Hot Posts

4/footer/recent

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Menteri BUMN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menteri BUMN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Juni 2022

Kuasa Hukum Suprayitno dan LSM Pelita Bereaksi Atas Tindakan Pihak PTPN VII Unit Repa



GK, Garis Komando - Sengketa lahan yang terletak di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, antara PTPN VII Unit Repa dengan keluarga Supriyatno (alm) hingga kini belum menemukan titik terang.

Bahkan saat ini kedua belah pihak masih menjalani proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kalianda, Lampung Selatan.

Bahkan informasi yang didapatkan awak media, baik dari Ketua LSM Pelita Misran selaku yang diberikan kuasa oleh keluarga Suprayitno (alm) untuk menguasai dan mengelola lahan tersebut, maupun dari Kuasa Hukum Keluarga Suprayitno A. Rahman S.H., bahwa Minggu depan akan diadakan Sidang Lapangan yang akan digelar PTUN.

Namun disaat lahan tersebut masih dalam proses hukum di PTUN Tanjung Karang, pihak PTPN VII Unit Repa memasang portal di akses jalan masuk ke lahan tersebut, sekaligus memasang papan pengumuman yang bertuliskan "Dilarang masuk ke areal kebun kelapa sawit, membawa, mengangkut dan mendirikan bangunan dilokasi Tanah kebun kelapa sawit PTPN VII", Sabtu (4/6/2022).

Hal itu sontak saja mendapatkan protes dan reaksi, baik dari LSM Pelita yang diberikan kuasa oleh keluarga Suprayitno (Alm) untuk menguasai dan mengelola lahan tersebut, maupun dari Kuasa Hukum Keluarga Suprayitno itu sendiri.

"Kita lihat keputusan pengadilan, kita sudah di pengadilan kenapa dilakukan hal seperti ini (pemasangan portal), jangan sampai ini dipasang, karena ini dipasang di lahan Suprayitno (Alm)," Ujar Misran.

Pemasangan portal dan papan pengumuman oleh pihak PTPN VII Unit Repa itu sendiri terpantau oleh kontributor media dikawal oleh aparat kepolisian dan TNI.

Lebih lanjut Misran mengatakan dihadapan pihak PTPN VII Unit Repa dan aparat Kepolisian serta TNI yang mengawal pemasangan portal dan papan pengumuman tersebut, 
"Jika ini tetap dipasang, kami berhak memindahkannya karena ini lahan milik Suprayitno (Alm) yang telah dikuasakan kepada kami," ucap Misran.

Dilain pihak Kuasa Hukum Keluarga Suprayitno (Alm) A. Rahman S.H., mengatakan bahwa, 

"Hari ini saya selaku Kuasa Hukum dari keluarga Suprayitno (Alm) memerintahkan kepada orang yang saya suruh untuk membongkar dua unit portal yang terbuat dari besi, 3 papan nama dari besi, dan 2 banner, semua kami bongkar dan tidak ada kerusakan," ujar Rahman.

Rahman melanjutkan, "Ini semua kami bongkar karena ini tanah milik klien kami, ada dasar hukumnya, ada surat-suratnya," ucap Rahman.

Selain daripada itu menurut Rahman,
"Semua ini bisa terjadi karena adanya pengawalan dari pihak Kepolisian maupun TNI, seharusnya pihak Polri maupun TNI tidak berpihak karena ini adalah proses peradilan, tugas kepolisian dan TNI itu adalah menjaga Kamtibmas, bukan malah menjadi Backing atau back up, karena kita belum tahu siapa yang menang dan benar masalah tanah ini hari ini, kecuali kalau memang PTPN VII yang menang dan berhak Monggo silahkan," tegas Rahman. (Sur)

Rabu, 04 Mei 2022

Bersama Forkopimda, Kasrem 043/Gatam Dampingi Menteri Perhubungan Dan Rombongan Tinjau Arus Balik Di Pelabuhan Bakauheni


GK, Lampung - Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam Kolonel Inf Prasetyo mewakili Komandan Korem mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Perhubungan dan Menteri BUMN dalam Rangka Antisipasi Arus Balik Angkutan Lebaran 1443 H Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Lampung Selatan. Rabu (04/05/2022)

Tiba di pelabuhan Bakauheni rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri PMK Muhadjir Effendy menuju Kantor ASDP Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, langsung menuju pos terpadu dilanjutkan Pembagian Sembako kepada Petugas Bakauheni serta menuju Mall Anjungan Excekutif Bakauheni, dilanjutkan dengan Pembagian Masker kepada Pengguna jasa pejalan kaki penyebaran Bakauheni

Turut hadir dan menyambut rombongan para Menteri,Arinal Djunaidi (Gubernur Lampung),Ira Puspadewi (Direktur Utama ASDP), Irjen Pol Hendro Sugiatno MM (Kapolda Lampung),Sigit Mintarso (Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat/BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung),Suharto (General Meneger ASDP Bakauheni Lampung Selatan),Kombes Pol Medianta (Dir Lantas Polda Lampung),Kombes Pol Wahyu Bintono (Karoops Polda Lampung), Kombes Pol Wahyu Widiarsono (Dansat Brimob Lampung), Letkol Inf Fajar Akhirudin (Dandim 0421 Lamsel), AKBP Edwin (Kapolres Lampung Selatan). [red]

Kamis, 10 Maret 2022

Lapor Pak Erick Thohir ! Supir Truk Keluhkan Solar Langka di Lampung


GK, Bandar Lampung - Para supir mobil truk dan pickup mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Kelangkaan solar ini telah terjadi beberapa hari belakangan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Hardi (37) supir truk ekspedisi mengaku kesulitan mendapatkan bbm jenis solar selama seminggu ini.

Kalaupun ada, antrian yang terjadi sangat membludak dibeberapa SPBU. Ia mengaku sulitnya mendapatkan solar berpengaruh terhadap pekerjaannya sehari-hari.

"Kita kan bawa barang itu setiap hari, mulai dari sayuran, buah, bahan pokok dan lainnya. Ini sulit sekali dapat solar, kalaupun ada ngantri panjang. Kalau pakai dexlite sangat mahal, nggak ketutup, namanya kan ini usaha kecil," kata dia, Rabu (9/3/2022).

Serupa, Rasidi, supir pengangkut bahan pokok yang membawa mobil berjenis pickup mengaku kesulitan mendapatkan solar. Ia pun sempat kehabisan BBM saat diperjalanan akibat mencari solar dari spbu ke spbu lainnya.

"Sulit carinya, malah sempat abis bensin waktu nyari dari satu spbu ke spbu lainnya, kan jaraknya cukup jauh. Saya tidak tahu kenapa solar ini bisa langka begini. Tolonglah Pemerintah dan Menteri BUMN pak Erick Thohir lihat kondisi kita rakyat kecil," ujar dia.

Sebelumnya, kelangkaan solar dibeberapa SPBU dikeluhkan para supir truk, bus, angkutan umum, dan para nelayan. Kelangkaan ini bisa terlihat dengan stok solar yang kosong dibeberapa SPBU dan antrian yang mengular di spbu yang masih memiliki solar. [Red]

Senin, 31 Januari 2022

Gegana Lampung Pastikan Keamanan Kegiatan Kunjungan Kerja Menteri BUMN RI di PTPN VII Lampung


GK, Bandar Lampung - Dalam rangka memberikan yang terbaik dalam kunjungan kerja Menteri BUMN RI Bpk Erick Thohir, B.A., M.B.A. di PTPN VII Lampung guna memantau secara langsung kegiatan Operasi Pasar Murah Minyak Goreng dan Gula Pasir PTPN Group di Halaman Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Kota Bandar Lampung, Senin 31/01/22.

Menindak lanjuti Perintah Pimpinan dalam rangka kegiatan kunjungan kerja Menteri BUMN RI Ke Provinsi Lampung, Detasemen Gegana Satbrimobda Lampung menerjunkan Unit Wanteror sebagai perimeter dan escape untuk mengamankan jalannya rangkaian kegiatan tersebut sebagai protap awal dan SOP dalam setiap pelaksanaan pengamanan VIP dan VVIP, sebagai langkah awal mengantisipasi hal hal yang tidak di harapkan dalam arahan Dansar Brimob Polda Lampung KBP Wahyu Widiarso Suprapto, S.IK., M.Si.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada Menteri BUMN beserta rombongan, tamu VIP dan VVIP serta masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini, baik pada saat sebelum acara dimulai, saat berlangsungnya acara hingga selesainya rentetan acara dari hal- hal yang tidak di inginkan, "Pastikan bahwa semuanya dalam berjalan dengan aman dan lancar," terang Wadanden Gegana Akp Moch. Sonep, SH., MH. dalam atensinya.  [Nnd]

Minggu, 30 Januari 2022

Kunjungi Unila, Erick Thohir: Generasi Muda Bukan Beban, Apalagi Ancaman


GK, Bandar Lampung - Mentri BUMN Erick Tohir menghadiri kuliah umum Seminar Tangguh Indonesia bertajuk melindungi Generasi Emas Indonesia dari Covid-19 di GSG Universitas Lampung (UNILA). Minggu, (30/01/2022).

Hadir dalam seminar ini, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana,  Rektor Unila Prof. Karomani, dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan TIK Prof. Suharso.

Mentri Erick dalam paparannya. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai generasi emas pemegang tongkat estafet pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. 

"karena itu, generasi emas menjadi kunci dalam membangun infrastruktur digital untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi," kata Mentri Erick

Lebih lanjut Erick memaparkan, sedikit lebih luas gambaran Indonesia di tahun 2045, Erick menyebut, Dari data-data Internasional posisi ekonomi di 2045 kian tumbuh yang sampai akhirnya kita nomor 4 terbesar di dunia secara ekonomi.

"Itu artinya kita harus mempunyai skill, selain tenaga kerja yang punya kapasitas, seperti infrastruktur pembangunan jalan Tol, airport, terlebih dari segi Infrastruktur digital, bagai mana ? Ya lewat dari generasi emas yang bukan kaleng-kaleng. Generasi muda bukan beban, apalagi ancaman," lanjut Erick


Tak hanya itu, Erick juga menambahkan. Perlunya roadmap bersama antara universitas, pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun para pengusaha swasta untuk memetakan mana yang tumbuh.

"Percuma kita ciptakan mahasiswa tapi lapangan pekerjaan tidak ada, tapi bagaimana universitas menciptakan mahasiswa yang lapangan pekerjaannya tumbuh," jelas Erick.

Dikesempatan yang sama, Prof. Karomani dalam sambutannya menyampaikan. Berbagai prestasi nasional dan tingkat dunia telah diraih Unila. 

"Diantaranya peringkat 15 penghargaan capaian indikator kinerja utama liga perguruan tinggi negeri BLU, Peringkat 22 nasional Shinta, peringkat 10 besar 4ICU, 24 besar Webometric, peringkat 10 besar Scimago Institutions Rangking, dan 14 besar THE Rangking," tutur Karomani.

Selain itu kata Karomani, unila juga telah merencanakan pembangunan infrastruktur yang terintegritas dengan pusat perbelanjaan. 

"Tentunya rencana tersebut dibutuhkan dukungan stakeholder terkait terlebih dari Mentri BUMN Erick Tohir," pungkasnya. [Sur]

Babinsa Koramil 410-06/Kedaton Monitoring Kunjungan Menteri BUMN RI di Kampus Darmajaya


GK, Bandar Lampung — Babinsa Koramil 06/Kedaton Kodim 0410/KBL Sertu Septianto monitoring kunjungan kerja Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN RI) Erick Tohir di wilayah Kota Bandar Lampung. 

Dalam kunjungannya itu, Menteri Erick Tohir menghadiri seminar yang berlangsung di Kampus Darmajaya Bandar Lampung, pada Minggu pagi (30/1).

Tampak hadir dalam kegiatan antara lain Andi Desfiandi Ketua Yayasan Alfian Husin; Ketua Bidang Ekonomi DPP PBL/Pejuang Bravo Lima, Firmansyah Y. Alfian Rektor IBI Darmajaya, Ahmad Giri Akbar Anggota DPRD Provinsi Lampung.


Pada kegiatan yang bertemakan 'Peran Pemerintah dan Masyarakat Dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas Ta 2045'. Firmansyah selaku Rektor IBI Darmajaya menyampaikan selamat datang dan trimakasih kepada Menteri BUMN karena menyempatkan diri untuk hadir di kampus Darmajaya ini untuk melaksanakan seminar.

"Keberhasilan dan kesuksesan kita selama ini tidak lepas dari peranan Pemerintah dan masyarakat dan kita sema untuk mewujudkan visi Indonesia emas tahun 2045 kedepan," ujar Firmansyah

Sementara itu, Menteri Erick Tohir mengatakan tidak semua manusia diciptakan untuk jadi pengusaha dan tidak semua manusia diciptakan jadi profesional, tapi profesional adalah orang yang mengerjakan sesuatu dengan posisi yang baik dan menghasilkan yang baik.

Lanjutnya, Menset tidak mengenal generasi tapi harus ada perubahan dengan bekerja sama peran pemerintah dan masyarakat untuk maju karna tanpa adanya kerja sama tidak akan ada yang namanya maju.

"Mari kita bersama-sama mewujudkan visi Indonesia emas agar masyarakat indonesi semakin maju, ini peran kita semua kita wujudkan dengan kerja sama Peran Pemerintah dan Masyarakat Indonesia," pungkasnya. [Sur]

Kamis, 13 Januari 2022

Bantah Penangkapan Tindakan ini Terhadap Sanwari Dilahan Sengketa PTPN7, LSM Pelita Buka Suara



GARISKOMANDO.com,LAMSEL - Beberapa waktu lalu telah beredar kabar dalam pemberitaan media massa bahwa Sanwari (44) anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelindung Tanah Air (PELITA) ditahan oleh Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan pada hari Kamis (6/1/2022).

Ia ditahan atas laporan dari Ferdinan (Sidum PTPN 7) pada tanggal 26 Oktober 2021, karena disangkakan telah merusak areal PTPN 7 yang terletak di Desa Sidosari Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam pemberitaan itu bukan hanya merusak areal, tapi Sanwari juga menabrak pagar yang sedang dibuat oleh Satuan Pengamanan (Satpam) PTPN 7, sehingga ada korban luka-luka.

Namun, Misran SR selaku Ketua LSM PELITA Lampung membantah pemberitaan tersebut. Ia menjelaskan peristiwa yang terjadi pada tanggal 26 Oktober 2021 pada lahan yang terletak di Desa Sidosari kecamatan Natar.

"Berita yang beredar itu tidak benar, wartawan yang memberitakan tidak ada dilokasi kejadian, itu bohong dan berita mereka sepihak. Seharusnya mereka mengkonfirmasi kepada kami, sehingga berita berimbang. Diberita itu kan mereka membawa nama LSMnya," kata Misran.

"Kenyataan nya, pada tanggal 26 Oktober 2021 itu, sebelum kejadian tersebut saya ditelepon oleh polisi yang bernama Jhon dari Polsek Natar, ia mengatakan "Pak ini ada orang-orang PTPN 7 banyak, mau melakukan pemagaran, trus saya jawab, bapak seorang polisi jadi bapak harus berdiri ditengah, jangan dilakukan pemagaran itu karena jalan itu adalah jalan umum masyarakat yang mau ke kebun dan kesawah, tolong pak kata saya, oke pak jawab Jhon," terang Misran.

Selanjutnya Misran mengatakan, "Tidak lama dari itu, ia (Jhon) telepon lagi dan mengatakan PTPN melakukan pemagaran, dan kebetulan pengurus Lembaga yang bernama Sanwari sudah ada di lokasi, lalu Jhon telepon lagi dan mengatakan, "mang ini kayaknya Sanwari menghalangi pihak PTPN 7 untuk melakukan pemagaran", oke saya bilang tunggu sebentar 10-15 menit saya tiba di lokasi," lanjut Misran.

Ketika Misran tiba dilokasi, ia tidak menemukan adanya pemagaran seperti apa yang disebutkan oleh Jhon ditelpon.

Selanjutnya Misran menerangkan soal kepemilikan lahan, "Sanwari disitu bukan merusak areal PTPN 7, tapi dia mau masuk ke lahan kebun kami, tapi dihalangi oleh orang-orang dari PTPN 7," ujarnya.

"Itu kan lahan milik kami bukan milik PTPN 7, mengapa mereka menghalangi".

"Kalau PTPN 7 merasa lahan itu milik mereka, mana buktinya? Karena surat-suratnya ada sama kami. Buktikan kepemilikan mereka, bukan malah menjebak kami dengan tuduhan Sanwari telah berbuat melanggar hukum," terang Misran.

Misran juga menjelaskan, "Pagar yang disebut mereka itu, bukan lah pagar melainkan cuma palet yang disusun dan dipegangi oleh Satpam-satpam itu untuk menghalangi Sanwari masuk ke lahan. Dan tidak ada korban yang luka-luka, karena dilokasi itu ada anggota Polisi dari Polsek Natar dan ada 4 orang Babinsa. Kalau benar ada yang luka, pasti sudah diamankan saat itu juga," pungkasnya.

Ditempat terpisah, saat Gariskomando.com mengkonfirmasi ke Polres Lampung Selatan, pada hari Rabu (12/1/2022) dan bertemu dengan Kepala Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ipda. Ali Humaeni, S.H. dia membenarkan bahwa Sanwari anggota LSM Pelita ditahan setelah dilakukan penyelidikan atas keterangan saksi dan melihat bukti video.

"Benar kami telah menahan Sanwari karena dia telah melakukan tindakan kriminal, dia menabrakkan mobil ayla ke pagar yang dijaga oleh Satpam PTPN 7, dan ada 3 korban yang mengalami luka-luka," ujar Ali.

"Dia dijerat dengan Pasal 335 KUHP, 351 KUHP, dan pasal 406 KUHP," kata Ali. [Sur]

Minggu, 09 Januari 2022

Sebarkan Visi Erick Thohir, Get One Akan Dibentuk di 34 Propinsi



JAKARTA - Merasa tertarik dengan visi Menteri BUMN Erick Thohir tentang Indonesia masa datang, sejumlah tokoh membuat Gerakan Transformasi Indonesia (Get One).

Gerakan yang diinisiasi oleh mantan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Lukman Edy ini, bertujuan untuk menyebarkan visi Erick Thohir ke seluruh Indonesia dan mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat yang setuju untuk bergabung bersama-sama.

Menurut Lukman Edy, semua berawal dari diskusi-diskusi dan hasil dari mencermati pergerakan, yang dilakukan Erick Thohir, baik sebelum masuk ke pemerintahan ataupun setelah menjadi Menteri BUMN.

“Kami bersama teman-teman memperhatikan visi beliau, menilai hasil kerja. Sepertinya Indonesia ke depan akan lebih baik, jika visi beliau itu betul-betul diterapkan,” ujar Lukman Edy ketika berdiskusi dengan wartawan di salah satu hotel di Jakarta, Ahad (9/1/2022).

Setidaknya ada 4 poin dari visi Erick Thohir yang menurut Lukman, harus menjadi prioritas bagi Indonesia untuk menjadi lebih baik.

“Ada 4 yang terlihat. Tegaknya kedaulatan dan kepastian hukum, pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan, percepatan pembangunan ekonomi bangsa. Yang terakhir pemerintahan yang bersih. Itu semua tergambar jelas dalam setiap diskusi-diskusi dengan beliau,” terang Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Semua visi yang menjadi fokus dari Erick Thohir itu adalah kelanjutan dari visi yang dicanangkan Presiden Jokowi. “Jadi semuanya berkesinambungan dengan visi Pak Jokowi,” lanjut Lukman.

Politisi PKB itu juga menyebutkan, Get One nantinya akan berusaha menyebarkan visi Erick tersebut ke seluruh Indonesia.

“Insya Allah Get One akan dibentuk di 34 propinsi, yang akan dimulai minggu depan. Kami juga berharap kepada masyarakat yang merasa satu visi dan ingin Indonesia ke depan lebih baik, mari kita bergabung. Bersama-sama kita sebarkan virus ini,” sambungnya penuh semangat.

Saat ditanyakan apakah semua ini merupakan jalan untuk Pilpres 2024 mendatang, Lukman Edy menjawab diplomatis.

“Untuk sementara kita kita sebarkan virus ini dulu, ini virus kebaikan untuk bangsa. Harus menjadi harapan bagi semua masyarakat. Kalau masalah Pilpres, masih jauh, 2024 masih jauh,” ujarnya sambil tersenyum.

Lukman Edy juga menyebutkan, saat ini sejumlah tokoh bangsa sudah bergabung dengan Get One, karena merasa memiliki visi yang sama.

“Nama-namanya siapa? Lihat aja nanti ya, kita dalam waktu dekat akan mulai deklarasi di beberapa propinsi, nanti secara berangsur akan kelihatan itu,” pungkasnya. [Red]