli 2026, PRAPON pada 2027, hingga PON 2028. Aep juga menegaskan bahwa Provinsi Lampung akan menjadi tuan rumah PON 2032, sehingga pembinaan atlet sejak dini menjadi sangat penting.

Aep mengajak para atlet dan pelatih untuk terus mengembangkan kemampuan serta meningkatkan intensitas latihan agar mampu berprestasi pada event-event mendatang, sehingga Bandar Lampung dapat melahirkan atlet panjat tebing berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Lebih lanjut, Aep mengungkapkan bahwa hingga saat ini FPTI Kota Bandar Lampung masih belum memiliki fasilitas papan panjat tebing sendiri. Ia berharap Ketua KONI Kota Bandar Lampung yang juga Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dapat memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana yang memadai bagi atlet panjat tebing. Menurutnya, dukungan fasilitas yang layak menjadi faktor penting dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi. Di akhir sambutannya, Aep menyampaikan terima kasih kepada KONI Kota Bandar Lampung, FPTI Provinsi Lampung, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar.

Sementara itu, Ketua FPTI Provinsi Lampung, Andi Antoni, menjelaskan bahwa olahraga panjat tebing merupakan cabang olahraga yang sangat aman selama dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Seluruh peralatan yang digunakan telah memenuhi standar internasional UIAA, yakni organisasi internasional yang memberikan rekomendasi keamanan peralatan panjat tebing, baik untuk panjat tebing buatan maupun alam.

Andi juga mengapresiasi kepengurusan FPTI Kota Bandar Lampung yang dinilainya telah bekerja secara konkret. Meskipun kepengurusan baru berjalan sekitar tiga bulan, FPTI Bandar Lampung telah mampu menggelar event yang memfasilitasi atlet untuk berkompetisi dan berprestasi. Ia berharap hal ini menjadi titik awal kebangkitan olahraga panjat tebing di Kota Bandar Lampung.

Selain itu, Andi menekankan pentingnya pembinaan prestasi dengan menghimpun seluruh potensi atlet yang ada di Kota Bandar Lampung. Menurutnya, tolok ukur keberhasilan sebuah kepengurusan cabang olahraga adalah prestasi berupa raihan medali dalam setiap ajang. Atlet Bandar Lampung diharapkan mampu menyumbangkan prestasi di level yang lebih tinggi sebagai wakil Provinsi Lampung, serta tidak cepat puas dengan capaian di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Dalam kegiatan ini FPTI Bandar Lampung menggelar delapan nomor perlombaan yang terdiri dari, Lead Umum Putra, Lead Umum Putri, Lead U 20 Putra, Lead U 20 Putri, Lead Spider Kid Putra, Lead Spider Kid Putri, Boulder Spider Kid Putra dan Boulder Spider Kid Putri.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibnu Ramadhan Ketua Bina Prestasi FPTI Provinsi Lampung, Maulvie Tamizudin Yunus Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Bandar Lampung, Toni Afrido Ketua FPTI Kota Bandar Lampung periode sebelumnya dan para atlet senior panjat tebing.

Rabu, 24 Desember 2025

Kodim 0410/KBL Kawal Pelantikan Pengurus KONI Kota Bandar Lampung Masa Bakti 2025–2029


Bandar Lampung
– Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/KBL di bawah kepemimpinan Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., turut mengawal dan menyukseskan pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandar Lampung masa bakti 2025–2029.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Semergou, Teluk Betung Utara, Rabu (24/12/2025).

Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam memajukan dunia keolahragaan di Kota Bandar Lampung.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana, Ketua KONI Provinsi Lampung Ir. Taufik Hidayat, M.M., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran Dandim 0410/KBL bersama unsur Polresta dan Denpom menunjukkan dukungan nyata terhadap pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Kolonel Arm Roni Hermawan menyaksikan langsung penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan KONI Kota Bandar Lampung dari Ketua KONI Provinsi Lampung kepada pengurus yang baru dilantik. Hj. Eva Dwiana juga secara resmi ditetapkan sebagai Ketua KONI Kota Bandar Lampung.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan prestasi olahraga di daerah.


“Olahraga merupakan sarana pemersatu sekaligus wadah pembinaan generasi muda. Dengan sinergi bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis Bandar Lampung mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga ke tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.


Sementara itu, Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan tersebut. Ia menegaskan bahwa Kodim 0410/KBL siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pemuda dan olahraga.


“Nilai-nilai olahraga seperti disiplin, sportivitas, dan pantang menyerah sangat sejalan dengan jati diri prajurit TNI. Kami berharap kepengurusan KONI yang baru dapat bekerja maksimal dan mencetak prestasi terbaik bagi Kota Bandar Lampung,” ungkapnya.


Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini berlangsung tertib, aman, dan khidmat. Acara diawali dengan pembukaan serta persembahan Tari Siger Pangunten sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal Lampung. Monitoring keamanan juga dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Sumur Batu, Pelda Enang Kamaludin dari Koramil 410-03/TBU, sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial.


Pelantikan pengurus KONI Kota Bandar Lampung ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, Kapolresta Bandar Lampung yang diwakili, Dandenpom, serta seluruh camat se-Kota Bandar Lampung.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebagai simbol komitmen bersama dalam menjunjung sportivitas dan prestasi olahraga di Kota Tapis Berseri.

Sabtu, 20 Desember 2025

Semarak Perayaan HUT ke-5 dan Rakernas FOIIN 2025 di Bandar Lampung, Momentum Kebangkitan Pariwisata


Bandar Lampung
– Komunitas otomotif Fortuner International Indonesia (FOIIN) menggelar Anniversary ke-5 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FOIIN Tahun 2025,Pada Sabtu malam(20/12/2025) berlangsung di Santika hotel.


Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, S.E., M.Si, Ketua RAPI Provinsi Lampung, Ketua Umum RAPI Pusat,H. Riza Fachrial, S.E., Ketua Umum FOIIN, Bima Aloegoro,serta Ketua FOIIN Provinsi Lampung,Rian Fauzan, beserta anggota FOIIN dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam sambutannya, Bobby Irawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan FOIIN yang telah memilih Kota Bandar Lampung sebagai tuan rumah Rakernas 2025. Ia berharap komunitas otomotif seperti FOIIN tidak hanya menjadi wadah penyalur hobi, tetapi juga berperan aktif sebagai duta pariwisata yang memperkenalkan potensi wisata Lampung ke tingkat nasional maupun internasional.


“Komunitas otomotif memiliki peran strategis dalam mempromosikan destinasi wisata. Kehadiran FOIIN di Lampung diharapkan mampu mengangkat potensi wisata unggulan daerah,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum FOIIN, Bima Aloegoro, menjelaskan bahwa FOIIN bukan sekadar komunitas otomotif nasional, melainkan komunitas yang membawa nama Indonesia ke kancah internasional.


“FOIIN bukan hanya ada di Indonesia, tetapi juga go internasional. Melalui touring dan kegiatan lintas daerah bahkan lintas negara, kami menjalin silaturahmi antar pulau dan antar bangsa dengan ikon kendaraan Fortuner,” jelas Bima.


Ia menambahkan, selain hobi otomotif, FOIIN juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana nasional.


“FOIIN selalu berada di garda terdepan dalam aksi sosial. Kami mengajak seluruh member untuk menyisihkan sebagian rezekinya dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.


Ketua FOIIN Provinsi Lampung, Rian Fauzan, menjelaskan bahwa jumlah peserta Rakernas tahun ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kondisi ekonomi nasional dan cuaca ekstrem.

“Cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi membuat beberapa member terpaksa membatalkan kehadiran, meskipun sudah melunasi biaya hotel dan kegiatan,” ujarnya.


Dalam Rakernas tersebut, FOIIN membahas berbagai agenda penting, mulai dari program kerja rutin setiap chapter, musyawarah antar chapter, hingga rencana kegiatan nasional ke depan.seperti penanganan bencana banjir bandang dan kepedulian terhadap masyarakat juga menjadi perhatian utama.


Rian Fauzan juga menyampaikan aspirasi komunitas kepada pemerintah terkait kebijakan energi dan otomotif, khususnya mengenai ketersediaan bahan bakar di Lampung.

“Kami berharap ke depan ada perhatian lebih terkait keseimbangan antara kendaraan listrik dan kendaraan konvensional, serta kemudahan akses bahan bakar, karena beberapa member mengalami kesulitan, terutama yang belum memiliki barcode,” ujarnya.

Sebagai rangkaian kegiatan, para peserta Rakernas FOIIN 2025 juga mengikuti wisata bahari di Lampung, mengunjungi Pulau Wayang dan Pulau Pahawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FOIIN dalam mendukung promosi pariwisata daerah.

Ke depan, FOIIN berencana menggelar touring nasional yang dikemas dengan kegiatan wisata dan bakti sosial.

Perayaan HUT ke-5 dan Rakernas FOIIN 2025 ini menjadi momentum penting bagi FOIIN untuk memperkuat solidaritas, memperluas jaringan internasional, serta berkontribusi nyata bagi pariwisata dan masyarakat Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.

Kamis, 18 Desember 2025

Babinsa 21 Cup Radin Inten 2025 Jadi Magnet Atlet Renang Nasional di Lampung


Bandar Lampung
– Provinsi Lampung kembali dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan olahraga bergengsi tingkat nasional. Kejuaraan renang antarperkumpulan Babinsa 21 Cup Radin Inten 2025 dipastikan siap digelar dan menjadi ajang strategis dalam mendorong peningkatan prestasi renang nasional.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Kodam XXI/Radin Inten dengan penanggung jawab Pomdam XXI/Radin Inten, bekerja sama dengan Event Organizer Rumah Multimedia Bersama (RMB). Sementara itu, dukungan publikasi diperkuat melalui keterlibatan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai official media partner.

Babinsa 21 Cup Radin Inten 2025 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat ke-80, yang mengusung nilai sportivitas, disiplin, dan semangat juang. Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet renang potensial dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Penyelenggara, Kolonel David Medion, menyampaikan bahwa seluruh aspek teknis dan nonteknis telah dipersiapkan secara matang. Salah satu inovasi utama tahun ini adalah penggunaan electronic timer system guna memastikan keakuratan pencatatan waktu dan menjamin transparansi hasil perlombaan.

“Kejuaraan ini kami rancang dengan standar nasional agar setiap atlet mendapatkan kompetisi yang adil, profesional, dan kredibel,” ujar Kolonel David Medion, Rabu (17/12/2025).

Menariknya, Babinsa 21 Cup Radin Inten 2025 juga menghadirkan kategori master, yang terbuka bagi personel TNI/Polri serta masyarakat umum dan perenang nonprofesional. Langkah ini diambil untuk memperluas partisipasi sekaligus mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga renang.

Berbagai nomor perlombaan dipertandingkan, mulai dari Gaya Bebas, Gaya Dada, Gaya Punggung, Gaya Kupu-Kupu, hingga Gaya Ganti, termasuk nomor estafet yang selalu menjadi favorit penonton.

Kejuaraan ini diikuti oleh atlet dari tujuh provinsi, yakni Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Hingga pertengahan Desember 2025, tercatat sekitar 1.800 atlet dengan lebih dari 4.000 nomor perlombaan, menjadikannya salah satu kejuaraan renang terbesar yang pernah digelar di Lampung.

Selain menjadi ajang kompetisi, penamaan Babinsa 21 Cup juga merupakan bentuk penghormatan terhadap peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai ujung tombak TNI AD di tengah masyarakat. Nilai pengabdian dan loyalitas Babinsa diharapkan mampu menginspirasi para atlet dalam mengejar prestasi.

“Harapan kami, kejuaraan ini dapat melahirkan atlet-atlet renang masa depan yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” tutup David.

Di sisi lain, penyelenggaraan Babinsa 21 Cup Radin Inten 2025 juga menjadi momentum penting bagi Lampung dalam mengembangkan sport tourism, seiring meningkatnya kunjungan atlet dan official dari berbagai daerah.

Dengan dukungan lintas sektor dan antusiasme peserta yang tinggi, Babinsa 21 Cup Radin Inten 2025 diyakini akan menjadi salah satu kejuaraan renang paling prestisius di Indonesia pada akhir tahun 2025.

Senin, 15 Desember 2025

Pertina Lampung Tengah Borong 8 Medali di Porkot Bandar Lampung 2025


BANDAR LAMPUNG
– Kontingen petinju amatir Indonesia (Pertina) Lampung Tengah menorehkan prestasi gemilang dengan meraih total 8 medali dalam ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Bandar Lampung 2025.

Kejuaraan yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025 di Komplek Pekor Way Halim, Bandar Lampung, menjadi bukti kebangkitan sekaligus komitmen kuat atlet-atlet tinju Lampung Tengah dalam mengharumkan nama daerah.

Dalam ajang tersebut, Pertina Lampung Tengah berhasil mengoleksi 2 medali emas, 4 medali perak, dan 2 medali perunggu. Medali emas diraih oleh Neo dan Vino, sementara medali perak disumbangkan oleh Raihan, Lana, Alka, dan Nauval. Adapun medali perunggu diraih oleh Koko dan Dhani.

Prestasi membanggakan ini semakin lengkap setelah Neo dinyatakan lolos seleksi Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang olahraga bela diri, menambah kebanggaan kontingen tinju Lampung Tengah.

Ketua Pertina Lampung Tengah, Teguh Santoso, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet yang telah berjuang dan meraih prestasi.

 “Saya sangat bangga dengan atlet-atlet tinju Lampung Tengah yang telah membawa pulang medali. Ini menjadi harapan baru dan nuansa kebangkitan tinju di Bumi Beguwai Jejamo Wawai,” ujarnya.



Senada dengan itu, Sekretaris Pertina Lampung Tengah, Deka, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti nyata kebangkitan organisasi serta komitmen para atlet untuk terus berprestasi.

“Dengan semangat Jaya, Jaya, Juara!, prestasi ini diharapkan mampu menjadi motivasi dan landasan kuat bagi Pertina Lampung Tengah untuk mencetak atlet berprestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional,” tegasnya.



Sementara itu, Neo, yang juga bertindak sebagai pelatih (coach) kontingen tinju Lampung Tengah, mengaku bangga dan terharu atas hasil yang diraih para atlet.

 “Prestasi ini membuat saya semakin bersemangat dan berkomitmen untuk mencari bibit-bibit dan talenta baru bagi Pertina Lampung Tengah,” katanya.



Ia menambahkan bahwa dengan kepemimpinan baru dan program baru, pihaknya akan mulai melakukan seleksi atlet sejak tingkat sekolah hingga kecamatan.

“Kami akan turun langsung ke bawah untuk mencari sumber daya manusia yang potensial dan mampu berkembang di olahraga tinju,” pungkasnya.



Prestasi ini menjadi simbol kebangkitan Pertina Lampung Tengah serta harapan baru bagi perkembangan olahraga tinju di daerah tersebut.(Irfan)

Selasa, 02 Desember 2025

Pemerintah Pusat Dorong Ketahanan Pangan Lewat 7.000 Bibit untuk Smart Agroforestry


Lampung Selatan
— Upaya memperkuat ketahanan pangan serta mengembangkan perkebunan berkelanjutan di Kabupaten Lampung Selatan mendapat dukungan besar dari pemerintah pusat.

 Melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pemerintah menyerahkan 7.000 bibit kopi dan kakao kepada para petani sebagai langkah percepatan penerapan Smart Agroforestry di wilayah tersebut.

Penyerahan bibit dilakukan dalam kegiatan Dialog Inter-Generasi bertema “Partisipasi Pengelolaan Smart Agro Forestry dalam Mendorong Kebijakan Inovasi melalui Kolaborasi Inter-Generasi” yang berlangsung di Aula SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, pada Senin (2/12/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forkopimda, Sekda Supriyanto, akademisi, mahasiswa, serta kelompok tani.

Kehadiran perwakilan negara sahabat, termasuk Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, semakin memperkuat komitmen internasional terhadap pengembangan agroforestry di Lampung Selatan.

Dalam dialog utama, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemberian ribuan bibit kopi dan kakao ini bukan sekadar bantuan, melainkan langkah nyata peningkatan pendapatan petani sekaligus pelestarian lingkungan.

 “Lahan-lahan kosong akan kita dorong untuk ditanami komoditas produktif seperti kopi dan kakao. Bibit akan kita bantu agar petani bisa meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Zulkifli.



Dukungan internasional juga mengalir dari Pemerintah Norwegia. Perwakilan Kedutaan Besar Norwegia, Dewi Tresya, menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan hutan serta keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam sistem agroforestry di Lampung Selatan.

 “Program ini mempromosikan pertanian dan perkebunan berkelanjutan melalui pendekatan kehutanan sosial. Tujuannya memastikan masyarakat mendapatkan kehidupan lebih baik sekaligus menjaga kelestarian alam,” kata Dewi.



Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, komunitas petani, dan mitra internasional, Lampung Selatan diharapkan mampu menjadi contoh penerapan Smart Agroforestry yang sukses dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Minggu, 30 November 2025

Gubernur Lampung: Ijtima’ Ulama Dunia Dorong Perputaran Ekonomi Masyarakat Kota Baru


Lampung Selatan
— Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia dan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa di kawasan Kota Baru tidak hanya menjadi agenda keagamaan berskala internasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat meninjau kegiatan berskala internasional tersebut di Kota Baru, Minggu (30/11/2025) pagi.

Kegiatan akbar yang berlangsung mulai 28–30 November 2025 dipadati 575.000 lebih dari berbagai daerah di Indonesia serta 8.500 peserta internasional dari lebih dari 99 negara dikutip dari Bapak Firmansyah Humas Ijtima Ulama "Indonesia Berdoa".

Dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan salat Jum'at, dihadiri secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar sekaligus menyampaikan khotbah.

Hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Gubernur, sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang berlangsung 28–30 November 2025, perputaran ekonomi lokal meningkat signifikan.

Ribuan jamaah dari berbagai provinsi di Indonesia dan mancanegara mendorong pertumbuhan transaksi di sektor UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pasar rakyat, usaha transportasi, hingga jasa penyedia tenda dan logistik.

Berdasarkan data yang disampaikan saat meninjau pengamanan lokasi oleh Tim gabungan, kegiatan Ijtima dihadiri kurang lebih 575 ribu orang.

Gubernur menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya ibadah dan silaturahmi, tetapi juga berkah ekonomi. Banyak masyarakat yang merasakan manfaat, terutama pedagang dan UMKM di wilayah Lampung Selatan.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan lapak kuliner, warung harian, penjual kebutuhan dasar, serta pedagang minuman dan makanan siap saji ramai oleh jamaah. Beberapa pedagang mengaku omset naik hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa.

Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial melalui akun jamaah menunjukkan aktivitas peserta Ijtima’ berbelanja di warung sekitar, membeli kebutuhan logistik, hingga berburu kuliner khas Lampung.

Dampak ekonomi yang luar biasa terjadi selama penyelenggaraan kegiatan, di asumsikan dari hal paling sederhana, jika masing - masing jamaah memenuhi kebutuhan makan saja dengan harga termurah Rp.10.000,- maka dalam satu hari akan membelanjakan uangnya sebanyak Rp.30.000,- jika dikalikan 575 ribu jamaah maka perputaran uang perhari mencapai 17 miliar rupiah lebih, dalam tiga hari penyelenggaraan kegiatan setidaknya ada perputaran uang sebanyak 51 miliar rupiah lebih hanya dari sisi konsumsi.

Selain pedagang, penyedia jasa transportasi lokal seperti ojol, angkutan desa, dan penyewa kendaraan juga mendapatkan dampak positif. Sektor akomodasi di wilayah sekitar seperti Natar, Jati Agung, hingga Kota Bandar Lampung dilaporkan mengalami peningkatan okupansi.

Jasa transportasi baik darat, laut dan udara juga mengalami kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dengan digelarnya Ijtima di Provinsi Lampung.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendorong penyelenggaraan kegiatan berskala besar sebagai bagian dari strategi meningkatkan perekonomian daerah berbasis event.

“Kita ingin Lampung menjadi tuan rumah yang baik untuk kegiatan nasional dan internasional. Setiap event besar harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

Gubernur juga mengapresiasi sinergi TNI–Polri, pemerintah daerah, relawan, dan panitia sehingga kegiatan berjalan kondusif dan tertib. Ia menekankan bahwa pelayanan publik dan kenyamanan jamaah menjadi prioritas utama.

Dengan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat, Pemprov Lampung berharap penyelenggaraan Ijtima’ Ulama Dunia menjadi momentum memperkuat citra Lampung sebagai daerah yang aman, ramah, dan siap menjadi destinasi kegiatan berskala besar.

Jumat, 28 November 2025

Ijtima Ulama Dunia 2025 Dongkrak Ekonomi Warga Kota Baru


Jati Agung
- Kota Baru berubah menjadi lautan manusia ketika ratusan ribu jemaah dari berbagai penjuru Indonesia bahkan mancanegara memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Ijtima Ulama Dunia 2025: Tabligh Akbar Indonesia Berdoa, Jumat (28/11/2025).

Di tengah suasana yang penuh kekhidmatan itu, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, hadir menyambut para ulama dan jemaah yang sejak pagi telah memadati lokasi.

Selama tiga hari, 28-30 November 2025, Kawasan Kota Baru di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi pusat perjumpaan, doa, dan tausiah bagi umat Islam.

Rangkaian acara pada hari pertama dimulai dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah. Tampak Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, berdiri di saf depan bersama Menko Pangan RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, serta Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar didaulat menjadi khatib salat Jumat. Dalam khutbahnya, ia mengajak umat Islam menjadikan momen ini sebagai ruang memperkokoh persaudaraan dan doa bersama demi keselamatan bangsa.

“Kita berkumpul di sini bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi memohon keselamatan negeri, memperbaiki diri, dan mempererat ukhuwah,” ujarnya di hadapan jemaah yang memenuhi area salat.


Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan Tabligh Akbar sebagai momentum memperkuat nilai keislaman di tengah dinamika sosial dan tantangan zaman.

Kota Baru Hidup Sampai Malam, Warga Rasakan Dampak Ekonomi

Tak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, Ijtima Ulama Dunia 2025 juga memberi dampak nyata bagi perekonomian warga sekitar. Ribuan jemaah yang datang membuat kawasan Kota Baru kembali hidup hingga malam.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi menyambut positif gelaran internasional ini. Selain memperkuat persatuan umat melalui doa dan zikir, kegiatan berskala besar seperti Ijtima Ulama Dunia dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lampung Selatan.

Wanda (36), warga Kota Baru, mengaku perputaran ekonomi langsung terasa sejak hari pertama kegiatan berlangsung.

“Yang tadinya bukan pedagang jadi berdagang. Mau beli ini dan itu ada. Yang tadinya sepi, sekarang ramai sampai malam,” tuturnya.


Pemerintah daerah mencatat lonjakan aktivitas ekonomi, mulai dari sektor UMKM, penyedia transportasi, hingga perhotelan. Ribuan jemaah yang berdatangan juga turut menggerakkan usaha kecil warga yang sebelumnya jarang tersentuh pengunjung.

Selasa, 25 November 2025

Ahmad Apriliadi passa kembali dipercaya memimpin APKLINDO Lampung untuk periode 2025-2030


Bandar Lampung
Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) Lampung resmi melantik pengurus baru untuk periode 2025–2030 dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Azana Boutique Hotel, Selasa (25/11/2025). Mengusung tema “Bersama Lebih Kuat, Maju dan Bersinergi”, pelantikan ini dihadiri unsur pemerintah dan jajaran Forkopimda Provinsi Lampung, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara asosiasi dan pemerintah untuk mendukung perkembangan jasa kebersihan di daerah



Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Biro Umum Setda Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi atas kontribusi APKLINDO dalam mendorong kemajuan sektor jasa kebersihan yang kini semakin dibutuhkan, terutama dengan adanya kebijakan larangan tenaga honorer dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja outsourcing.


Ahmad Apriliadii passa,kembali dipercaya memimpin APKLINDO Lampung untuk periode keduanya setelah dinilai berhasil membawa organisasi semakin eksis dan berperan aktif di provinsi tersebut. Dalam sambutannya, Ahmad menegaskan komitmennya untuk langsung bekerja bersama kepengurusan baru, terutama dalam memperluas keanggotaan dan memperkuat struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota.



“Saat ini sudah terbentuk kepengurusan di tiga daerah, yaitu Lampung Selatan, Tanggamus, dan Kota Bandar Lampung. Target kami dalam dua hingga tiga tahun ke depan seluruh 15 kota/kabupaten di Lampung memiliki Badan Pengurus Kabupaten/Kota (BPK) yang terbentuk secara organik berdasarkan kebutuhan daerah,” ujarnya.



Ia menekankan bahwa terbukanya peluang di sektor jasa kebersihan pada tahun mendatang—dengan seluruh kebutuhan tenaga kebersihan diserap melalui outsourcing—menjadi momentum bagi perusahaan lokal untuk tumbuh dan berkontribusi lebih besar bagi Lampung. APKLINDO kini menaungi 42 perusahaan anggota yang siap menyediakan tenaga kerja kompeten bagi instansi pemerintah maupun swasta.



Ahmad juga memaparkan bahwa lebih dari 560 tenaga kerja telah mendapatkan sertifikasi kompetensi dalam lima tahun terakhir, mulai level junior hingga manajer. Ia berharap profesi cleaning service dapat terus dipandang sebagai pekerjaan yang mulia dan memiliki jenjang karier yang jelas.



Ketua Umum APKLINDO, H. Kus Junianto, turut memberikan harapan besar kepada pengurus baru agar mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja jasa kebersihan.

Secara nasional, APKLINDO memiliki 20 dewan pengurus provinsi, 9 dewan pengurus kota, dan lebih dari 2.000 anggota perusahaan dengan total tenaga kerja mencapai 3 juta orang, termasuk mereka yang berpotensi bekerja di luar negeri.

Kas Tanianto juga menyoroti peluang untuk menyiapkan tenaga kerja calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di bidang building cleaning service, terutama untuk kebutuhan pasar Jepang yang diperkirakan membuka 4.000 lowongan tahun depan.

“Kami ingin APKLINDO tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk pasar lokal, tetapi juga mampu mengirimkan SDM berkompetensi ke luar negeri sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.



Pelantikan pengurus APKLINDO Lampung 2025–2030 diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan sektor jasa kebersihan sebagai penyerap tenaga kerja terbesar, sekaligus memperkuat perusahaan lokal agar dapat menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Dengan demikian, pajak dan kontribusi ekonomi lainnya dapat masuk langsung ke Provinsi Lampung.

APKLINDO menargetkan peningkatan kualitas SDM melalui sertifikasi, pendidikan, dan penguatan perusahaan lokal agar dapat berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.(Yuli)

Senin, 24 November 2025

Wamendagri Apresiasi Daerah Kendalikan Inflasi, Pemprov Lampung Siap Optimal*


Bandar Lampung
--- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara virtual bertempat di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (24/11/2025).

Wamendagri Akhmad Wiyagus dalam arahannya menekankan bahwa rakor ini merupakan agenda rutin yang menjadi instruksi langsung Presiden terkait pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta mendorong capaian agenda prioritas nasional.

"Rapat ini merupakan agenda rutin yang menjadi arahan langsung dari Bapak Presiden, yang menekankan pentingnya sinergi konsisten antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi di daerah serta beberapa agenda prioritas nasional yang perlu dibahas bersama," ucapnya.

Wamendagri juga menjelaskan bahwa Presiden secara khusus menegaskan bahwa pemerintah memiliki perangkat pengendali inflasi yang lengkap, sehingga kolaborasi seluruh elemen sangat dibutuhkan. Wamendagri kemudian memaparkan perkembangan inflasi terbaru.

Secara nasional, Wamendagri menjelaskan bahwa inflasi pada Oktober 2025 tercatat 2,86% (year-on-year), berada dalam rentang target inflasi nasional yaitu 1,5%–3,5%. Komoditas penyumbang utama inflasi meliputi emas perhiasan, cabai, dan beras.

Adapun secara month-to-month, komoditas yang memberi andil terbesar juga relatif sama, yaitu emas perhiasan, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Wamendagri menyoroti tingginya harga emas internasional yang memicu lonjakan harga emas dalam negeri hingga mencapai Rp2.237.000,00 per gram.

"Harga emas yang melonjak cukup tinggi secara internasional akibat tingginya permintaan berdampak pada kenaikan harga dalam negeri. Laporan terbaru World Gold Council menunjukkan dua dari tiga orang Indonesia berinvestasi emas, dan tren ini diperkirakan berlanjut dalam 12 bulan ke depan," jelasnya.

Menurut Wamendagri, emas kini menjadi instrumen pilihan masyarakat Indonesia untuk menjaga ketahanan finansial dan menyediakan dana darurat.

Lebih lanjut, Wamendagri juga mengapresiasi pemerintah daerah yang mampu menjaga inflasi dalam rentang target nasional. Meski demikian, ia memberikan atensi khusus kepada daerah yang masih mencatatkan inflasi relatif tinggi.

Berdasarkan data perkembangan harga pada minggu ketiga November 2025, tiga komoditas yang paling banyak mengalami kenaikan harga di berbagai daerah adalah bawang merah, telur ayam ras, dan cabai merah.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, turut memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) berdasarkan pencatatan SP2KP hingga 21 November 2025.

Amalia menyampaikan bahwa pada minggu ketiga (M3) November 2025, terdapat 6 provinsi mengalami kenaikan IPH, 31 provinsi mengalami penurunan, dan 1 provinsi tercatat stabil.

Adapun komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di enam provinsi tersebut adalah cabai merah, yang sejak beberapa minggu terakhir terus mengalami tekanan harga. (*)

Senin, 10 November 2025

Grand Final Bento Solo Song 2025: 21 Finalis Unjuk Prestasi, Tifani Bella Sabet Juara Pertama


BANDAR LAMPUNG
— Suasana meriah dan penuh antusiasme menyelimuti Bento Coffee di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame, Bandar Lampung, saat Grand Final Bento Solo Song 2025 digelar pada Minggu (09/11/2025). Ajang pencarian bakat ini menjadi ruang kreativitas bagi talenta musik muda Lampung untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung.

Memasuki tahun penyelenggaraan kedua, kompetisi ini berhasil menarik 62 peserta dari berbagai daerah di Lampung. Para peserta melalui tiga tahap penilaian, dengan rincian: sesi pertama diikuti 22 peserta (minus 3 yang tidak hadir), sesi kedua 20 peserta, dan sesi ketiga 20 peserta. Setiap peserta membawakan satu lagu pilihan untuk dinilai langsung oleh dewan juri.

Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 21 peserta terpilih melaju ke babak final. Pada puncak penilaian, tiga nama berhasil menempati posisi terbaik:

Juara 1: Tifani Bella

Juara 2: Jasmine Kezia

Juara 3: Nui Janah


Tifani Bella, pemenang juara pertama, mengungkapkan rasa haru dan bahagianya.

> “Saya tidak menyangka bisa menjadi juara pertama. Persaingannya sangat ketat dan semua peserta tampil luar biasa. Terima kasih kepada Bento Coffee yang telah memberi panggung bagi kami untuk belajar dan berkembang,” ujarnya.



Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidang musik dan seni pertunjukan, yakni Miss Eka (guru vokal), Jeffri Noviansyah (pengamat musik dan film sekaligus jurnalis), serta Ricky Saputra (manajer Astagiri dan Topi Kebalik Band). Salah satu juri menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas peserta tahun ini.

> “Para peserta tampil sangat baik. Banyak yang sudah memiliki teknik vokal matang dan kepercayaan diri yang kuat di atas panggung,” ungkapnya.



Sementara itu, Muhammad Rifqi Al Fatah, Manajer Bento Coffee sekaligus penyelenggara, yang didampingi Ketua Pelaksana Yaser, menyebut bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan.

> “Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Bento Solo Song. Ke depannya kami berencana menggandeng pemerintah dan pihak swasta agar pelaksanaannya semakin besar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan musik di Lampung,” jelasnya.



Acara ditutup dengan penampilan bersama para finalis dan penyerahan hadiah. Selain menjadi ajang kompetisi, Bento Solo Song 2025 menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah musik nasional maupun internasional.


Rabu, 05 November 2025

Sepekan di Belanda, Bupati Egi Gaungkan Potensi Lampung Selatan ke Pentas Global


Kalianda
- Dalam langkah berani menuju panggung internasional, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama membawa misi besar: memperkenalkan kekayaan potensi daerahnya ke dunia.

Selama hampir sepekan, sejak 29 Oktober hingga 3 November 2025, Bupati muda ini menjalani serangkaian agenda penting di Negeri Kincir Angin, Belanda.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Lampung Selatan yang dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang “The Magnificence Discovering of Indonesia” di Utrecht, Belanda - sebuah acara bergengsi yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, investor, dan promotor pariwisata dari berbagai negara.

Agenda Bupati Egi dimulai dari kunjungan ke Indonesia House Amsterdam, pusat promosi ekonomi dan budaya Indonesia di Belanda. Di tempat ini, ia menjajaki kerja sama promosi produk lokal Lampung Selatan agar lebih dikenal di pasar Eropa.

Tak berhenti di situ, Bupati Egi juga menyambangi Ambonia dan Nesia BV, perusahaan impor rempah dan produk F&B asal Indonesia yang berbasis di Belanda.

Dalam pertemuan itu, ia membuka peluang agar produk-produk lokal asal Lampung Selatan dapat memenuhi standar ekspor Eropa.

“Yang membanggakan, saya menemukan produk dari Lampung Selatan yang sudah lebih dulu menembus pasar Eropa," ungkap Bupati Egi melalui unggahannya di akun Instagram pribadinya, @radityoegi.

"Hal ini menjadi semangat baru bagi kita semua untuk mendorong lebih banyak produk unggulan Lampung Selatan bersaing di kancah internasional,” tambahnya.

Selain mempromosikan produk unggulan, Bupati Egi juga menjalin komunikasi strategis dengan Managing Director International RVO (Rijksdienst voor Ondernemend Nederland), lembaga di bawah Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim Belanda.

Pertemuan itu menjadi ajang membangun jejaring ekonomi lintas negara untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Lampung Selatan.

Lampung Selatan, dari “Bumi Khagom Mufakat” ke Panggung Dunia

Kehadiran Bupati Egi di ajang “The Magnificence Discovering of Indonesia” bukan tanpa alasan. Kabupaten Lampung Selatan terpilih sebagai satu dari 10 kabupaten se-Indonesia yang mendapat undangan eksklusif dari Kementerian Pariwisata RI.

Pengakuan ini menjadi bukti bahwa potensi daerah berjuluk Bumi Khagom Mufakat diakui hingga ke tingkat nasional dan kini mendapat panggung global.

Di hadapan audiens internasional, Bupati Egi menampilkan keindahan alam, budaya, serta ragam kuliner khas Lampung Selatan yang kaya cita rasa.

“Melalui ajang ini, kita ingin memperkenalkan potensi ekonomi, pariwisata, serta produk unggulan Lampung Selatan ke pasar internasional,” ujarnya.


Ia berharap, langkah ini dapat membuka pintu lebih lebar bagi investasi, pariwisata, dan kerja sama global yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. “Semoga Lampung Selatan semakin dikenal dunia,” kata Bupati Egi.

Diakui Dunia! Nusadaya Academy Raih Penghargaan Internasional dalam Pengembangan Sistem Pendidikan


Kuala Lumpur, Malaysia
— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak bangsa. Radep Riyantoro, pemuda asal Lampung yang kini memimpin pengembangan pendidikan melalui Nusadaya Academy, meraih penghargaan internasional atas kontribusinya dalam inovasi dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang dipimpin oleh YBHG Prof. Dato’ Dr. Ahmad Izanee Bin Awang, President/Vice Chancellor, dan Encik Bani Bin Zainal Azmian, CEO METEOR Learning Sdn. Bhd.

Momen ini menandai pengakuan dunia terhadap peran Nusadaya Academy dalam menghadirkan model pendidikan unggul yang mempersiapkan talenta Indonesia masuk ekosistem global. Nusadaya Academy bahkan mendapat apresiasi bersanding dengan universitas ternama dunia, termasuk institusi pendidikan besar Asia.

Pada kesempatan tersebut, Radep Riyantoro juga mendapat kehormatan luar biasa sebagai anggota senat dalam sidang wisuda Open University Malaysia (OUM). Ia tampil di panggung resmi bersama jajaran akademik dan pimpinan universitas Malaysia, mewakili Nusadaya Academy.

Tak hanya itu, Radep turut berperan langsung dalam mewisuda mahasiswa/i Nusadaya Academy yang menjalankan program pendidikan internasional di Malaysia—sebuah langkah monumental bagi institusi pendidikan asal Indonesia untuk mengukuhkan posisi di panggung akademik global.

“Penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan dunia kepada kualitas pendidikan Indonesia. Kami akan terus membuka akses dan kesempatan global bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing dan berprestasi di dunia internasional,” ujar Radep Riyantoro.

Pengakuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia mampu diposisikan sebagai pemimpin pendidikan di tingkat internasional, sekaligus menjadi insipirasi bagi pemuda Lampung dan seluruh Indonesia untuk mencetak jejak global.

Dengan pencapaian ini, Nusadaya Academy semakin memantapkan langkahnya dalam mendorong kolaborasi pendidikan, mobilitas internasional, dan peningkatan kapasitas tenaga profesional Indonesia menuju negara-negara maju.

Jumat, 31 Oktober 2025

PPM LPMPP Unila Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI 2025 untuk Perkuat Sistem Penjaminan Mutu


Bandar Lampung
– Pusat Penjaminan Mutu Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (PPM LPMPP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan kegiatan penyamaan persepsi auditor Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2025, pada Jumat, 31 Oktober 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang A1 Gedung Dekanat Fakultas Pertanian Unila.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dan dihadiri para auditor internal dari berbagai fakultas dan unit pelaksana akademik di lingkungan Unila. Kegiatan ini bertujuan menyatukan pemahaman antar auditor agar pelaksanaan AMI dapat berjalan efektif, objektif, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Prof. Suripto menegaskan bahwa AMI merupakan komponen penting dalam sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan AMI yang dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun, termasuk tindak lanjut hasil audit guna memastikan peningkatan berkelanjutan pada kinerja program studi dan unit kerja.

“AMI adalah bagian dari upaya kita membangun budaya mutu. Tindak lanjut hasil audit harus terus diperhatikan agar peningkatan mutu benar-benar terasa dan terukur,” ujarnya.

Prof. Suripto juga menyoroti pentingnya ketepatan dan keakuratan pengisian data akademik pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), karena data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan akademik serta berpengaruh langsung pada proses akreditasi.

“Alhamdulillah, akreditasi kita terus meningkat dari tahun ke tahun, baik akreditasi unggul maupun internasional. Hal ini menunjukkan bahwa sistem audit mutu internal berjalan dan memberikan kontribusi nyata,” tambahnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang koordinasi antara PPM LPMPP dan para auditor guna memperkuat sinergi dalam pengawalan mutu akademik di tingkat universitas dan program studi. Dengan pemahaman yang selaras, diharapkan audit mutu dapat dilaksanakan lebih efektif serta menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.

PPM LPMPP Unila berharap kegiatan penyamaan persepsi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penjaminan mutu secara menyeluruh, serta mendorong semakin banyak program studi meraih akreditasi unggul di masa mendatang.

Kamis, 30 Oktober 2025

LLDIKTI Wilayah II Bangun Ekosistem Publikasi Ilmiah Berkualitas Lewat Pendampingan Jurnal


Bandar Lampung
– Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar kegiatan Pendampingan Peningkatan Akreditasi Jurnal Ilmiah Menuju Peringkat SINTA Lebih Tinggi di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pendampingan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Palembang pada 28 Oktober 2025. Program tersebut diikuti oleh para pengelola jurnal dari berbagai perguruan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah II, yang meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua Tim Kerja Riset dan Pengembangan LLDIKTI Wilayah II, Romi Kurniadi Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pengelola jurnal ilmiah dalam meningkatkan peringkat akreditasi di SINTA (Science and Technology Index) — sistem indeksasi nasional yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek.

 “Kami ingin membantu para pengelola jurnal agar dapat naik peringkat, misalnya dari SINTA 4 ke SINTA 3, SINTA 3 ke SINTA 2, hingga menuju indeksasi internasional seperti Scopus atau WoS. Pendampingan ini adalah bentuk komitmen kami dalam memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di perguruan tinggi,” ujar Romi.



Dalam kegiatan pendampingan di Lampung ini, LLDIKTI Wilayah II menghadirkan dua narasumber kompeten dari Relawan Jurnal Indonesia (RJI), yakni Dr. Taruna dari Universitas Dehasen Bengkulu dan Dr. Hamid Mukhlis dari STKIP Al Islam Tunas Bangsa Lampung, yang juga merupakan Ketua RJI di provinsi masing-masing.

Kedua narasumber memberikan materi mendalam terkait manajemen dan tata kelola jurnal, peningkatan kualitas artikel ilmiah, hingga aspek teknis pengelolaan jurnal melalui Open Journal System (OJS). Peserta juga memperoleh wawasan tentang strategi menuju indeksasi nasional dan internasional agar jurnal mereka dapat terakreditasi lebih tinggi serta diakui secara global.

Romi menegaskan, peningkatan mutu jurnal ilmiah sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap kualitas riset dan publikasi dosen di perguruan tinggi.

“Jurnal ilmiah merupakan rumah bagi para dosen untuk mempublikasikan hasil risetnya. Melalui pendampingan ini, kami berharap hasil penelitian para dosen dapat memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ini sejalan dengan visi Dikti Saintek Berdampak,” jelasnya.



Untuk wilayah Lampung, kegiatan pendampingan ini diikuti oleh sekitar 56 perguruan tinggi yang memiliki jurnal terakreditasi SINTA peringkat 3 dan 4.

Romi menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat kualitas dan daya saing jurnal di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah II.

 “Kami berkomitmen menjaga kesinambungan program ini agar jurnal-jurnal di lingkungan LLDIKTI Wilayah II mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya(Yuli)

Minggu, 26 Oktober 2025

Liga E-sport Lampung 2025 Resmi Ditutup, Kadispora dan Ketua KONI Dorong Pembinaan Atlet Menuju PON 2028


Bandar Lampung
— Liga Esport Lampung 2025 yang diselenggarakan selama satu bulan resmi ditutup pada Minggu malam (26/10/2025) bertempat di Cafe Wings and Burg, Bandar Lampung.
Penutupan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung serta Ketua KONI Provinsi Lampung, Tofik Hidayat, bersama jajaran pengurus Esport Indonesia (ESI) Lampung.

Dalam sambutannya, Ketua KONI Provinsi Lampung Tofik Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Liga Esport Lampung 2025 yang dinilai menjadi wadah pembinaan bagi atlet-atlet muda potensial di bidang esport.

 “Esport ini merupakan bagian dari olahraga prestasi dan telah dipertandingkan dalam ajang PON. Berdasarkan data yang ada, Lampung telah memiliki atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Kami berharap ESI Lampung terus membina atlet-atletnya agar dapat menjadi andalan Lampung dalam kompetisi-kompetisi mendatang, khususnya pada PON 2028,” ujar Tofik Hidayat.



Lebih lanjut, Tofik menambahkan bahwa potensi esport di Provinsi Lampung sangat besar dan berkembang pesat. Karena itu, kegiatan seperti Liga Esport ini diharapkan dapat terus digalakkan sebagai ajang pembinaan, latihan, dan evaluasi bagi para atlet.

“Kami mendorong agar kompetisi-kompetisi seperti ini terus dilaksanakan, karena menjadi sarana evaluasi terhadap pembinaan yang telah dilakukan. Bahkan kami mendapatkan informasi bahwa ESI Lampung akan melakukan sosialisasi ke lingkungan OPD maupun ke dunia pendidikan. Hal ini tentu sangat baik untuk memperluas minat dan pembinaan di kalangan generasi muda,” tambahnya.

Pemenang Liga Esport Lampung 2025

Setelah melalui rangkaian pertandingan selama satu bulan penuh, berikut hasil akhir Liga Esport Lampung 2025:

1. Juara I : Kota Bandar Lampung


2. Juara II : Kabupaten Lampung Selatan


3. Juara III : Kabupaten Pringsewu



Kegiatan Liga Esport Lampung 2025 diselenggarakan sebagai upaya mendukung pengembangan olahraga digital di Provinsi Lampung sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan ESI dalam mencetak atlet-atlet esport berprestasi.

Dengan berakhirnya kompetisi ini, diharapkan pembinaan esport di Lampung dapat semakin terarah dan berkelanjutan, serta melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di ajang nasional maupun internasional.


Sabtu, 25 Oktober 2025

110 Atlet dari 11 Kabupaten Adu Skill di Liga Esport Lampung 2025 Lampung


BANDAR LAMPUNG
– Provinsi Lampung kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga digital. Ajang Liga Esport Lampung 2025 resmi dibuka pada Sabtu (25/10/2025) di Wings and Burg’s CafĂ©, Bandar Lampung, menjadi kompetisi bergengsi pertama yang mempertemukan para atlet esport dari berbagai kabupaten dan kota se-Lampung.

Ketua Pelaksana Dr. Fajar Riatama, S.Stp., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa liga ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas, instansi, dan pemerhati esport di Lampung yang memiliki visi sama: membangun ekosistem esport daerah yang profesional dan berkelanjutan.

 “Harapan kami, ke depan atlet-atlet Lampung bisa menjuarai kompetisi di tingkat nasional bahkan internasional. Liga ini menjadi langkah awal pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Fajar.



Sementara itu, Ahmad Rakha Harashta, selaku Ketua Harian Liga Esport Lampung 2025, menjelaskan bahwa ajang perdana ini diikuti oleh 110 atlet terbaik dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Para peserta merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan hingga ribuan pemain yang telah bersaing di tingkat lokal masing-masing daerah.

 “Tahun ini menjadi momen bersejarah karena ajang ini merupakan yang pertama di Indonesia. Bisa dibilang, Lampung menjadi pelopor pelaksanaan liga esport tingkat regional antar kabupaten dan kota,” ungkap Rakha dengan bangga.



Senada dengan itu, Sekretaris Esport Lampung, Indra Feriza, menuturkan bahwa struktur organisasi esport di provinsi ini sudah terbentuk di 15 kabupaten/kota, meski beberapa masih dalam tahap penyempurnaan. Ia berharap ajang ini dapat menjadi wadah pencarian bibit unggul menuju kompetisi tingkat nasional.

“Melalui liga ini, kami berharap dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi yang bisa membawa nama Lampung di ajang nasional, termasuk PON 2028,” jelasnya.



Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga sekaligus mewakili Gubern Provinsi Lampung, Hendra Kusuma, S.E., M.Si., yang hadir dalam pembukaan tersebut, mengapresiasi terselenggaranya Liga Esport Kampung 2025. Ia menilai langkah ini menjadi bentuk nyata pembinaan generasi muda di bidang olahraga digital yang tengah berkembang pesat.

“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Esport bukan sekadar permainan, tapi bagian dari industri kreatif yang punya potensi besar menciptakan prestasi dan peluang ekonomi baru bagi generasi muda,” ujar Hendra.



Pada edisi perdananya, Liga Esport Kampung 2025 mempertandingkan satu cabang utama, yakni Mobile Legends: Bang Bang, dengan mengusung tema “The First Ever Regional League Antar Kota dan Kabupaten.” Pertandingan digelar secara offline dengan sistem kompetisi penuh yang menghadirkan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Dr. Fajar menambahkan bahwa pihaknya berencana memperluas cakupan turnamen di tahun-tahun berikutnya dengan menambah beberapa cabang permainan populer lainnya.

“Ke depan, kami akan menambah cabang seperti PUBG Mobile, Free Fire, dan Valorant, agar semakin banyak atlet dan komunitas yang bisa berpartisipasi. Kami ingin Lampung dikenal bukan hanya sebagai penghasil kopi dan destinasi wisata, tapi juga sebagai gudangnya talenta esport nasional,” tutup Fajar.



Dengan dukungan pemerintah, komunitas, dan para pecinta esport, Liga Esport Kampung 2025 diharapkan menjadi tonggak lahirnya ekosistem esport yang solid, profesional, dan berdaya saing tinggi di Provinsi Lampung.(Yli)