Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aceh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2024

Jelang Pilkada, Kaops NCS Polri Beri Arahan di Polda Aceh: Junjung Tinggi Persatuan dan Kesatuan Bangsa


GK, ACEH
- Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, Kepala Operasi Nusantara Cooling System (Kaops NCS) Polri Irjen Asep Edi Suheri memberikan arahan kepada 350 personil Polda  Aceh dan jajaran melalui luring dan daring di Gedung Presisi Mapolda Aceh, Kamis (11/7/2024).


Irjen Asep berujar, agar pelaksanaan pengamanan Pilkada 2024 bisa berjalan aman dan damai, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Hari Bhayangkara ke-78 pada 1 Juli kemarin, Polri harus adaptif dan proaktif. Untuk itu dirinya meminta agar satwil baik tingkat Polres hingga Polsek mampu memitigasi daerah-daerah rawan konflik.


Tidak hanya harus bisa memetakan daerah rawan konflik, namun sambung Irjen Asep para Kasatwil dan anggota harus bisa mendinginkan suasana ketika suhu politik sedang panas. Selain itu, mampu untuk mengeliminir isu-isu hoax, provokatif dan politik identitas yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.


"Yang terpenting kita harus menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan sampai masyarakat kita terpecah belah, mari kita wujudkan Pilkada serentak 2024 ini yang aman, damai dan tertib," tandas Kaops.


Untuk itu,  Irjen Asep mengungkapkan bahwa seperti apa yang diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa Polri telah melakukan pemetaan melalui Indeks Potensi Kerawanan Konflik yang menjadi dasar Ops NCS melakukan kegiatan cooling System. Dirinya juga menganjurkan agar di Provinsi Aceh dibangun Rumah Kebangsaan. "Rumah Kebangsaan bisa membantu kita agar tidak terjadi konflik sosial," ucapnya.


Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi langkah Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko yang apdatif dengan membentuk Satgas Sejuk Seulawah. "Apresiasi dan berterima kasih bapak Kapolda yang telah bentuk Satgas Sejuk Seulawah. Sangat bisa digunakan pada saat pengamanan Pilkada serentak," kata Irjen Asep yang saat ini menjabat sebagai Wakabareskrim Polri.


Dirinya kembali menekankan, bahwa untuk mewujudkan Pilkada serentak 2024 yang aman dan damai, dengan melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh di masyarakat baik itu tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh sosial, organisasi agama, organisasi adat, organisasi pemuda dan organisasi sosial  "Para tokoh-tokoh ini nantinya memiliki pengaruh dengan jangkauan luas, membantu Polri dalam menyebarkan pesan pemilu aman dan damai dan mendukung pelaksanaan Operasi NCS," ujarnya.


Selain Kaops, Wakaops NCS Polri Brigjen Yuyun Yudhantara, Kasatgas Preemtif Brigjen M Rudy Syafirudin, Kasatgas Preventif Brigjen Himawan Bayu Aji, Kasatgas Humas Brigjen Gatot Repli Handoko dan Kasatgas Banopa Brigjen Eko Sudarto juga memberikan arahan demi terwujudnya Pilkada serentak 2024 yang aman, damai dan tertib.


Adapun tim Ops NCS Polri yang mendamping Kamnops NCS, Brigjen Budi Hermawan, Waikasatgas Preemtif Kombes Dwi Suryo Cahyono dan Kasubsatgas Intelijen Kombes Tony Budhi Susetyo,[Feby]

Selasa, 28 Desember 2021

Pesta Sabu dengan Wanita, Sejumlah PNS Ditangkap



BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh menangkap sejumlah oknum pegawai negeri sipil (PNS) serta pegawai kontrak saat pesta narkoba dan minuman keras di Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh AKBP Mirwazi di Banda Aceh, Senin, mengatakan saat pesta narkoba dan minuman keras tersebut ada 11 orang yang ditangkap.

"Dari 11 orang tersebut, beberapa orang di antaranya oknum pegawai negeri sipil dan pegawai kontrak di instansi pemerintahan. Kemudian, tiga di antaranya perempuan muda," kata AKBP Mirwazi, Senin (27/12/2021). 

Mantan Kapolres Nagan Raya itu mengatakan penggerebekan dan penangkapan terduga pelaku pesta narkoba dan minuman keras tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Masyarakat melaporkan keresahan ada aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di Desa Jantho Makmur, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar, kata AKBP Mirwazi.

"Berdasarkan informasi tersebut, personel BNN Provinsi Aceh menyelidikinya dan menggerebek rumah tersebut pada Minggu (26/12) sekira pukul 02.30 WIB," kata AKBP Mirwazi.

Saat penggerebekan, kata AKBP Mirwazi, sebagian terduka pelaku dalam kondisi mabuk. Di rumah tersebut juga ada pemutaran musik seperti diskotik serta beberapa botol minuman keras.

"Kemudian tim membawa mereka ke Kantor BNN Provinsi Aceh di Banda Aceh. Selanjutnya, ke-11 orang tersebut menjalani tes urine untuk memastikan apakah mereka mengonsumsi narkoba atau tidak," kata AKBP Mirwazi.

Hasilnya, kata AKBP Mirwazi, enam di antara mereka, terdiri lima laki-laki dan seorang wanita positif amfetamin. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku mengonsumsi narkoba jenis ineks. 

Mereka yang positif narkoba tersebut yakni berinisial AR (38), RF (31), ARN (30), HD (31), RS (26), dan wanita berinisial RD (22). Sedangkan lima yang negatif dikembalikan kepada keluarga mereka, kata AKBP Mirwazi.

AKBP Mirwazi mengatakan rumah tempat mereka menggelar pesta narkoba dan minuman keras berada jauh dari pemukiman penduduk. Rumah tersebut terlihat berada di sekitar hutan.

"Jika dilihat saat penggerebekan, pesta narkoba dan minuman keras di rumah tersebut seperti sudah berlangsung lama. Namun, kami akan memeriksa lebih lanjut sejak kapan rumah tersebut jadi tempat kegiatan ilegal," kata AKBP Mirwazi.

Sabtu, 20 November 2021

Peringatan Dini BMKG Sabtu, 20 November 2021: Sejumlah Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

    
Ilustrasi- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk Sabtu (20/11/2021).


GARIS KOMANDO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca di Indonesia untuk Sabtu (20/11/2021).

Dikutip dari laman resmi BMKG, sejumlah kabupaten/kota di 28 provinsi berpotensi mengalami cuaca ekstrem, yakni hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Berikut daftar peringatan dini BMKG di kabupaten/kota untuk besok, Sabtu (20/11/2021): 

ACEH

Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Tripe Jaya, Pulo Aceh.

xxx

BALI

Sebagian besar wilayah Bali.

BANGKA BELITUNG

Bangka, Kota Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur.

BANTEN

Pandeglang bagian barat dan utara, Lebak bagian timur dan selatan.

BENGKULU

Seluma, Bengkulu Selatan, Kaur.

DI YOGYAKARTA

Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara. 

DKI JAKARTA

Jakarta Timur, Jakarta Selatan.

GORONTALO

Asparaga, Suwawa, Pinogu, Limboto, Kota Gorontalo.

JAMBI

Mauro Jambi, Kota Jambi, Tanjung Jabung Barat, Batanghari, Tanjung Jabung Timur.

JAWA BARAT

Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Krawang, Subang, Purwakarta, Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bandung, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Majalengja, Kuningan, Sumedang, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran.

JAWA TENGAH

Wilayah pegunungan bagian tengah, Jawa Tengah bagian timur, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sragen, Karanganyar, Kota Surakarta.

JAWA TIMUR

Surabaya, Gresik, Nganjuk, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Kabupaten dan Kota Blitar, Malang, Batu, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Kabupaten dan Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Kabupaten dan Kota Kediri, Pulau Bawean. 

KALIMANTAN BARAT

Sambas, Sanggau, Kapuas Hulu, Bengkayang, Sekadau, Pontianak.

KALIMANTAN SELATAN

Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Kotabaru, Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara. 

KALIMANTAN TENGAH

Sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. 

KALIMANTAN TIMUR

Tanjung Redeb, Laham, Tabang, Muara Ancalong, Samarinda, Kelay, Melak, Lora Iram, Muara Jawa, Muara Muntai, Muara Wahau, Long Bagun, Loa Janan Ilir, Sebulu, Kongbeng, Long Apari, Sangatta, Muara Badak. 

KALIMANTAN UTARA

Lumbis, Malinau Selatan, Peso, Sei Menggaris, Sembakung Atulai, Sesayap, Sungai Boh, Tulin Onsoi, Malinau, Tana Tidung, Lumbis Ogong, Peso Hilir, Tana Lia, Tanjung Palas Timur, Nunukan, Tanjung Selor, Tarakan, Bunyu, Sekatak, Pujungan, Tanjung Palas Utara, Bahau Hulu, Kayan Hilir. 

LAMPUNG

Way Kanan, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah.

NUSA TENGGARA BARA

Mataram, Lombok Barat, Lombok utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kabupaten dan Kota Bima, Dompu.

NUSA TENGGARA TIMUR

Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagakeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Belu, Malaka, TTS, TTU, Kupang.

PAPUA

Airu. 

RIAU

Kampar, Bengkalis, Kota Pekanbaru, Rokan Hulu, Siak, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kepulauan Pelalawan.

SULAWESI BARAT

 Polewali Mandar, Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah.

SULAWESI SELATAN

Wilayah Sulawesi Selatan bagian utara dan barat. 

SULAWESI TENGAH

Palu, Donggala, Sigi, Parimo, Poso, Touna, Tolitoli, Buol, Morowali, Morowalli Utara, Banggai, Banggau Laut, Banggai Kepulauan.

SULAWESI TENGGARA

Buton Selatan.

SUMATERA BARAT

Lima Puluh Kota, Dharmasraya.

SUMATERA SELATAN

Banyuasin, OKI, Lahat, OKU Selatan, OKU, Musi Banyuasin, PALI, Prabumulih, Muara Enim, Ogan Ilir, OKU Timur, OKU Selatan, Palembang, OKU.

Rabu, 10 November 2021

Yuk, Mengenal 10 Pahlawan Indonesia Pejuang Kemerdekaan

Yuk, Mengenal 10 Pahlawan Indonesia Pejuang Kemerdekaan

Garis Komando - Kemerdekaan Indonesia diraih dengan jerih payah para pahlawan yang rela menumpahkan air mata dan darah, bahkan nyawa.

IDN Times merangkum 10 nama pahlawan kemerdekaan yang berjuang melawan penjajah di masa silam. Data tersebut dikutip dari laman resmi Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial ( K2KRS) Kementerian Sosial.

1. Ir Sukarno


Ir Sukarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia. Dia lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur.

Sukarno pada 1925 mendirikan dan menjadi Ketua Algemeene Studie arzClub (ASC) di Bandung. Organisasi ini merupakan perhimpunan pelajar/mahasiswa yang berjiwa nasionalisme. 

Pada 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia, yang merupakan perhimpunan yang sangat berani menentang penjajahan Belanda.

Kemudian, pada 17 Agustus 1945, Sukarno bersama Mohammad Hatta dan juga para pejuang lain memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.


2. Mohammad Hatta


Pahlawan kemerdekaan kedua ada Mohammad Hatta. Dia lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Selain pahlawan kemerdekaan, Bung Hatta juga merupakan bapak koperasi Indonesia. Pada 1926, Bung Hatta pernah menjadi pimpinan Perhimpunan Indonesia.

Dia pernah dipercaya menjadi bendahara merangkap anggota Dewan Redaksi Majalah Hindia Putera (Indonesia Merdeka).

Bung Hatta meninggal pada 14 Maret 1980 di usia 77 tahun. Dia dimakamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta.


3. Jenderal Besar Sudirman


Jenderal Besar Sudirman merupakan sosok pejuang yang gigih dalam melawan penjajah. Dia keluar masuk hutan bersama pasukannya bergerilya. Jenderal Besar Sudirman merupakan Panglima TNI pertama Indonesia.

Ia lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah. Sudirman meninggal di usia yang masih muda, yakni 34 tahun.

Dia meninggal pada 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyakarta.


4. Sutan Syahrir


Sutan Syahrir lahir pada 5 Maret 1909 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia.

Sutan Syahrir memiliki pemikiran dan semangat dalam membentuk kemerdekaan Indonesia. Dia wafat pada 9 April 1966 di Zurich, Swiss.

Sutan meninggal di usia 57 tahun dan dimakamkan di TMPN Utama Kalibata, Jakarta.


5. Ki Hajar Dewantara 


Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai bapak pendidikan Indonesia. Dia lahir pada 2 Mei 19889 di Yogyakarta.

Ki Hajar Dewantara meninggal di usia 69 tahun. Dia dimakamkan di Tahunan, Umbul Harjo, Yogyakarta. 

Pada tahun 1913, Ki Hajar Dewantara menulis brosur “Als ik een Nederlander was” (Andai kata saya seorang Belanda). Brosur itu berisi kecaman terhadap maksud pemerintah Belanda mengadakan perayaan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Perancis.

Akibat penentangan itu, Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Belanda. Dengan segala kemampuannya, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa.


6. Bung Tomo


Bung Tomo memiliki nama asli . Saat berjuang melawan penjajah, dia dikenal memiliki slogan 'merdeka atau mati'.

Bung Tomo lahir 3 Oktober 1920 di Surabaya, Jawa Timur. Dia meninggal pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah, Arab Saudi, dan dimakamkan di Ngagel, Surabaya.


7. Abdul Muis


Abdul Muis lahir di Agam, Sumatera Barat, pada 3 Juli 1883. Ia meninggal di Bandung, Jawa Barat pada 17 Juni 1959.

Abdul Muis  merupakan seorang sastrawan, politikus dan wartawan Indonesia. Dia merupakan pengurus besar Sarekat Islam dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasinya tersebut. 

Karya-karya Abdul Muis di antaranya adalah Salah Asuhan (1928), Surapati (1950), Robert Anak Surapati (1953), Pertemuan Jodoh, Daman Brandal, Sabai nan Alui (Cerita Rakyat Minangkabau), dan Contoh Surat Menyurat.

Dia juga merupakan pendorong berdirinya Technische Hooge School (ITB, Institut Teknologi Bandung).


8. RA Kartini


Raden Ajeng (RA) Kartini merupakan pahlawan yang berjuang dalam kesetaraan gender. Ia lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Kartini meninggal di usia muda, yakni 25 tahun. Kartini wafat pada 17 September 1904 di Rembang, Jawa Tengah.


9. Raden Dewi Sartika


Raden Dewi Sartika lahir 4 Desember 1884 di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Dewi Sartika juga berperan sebagai tokoh perintis pendidikan wanita. 

Dewi pernah tulisan berjudul ”De Inlandsche Vrouw” (Wanita Bumiputera). Dalam tulisannya, Dewi menyampaikan kalau pendidikan penting untuk mendapatkan kekuatan dan kesehatan kanak-kanak baik secara jasmani maupun rohani. 

Selain itu, Dewi menyampaikan dalam tulisannya mengenai pentingnya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Dewi wafat di Tasikmalaya pada 1947 dan dimakamkan di Astana Anyar, Bandung.


10. Cut Nyak Dien


Cut Nyak Dien merupakan pahlawan yang lahir di Aceh pada 1834. Semasa hidup, Cut Nyak Dien bergerilya melawan pasukan kolonial Belanda.

Dia merupakan sosok perempuan penting bagi Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pada 1873, perang Aceh-Belanda meletus.

Bersama Teuku Umar, Cut Nyak Dien menyusun strategi dalam melawan Belanda. Dia juga memompa semangat para pemuda Aceh untuk berjuang melawan penjajah.

Cut Nyak Dien meninggal pada 6 Novemver 1908 sebagai tawanan Pemerintah Hindia-Belanda. Dia dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat.

Senin, 11 Oktober 2021

Tak Tahan Lihat Anak Gadis Tetangga, Pria di Aceh 2 Kali Memperkosa


Seorang pria di Pidie Aceh ditangkap polisi setelah memperkosi anak gadis tetangganya dua kali. Foto: Ilustrasi

Garis Komando - Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie, Aceh, akhirnya menangkap seorang pemuda berinisial TM (24), wargaGampong Lueng Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro,Kabupaten Pidie, Aceh, usai dua kali memerkosa bocah 14 tahun.

Kapolres Pidie, AKBP Padli melalui Kasubbag Humas Iptu Anwar menyebutkan bahwa pihak nya telah menangkap seorang pelaku dugaan pelecehan dan pemerkosaan tehadap anak yang terjadi pada Selasa 21 September 2021 sekira pukul 20.30 WIB. 

“Tempat kejadian perkaradi rumah kosong milik Khatijar di Gampong Lueng Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie,” katanya.

Penangkapan itu bermula dari laporan orang tua korban berinisial DN (44) PNS warga Gampong Lueng Guci Rumpong, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, karena anaknya berisial GZR (14) pelajar menjadi korban, dengan barang bukti Surat Visum et repertum.

Kronologi kejadian,pada Selasa (21/9/2021) sekira pukul 20.30 WIB. ZZ kakak korban yang menanyakan adiknya kepada ibunya dan mencari ke kamar, namun adik tak ditemukan, lalu ibunya mencari korban keluar rumah dan menanyakan kepada tetangga rumah.

Tetangga kemudian memberitahukan yang bahwa korban ke rumah ayahnya, kemudian ibu korban langsung menuju ke rumah yang diberitahukan tetangganya tadi yang kebetulan di samping itu terdapat rumah kosong.

“Saat di depan rumah kosong tersebut, ibu korban melihat ada seseorang yang berlari di samping rumah kosong tersebut,” kata kapolres.

Saat itu, ibu korban meminta tetangga bernisial MD agar menjemput anaknya yang saat itu ternyata berada di bawah pohon melinjo di dekat rumah MD.

“Setelah korban dibawa pulang dan sampai di rumah ibu korban menanyakan pada anaknya apa yang terjadi terhadapnya,” ujarnya.

Korban lalu menjawab bahwa ia telah disetubuhi oleh pelaku berinisial TM sebanyak 2 kali yaitu pada tanggal 16/9/2021 dan 21/9/2021.

Mendengar pengakuan dari korban, ibu korban tidak menerima perlakuan yang telah dilakukan terhadap anaknya tersebut.

Ibu korban langsung membuat Laporan Pengaduan ke SPKTD Polres Pidie guna Penyelidikan Lebih lanjut.

Usai mendapat laporan itu, petugas melakukan pencarian terhadap tersangka yang ternyata sudah melarikan diri ke arah Sumatra Utara, Medan.

Kasat Reskrim Iptu Muhammad Rizal, melakulan pendekatan dengan humanis kepada pihak keluarga tersangka untuk membawa dan menyerahkan tersangka secara baik-baik tanpa perlu di cari dan di kejar untuk dilakulan upaya paksa.

“Pada Senin (4/10/2021), ibu kandung dan paman pelaku telah menyerahkan tersangka TM ke Satreskrim guna dilakukan proses penyidikan sesuai tindak pidana yang dipertanggung jawabkan terhadap tersangka,” tandasnya.

Sumber

Senin, 04 Oktober 2021

Menengok Produktifitas Aset Wakaf di Aceh


Aceh - Lahan wakaf seluas 110 hektare di Desa Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya dikelola menjadi area budi daya serai wangi. Saat ini, budi daya serai wangi di lahan wakaf tersebut tengah dikembangkan secara bertahap.

Pengembangan lahan wakaf itu berupa perluasan area penanaman serai wangi. Saat ini, lahan wakaf yang ditanami serai wangi diperluas menjadi 40 hektare, dari yang tadinya seluas 10 hektare.

Wakaf produktif yang lain diantaranya Lumbung Ternak Wakaf yang berada di Barbate, Desa Ie Suum, Aceh Besar, dan di daerah Aceh Jaya. Pewakif dari sektor pangan juga sudah mewakafkan lahanya untuk Wakaf Sawah Produktif, dan juga laboratorium penelitiannya.


Saat ini melalui Global Wakaf-ACT, di Aceh sendiri telah ada aset wakaf berupa lahan kurma yang terintegrasi dengan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) jenis domba di Kawasan Barbate, Ie Suum.

Aceh Besar yang hasil dari pengelolaan LTW ini menjadi perputaran ekonomi yang memakmurkan masyarakat sekitar. Aset wakaf lainnya adalah lahan wakaf sereh wangi yang terintegrasi dengan LTW dengan jenis ternak sapi di Aceh Jaya.


Selain berbasis wakaf produktif seperti LTW, aset wakaf yang dikelola oleh Global Wakaf-ACT adalah rumah wakaf yang kini dijadikan rumah tahfiz yang berada di daerah Jeulingke, Banda Aceh.


Hingga kini terbentuknya Aceh Waqf Corporation ini adalah juga terbentuknya Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) Aceh. Di situ ada zona Pendidikan, ada zona kesehatan, zona sosial, ada masjid yang besar, sehingga manfaatnya terasa dan itu berada di satu kawasan.

Dibentuknya Aceh Waqf Corporation adalah karena wakaf adalah hal yang sangat penting bagi keumatan, karena wa kaf adalah titik pengubah peradaban.

Karena kemiskinan jauh lebih kompleks dan luar biasa. Dan apa modal paling luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan ini? Itu adalah wakaf. 

KWT akan menghubungkan kelebihan-kelebihan dari wakaf, dan setelah itu mendistribusikan kepada yang membutuhkan. Perputaran dari wakaf produktif, akan meningkatkan perekonomian yang nantinya akan mengentaskan kemiskinan.

Kepala Cabang ACT Bandar Lampung Fajar Yusuf Dirgantara juga tengah mengajak masyarakat Lampung untuk mewakafkan aset lahan yang nantinya bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Dimana lahan yang diwakafkan akan digunakan untuk usaha produktif.

Usaha produktif yang akan dijalankan adalah Lumbung Ternak Wakaf dan Wakaf Sawah Produktif. Harapanya kedepan juga akan hadir Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) di Provinsi Lampung.

"Aset yang dimiliki hari ini akan menjadi aliran dan manfaat ekonomi untuk umat dengan mekanisme Wakaf, kami siap menerima aset umat yang diwakafkan untuk usaha produktif," tutupnya. [Sur]