Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 November 2021

Kasdim 0410/KBL Ikuti Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2021 di Baitul Jannah Islamic School


BANDAR LAMPUNG — Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0410/KBL Letkol Dr Imam Safei SH.,MH, mengikuti upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2021 dan HUT PGRI ke 76 yang di pimpin oleh Walikota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana di Baitul Jannah Islamic School Jln. Pramuka, Kota Bandar Lampung, pada Kamis (25/11).

Dalam penyampaiannya kepada Media, Walikota Eva Dwiana mengatakan karena ini masi dalam masa pandemik, Ia berharap kepada para guru yang ada di Bandar Lampung agar menginformasikan kepada Wali Murid bahwa kota Bandar Lampung saat ini masih Daring dan masih pembatasan tatap muka.

"Kepada guru-guru agar menginformasikan kepada wali murid guna memberikan pengertian dan masukan-masukan bahwa masa pandemi ini banyak sekali menerpa anak anak, mudah mudahan dengan pengertian wali murid insyallah nanti bulan Januari 2022 kita akan melaksanakan tatap muka kembali dengan kapasitas kita sudah normal. Ini kerjasama yang perlu kita lakukan," ucap Eva.

Lanjutnya, Walikota dengan sapaan Bunda itu juga berharap kepada guru-guru untuk tetap semangat, tetap bekerja dengan baik sebagaimana tema yang di usung pada hari ini 'Bangkit Guruku, Maju Negriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh'. 

"Bunda berharap kepada para guru untuk jaga anak-anak kita dan beri pengertian kepada anak anak kita agar memiliki agamanya yang baik, etika yang baik serta ilmunya yang luar biasa. Jika hal itu berjalan dengan baik, bunda yakin generasi muda akan memberikan yang terbaik untuk keluarga, untuk Daerah dan untuk Provinsi Lampung," pungkasnya.


Sementara itu, Kasdim 0410/KBL mengatakan bahwa guru merupakan suri tauladan bagi para siswa-siswinya.

Guru juga merupakan pahlawan dalam membentuk karakter dan pendidikan generasi penerus Bangsa.

"Oleh karenanya, saya berharap kepada para guru-guru baik itu guru TK, SD, SMP dan SMA agar tetap semangat dan jangan berhenti untuk mendidik dan mencerdaskan anak Bangsa walaupun di tengah situasi dan kondisi Pandemi yang masih mewabah," ujarnya.

Kasdim juga berharap kepada para orang tua dapat melibatkan dirinya untuk membentuk serta mendidik anak-anaknya agar memiliki budi pekerti, etika dan sopan santun yang baik.

"Karena dalam membentuk kepribadian seorang anak tidak serta merta menjadi tanggung jawab para guru, melainkan juga tugas para orang tua untuk mendidik anak-anaknya," tandasnya.

Hadir dalam kegiatan antara lain, perwakilan Forkopimda Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas Kominfo Bandar Lampung, perwakilan BPKP Lampung, Ketua MKKS SMP Kota Bandar Lampung, Ketua K3S Bandar Lampung, IGTKI Bandar Lampung, Camat Kemiling, Lurah se-kecamatan Kemiling dan Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA se-kota Bandar Lampung. [Sur]

Jumat, 12 November 2021

Brimob Lampung Ziarah Makam Pahlawan Sambut HUT ke -76 Korps Brimob Polri


BANDAR LAMPUNG –
Dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-76 Korps Brimob Polri, Satbrimob Polda Lampung melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang Bandar Lampung, Jum’at 12/11.

Dalam kegiatan Upacara Ziarah Rombongan tahun ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan prosedur yang sesuai dengan protokol kesehatan dalam usaha pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), dengan jumlah perwakilan peserta Upacara Ziarah Rombongan dibatasi dan disesuaikan prosedur protokol kesehatan. 

Komandan Satuan Brimob Polda Lampung Kombes Pol Wahyu Widiarso Suprapto, S.IK., M.Si memimpin Prosesi ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, kemudian dilanjutkan dengan penempatan karangan bunga oleh inspektur upacara dan acara dilanjutkan dengan tabur bunga ke setiap pusara para pahlawan.

Kegiatan Ziarah Rombongan ini diikuti oleh Para Pejabat Utama Satuan Brimob Polda Lampung sebagai peserta Upacara, para Perwira dan perwakilan personel Satuan Brimob.

Ditemui usai pelaksanaan Upacara Ziarah Rombongan, Komandan Satuan Brimob Polda Lampung Kombes Pol Wahyu menyampaikan bahwa selain mendo’akan dan mengenang jasa para pahlawan, kegiatan ini juga merupakan rangkaian acara peringatan HUT Koprs Brimob Polri yang ke-76 tahun yang jatuh pada tanggal 14 November.

Kegiatan ziarah ini adalah wujud penghargaan dan penghormatan Kepolisian Negara Republik Indonesia Khususnya Satuan Brimob terhadap jasa-jasa para pahlawan, yang telah berkorban jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. "Jangan pernah lupakan sejarah" ucap Kombes Pol Wahyu. [Nnd]

Rabu, 10 November 2021

Kenang Jasa Pahlawan, Dandim 0410/KBL Ikuti Upacara dan Tabur Bunga di Laut


Bandar Lampung
— Untuk memperingati hari Pahlawan ke-76. Komandan Kodim 0410/KBL Kolonel Inf Romas Herlandes SE.,M.Si.,MM, bersama Forkopimda Kota Bandar Lampung, mengikuti upacara tabur bunga di laut, pada Rabu (10/11/2021).

Dengan mengusung tema 'Pahlawanku Ispirasiku' upacara tabur bunga tersebut di pimpin oleh Walikota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana, di Dermaga B Pelabuhan Panjang Jln. Yos Sudarso, Kota Bandar Lampung.

Saat usai melaksanakan upacara, para peserta upacara langsung menuju lokasi tabur bunga di laut yang tak jauh dari Dermaga B Pelabuhan Panjang dengan menggunakan kapal cepat Pohawang Tipe KAL 1-3-30 yang merupakan milik TNI AL.

Wali kota Eva Dwiana mengartikan, Tabur bunga dimana saja bisa dilakukan, tapi menurutnya rasa terimakasih anak bangsa harus di implimentasikan dengan terus berbuat baik sesuai dengan poksinya masing-masing.

"Dengan terus berdo'a dan berbuat baik sesuai dengan poksi kita, mudah-mudahan segala sesuatunya bisa menjadi lebih baik. Baik itu untuk daerah, untuk negara dan baik untuk bangsa," imbuhnya.

Sementara Dandim 0410/KBL, Kolonel Inf Romas Herlandes mengatakan bahwa kegiatan upacara tabur bunga menjadi refleksi. Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai bentuk penghormatan bagi para pahlawan yang telah berjasa bagi negeri. 

"Acara tabur bunga ini bukan sekadar seremonial, tapi juga menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban dengan segenap jiwa raganya untuk bangsa dan negara ini," pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tabur bunga antarai lain, Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Wiyadi, Kasi Ren 043/Gatam Kolonel Rrh Tri Adrijanto, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Ino Harianto, Kajari Kota Bandar Lampung, Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Sulistiyoni, Plt Sekda Pemerintah Kota Bandar Lampung Ir. Tole Dailami, Ketua Pengadilan Negeri Bandar Lampung di Wakili Oleh Hakim Hendro Wicaksono, SH.,MH, Danlanal Lampung di wakili Mayor laut (p) Bambang Asproga Lanal Lampung, Kepala Bea Cukai Lampung di wakili Kepala seksi penindakan dan penyidikan Fobby T, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Dra. Makmur, M. Ag, Danlanud di wakili Pjs Kadis Log Lanud M. Bunyamin Kapten ( Tek ) Sopyan, Kepala pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Syamsul R, Kasat Pol PP Kota Bandar Lampung bpk Suhardi Syamsi, GM Pelindo dan Kepala KSOP Kelas 1 Panjang. [Sur]

Momen Hari Pahlawan, Direktorat Narkoba Polda Lampung, Musnahkan Puluhan Kilogram Narkoba


Bandar Lampung --
Hari Pahlawan 2021, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung musnahkan puluhan kilogram Narkotika di Mapolda Lampung Itera, pada Rabu (10/11/2021) pagi.

Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, bertepatan dengan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2021, Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 92 paket seberat 97,6 Kg, narkotika jenis Ganja seberat 1,02 Kg, dan Tembakau Sintetis seberat 47,02 Gram.

"Dari 13 kasus, petugas berhasil mengamankan sebanyak 15 orang tersangka," kata Zahwani Pandra Arsyad saat Konferensi Pers di Mapolda Lampung Itera pada hari Rabu (10/11/2021). 

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut dilakukan selama periode bulan Juli sampai dengan bulan November 2021.

"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini bernilai hingga Rp 147 Milyar dan mampu menyelamatkan sebanyak 980.000 jiwa dari ancaman bahaya narkoba," ujarnya.

Dalam hal ini, tambah Pandra, Polda Lampung akan terus berupaya memberantas peredaran gelap narkoba di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung. Informasi sekecil apapun pasti akan ditindak lanjuti oleh petugas, dari melakukan proses penyelidikan hingga proses pemusnahan barang bukti.

"Kita semua berharap Indonesia khususnya Provinsi Lampung bisa bebas dari narkoba," imbuhnya. [Nnd]

Komandan Kodim 0422/LB Menghadiri Upacara Dalam Rangka Hari Pahlawan


Liwa -
Guna menghargai jasa-jasa para Pahlawan Nasional Komandan Kodim 0422/LB Letnan Kolonel Czi Benni Setiawan S. T., M. Tr(Han) Mehadiri upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada Hari ini, Bertempat Di Lapangan Upacara Pemda Lampung Barat. Rabu(10/11).

Acara Ini di Hadiri Oleh Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, S.Pd, Wakil Bupati Lampung Barat, Drs. H. Mad Hasnurin, Ketua DPRD Lampung Barat, Edi Novial, S.Kom, Dandim 0422/ LB Letkol Czi Benni Setiawan ST.M.Tr.,(Han), Kapolres Lampung Barat, AKBP. Hadi Saepul Rahman, S.Ik, Waka Polres Lampung Barat,Kompol Poeloeng Arsa Sidanu, S.Ik, Kajari Lampung Barat, Riyadi, SH, Pasi Pers Kapten Inf Suroto, Pasi Ter Kapten Inf Waniran, Sekda Lampung Barat, Drs. Akmal Abd Nasir, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati Lampung Barat, Para Kepala OPD Lampung Barat, Perwakilan Dinas Kesehatan Lampung Barat. 

Upacara peringatan Hari Pahlawan ini merupakan bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan atas jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara kesatuan republik Indonesia dimasa lampau sehingga kita para generasi sekarang dapat menikmati kemerdekaan yang telah mereka perjuangkan. 

Bupati Lampung Barat Membacakan Intruksi Mensos RI “Saudara-Saudara yang saya hormati, Kita harus lebih maju dari tahun sebelumnya. Kita akan buktikan pada dunia, kalau bersama kita bisa mewujudkan cita-cita para Pahlawan. Karena kita bukan bangsa lemah, yang menerima kemerdekaan sebagai hadiah penjajah, secara bersama kita mengalahkan dan mengusir bala tentara terkuat dunia.

Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan ini harus kita contoh, dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akan keterbatasan atau halangan.

Kita adalah anak cucu kandung para Pahlawan Bangsa. Semangat, tekad dan keyakinan pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan kita semua untuk mengemban misi bersejarah “mengalahkan” musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas.

Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 “Pahlawanku Inspirasiku”. Kita mempunyai potensi besar dalam memenangkan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis,” tuturnya. [Sur]

Yuk, Mengenal 10 Pahlawan Indonesia Pejuang Kemerdekaan

Yuk, Mengenal 10 Pahlawan Indonesia Pejuang Kemerdekaan

Garis Komando - Kemerdekaan Indonesia diraih dengan jerih payah para pahlawan yang rela menumpahkan air mata dan darah, bahkan nyawa.

IDN Times merangkum 10 nama pahlawan kemerdekaan yang berjuang melawan penjajah di masa silam. Data tersebut dikutip dari laman resmi Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial ( K2KRS) Kementerian Sosial.

1. Ir Sukarno


Ir Sukarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia. Dia lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur.

Sukarno pada 1925 mendirikan dan menjadi Ketua Algemeene Studie arzClub (ASC) di Bandung. Organisasi ini merupakan perhimpunan pelajar/mahasiswa yang berjiwa nasionalisme. 

Pada 1927 mendirikan Partai Nasional Indonesia, yang merupakan perhimpunan yang sangat berani menentang penjajahan Belanda.

Kemudian, pada 17 Agustus 1945, Sukarno bersama Mohammad Hatta dan juga para pejuang lain memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.


2. Mohammad Hatta


Pahlawan kemerdekaan kedua ada Mohammad Hatta. Dia lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Selain pahlawan kemerdekaan, Bung Hatta juga merupakan bapak koperasi Indonesia. Pada 1926, Bung Hatta pernah menjadi pimpinan Perhimpunan Indonesia.

Dia pernah dipercaya menjadi bendahara merangkap anggota Dewan Redaksi Majalah Hindia Putera (Indonesia Merdeka).

Bung Hatta meninggal pada 14 Maret 1980 di usia 77 tahun. Dia dimakamkan TPU Tanah Kusir, Jakarta.


3. Jenderal Besar Sudirman


Jenderal Besar Sudirman merupakan sosok pejuang yang gigih dalam melawan penjajah. Dia keluar masuk hutan bersama pasukannya bergerilya. Jenderal Besar Sudirman merupakan Panglima TNI pertama Indonesia.

Ia lahir pada 24 Januari 1916 di Purbalingga, Jawa Tengah. Sudirman meninggal di usia yang masih muda, yakni 34 tahun.

Dia meninggal pada 29 Januari 1950 di Magelang, Jawa Tengah, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara, Yogyakarta.


4. Sutan Syahrir


Sutan Syahrir lahir pada 5 Maret 1909 di Padang Panjang, Sumatera Barat. Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia.

Sutan Syahrir memiliki pemikiran dan semangat dalam membentuk kemerdekaan Indonesia. Dia wafat pada 9 April 1966 di Zurich, Swiss.

Sutan meninggal di usia 57 tahun dan dimakamkan di TMPN Utama Kalibata, Jakarta.


5. Ki Hajar Dewantara 


Ki Hajar Dewantara juga dikenal sebagai bapak pendidikan Indonesia. Dia lahir pada 2 Mei 19889 di Yogyakarta.

Ki Hajar Dewantara meninggal di usia 69 tahun. Dia dimakamkan di Tahunan, Umbul Harjo, Yogyakarta. 

Pada tahun 1913, Ki Hajar Dewantara menulis brosur “Als ik een Nederlander was” (Andai kata saya seorang Belanda). Brosur itu berisi kecaman terhadap maksud pemerintah Belanda mengadakan perayaan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Perancis.

Akibat penentangan itu, Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Belanda. Dengan segala kemampuannya, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa.


6. Bung Tomo


Bung Tomo memiliki nama asli . Saat berjuang melawan penjajah, dia dikenal memiliki slogan 'merdeka atau mati'.

Bung Tomo lahir 3 Oktober 1920 di Surabaya, Jawa Timur. Dia meninggal pada 7 Oktober 1981 di Padang Arafah, Arab Saudi, dan dimakamkan di Ngagel, Surabaya.


7. Abdul Muis


Abdul Muis lahir di Agam, Sumatera Barat, pada 3 Juli 1883. Ia meninggal di Bandung, Jawa Barat pada 17 Juni 1959.

Abdul Muis  merupakan seorang sastrawan, politikus dan wartawan Indonesia. Dia merupakan pengurus besar Sarekat Islam dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasinya tersebut. 

Karya-karya Abdul Muis di antaranya adalah Salah Asuhan (1928), Surapati (1950), Robert Anak Surapati (1953), Pertemuan Jodoh, Daman Brandal, Sabai nan Alui (Cerita Rakyat Minangkabau), dan Contoh Surat Menyurat.

Dia juga merupakan pendorong berdirinya Technische Hooge School (ITB, Institut Teknologi Bandung).


8. RA Kartini


Raden Ajeng (RA) Kartini merupakan pahlawan yang berjuang dalam kesetaraan gender. Ia lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Kartini meninggal di usia muda, yakni 25 tahun. Kartini wafat pada 17 September 1904 di Rembang, Jawa Tengah.


9. Raden Dewi Sartika


Raden Dewi Sartika lahir 4 Desember 1884 di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Dewi Sartika juga berperan sebagai tokoh perintis pendidikan wanita. 

Dewi pernah tulisan berjudul ”De Inlandsche Vrouw” (Wanita Bumiputera). Dalam tulisannya, Dewi menyampaikan kalau pendidikan penting untuk mendapatkan kekuatan dan kesehatan kanak-kanak baik secara jasmani maupun rohani. 

Selain itu, Dewi menyampaikan dalam tulisannya mengenai pentingnya kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Dewi wafat di Tasikmalaya pada 1947 dan dimakamkan di Astana Anyar, Bandung.


10. Cut Nyak Dien


Cut Nyak Dien merupakan pahlawan yang lahir di Aceh pada 1834. Semasa hidup, Cut Nyak Dien bergerilya melawan pasukan kolonial Belanda.

Dia merupakan sosok perempuan penting bagi Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pada 1873, perang Aceh-Belanda meletus.

Bersama Teuku Umar, Cut Nyak Dien menyusun strategi dalam melawan Belanda. Dia juga memompa semangat para pemuda Aceh untuk berjuang melawan penjajah.

Cut Nyak Dien meninggal pada 6 Novemver 1908 sebagai tawanan Pemerintah Hindia-Belanda. Dia dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat.