Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label mural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mural. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Maret 2022

Koramil 410-06 Kedaton Hiasi Lukisan Mural di Kampung Pancasila



GK, Bandar Lampung — Guna mempercantik tembok lingkungan di Kampung Pancasila, anggota Koramil 410-06/kedaton bersama komponen warga melaksanakan melukis mural di Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Jum'at (25/03/2022).
 
Plh Danramil Kedaton Kapten Cpl Made Diazmika menjelaskan Pengecatan tembok di kampung Pancasila ini diharapkan menjadi edukasi warga untuk menjalin kebersamaan dalam gotong royong. 

Dikatakannya, Anggota Koramil Kedaton bersama warga terus membenahi kampung Pancasila dengan bergotong royong.

“Dengan adanya kampung Pancasila di harapkan dapat membangkitkan keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan gotong royong, sehingga Ideologi Pancasila dapat terwujud dan nilai-nilai gotong royong dapat bangkit kembali serta nilai-nilai Pancasila kembali hidup di tengah masyarakat," pungkas Danramil. (Red)

Sabtu, 12 Maret 2022

Anggota Koramil 410-01/Panjang Bentuk Kampung Pancasila dengan Metode Mural


GK, Bandar Lampung — Koramil 410-01/Panjang setelah melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat serta mensosialisasikan rencana pembentukan Kampung Pancasila. Maka dilanjutkan dengan pelaksanaan membentuk Kampung Pancasila dengan metode pembuatan Mural.

Anggota Koramil 410-01/PJG bersama masyarakat dan adik-adik Saka Wira Kartika Panjang dalam hal ini pelaksanaannya berlokasi di Jalan Teluk Harapan Panjang Selatan Kecamatan Panjang Kota Bandarlampung, Sabtu, (12/03/2022).

Pelaksanaan kegiatan pembuatan Mural ini di pimpin langsung oleh Danramil 410-01/Panjang Mayor Kav Perri Pujarama.


Dalam pelaksanaannya, ada beberapa lokasi yang akan dibentuk Kampung Pancasila diantaranya tempat-tempat peribadahan, sekolah dan sekitar warga binaan.

“Jadi, Pembentukan Kampung Pancasila ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi dengan warga di wilayah binaan,” ungkap Danramil disela-sela kegiatan.

Mayor Kav Perri Pujarama berharap, dengan dibentuknya Kampung Pancasila ini, warga Kelurahan Panjang Selatan khususnya selalu hidup rukun, berdampingan atas keragaman yang ada, dengan mengamalkan nilai-nilai yang ada pada Pancasila dalam aktivitas keseharian.

Semoga dengan adanya program dibentuknya Kampung Pancasila, bisa menjadi contoh untuk kelurahan lainnya sehingga kita semua dapat mengimplementasikan Butir-Butir Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkas Mayor Kav Perri Pujarama. [Nnd]

Minggu, 31 Oktober 2021

Kabid Humas Polda Lampung Menyerahkan Hadiah Kepada Pemenang BMF 2021


Bandar Lampung -- Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyerahkan hadiah pemenang Bhayangkara Mural Festival Piala Kapolri 2021 Polda Lampung yang dipusatkan di PKOR Wayhalim pada Sabtu (30/10/ 2021) sore.

Pandra mengatakan, dari 20 tim seniman mural yang mengikuti lomba mural di PKOR Way Halim Bandar Lampung tersebut pada pukul 15.30 WIB telah menyelesaikan muralnya.

"Setelah muralis menyelesaikan muralnya kemudian dewan juri yang terdiri dari M.Yudhi (Ketua Gabungan Pelukis Mural Lampung), PG Wisnu Wijaya (Sekretaris Prodi DKV Itera), Semilang Sutan Fanhar (Ketua Komunitas Pelukis Indonesia) melakukan penilaian untuk menentukan juara 1 sampai dengan juara 3," kata Pandra.

Dalam surat keputusan yang dibacakan dewan juri, pemenang pertama dengan total nilai 285 dimenangkan oleh peserta nomor 20 dari tim Metro Mural dengan tema mural "Bebas Dari Covid-19", mendapatkan 1 unit sepeda motor.

Untuk pemenang kedua dengan total nilai 279, diraih oleh peserta nomor 10 dari tim Firstyadi dengan tema "Indonesia Sehat Dan Kuat", mendapatkan uang pembinaan sebesar 10 juta. 

Sedangkan peserta nomor 16 dari tim Esthakaliza Art dengan total nilai 270 mengambil tema "Indonesia Sehat Dan Kuat" memperoleh juara tiga mendapatkan uang pembinaan sebesar 5 juta. 

Setelah penyerahan hadiah dan tropi untuk para pemenang, Pandra mengatakan, lomba mural ini merupakan salah satu upaya Polri dalam menyalurkan kreatifitas anak-anak muda melalui seni lukis yang terkadang mengandung unsur kritik sosial.

Sebagaimana amanah Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Pandra, kritik sosial melalui mural adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga dan dihargai.

"Kita hidup di negara yang demokrasi, jadi kritik sosial melalui mural adalah sesuatu yang harus kita terima," ungkap Pandra, mengutip Presiden Jokowi.

Dengan adanya lomba mural ini, kata Pandra, para seniman atau muralis dapat menyalurkan aspirasinya yang dikemas dalam bentuk seni rupa. 

"Silakan mengkritik secara konstruktif sehingga yang dikritik dapat mengerti dan bisa mencari solusinya," pungkas Pandra. [Sur]

Sabtu, 30 Oktober 2021

Gelar Festival Mural, Kapolri: Jaga Kami Jadi Polri Yang Lebih Baik


Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Prabowo menghadiri kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 yang digelar di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10).

Dalam kegiatan ini, Kapolri menyerahkan piala sekaligus sertifikat penghargaan kepada 10 pemenang Bhayangkara Mural Festival 2021. 10 orang pemenang tersebut dipilih oleh para dewan juri.

"Baru saja kita menyerahkan piala sekaligus sertifikat penghargaan terhadap 10 pemenang lomba mural dimana ada 7 orang atau tim menjadi juara harapan dan 3 orang menjadi juara 1, 2 dan 3. Alhamdulilah bagaimana hasil penilaian dewan juri, saya kira juri-jurinya terpilih independen dan memiliki kemampuan yang tak diragukan lagi," kata Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Listyo menyampaikan bahwa juara pertama Bhayangkara Mural Festival ini adalah mural yang berani mengkritik Polri. Kritik dalam mural tersebut, kata Listyo akan diterima guna memperbaiki Polri ke depan.

"Sekali lagi terima kasih peran serta seluruh rekan-rekan dan jaga kami untuk bisa jadi Polri yang lebih baik, Polri yang dekat dengan masyarakat dan Polri yang dicintai masyarakat," katanya. [Sur]

Kadiv Humas: Karya Pemenang Mural akan Dilukis di Tiang Jalan Layang Bus Trasnjakarta Depan Mabes Polri


Jakarta - Bhayakara Mural Festival 2021 resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Lapangan Bhayangkara di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10). Sebanyak 80 tim muralis yang telah melalui hasil kurasi atau seleksi dari tingkat Polda jajaran menuangkan karyanya untuk memperebutkan piala Kapolri.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono yang juga ketua panitia Bhayakara Mural Festival 2021 menyampaikan, awalnya peserta lomba mural pada dua minggu pertama pembukaan hanya 18 orang. Namun setelah Kapolri menyampaikan bahwa festival mural ini diberbolehkan untuk menuangkan karya baik yang positif maupun negatif, pendaftar kemudian melonjak naik hingga mencapai 803 orang.

Dari 803 pendaftar, kemudian disaring di tingkat Polda menjadi 154 lalu kemudian disaring menjadi 80 tim mural yang akhirnya diberi kesempatan melukis di Lapangan Bhayangkara. Argo mengatakan, Bhayangkara Mural Festival ini juga dilaksanakan serentak di 34 Polda.

“Jadi pendaftar ini kemudian mengirim desainnya ke panitia, kemudian panitia dari Polda menyeleksi dan kemudian mengirim 5 pemenang ke Jakarta,” kata Argo dalam sambutannya.

Dia menyampaikan, festival mural ini dinilai oleh dewan juri yang didalamnya sama sekali tidak terdapat unsur anggota polisi. Adapun dewan juri, kata Argo merupakan orang-orang yang ahli, berpengalaman dan memang bekecimpung dalam dunia seni.

“Dari juri itu tidak ada polisinya, juri dari luar. Juri ini sudah kompeten sudah memahami mural, kita fasilitasi semunya dewan juri yang profesional yang memilihnya,” tandas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini.

Argo mengatakan, seni mural memberikan kebebasan bagi pembuatanya untuk mengekplorasi kreativitas yang dimiliki, juga untuk memenuhi hasrat dan nilai estetis lalu dicurahkan pada media yang permanen. Menurut Argo, meskipun beriringan dengan perkembangan zaman yang beralih pada media digital, memontum pergerakan yang terjadi dikomunitas mural indonesia terus memberikan peluang bagi para pengiatnya.

Oleh karena itu, Polri menilai kreatifitas muralis patut diapresiasi dan dipublikasikan untuk dapat menginspirasi semangat pergerakan dalam menyampaikan kritik dan pesan positif dalam media mural.

Bahkan nantinya karya para pemenang festival mural akan dilukis di tiang Jalan Layang Non Tol Bus Transjakarta yang ada di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan. Terkait untuk memajang karya pemenang mural Bhayangkara Mural Festival ini, Polri mengakui telah berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta.

“10 pemenang akan menggambar mural lagi di tiang Mabes Polri, ada lima tiang kami sudah izin pemerintah DKI, tiang ini karena tinggi, akan dibuat 2 mural atas bawah, setelah kegiatan akan gambar di tiang, kita berikan ruang bagintempat mereka yang juara disini,” pungkas Argo. [Sur]

Kapolda Lampung Buka Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri di PKOR


Bandar Lampung -- Mabes Polri menggelar Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 secara serentak di seluruh Indonesia sekaligus Perayaan HUT ke-70 Humas Polri. Polda Lampung memusatkan festival ini di PKOR Wayhalim, Sabtu (30/10/2021).

Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno pada saat membuka Festival Mural di PKOR Way Halim mengatakan, festival mural ini kita buka hingga sore hari nanti, diikuti sebanyak 20 tim. Satu tim juga kita kirim ke Jakarta untuk mengikuti festival secara nasional.

"Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mendukung kegiatan seni anak muda di Lampung", kata Hendro.

Dengan adanya festival tersebut, diharapkan juga bakat yang ada pada anak muda khususnya bidang seni dapat tersalurkan.

"Dengan adanya festival ini diharapkan dapat menyalurkan bakat bidan seni anak muda," kata dia.

Kapolda menambahkan festival yang diadakan tersebut rencana ke depan berlanjut dalam rangka menggali bakat-bakat anak muda di Lampung.

"Ini bukan yang terakhir, mudah-mudahan ke depan akan berlanjut lagi," kata dia lagi.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, ada 27 tim seniman atau pelukis yang mendaftar ke Polda Lampung guna mengikuti lomba mural, namun tim kurator menyaring hingga terpilih 21 tim yang lolos seleksi. 

Dari 21 tim peserta itu, katanya, lalu diseleksi lagi guna mengikuti lomba mural tingkat pusat di Mabes Polri. Hasil seleksi tersebut, kata Pandra, Polda Lampung mengirimkan lima desain hasil lukisan terbaik yang mengikuti lomba di Mabes Polri.

"Setelah dikurasi, ada satu tim terbaik yang mengikuti lomba mewakili Lampung," ungkap Pandra di PKOR Wayhalim, Bandarlampung.

Pandra menjelaskan, lomba mural ini merupakan salah satu upaya Polri dalam menyalurkan kreatifitas anak-anak muda melalui seni lukis yang terkadang mengandung unsur kritik sosial. 

Sebagaimana amanah Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Pandra, kritik sosial melalui mural adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga dan dihargai.

"Kita hidup di negara yang demokrasi, jadi kritik sosial melalui mural adalah sesuatu yang harus kita terima," ungkap Pandra, mengutip Presiden Jokowi. 

Dengan adanya lomba mural ini, kata Pandra, para seniman atau pelukis dapat menyalurkan aspirasinya yang dikemas dalam bentuk seni rupa. 

"Silakan mengkritik secara konstruktif sehingga yang dikritik dapat mengerti dan bisa mencari solusinya," pungkas Pandra.

Terkait dengan HUT Ke-70 Humas Polri, Pandra mengatakan, Humas Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari institusi Polri.

Humas merupakan ujung tombak terhadap pelayanan kepada masyarakat serta menjalin kemitraan secara harmonis.

Keberadaan Humas juga sekaligus memberikan penerangan kepada masyarakat tentang peran Polri yang melayani dan melindungi masyarakat.

"Jadi dengan adanya Humas, apa pun bisa dijelaskan kepada masyarakat sehingga peran Polri benar-benar dapat dirasakan masyarakat," pungkasnya. [Sur]

Buka Festival Mural Bhayangkara, Kapolri: Bukti Polri Menghormati Kebebasan Berekspresi


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi membuka Bhayangkara Mural Festival 2021 di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10).

Di awal sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Bhayangkara Mural Festival 2021 ini menggelorakan semangat Hari Sumpah Pemuda, sekaligus bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri ke-70.

“Tadi Kadiv Humas sampaikan bagaimana start awal bahwa pada saat dibuka yang mendaftar hanya 18. Karena ada isu bahwa nanti kalau peserta kemudian ikut, ini cara polisi untuk tahu identitas peserta, dan nanti mereka berpikiran bisa terkuak dan pasti ditangkap. Awalnya muncul pemikiran peserta begitu,” kata Kapolri.

Setelah disampaikan bahwa para peserta diberikan kebebasan untuk menuangkan karyanya baik yang bersifat positif maupun negatif, akhirnya para pendaftar melonjak hingga 803 orang. Setelah disaring di tingkat Polda jajaran maka sebanyak 80 tim mural diberi kesempatan untuk memamerkan karyanya di Lapangan Bhayangkara.

Dalam kesempatan ini, Kapolri menekankan bahwa konteks kebebasan berekspresi sudah diatur di dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 28 dan juga ditegaskan dalam UU 9/1998 tentang kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.

Aturan inilah, dikatakan Kapolri yang menjadi pembeda pada saat era sebelum reformasi dan pasca reformasi yang memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menyampaikan ekspresi dan aspirasinya.

Lebih lanjut, Kapolri mengatakan, sebagaimana arahan Presiden Jokowi bahwa Indonesia adalah negara yang demokratis dan sangat menghargai kebebasan berekspresi maka Polri memegang teguh apa yang diarahkan oleh Presiden.

“Sehingga tentunya Bhayangkara Mural Festival 2021 ini adalah bukti bahwa kami menghormati kebebasan berekspresi,” tekan Kapolri.

Bahkan, Kapolri menyampaikan, sub tema dalam festival mural yang diadakan ini dikhususkan untuk memberikan ruang kritik bagi institusi Polri. Menurut mantan Kapolda Banten ini, hal itu digunakan Polri untuk melihat feedback dari persepsi masyarakat tentang Polri. Masukan yang positif menjadi motivasi, sementara yang negatif menjadi bahan refleksi, instrospeksi untuk merubah menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, Kapolri menantang, para peserta untuk tidak segan-segan menuangkan karyanya untuk melakukan kritik bagi Polri. Hal ini, ditegaskan Kapolri untuk menepis isu kalau Polri melakukan pemetaan terhadap muralis jika nantinya melukis mural di lapangan yang bernada kritik.

“Jadi di kesempatan ini kita sampaikan kepada rekan-rekan muralis, nanti yang gambarnya bagus, tentunya akan ada dewan juri khususnya tentang kritik Polri, kalau itu gambarnya paling pedas itu akan juga akan kami terima, dan saya jamin, yang berani menggambar itu akan jadi sahabatnya Kapolri jadi temannya Kapolri,” tekan Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Kapolri, dengan adanya mural kritik, hal itu merupakan bentuk aspirasi dari masyarakat tentang memberikan gambaran tentang institusi Polri saat ini. Sehingga, nantinya akan dilakukan evaluasi dan pembenahan internal, guna menjadi lebih baik dan diharapkan masyarakat lagi.

"Kami institusi Polri menginginkan bahwa masyarakat bisa memberikan gambaran kepada kami tentang bagaimana persepsi masyarakat tentang Polri. Sehingga kami tiap hari bisa membenahi institusi, sehingga kita bisa siapkan institusi ini, personel-personel kami jadi lebih baik. Jadi Polri yang dipercayai publik, Polri yang dicintai masyarakat," tutur Kapolri.

Lebih jauh, Kapolri mengungkapkan bahwa, diselenggarakannya festival mural ini muncul setelah adanya peristiwa '404 Presiden Jokowi Not Found'. Kemudian hal itu menjadi polemik karena ada oknum yang menghapus mural, tapi ada juga yang membiarkan. Sebab itu, dengan adanya festival mural dengan peserta diizinkan berekspresi sebebas mungkin hingga kritik pedas, Kapolri menegaskan, ini adalah wujud dari Pemerintah dan Polri tidak anti-kritik yang membangun dari masyarakat.

Meski begitu, untuk memberikan kebebasan berekspresi di ruang terbuka harus tetap menjaga norma dan aturan serta nilai yang ada. Misalnya dengan menyalurkan di ruang-ruang telah disediakan seperti yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat dan Jawa Tengah, dengan menyiapkan ruang mural.

"Ide ini muncul dari diskusi, karena muncul peristiwa 404 Presiden Jokowi Not Found. Kemudian ada aksi di lapangan yang menjadi polemik, ada yang menghapus, ada juga yang membiarkan. Jadi kali ini kita sampaikan bahwa Pemerintah, Polisi tidak anti-kritik," tegas Kapolri. 

Kapolri pun mengapresiasi partisipasi masyarakat yang menyambut baik kegiatan ini. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada peserta telah menyampaikan kritikan yang membangun untuk Polri.

"Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dan berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silahkan. Kami akan menghargai betul. Sekali lagi, kritik, memberi masukan, positif, negatif juga boleh, akan jadi teman pak Kapolri," tutur Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga menyempatkan secara langsung menyapa secara virtual dengan Polda Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Mahasiswa IPB, Polda Jawa Tengah, perwakilan dari Gorontalo, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Kapolri telah menyelenggarakan festival mural untuk menyatakan pendapat. Bahkan, masyarakat pun menyambut sangat antusias acara ini. [Sur]

Kamis, 19 Agustus 2021

Presiden Instruksikan Polri Tak Reaktif Soal Mural 404: Not Found


Jakarta - 
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan bahwa, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan aparat untuk tidak terlalu reaktif menanggapi munculnya mural 404: Not Found.

Agus juga menyebut, hal serupa juga diinstruksikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajarannya untuk lebih berhati-hati dan cermat dalam menangani suatu kasus. 

"Bapak Presiden tidak berkenan bila kami responsif terhadap hal-hal seperti itu. Demikian juga Bapak Kapolri selalu mengingatkan kami dan jajaran," kata Agus kepada wartawan, Jakarta, Kamis (19/8).

Menurut Agus, untuk ekspresi kritis dan memberikan saran kepada Pemerintah adalah sah dilakukan. Apalagi, di negara yang menganut sistem demokrasi. 

Namun, Agus menegaskan, apabila suara kritis sudah berujung pada fitnah ataupun hal yang memecah belah bangsa, pihak kepolisian akan langsung turun tangan melakukan penegakan hukum yang berlaku.

"Kritis terhadap pemerintah saya rasa tidak ada persoalan. Namun kalau fitnah, memecah belah persatuan dan kesatuan, intoleran ya pasti kami tangani," ujar Agus.

Dalam hal 404: Not Found, Agus menyebut, pihaknya akan mengikuti instruksi Presiden Jokowi. Sebab itu, Polri tidak akan memproses lebih lanjut terkait dengan hal tersebut.

"Menyerang secara individu memang mensyaratkan korbannya yang harus melapor. Khusus dalam hal ini pun, Bapak Presiden juga tidak berkenan Polri reaktif dan responsif terhadap masalah itu," tutup Agus. | red