GK, BANDAR LAMPUNG | Menjabat sebagai Lurah di Kota Bandar Lampung bagaikan buah simalakama, "Dimakan mati Bapak, tidak dimakan mati Emak." Pepatah tersebut sejalan dengan apa yang dialami oleh para Lurah di Kota Bandar Lampung.
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 18 Juli 2023
Lurah di Bandar Lampung Keluhkan Berbagai Iuran, Hingga Penekanan untuk Memenangkan Salah Satu Caleg DPR RI
GK, BANDAR LAMPUNG | Menjabat sebagai Lurah di Kota Bandar Lampung bagaikan buah simalakama, "Dimakan mati Bapak, tidak dimakan mati Emak." Pepatah tersebut sejalan dengan apa yang dialami oleh para Lurah di Kota Bandar Lampung.
Kamis, 24 Februari 2022
Bersama Tiga Pilar Kelurahan Gedong Aer, Sertu Mari Untung Monitoring Penyaluran BPNT
GK, Bandar Lampung — Babinsa Koramil 410-05/TKP Sertu Mari Untung monitoring penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat di Kantor Post Gedong Aer Jln. Imam Bonjol Kota Bandar Lampung, Rabu (23/2).
Hadir dalam kegiatan antara lain Lurah Gedong Aer, Bhabinkamtibmas Ketua RT setempat dan Linmas Kelurahan Gedong Aer.
Sertu Mari Untung mengatakan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah pusat tersebut di laksanakan selama 3 hari.
"Jadi, penyaluran bantuan ini di mulai sejak tanggal 22 - 24 Oktober 2022 dan," kata Babinsa Mari Untung.
"Dalam penyaluran bantuan sosial tersebut setiap warga penerima mendapat bantuan berupa uang tunai sejumlah Rp 600.000,-," tambahnya.
"Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar serta menerapkan protokol kesehatan," tutupnya. [Nnd]
Jumat, 11 Februari 2022
Pembangunan Rabat Baton di Kelurahan Kuripan, Belum Seumur Jagung Sudah Rusak
GK, Investigasi - Pembangunan rabat beton yang ada di Kelurahan Kuripan Kecamatan Kota Agung Pusat, Kabupaten Tanggamus. Belum berusia setahun namun sudah banyak yang rusak.
Pekerjaan pembangunan rabat beton terdiri dari 2 termen anggaran dana, dan dititik lokasi yang berbeda. Untuk termen pertama sudah selesai dipertengahan tahun 2021, sedangkan termen kedua baru selesai dibulan Januari 2022.
Hasil pantauan awak media dilapangan, proyek pekerjaan rabat beton termen kedua yang berlokasi di RT 6, RT 8, RT 15, dan RT 19 Kelurahan Kuripan tidak menggunakan papan informasi, yang diduga sengaja dilakukan untuk mengelabuhi masyarakat setempat, agar tidak bisa dimonitoring antara besarnya anggaran, sumber anggaran dan hasil pekerjaan. Sehingga saat ini pun meski pekerjaan terbilang belum seumur jagung, namun kerusakan rabat beton sudah nampak terlihat.
Seharusnya pekerjaan proyek semacam itu, mulai dari pengerjaannya hingga selesai, pagu kegiatan terpampang dilokasi karena masyarakat berhak tahu atas informasi pekerjaan pembangunan tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Arman selaku Ketua DPW Lembaga Kader Militan Jokowi (KAMIJO) Provinsi Lampung, ia menuturkan, "Pekerjaan semacam itu seharusnya ada papan informasi, agar masyarakat tau berapa besarnya anggaran pekerjaan itu? Sumber dananya dari mana? Dan juga panjang serta lebar pembangunan rabat beton itu berapa? Tidak boleh ditutupi dari masyarakat," kata Arman saat dijumpai awak media pada hari Kamis (10/2/2022).
Ia mengatakan, "Pekerjaan ini milik Kelurahan Kuripan yang dikerjakan oleh Hamzah selaku Ketua Pokmas yang juga Ketua RT," ucap warga tersebut.
Lebih lanjut warga tersebut mengatakan, "Itu aja bekas kerjanya asal-asalan. Hasilnya tidak bagus dan ada yang retak, ada juga yang ditambal sulam, padahal baru hitungan hari selesai," kata warga tersebut dengan nada kesal.
Selanjutnya awak media mencoba menanyakan kepada Hamzah akan kebenarannya.
Hamzah pun tidak menyangkal, dan ia menyebutkan besaran anggaran pada 2 termen pekerjaan tersebut.
"Pekerjaan rabat beton itu benar milik Kelurahan Kuripan, yang pengerjaannya diserahkan kepada Pokmas. Pembangunan rabat beton itu, pada termen pertama anggarannya sekitar 230 juta sampai 240 juta," kata Hamzah yang tidak mengetahui dengan jelas besaran anggarannya.
"Termen kedua ini pun tidak jauh berbeda," tambah Hamzah.
Rio Iskandar selaku Lurah Kuripan, ketika ditanya soal besarnya anggaran. Rio menjawab, "Anggaran dananya cuma 200 juta," ujarnya.
Saat Arman menyampaikan surat tembusan kepada Camat, Kecamatan Kotaagung Pusat, Herlan. Camat mengatakan belum melakukan monitoring akan pekerjaan tersebut.
"Kami dari kecamatan memang belum melakukan monitoring atas pekerjaan tersebut, dan secepatnya akan kami lakukan," ujar Camat. [Red]
Jumat, 31 Desember 2021
Kunjungi Lokasi Grebek Sungai, Kasdim 0410/KBL Beri Motivasi dan Tingkatkan Sikap Gotong Royong
Selasa, 14 Desember 2021
Wujud Kepedulian, Serda Rikman Bantu Evakuasi Warga Terlantar di Wilayah Binaan
Minggu, 05 Desember 2021
Kecelakaan Kerja Bangunan, Korban 1 MD dan 1 Patah Tangan
Rabu, 10 November 2021
Peduli Warga, Tiga Pilar Kelurahan Sumur Batu Pantau Lokasi Longsor di Wilayah
Bandar Lampung — Sebagai wujud kepedulian terhadap warga binaan. Tiga Pilar Kelurahan Sumur Batu yang terdiri dari Babinsa Koramil 03/TBU Kodim 0410/KBL Serma Ari Setiawan, Bhabinkamtibmas dan Lurah Sumur Batu bersinergi tinjau lokasi bencana longsor yang terjadi di wilayahnya.
Derasnya curah hujan yang mengguyur kota Bandar Lampung, menyebabkan terjadinya musibah tanah longsor yang terjadi di Jln Ir. Juanda (Hutan Kera) RT.10 LK.I, Sumur Batu, Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, pada Selasa malam (9/11/2021).
Menurut kesaksian beberapa warga yang berhasil di himpun oleh Babinsa, musibah tanah longsor itu terjadi sekitar pukul 19.20 WIB yang diduga akibat cuaca hujan begitu deras mengguyur kota Bandar Lampung.
Serma Ari Setiawan mengatakan, apa yang dilakukan bersama Tiga pilar sebagai wujud kepedulian serta rasa tanggung jawab terhadap wilayah binaan.
"Awalnya, kami mendapat informasi dari warga setempat bahwa adanya musibah tersebut. Menerima informasi itu, kami langsung bergegas menuju lokasi bencana untuk memantau serta melaporkan pada kesempatan pertama," kata Ari Setiawan.
Lebih lanjut, ia mengatakan tidak ada korban jiwa dari musibah itu. Hanya saja, longsoran tanah tersebut nyaris menimpah rumah warga yang berlokasi tepat dibawah lokasi longsor.
"Lokasi longsor itu berada di perbukitan, sehingga nyaris menimpah rumah warga yang berada tepat dibawahnya. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa atapun materiil dari bencana tersebut," katanya lagi.
Dengan adanya bencana itu, dengan cepat pihaknya berupaya untuk menginformasikan kepada BPBD Kota Bandar Lampung untuk segera merapat ke lokasi.
"Dengan cepat, tim BPBD tiba di lokasi bencana," pungkasnya. [Sur]











